• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Untuk Meraih Hidup Yang Berhasil

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. stanza
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

stanza

IndoForum Beginner E
No. Urut
44969
Sejak
31 Mei 2008
Pesan
441
Nilai reaksi
3
Poin
18
1
APA YANG ADA PADA ANDA​



Keluaran 4:1-17

Lalu sahut Musa: "Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?" TUHAN berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" Jawab Musa: "Tongkat." Firman TUHAN:"Lemparkanlah itu ke tanah." Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya. Tetapi firman TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya" - Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya - "supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub telah menampakkan diri kepadamu." Lalu firman TUHAN kepadanya: "Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu."Dimasukkannya tangannya ke dalam bajunya, dan setelah ditariknya ke luar, maka tangannya kena kusta, putih seperti salju. Sesudah itu firman-Nya: "Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu." Musa memasukkan tangannya kembali ke dalam bajunya dan setelah ditarik ke luar, maka tangan itu pulih kembali seperti seluruh badannya. "Jika mereka tidak percaya kepadamu dan tidak mengindahkan tada mujizat yang pertama,maka mereka akan percaya kepada tanda mujizat yang kedua. Dan jika mereka tidak percaya kepada tanda mujizat yang kedua tanda mujizat ini dan tidak mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus mengambil air dari sungai Nil dan harus kucurahkan di tanah yang kering,lalu air yang kauambil itu akan menjadi darah di tanah yang kering itu." Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah." Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? Oelh sebb itu, pergilah, Aku akan meyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan." Tetapi Musa berkata: "Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kau utus." Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa dan Ia berfirman: "Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya. Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan mengajar kepada kamu apa yang harus kamu lakukan. Ia harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian ia akan menjadi pnyambung lidahmu dan engkau akan menjadi seperti Allah baginya. Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat."


Keluaran 4:1-17 bercerita tentang awal mula Allah memanggil Musa. Allah memiliki rencana yang luar biasa bagi Musa yaitu memilihnya untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Namun, terlibat atau tidaknya Musa dalam rencana besar itu ditentukan oleh reaksi Musa ketika panggilan Allah itu datang. Keluaran pasal 4 ini memaparkan tentang suatu terobosan besar yang terjadi dalam hidup Musa yang akan mngubah hidupnya selamanya.

Kita akan memperlajari lebih dalam peristiwa ini. Pengalaman hidup Musa ini sering juga kita alami. Tuhan sudah menetapkan rencana yang besar bagi kita bahkan sebelum kita lahir. Namun ketika tiba saatnya bagi Allah untuk meyatakan rencana-Nya, kadang-kadang kita merasa dan berkata bahwa kita tidak mampu dan kemudian menolak masuk dalam rencana besar itu.

Dalam bab ini, kita akan belajar untuk melihat segala sesuatu yang sudah Tuhan berikan dalam kehidupan kita. Ketika Tuhan memanggil kita, Dia tahu bahwa kita memiliki kapasitas yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana besar-Nya. Hanya saja, kita sering kali tidak bisa melihatnya. Ada beberapa hal penting yang bisa kita pelajari dari Keluaran pasal 4 ini supaya ketika panggilan Tuhan itu datang, kita merespons dengan benar sehingga kita dipakai dalam rencana Allah yang besar.


1. Kita Sering Tidak Menyadari Apa yang Ada pada Kita

Peljaran pertama adalah kita sering tidak menyadari apa yang ada di dalam diri kita. Tuhan memiliki rencana yang besar bagi kita, tetapi Iblis tidak menginginkan rencana Allah ini terjadi dalam hidup kita. Karena itu, Iblis menipu kita dengan merusak gambar diri yang menyebabkan kita merasa tidak mampu. Kita dibuatnya tidak bisa melihat potensi yang kita miliki.

Hal ini terjadi pada Musa yang merasa tidak memiliki apa pun yang membuatnya layak dipilih menjadi seorang pemimpin atas subuah bangsa yang besar. Musa merasa tidak bisa membuat Firaun maupun umat Allah percaya kepadanya. Lalu sahut Musa: "Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakan diri kepadamu?" (Keluaran 4:1) Dia yakin bangsa Israel mau mendengarkan dan percaya akan perkataannya, apalagi Firaun, ynag adalah pemimpin bangsa Mesir. Spertinya mereka tidak akan bersedia mendengarkan perkataannya. Musa merasa bahwa bangsa Israel tidak mungkin mau dipimpinnya keluar dari perbudakan dan pergi ke tanah perjanjian. Musa yang kemudian menjadi salah satu nabi besar yang pernah tercatat dalam Alkitab pun merasa tidak mampu menjawab panggilan Allah. Dia tidak menyadari ada kelebihan dalam dirinya yang membuat Allah memilihnya. Namun sekalipun Musa merasa tidak mampu, Allah sanggup menjadikan hal yang mungkin menjadi mungkin..

