Gambar artis porno masuk buku pelajaran? Itulah yang terjadi pada Lembar Kerja Siswa (LKS) Bahasa Inggris Kelas III di SMP Islam Brawijaya, Mojokerto, Jawa Timur. Karena itu, Komisi X DPR RI meminta Kemdikbud segera mengusut insiden tersebut dan menindak pelakunya.
"Saya minta Kemdikbud untuk segera mengambil langkah-langkah terkait adanya gambar artis film dewasa pada LKS siswa tersebut. Ini sangat memalukan. Harus ada sanksi yang tegas," kata Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, anggota Komisi X DPR, di Jakarta, akhir pekan ini.
Eko juga mendesak aparat keamanan agar menangkap pelaku yang ditenggarai ada unsur kesengajaan dengan memasukkan gambar tersebut. "Saya menenggarai, adanya gambar artis film dewasa itu ada unsur kesengajaan dengan menyusupkan gambar tersebut. Aparat diminta mengusut dan menangkap pelakunya," kata Eko.
Komedian yang masuk ke dunia politik itu mengaku marah dengan peristiwa tersebut. "Saya malu dengan kejadian tersebut karena Mojokerto merupakan dapil (daerah pemilihan, Red.) saya. Lagipula, daerah Mojokerto sangat kental dengan agamanya. Mojokerto terkenal dengan daerah santri. Kok bisa-bisanya ada gambar di LKS siswa," kata Eko.
Dengan kejadian tersebut, perlu kiranya dibentuk lembaga pengawas sekolah, dimana nantinya perlu dilakukan pengawasan secara ketat terhadap buku-buku yang akan digunakan oleh siswa.
"Sekali lagi Kemdikbud kecolongan. Belum lama ini ada pula hal yang serupa "Bang Maman dari Kali Pasir" di Jakarta. Harus ada lembaga pengawas sekolah, pengawasan terhadap buku-buku pelajaran. Saya sendiri akan datang ke Mojokerto mencari tahu apa yang terjadi," ungkap Eko.
"Saya minta Kemdikbud untuk segera mengambil langkah-langkah terkait adanya gambar artis film dewasa pada LKS siswa tersebut. Ini sangat memalukan. Harus ada sanksi yang tegas," kata Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, anggota Komisi X DPR, di Jakarta, akhir pekan ini.
Eko juga mendesak aparat keamanan agar menangkap pelaku yang ditenggarai ada unsur kesengajaan dengan memasukkan gambar tersebut. "Saya menenggarai, adanya gambar artis film dewasa itu ada unsur kesengajaan dengan menyusupkan gambar tersebut. Aparat diminta mengusut dan menangkap pelakunya," kata Eko.
Komedian yang masuk ke dunia politik itu mengaku marah dengan peristiwa tersebut. "Saya malu dengan kejadian tersebut karena Mojokerto merupakan dapil (daerah pemilihan, Red.) saya. Lagipula, daerah Mojokerto sangat kental dengan agamanya. Mojokerto terkenal dengan daerah santri. Kok bisa-bisanya ada gambar di LKS siswa," kata Eko.
Dengan kejadian tersebut, perlu kiranya dibentuk lembaga pengawas sekolah, dimana nantinya perlu dilakukan pengawasan secara ketat terhadap buku-buku yang akan digunakan oleh siswa.
"Sekali lagi Kemdikbud kecolongan. Belum lama ini ada pula hal yang serupa "Bang Maman dari Kali Pasir" di Jakarta. Harus ada lembaga pengawas sekolah, pengawasan terhadap buku-buku pelajaran. Saya sendiri akan datang ke Mojokerto mencari tahu apa yang terjadi," ungkap Eko.