Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hai brosis & sistah, kabar terbaru dari dunia maya lagi rame banget nih. Ada video viral yg lagi heboh banget di media sosial, tentang seorang terapis yg diduga mengerjakan tindakan kekerasan kepada bocah pengidap autisme.
Dalam video yg beredar, terapis tersebut tampak sangat dharap & cuek ketika menjepit kepala bocah tersebut di antara kedua kakinya, sambil memainkan ponsel. Waduh, emangnya bocah itu mainan terapis ya? Apa sih yg ada di pikiran terapis ini? Coba bayangkan kalau bocah itu adalah adik, anak, atau saudara kita sendiri, pasti hati kita bakal nggak tega banget.
Cekidot Videonya
INFIA - Fact on Instagram: Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang terapis yg diduga mengerjakan tindakan kekerasan kepada bocah pengidap autisme
Kejadian ini disinyalir terjadi di sebuah rumah sakit di Depok, Jawa Barat. Sadis banget ya, malah tempat yg semestinya memberikan kesembuhan & perawatan malah jadi tempat terjadinya tindakan kekerasan. Ini bukanlah sikap profesional dari seorang terapis, tetapi lebih mirip dengan aksi premanisme.
Padahal, bocah yg jadi korban ini adalah seorang pengidap autisme. Anak-anak yg mengalami kondisi ini sudah sangat rentan & membutuhkan perlakuan spesifik serta kasih sayang. Tapi apa yg terjadi? Malah diperlakukan dengan kejam & sadis.
Kita semua harus mengutuk tindakan kekerasan seperti ini. Semoga terapis yg mengerjakan aksi kekerasan ini dapat segera ditindak & diproses secara hukum. Kita juga harus lebih selektif dalam memilih tempat terapi & terapis untuk orang terdekat kita. Kesehatan mental & fisik merupakan hak yg harus dijaga & dilindungi, bukan dijadikan sebagai bahan permainan.
Perlu kita ingat juga, bahwa tindakan kekerasan kepada anak bukan cuma merugikan korban, tetapi juga dapat menimbulkan akibat jangka panjang pada kesehatan mental & emosional mereka. Anak-anak yg jadi korban kekerasan dapat mengalami trauma, depresi, kecemasan, serta kesulitan dalam membangun hubungan sosial di kemudian hari.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengambil tindakan preventif & interventif dalam mencegah tindakan kekerasan kepada anak. Masyarakat, keluarga, & institusi pendidikan & kesehatan harus bersama-sama membangun pencerahan akan pentingnya proteksi anak & memberikan edukasi yg tepat tentang hak-hak anak serta cara mengatasi kekerasan.
Sebagai individu, kita dapat menolong mencegah tindakan kekerasan dengan mengajarkan nilai-nilai empati, kasih sayang, & toleransi pada anak-anak sejak dini. Kita juga dapat melaporkan kalau melihat atau mengetahui tindakan kekerasan kepada anak di sekitar kita.
Kita harus menjaga keamanan & proteksi anak
Makin banyak orang sadis kebetulan di Depok
SumberViral! Terapis di Depok Jepit Kepala Anak Autis, Gak Digubris Meski Menangis Histeris | Indozone.id Kemarin 22:58