Musa juga merasa tidak pandai bicara. Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-MU pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah." (Keluaran 4:10).
Pada zaman sekarang, bisa dikatakan Musa itu bicaranya gagap. Dengan kondisi seperti itu, Musa tidak akan bisa meyakinkan bangsa Israel dan Firaun. Musa sungguh menyadari hal itu sehingga dia ungkapkan kelemahannya itu kepada Allah. Namun karena Allah melihat melampaui apa yang dapat dilihat Musa, Allah tahu potendi Musa yang sebenarnya. "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7)

Salah satu pendeta besar saat ini, Pastor Benny Hinn, dulunya adalah seorang yang gagap bicaranya. Namun ketika dia menanggapo panggilan Allah, Allah dapat membuatnya berbicara dengan lancar. Sebelum panggilan Allah itu datang, ada orang yang mengatakan bahwa suatu saat, dia kan dipakai Allah secara luar biasa. Saat itu, dia mungkin tidak percaya karena tidak mungkin orang yang gagap bicaranya bisa menjadi pendeta yang sangat terkenal di seluruh dunia. Namun buktinya bisa kita lihat sekarnag. Karena itu, percaya saja kepada Allah yang dapat menjadikan segalanya mungkin.

Dari pengalaman Musa ini, kita bisa belajar bahwa jika Musa terus merasa bahwa tidak ada sesuatu yang istimewa dalam dirinya yang bisa dipakai untuk membawa umat Allah keluar dari perbudakan Mesir, Musa tidak akan pernah mengalami hal-hal yang besar yang sudah direncanakan Allah bagi dirinya. Ketika panggilan Allah datang, sesungguhnya Musa sedang dalam keadaan gagal. Dari seorang pangeran Mesir, statusnya berubah menjadi buronan karena membunuh seorang mandor Israel. Dari segala kemewahan yang biasa dinikmatinya, dia berubah menjadi hanya pengembala domba milik ayah mertuanya.

Keadaan itu menurunkan kepercayaan dirinya. Dia merasa tidak ada lagi yang bisa dibanggakan dari hidupnya. Dia merasa sudah gagal. Tetapi Musa berkata: "Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus." (Keluaran 4:13). Jika Musa tidak menyadari bahwa Allah bisa menjadikan dia sebagai alat bagi rencana yang luar biasa, seumur hidupnya,Musa akan menjadi orang yang gagal.Namun sekali pun Musa merasa tidak mampu, Allah sendiri yang menguatkan hatinya.Musa bersedia patuh terhadap panggilan Allah. Dia mengizinkan Allah menuntun dirinya menjadi salah satu nabi terbesar dalam Alkitab.

Gideon adalah contoh lain tentang orang yang merasa tidak pecaya diri ketika dipanggil Allah. Ketika panggilan Allah datang, Gideon sedang mengirik anggur di tempat yang tersembunyi. Saat itu, keadaan sangat menakutkan karena orang Israel ditindas oleh orang Midian, orang Amalek,d an orang-orang dari sebelah timur. Mereka harus bersembunyi supaya hasil panen mereka tidak dirampas. Ketika malaikat Tuhan mendatangi Gideon dan berkata kepadanya bahwa Tuhan menyertainya, Gideon meragukan perkataan itu karena melihat kenyataan bangsanya mengalami penderitaan berat. Namun, Tuhan terus menguatkan iman Gideon. Tuhan mengadakan mujizat seperti yang diminya Gideon supaya dia yakin bahwa memang Allah sudah menetapkannya untuk menyelamatkan orang Israel dari cengkeraman bangsa Midian. Akhirnya, Gideon percaya dan berani melangkah untuk dipakai menjadi alat-Nya.

