• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Utusan Norwegia Tagih Moratorium Hutan?

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
2032345620X310.JPG


JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Delegasi International Climate and Forestry Initiative Oslo, Norwegia, Hans Brattaskar, yang didampingi Ketua Satuan Tugas untuk Persiapan Pembentukan Lembaga Penurunan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan atau Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) Kuntoro Mangkusubroto, Jumat (11/2/2011) pagi pukul 09.30 wib ini menemui Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jakarta.

Hans didampingi sejumlah stafnya di antaranya Direktur Kebijakan Per Fredrik Pharo, penasehat senior Per Mogstad serta Duta Besar Norwegia di Jakarta, Elvind Homme dan Konjen Dubes Norwegia Hege Karstiragnhildstseit.

Apakah Hans akan menanyakan Keputusan Presiden tentang Pemberlakuan Jeda Tebang atau Moratorium Hutan yang terlambat diterbitkan oleh pemerintah hingga kini? Itulah pertanyaan yang muncul sekarang.

Maklumlah, pemerintah Indonesia berjanji akan mulai memberlakukan Pemberlakuan Jeda Tebang atau Moratorium Hutan yang terlambat diterbitkan. Moratorium itu seharusnya sudah terbit pada Januari lalu. Namun, hingga pertengahan Februari ini, moratorium yang akan diterapkan dengan dasar hukum Keppres, belum juga keluar.

Kemarin saat ditanya Kompas, Kuntoro yang juga Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) mengaku rancangan Keppres kini sudah di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan tengah dikaji. Diharapkan sepulangnya dari kunjungan kerja di Kupang, Jumat sore ini, keppres tersebut segera dipelajari dan diteken Presiden.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.