• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Vape & Klaim Rokok Sehat Dari Masa ke Masa

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Vape & Klaim Rokok Sehat Dari Masa ke Masa

Cangkeman.net -Sebagai seorang perokok, saya kerapkali ditawari untuk beralih ke rokok elektrik. Selain aroma & asapnya tidak menganggu, rokok elektrik diklaim sebagai produk yg lebih sehat dari masa ke masa. Benarkah demikian?

Sebenarnya, klaim rokok sehat bukan terjadi di era rokok elektrik saja. Setiap ada produk baru olahan tembakau, pasti akan sering diklaim sebagai produk yg lebih sehat dari produk yg sebelumnya. Padahal?

Awal kemunculan rokok putih & rokokmild,mereka juga mengklaim bahwa rokok mereka lebih sehat daripada rokok kretek, baik kretek tangan maupun kretek mesin sebelum mereke. Rokok putih danmildini terus menerus mempromosikan & mencitrakan bahwa produk mereka lebih sehat karena lebih rendah nikotin & lebih rendah tar.

Rokok putih danmildmenyasar pasar perempuan sebagai targetnya. Oleh karena itu, mereka kerapkali hadir dengan gaya iklan yg lebih feminim & halus.

Lalu bagaimana dengan rokok elektrik?

Produsen rokok elektrik macam ENDS (Electronic Nicotine Delivery Sytem) & HTP (Heated Tobacco Products) juga mengklaim bahwa rokok elektrik jauh lebih sehat dari rokook kretek,mild,dan rokok putih. Karena rokok elektrik tidak menghasilkan tar. Menurut mereka, nikotin itu kondusif untuk dikonsumsi, karena pada beberapa tipe sayuran juga mengandung nikotin. Yang berbahaya itu adalah tar. Nah tar ini ada karena hasil produk pembakaran, jadi selama pembakaran tidak ada, tidak ada tar. Dan tidak ada tar, produknya sehat. Begitu klaim mereka.

Yah benar, mereka para provape memang memiliki beberapa penelitian akan hal itu. Walaupun setelah dikulti satu persatu, penelitian tersebut ternyata memiliki banyak kelamahan di sana-sani. Bahkan salah satu peneliti ternyata punya afiliasi dengan perusahaan nikotin hehehe. Kalian dapat baca jurnalnya diEstimating the Harms of Nicotine-Containing Products Using the MCDA Approach

Oh iyah, kenal Michael Russel gak? Itu loh bapak tembakau itu loh. Dia ini yg sering jadi rujukan para provape untuk mengkampanyekan bahwa rokok elektrik itu lebih kondusif dari rokok konvensional. Tapi tau enggak sih kalau doi ini pernah didanai British American Tobacco untuk menguji nikotin pada rokok rendah tar? Nah masa iyah sih penelitian yg didanai oleh perusahaan nikotin terbasar dapat jadi landasar kemanaan nikotin?

Antitesis dari penelitian-penelitian yg jadi rujukan para provape udah banyak juga. Namun yah kan kita emang lebih suka ngeliat yg mau kita liat aja, mau mendengar yg kita mau dengar aja.

Kalau kita boleh jujur, sebenarnya segala tipe produk, apalagi produk nikotin itu pasti memiliki bahaya untuk kesehatan. Tapi mengklaim lebih sehat dari ini & itu itu yg bikin rada nganu. Toh antara nasi, gandum, jagung, & ubi saja misalnya pasti memiliki akibat baik & buruknya bagi kesehatan. Tapi kita enggak dapat mengklaim kalau ganduk lebih baik daripada nasi. Bisalah kita klaim mungkin lebih baik karena gulanya lebih rendah. Tapi sisi lainnya mungkin nasi unggul kan?

Pada dasarnya, dalam menjual produk jualan memang buituh marketing yg baik. Dan salah satu marketing yg kerapkali dipakai dalam industri apapun adalah mengpakai agama atau kesehatan. Apalagi di musim pandemi ini kan?

Sebagai konsumen yah kita jangan mau dibutakan begitu saja dengan berbagai klaim sana-sini. Kita harus lebih jeli lagi dalam memilih produk. Dan yg penting kita tau kebutuhan diri kita. Diri kita butuh produk yg seperti apa, & cocok dengan yg kaya gimana.

Tulisan ini pernah terbit di Cangkeman ( https://www.cangkeman.net/2021/09/va...i-masa-ke.html ) pada tanggal 5 September 2021 oleh Fatio Nurul Efendi


Kemarin 22:39
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.