Alkitab mencatat banyak kisah tentang orang-orang yang merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa untuk melakukan hal yang besar dalam kehidupan mereka. Tidak hanya Musa atau Gideon, Yesaya pernah berkata bahwa dia adalah seorang yang najis bibir. Yeremia juga beralasan bahwa dia masih sangat muda dan belum berpengalaman. Mereka merasa tidak cukup layak untuk dipakai dalam rencana Allah yang besar.

Saat ini mungkin banyak diantara kita yang merasa tidak punya apa pun yang bisa dipakai untuk mengatasi masalah apalagi untuk melakukan hal-hal besar. Sadarilah bahwa rencana Tuhan dalam hidup kita untuk menyatakan kemuliaan-Nya ke seluruh dunia. Dia ingin menjadikan kita kepala, bukan ekor. Sesudah kita menyadari hal ini, baru Allah bisa bekerja dalam hidup kita. Seperti ada tertulis "Jadilah kepadamu menurut imanmu" (Matius 9:29). Maka milikilah iman yang besar dan percaya bahwa kita akan menjadi orang yang dipakai Allah secara luar biasa.

Kalau kita terus-menerus merasa tidak memiliki apa-apa, kita tidak akan berani melangkah untuk meraih kesempatan dan mengalami hal-hal yang besar. Ketika saya diberi tugas untuk memimpin doa, saya juga merasa tidak akan bisa memimpin sebuah kelompok sel. Namun Tuhan terus menguatkan iman saya. Dari menjadi pemimpin kelompok sel, sekarang bisa menjadi gebala sidang.


2. Kita Memiliki Sesuatu yang Bisa Dikembangkan

Musa merasa tidak pandai bicara, tetapi dia memiliki tongkat,tangan,mulut, dan Harun yang diutus Tuhan untuk membantunya. Tongkat itu pada awalnya hanya dipakai untuk menggembalakan domba, tetapi Allah memakainya untuk menyatakan mukjizatnya. Allah memakainya untuk menyatakan mukjizatnya. Mukjizat pertama adalah tongkat berubah menjadi ular. Ornag berilmu dan ahli sihir Mesir memang juga melakukan hal yang sama ,tetapi tongkat mereka ditelan oleh tongkat Musa. Air Sungai Nil berubah menjadi darah ketika tongkat Musa dimasukkan ke dalamnya. Laut Merah terbelah menjadi dua ketika Musa mengangkat tongkatnya. Tongkat itu adalah tongkat yang sama dengan yang dipakai Musa untuk menggembalakan domba. Di tanagn Tuhan, tongkat itu dipakai untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Mulut Musa yang berat lidah juga dipakai oleh Allah. Urapan Allah menjadikan mulut Musa berkuasa. Selain itu, masih ada Harun yang dipakai Allah untuk menolong Musa.

Alkitab juga bercerita tentang seorang janda nabi yang terjerat utang kareba tidak memiliki sesuatu untuk membayarnya . Utangnya sangat besar dan banyak sampai anaknya hendak diambik untuk membayar utangnya. Hidupnya dalam masalah besar. Lalu janda itu datang kepada Elisa untuk meminta pertolongan. Elisa bertanya apa yang dimiliki janda itu dirumahnya dan janda itu menjawab bahwa dia hanya memiliki sebuah buli-buli berisi minyak. Elisa menyuruh janda itu meminjam banyak bejana dari tetangga-tetangganya untuk menampung minyak yang akan keluar dari buli-buli itu. Yang diperbuat Elisa saat itu adalah mengajar janda itu untuk melihat potensi yang dia miliki. Janda itu memiliki iman yang besar, terbukti dia berani menaati perintah Elisa dengan meminjam banyak bejana. Sebagai hasil dari imannya, dia bisa membayar lunas utangnya bahkan hidup berkecukupan seterusnya. (2 Raja-raja 4;1-17)

Tuhan sudah menyediakan banyak hal dalam hidup kita untuk menyelesaikan masalah atau melakukan hal-hal berguna. Namun, kita sering tidak melihatnya. Adalah manusiawi jika kita tidak yakin terhadap potensi diri kita. Pada awal pelayanannya, banyak nabi yang merasa ragu-ragu. Kuncinya adalah iman. Ketika kita beriman kepada Allah, kita percaya pada kuasa Allah sekalipun nampaknya tidak mungkin. Sekalipun kita terbatas, Allah tidak terbatas. Karena Allah adalah penjamin kita, tidak ada yang perlu kita takuti.

