Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
foto: LAD BIBLE
Siapa nih di sini yg demen TikTok-an?
Tahu dong pastinya dengan TikTok, aplikasi berbagi video durasi pendek dengan topik beraneka ragam yg sudah mendunia & sudah diunggah ratusan juta kali. Saking hebohnya, beberapa tren sosial media TikTok jadi viral akibatnya.
Fenomena Gentleminions salah satunya, di mana banyak pria berpakaian resmi lengkap dengan dasi & jas ramai-ramai mendatangi bioskop untuk menonton film Minions: The Rise of Gru.
Ada juga The Penny Challenge di mana melibatkan uang logam & charger di dalam stop kontak, yg mana dapat memicu percikan api & ujung-ujungnya, kebakaran.
Masih banyak lagi yg lain yg terlalu berbahaya & jelas tidak dianjurkan untuk ditiru, seperti Skullbreaker Challenge, The Bright Eye Challenge, & Salt Challenge.
Tapi tren yg paling aneh & bikin bulu kuduk berdiri, atau bahkan muntah saking jijiknya, yaitu vabbing.
foto: allure
Apa itu vabbing?
Vabbing adalah gabungan dari dua katavagina & dabbing.
Kalau untuk mengatakan yg pertama, gak perlu dijelasinlah, yah. Entar dapat-dapat malah thread-nya berubah haluan jadi ke pelajaran Biologi. GanSis pasti sudah tahu juga, pintar-pintar kan semua yg ada di sini? So, skip!
Nah, kalau dabbing itu dari mengatakan kerja dab, atau Bahasa Indonesianya, oles.
Jadi kalau digabung kedua mengatakan di atas, vabbing artinya oles vagina. Tapi bukan colak-colek begitu saja ternyata, GanSis. Vabbing adalah praktik mengolesi cairan sekresi yg dihasilkan dari vagina pada kulit. Maksudnya mirip-mirip perfume eau de toilette gitu, deh, mengpakai aroma tubuh alami sebagai feromon untuk menarik atensi lawan jenis.
Jijik? Gak perlu nanya, karena totally ew!
Tapi vabbing nyatanya jadi viral & diklaim ampuh, dong! Duh!
foto: INSIDER
Salah satu penggona TikTok mengatakan vabbing seratus persen manjur. Ia bersaksi katanya ditawari dua minuman gratis di kolam berenang setelah menerapkan vabbing. Bahkan seorang pria kembali lagi padanya & memberikan sebuah hadiah spesial. Apa hadiahnya? Gak jelas. Only she knows, and the man in particular, of course.
Pengguna TikTok lain bilang, sudah mengerjakan praktik vabbing lebih dari dua puluh tahun lamanya. Euh Im definitely speechless.
Lalu bagaimana respon dari dunia medis? Jawaban mereka, NO! STOP! Karena dapat berpotensi mendatangkan infeksi apabila terjadi ketidakseimbangan pH ketika bakteri & jamur yg memenuhi kulit & jari memasuki area vagina. Bukan cuma itu, infeksi tersebut kemudian dapat menyebar ke organ lain & mengakibatkan kemandulan.
foto: DAILY BLOG
Kita sebagai manusia mengeluarkan feromon dari keringat & urine. Tidak ada gunanya mengoleskan sekresi vagina pada tubuh ketika mencoba menarik lawan jenis, mengatakan Paraskevi Dimitriadi, Dokter Obgyn di London.
Tapi tetap saja, berdasarkan INDEPENDENT, tren vabbing sudah ditonton lebih dari 13 juta kali & banyak orang menerapkannya. Wew!
Sumber:
LAD BIBLE
KOMPAS.com
IDN TIMES
LAD BIBLE
INDEPENDENT Hari ini 13:57