Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Platform dewasa OnlyFans kembali mendapat perhatian. Akibat konten yg diduga milik jebolan Masterchef Indonesia Devy Anastasia, viral.
[ltr]Belum lama ini, media sosial tersebut juga sempat dihebohkan oleh konten porno milik Dea. Yang ditangkap pada Kamis (24/3) malam oleh regu dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Terkait kasus penyebaran konten pornografi.[/ltr]
Ada juga nama Siskaeee, yg viral usai salah satu konten dewasanya bocor. Ia mengunggah beberapa konten pornonya di tujuh platform berbayar, salah satunya OnlyFans. Dari setiap konten yg diunggah, Siskaeee mendapat keuntungan hingga Rp15-20 juta.
Terbaru, akun Instagram Lambe Turah mengunggah gambar yg menunjukkan sebuah tautan. Akun OnlyFans bernama Devy Anastasia sambil menyandingkannya dengan foto sang peserta Masterchef itu.
Aplikasi OnlyFans dapat diunduh di toko aplikasi App Store maupun Google Play Store. Namun, pengguna di Indonesia tak dapat mendapatkannya lantaran tersangkut regulasi.
Sejarah OnlyFans
OnlyFans didirikan oleh pengusaha Inggris Timothy Stokely pada November 2016. Awalnya, aplikasi ini diciptakan sebagai media sosial berbasis langganan. Selain video & foto, pembuat konten dapat memberi layanin secara lansung. Panggilan telepon, percakapan pesan langsung, hingga akses dialog grup.
Stokely berhasil menyulap OnlyFans jadi berita utama dalam beberapa tahun terakhir. Karena sukses mengajak sejumlah selebritas bergabung.
Para selebritis ini dapat mengunggah berbagai konten eksklusif bagi penggemar mereka. Mengpakai skema berbayar, tarifnya berkisar antara US$5 (Rp75 ribu) hingga US$50 (Rp750 ribu) per bulan.
Dari biaya langganan itu, kreator konten OnlyFans akan mendapatkan 80 persen dari keuntungan. Tak cuma itu, mereka juga dapat mendapatkan tip kalau pelanggan menyukai konten tersebut.
Sementara, OnlyFans mengambil keuntungan 20 persen dari pendapatan si pembuat konten. Platform tersebut mengaku membayar total US$5 miliar (Rp75,1 triliun) kepada kreator konten setiap tahun.
Menurut data OnlyFans, ada 174 juta kunjungan bulanan. 5,5 juta pengunjung unik setiap hari. Dengan 150 juta pengguna terdaftar serta 1,5 juta pembuat konten.
Booming selama pandemi
Pada Maret & April 2020, atau awal pandemi Covid-19. OnlyFans mengalami peningkatan pendaftaran 75 persen per bulan. Dengan rata-rata 200 ribu pengguna baru setiap hari.
Menurut laporan keuangannya, OnlyFans mengakhiri tahun fiskal 2020 dengan lebih dari 1,6 juta kreator. Naik 384 ribu dari tahun sebelumnya.
Laporan itu juga mengatakan, 82,3 juta pengguna baru terdaftar. naik drastis dibanding tahun sebelumnya 13,5 juta.
Sumber
Hari ini 19:03
[ltr]Belum lama ini, media sosial tersebut juga sempat dihebohkan oleh konten porno milik Dea. Yang ditangkap pada Kamis (24/3) malam oleh regu dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Terkait kasus penyebaran konten pornografi.[/ltr]
Ada juga nama Siskaeee, yg viral usai salah satu konten dewasanya bocor. Ia mengunggah beberapa konten pornonya di tujuh platform berbayar, salah satunya OnlyFans. Dari setiap konten yg diunggah, Siskaeee mendapat keuntungan hingga Rp15-20 juta.
Terbaru, akun Instagram Lambe Turah mengunggah gambar yg menunjukkan sebuah tautan. Akun OnlyFans bernama Devy Anastasia sambil menyandingkannya dengan foto sang peserta Masterchef itu.
Aplikasi OnlyFans dapat diunduh di toko aplikasi App Store maupun Google Play Store. Namun, pengguna di Indonesia tak dapat mendapatkannya lantaran tersangkut regulasi.
Sejarah OnlyFans
OnlyFans didirikan oleh pengusaha Inggris Timothy Stokely pada November 2016. Awalnya, aplikasi ini diciptakan sebagai media sosial berbasis langganan. Selain video & foto, pembuat konten dapat memberi layanin secara lansung. Panggilan telepon, percakapan pesan langsung, hingga akses dialog grup.
Stokely berhasil menyulap OnlyFans jadi berita utama dalam beberapa tahun terakhir. Karena sukses mengajak sejumlah selebritas bergabung.
Para selebritis ini dapat mengunggah berbagai konten eksklusif bagi penggemar mereka. Mengpakai skema berbayar, tarifnya berkisar antara US$5 (Rp75 ribu) hingga US$50 (Rp750 ribu) per bulan.
Dari biaya langganan itu, kreator konten OnlyFans akan mendapatkan 80 persen dari keuntungan. Tak cuma itu, mereka juga dapat mendapatkan tip kalau pelanggan menyukai konten tersebut.
Sementara, OnlyFans mengambil keuntungan 20 persen dari pendapatan si pembuat konten. Platform tersebut mengaku membayar total US$5 miliar (Rp75,1 triliun) kepada kreator konten setiap tahun.
Menurut data OnlyFans, ada 174 juta kunjungan bulanan. 5,5 juta pengunjung unik setiap hari. Dengan 150 juta pengguna terdaftar serta 1,5 juta pembuat konten.
Booming selama pandemi
Pada Maret & April 2020, atau awal pandemi Covid-19. OnlyFans mengalami peningkatan pendaftaran 75 persen per bulan. Dengan rata-rata 200 ribu pengguna baru setiap hari.
Menurut laporan keuangannya, OnlyFans mengakhiri tahun fiskal 2020 dengan lebih dari 1,6 juta kreator. Naik 384 ribu dari tahun sebelumnya.
Laporan itu juga mengatakan, 82,3 juta pengguna baru terdaftar. naik drastis dibanding tahun sebelumnya 13,5 juta.
Sumber
Hari ini 19:03