Potensi tidak hanya ada dalam diri kita, tetapi juga bisa terus menerus dikembangkan. Talenta yang kita miliki pada awalnya terasa tidak berarti. Itu wajar karena saat itu, talenta kita belum menghasilkan apa-apa.Namun Allah memberikan dalam diri kita talenta yang bisa berkembang. Jika kita terus mengusahakannya dengan iman, ketaatan, dan kesetiaan, talenta itu akan berkembang berlipat ganda.

Anak rajawlai yang baru menetas tidak bisalangsung terbang. Namun dengan latihan terus-menerus, rajawali kecil itu bisa terbang bebas di angkasa seperti induknya. Begitu juga dengan kehidupan kita. Apa pun yang kita miliki, hikmat, ketangkasan, suara yang indah, dan talenta yang lain memerlukan latihan terus menerus. Thomas Alfa Edison pernah berkata, "Kalau kita melakukan semua yang bisa kita lakukan, kita akan benar-benar membuat diri kita tercengang." Penghambat kita untuk bisa berjalan dalam kemenangan adalah diri kita sendiri. Kita mencegah diri kita untuk melakukan apa yang kita bisa karena kita terlalu takut untuk mempercayai kemampuan kita sendiri. Elisa adalah orang yang sukses dalam bisnis dan pelayanan sehingga dia mengerti cara mengembangkan bisnis dan pelayanan.
 
3. Segala yang Ada pada Kita Punya Tujuan Ilahi

Pada zaman kelahiran Musa, setiap bayi laki-laki yang dilahirkan oleh perempuan Ibrani terancam dibunuh atas titag Firaun. Namun, bayi Musa berhasil lolos. Pada waktu dihanyutkan di Sungai Nil, Musa ditemukan lalu diangkat anak oleh putri Firaun sehingga Musa bisa terus hidup dan mendapat pendidikan kepemimpinan yang sangat baik. Kondisi ini bertujuan supaya Musa tahu bagaimana menjadi seorang pemimpin sehingga bisa memimpin umat Allah keluar dari perbudakan Mesir.

Allah membiarkan Musa menjadi seorang pelarian di padang gurun karena Allah ingin membentuk karakternya. Jika Musa tetap dibiarkan berada di posisinya sebagai pangeran, Musa tidak dapat memahami perasaan rakyat biasa. Karena pernah menderita, Musa memiliki hati yang lembut terhadap bangsa Israel (Bilangan 12:3). Sekalipun bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk dan sering menghinanya, Musa tidak pernah sakit hati, bahkan tetap bersyafaat supaya bangsa Israel selamat dari murka Allah (Bilangan 11:2; 21:7; Ulangan 9:26)

Jika tidak pernah mengalami penderitaan Musa bisa saja menjadi pemimpin yang sewenang-wenang. Seperti kita ketahui, dia membunuh orang Mesir yang memukul orang Ibrani (Keluaran 2:12). Sekalipun cerdas, tetapi jika hati Musa tidak lembut, Allah tidak dapat memakai dia.Musa bahkan bisa menjadi berbahaya karena kecerdasan yang dia miliki. Penderitaan membentuk karakter Musa menjadi baik.

Segala berkat dan anugerah Tuhan berikan dalam hidup kita memiliki tujuan ilahi. Misalnya, Ester diangkat menjadi ratu karena Tuhan memiliki tujuan ilahi. Misalnya, Ester diangkat menjadi ratu karena Tuhan memiliki tujuan supaya Ester bisa memanfaatkan kedudukannya untuk menyelamatkan bangsanya (Ester 4:2-14). Pada awalnya, Ester ragu-ragu untuk menemui raja karena orang yang menghadap raja tanpa diundang pasti dihukum mati. Karena Mordekhai mengingatkannya, akhirnya Ester berani menghadap raja untuk menyelamatkan bangsanya. Ini semua adalah rencana Tuhan bagi Ester. Maria Magdalena, Yohana, dan Susana diberkati Tuhan supaya kekayaan mereka bisa dipakai untuk membiayai pelayanan Tuhan Yesus saat itu.

Kalau kita diberi kepandaian, kedudukan, kesempatan atau kekayaan, semuanya itu memiliki tujuan ilahi. Sadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah anugerah dari Tuhan. Kita yang diberkati dengan kekayaan bisa menolong sesama dalam hal materi. Kita bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain dalam bentuk apa saja. Tenaga tanpa pamrih kepada orang yang membutuhkan, penghiburan bagi yang berduka,senyuman bagi kerabat, dan doa-doa syafaat kita adalah kebaikan yang bisa kita lakukan. Lihatlah apa yang ada di rumah kita, seperti yang dilakukan janda nabi. Mulailah memandang dengan cara pandang Allah. Ada banyak hal telah Tuhan percayakan dalam hidup kita. Jangan merasa tidak memiliki sesuatu karena Tuhan dapat berkarya dengan luar biasa melalui apa yang ada pada kita.

Segala yang Allah ijinkan terjadi dalam hidup kita memiliki tujuan ilahi. Yusuf dan Daud dibiarkan Tuhan untuk mengalami proses yang sangat berat karena tUhan ingin Yusuf dan Daud menjadi pemimpin-pemimpin yang baik. Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya dan difitnah istri Potifar sehingga masuk penjara. Namun, justru di tempat itulah, dia bertemu dengan juru minuman raja yang merekomendasikan Yusuf di hadapan Firaun.

Daud juga mengalami banyak penderitaan. Namun melalui berbagai ujian dan cobaan itu, imannya semakin kuat. Dia menjadi yakin bahwa Tuhan itu baik dan penyertaan-Nya sempurna. Daud tidak gentar menghadapi apa pun karena iman-Nya terhadap Allah sudah teruji dalam berbagai percobaan.

Seorang anak perempuan Israel dibiarkan Tuhan tertawan di keluarga orang Aram karena Tuhan mempunyai tujuan supaya ia bisa menyelamatkan Naaman, seorang jenderal besar (2 Raja-raja 5:1-5). Jika tetap di Israel, dia tidak mungkin bisa bertemu dengan isteri Naaman. Karena menjadi budak itulah, anak perempuan itu bisa memberi tahu Naaman tentang Elisa sehingga dia mendapatkan kesmebuhan. Ada tujuan Allah dalam segala proses dan pembentukan yang terjadi dalam hidup kita, yaitu untuk mendatangkan kebaikan. Segala rencana Allah indah pada waktu-Nya.

Seorang anak bercerita kepada ibunya tentang persoalan berat yang sedang dia hadapi. Setelah mendengar cerita anaknya, si ibu mengambil wortel, telur, dan bubuk kopi dan merebus ketiganya. Sesudah merebusnya, dia meminta anaknya mempelajari keadaan benda-benda itu. Si anak melihatnya danberkata bahwa wortel yang tadinya keras berubah menjadi lembek. Telur yang rapuh berubah menjadi keras. Sementara, bubuk kopi tidak berubah bentuk, hanya mewarnai air menjadi kecoklatan.

Sering kali Tuhan memproses hidup kita untuk membentuk karakter, sikap,dan cara pandang kita terhadpa masalah. Kita yang tadinya penuh percaya diri berubah menjadi pesimis dan lemah, seperti wortel. Atau kita yang tadinya rapuh berubah menjadi keras dan penuh kebencian, seperti telur. Atau menjadi seperti biji kopi yang memberi wangi, warna dan rasa dalam kehidupan - menjadi garam dunia. Ketika kita tidakmemiliki keyakinan bahwa rencana Allah itu indah, kita menangapi krisis dengan cara yang salah dan berubah menjadi wortel atau telur. Namun jika pandangan kita terhadap hidup itu benar, kita akanmenjadi seperti biji kopi dalam dunia.

Marilah kita menyadari bahwa kita memiliki sesuatu yang bisa kita kembangkan dan kita pakai untuk tujuan ilahi sehingga kita hidup dalam keberhasilan dan menerima anugerah Tuhan yang besar.
 
2

MATA MENENTUKAN HATI DAN KEHIDUPAN


Kejadian 15:1-6​


Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak , dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku. "Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya."Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada TUHAN,maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.


Allah menyebut kita, anak-anakNya, sebagai biji mata-Nya untuk menunjukkan bahwa kita sangatlah berharga. Allah tahu bahwa mata sangat berharga bagi seluruh tubuh kita. Dengan mata, kita bisa mengetahui siang dan malam, terang dan gelap. Dengan mata, kita tahu bahwa apabila langit berwarna biru muda berarti cuaca akan cerah, sedangkan awan berwarna kelabu berati tanda-tanda akan turun hujan. Banyak hal bisa kita ketahui dengan mata. Kita bisa tahu bagaimana bentuk buah apel, atau bentuk menara Eiffel dengan hanya melihatnya.

Bagi TUhan, mata sangatlah berharga karena dengan mata,manusia bisa melihat hal yang baik dan tidak baik. Karena itu, Dia berfirman agar kita menjaga mata kita dengan segala kewaspadaan. Segala hal yang dilihat oleh mara akan berpengaruh dan seluruh kehidupan kiya. Jika kita melihat yang baik, hidup kita juga akan lebih baik. Apabila kita melihat hal-hal yang tidak baik, hidup kita juga jadi tidak baik.

Mata juga berpengaruh pada hidup kerohanian kita. Kita akan tetap kuat atau menjadi lemah, itu tergantung pada pemakaian mata kita. Jika kita melihat sekeliling kita yang lemah, kita akan menjadi lemah. Namun, jika kita melihat perlindungan Allah yang semourna, kita akan yakin bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu dan Dia tidak pernah membiarkan rencana-Nya gagal. Itu sebabnya, kita harus menggunakan mata untuk melihat hal-hal yang baik, yang membangun, dan yang membuat kita berbuah bagi kerajaan Allah.


1. Mata Menentukan Hati dan Kehidupan

Mata adalah bagian tubuh yang sangat penting. Mata menentukan hati dan kehidupan, tetapi tidak berarti bahwa apabila mata kita secara lahiriah sipit, hati kita juga si[it (baca: sempit). Maksudnya adalah segala sesuatu yang kita lihat bisa mempengaruhi hati kita, dan hati kita akan mempengaruhi hidup kita.

a. Mata Adalah Pelita Tubuh

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu (Matius 6:22-23)

Dalam ayat itu sangat jelas bahwa Tuhan Yesus memberitahukan kepada kita bahwa segala yang dilihat mata menentukan apa yang ada dalam tubuh. Mata adalah pelita bagi tubuh, jadi pabila mata kita baik, tubuh kita menjadi terang. Artinya, kalau mata kita baik (melihat hal yang baik), tubuh kita dan hati kita juga akan baik. Apabila mata kita jahat, tubuh kita akan menjadi gelap. Artinya, kalau kita menggunakan mata untuk melihat hal yang jahatm hati kita juga melihat jahat. Jika terang yang ada pada kita menjadi gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. Ayat ini mendorong kita untuk busa melihat hal yang baik, sehingga hati kita menjadi baik dan akhirnya kehidupan kita juga menjadi baik.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23) Ayat ini sangta jelas berkata bahwa kit aharus menjaga hati dengan segala kewaspadaan, dengan perhatian, dengan penjagaan yang ketat, karena apa yang kita lihat memancar dalam kehidupan kita.

Dari kedua ayat yang kita baca, sangat jelas bahwa mata akan mempengaruhi hati dan kehidupan. Kalau hati kita sudah penuh dengan kebencian, kehidupan kita akan penuh dengan kebencian. Kata-kata kita pun akan penuh kebencian. Mata mempengaruhi hati dan kehidupan, itu benar-benar terjadi dalam hidup manusia.

Kita dapat mengumpamakan mata kita seperti kamera video. Kalau kamera video itu diarahkan kepada seseorang, gambar yang terekam adalah gambar orang itu. Kalau dikeluarkan lagi, misalnya melalui layar LCD, gambar yang muncul pun sama seperti kamera. Kemana pun mata diarahkan, segala yang terlihat oleh mata itulah yang akan terekamdan akan terpancar kembali. Demikianlah mata mempengaruhi hati dan hati mempengaruhi kehidupan, termasuk juga mempengaruhi tutur kata dan tingkah laki kita.

Hidup kita sangat dipengaruhi oleh apa yang sering kita lihat dan yang kita suka lihat. Baik atau jahatnya kehidupan kita banyak dipengaruhi oleh apa yang kita suka lihat. Iman kita mantap atau tidak juga dipengaruhi oleh apa yang sering kita lihat. Kita diberkati atau tidak, hidup kita berkemenangana atau selalu kalaj, juga dipengaruhi oleh apa yang kita suka lihat. Bahkan kita hidup atau mati dipengaruhi oleh apa yang sering dan suka kita lihat. Intinya, apa pun yang kita suka lihat berdampaka dalam banyak hal. Mari kita simak ilustrasi berikut ini.

Ada seseorang yang hadir dalam lomba burung berkicau. Di tempat perlombaan tersebut, ada burung perkutut yang sangat bagus dan bersuara merdu. Burung itu memenagkan pertandingan, dan akhirnya dibeli dengan harga seratus juta rupiah - harga yang mahal untuk seekor burung perkutut. Karena harganya mahal, pemilik burung itu membeli kurungan dari besi. Sesampainya di rumah burung itu dimasukkan ke dalam kurungan besi agar aman. Untuk lebih menjamin keamanannya, sangkar besi itu diletakkan di atas, tempat yang tinggi.

Pada malam hari, ketika pemilik burung itu tidur nyenyak, kucing tetangganya datang mendekati kurungan burung tersebut. Waktu burung itu melihat kucing, ia ketakutan. Ia takut kalau kucing itu menerkamnya. Kucing itu semakin mendekat. Semakin ia melihat kucing itu,semakin burung itu takut, burung itu terbang ke sana kemari didalam kurungan besi. Kucing itu bukannya pergi, tetapi justru semakin mendekat. Semakin burung itu terbang-terbang, si kucing semakin tertarik padanya.

Selanjutnya, kucing itu naik ke kursi. Burung itu pun semakin ketakutan. Kucing itu semakin mendekat dengan naik ke meja. Burung itu lebih ketakutan lagi. Ia kesana kemari dan berharap dapat menhindar dari kucing itu. Namun, kucing itu malah naik ke lemari dan semakin dekat. Burnu itu terus terbang dan semakin ketakutan.

Pagi harinya, pemilik burung ingin mendengar kocau burung perkutut itu. Namun, apa yang terjadi? Burung itu mati karena terlalu banyak membentur kurungan. Pemilik burung menyesal karena burung perkutut yang dibeli dengan harga mahal itu mati.


Bagaimana bisa burung itu mati? BUrung perkutut itu mati karena terkaman kucing itu, tetapi karena tatapan matanya, Kenyataannya, kucing itu tidak pernah bisa menerkam karena burung perkutut itu berada dalam kurungan yang kuat yang terbuat dari besi.Kurungan besi itu lebih kuat daipada gigi kucing. Namun hanya karena tatapan tajam si kucing, burung itu dicekam ketakutan. Karena panik dan takut, burung itu terbang kesana kemari, menabrak kurungan berkali-kali, hingga mati. Hati yang dicekam ketakutan akan berpengaruh pada kehidupan dan tingkah laku.

Dari kisah tersebut, kita bisa belajar bahwa mata mepengaruhi hati, hati mempengaruhi tindakan, akhirnya tindakan mempengaruhi kehidupan. Sebenarnya kalau burung itu tidak melihat kucing, tetapi melihat kurungannya yang kuat, ia akan bisa tenang. Kucing boleh ada di situ, tetapi kalau burung itu tidak mempedulikan dan tidak melihat tatapan mata kucing,masalahnya selesai. Kucing itu tidka akan pernah bisa masuk. Burung itu bisa tertawa, "CIng, kucing, percuma kamu dekat-dekat,ini kurungan besi. Gigimu kalah kalau kamu nekat."

Memang hidup atau mati bisa dipengaruhi oleh mata. Burung itu takut bahkan hingga mati karena dia berfokus pada kucing (pengganggu). Jika dia berfokus pada kurungannya yang kuat yang melindunginya, dia bisa tenang.

Kita pun demikian. Segala yng selalu kita lihat akan mempengaruhi hati kita dan akan memancar dalam kehidupan kita, baik dalam perkataan maupun perbuatan kita. Mata itu seperti jendela dan pintu bagi hati kita. Kemana kita mengrahakan, terbentuklah hati kita. Seperti halnya kamera, segala yang terekam akan terjadi dalam hidup kita.
 
b.Abraham melihat Dirinya: Membuat Imannya Menjadi lemah

kemudian dtanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan : "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu: upahmu akan sangat besar." Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena akau akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Elieze, orang Damsyik itu." lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku" (Kej. 15:1-3).

Dari kisah ini, kita bisa melihat bahwa Allah sudah punya rencana yang luar biasa bagi Abraham. Allah sudah berkata, Abram, Abram, Akulah perisaimu. Aku akan memberkati Engkau." Namun Abraham berkata, "Tidak Tuhan, aku akn mati dengan tidak punya anak. semua berkat itu percuma karena hanya akan diwariskan kepada hambaku." Mengapa Abraham bisa berkata seperti itu, padahal Allah sangat mengasihinya dan menjadi perisai baginya? Perlindungan Allah seperti kurungan besi yang melindungi burung pada kisah sebelumnya, bahkan perlindungan Allah lebih dahsyat daripada kurungan besi tersebut. Allah sudah melindungi dan menjagainya, bahkan memberkatinya. Namun Abraham tidak yakin dan tidak percaya lagi dengan berkata," Tuhan aku akan mati dengan tidak punya anak." Padahal Allah sudah berjanji bahwa Abraham akan diberkati dan menjadi bangsa yang besar. Ia akan punya anak, bahkan keturunannya luar biasa banyaknya.

Mengapa hati Abraham bisa berubah? Mengapa imannya bisa runtuh? Mengapa ia bisa berkata yang negatif Karena ia melihat kelemahannya. janji Allah sudah lama diberikan kepadanya, tetapi sekian lama belum menjadi kenyataaan. Semakin lama, ia semakin tua. Istrinya yang mandul juga sudah tua bahkan sudah mati haid. Abraham melihat dirinya dengan segala kelemahan dan keterbatasannya. Ia melihat keadaannya sendiri yang terlihat mustahil. Karena Abraham melihat ketidakmungkinnannya, hatinya menjadi lemah, dan perkataanya menjadi negatif. Sekarang perkataannya menjadi tawar, perkataannya adalah perkataan putus asa.

Sama halnya dalam kehidupan kita. kalau kita suka melihat film horor, kita menjadi penakut kalau kita suka melihat acara mistik yang sering ditayangkan di televisi, mau tidak mau kita akan dicekam ketakutan. Ada orang yang biasanya berani ke kamar mandi sendirian, setelah menonton film horor, sekarang minta diantar. Ia takut kalu tiba-tiba di kamar mandi ada lidah menjulur atau tiba-tiba ada sundel bolong. Begitu pula, orang yang mengidolakan orang lain. Misalnya pada zaman Elvis, banyak orang suka dan mengidolakannya. Bahkan potongan rambutnya pun meniru tokoh idola. Akibatnya hidupnya terpengaruh. Demikian pula yang terjadi pada orang-orang yang suka melihat film atau tayangan-tayangan sadis(kekerasan) Lama-kelamaan, entah disadari atau tidak, sifatnya pun bisa berubah menjadi sadis. jadi, seagala yang kita lihat bisa mengubah hati dan kehidupan kita.

Mari kita simak kisah berikut.
karena belum punya cukup uang, sepasang suami istri membeli rumah di sebuah perumahan yang lokasinya agak jauh dari kota. Konon, perumahan itu dibangun diatas tanah bekas kuburan. Kuburan itu digusur dan sekarang menjadi perumahan. Namun bagi mereka hal itu tidak menjadi masalah, yang penting punya rumah sendiri.

Pada suatu hari, sang suami ingin pergi menonton bioskop untuk melihat film Pembunuh berdarah dingin. Namun istrinya tidak suka film kekerasan. Ia memilih menonton film horor yang ditayangkan di televisi malam itu. Akhirnya, sang suami pergi kekota untuk melihat melihat film sadis tersebut, sedangkan istrinya tinggal di rumah.

Sang suami melihat film yang luar biasa sadisnya. Ia melihat adegan orang yang sedang berjalan tiba-tiba lehernya digorok dari belakang. Kemudian mayatnya dipotong-potong menjadi dua belas. Ia pulang dalam keadaan ketakutan, padahal sebelunya, ia seorang pemberani. Ia menempuh perjalanan menuju rumahnya yang cukup jauh dari kota, sementara jalan yang ia lalui gelap karena belum ada penerangan jalan. Ia pulang dengan hati berdebar-debar. Sesampainya di rumah, ia melihat pintu rumah dikunci rapat-rapat. Ia berpikir "Ada apa ini? Mengapa dikunci rapat sekali ?" Ia mengetuk pintu tetapi tidak dibukakan. Ia mengetuk lebih keras lagi ternyata tidak juga dibuka.

Sementara itu, sang istri baru saja menonton film horor. Film itu bercerita tentang seseorang yang membeli rumah berhantu .Sekarang ia dicekam ketakutan. Sementara di luar, sang suami yang tidak dibukakan pintu berpikir, "jangan-jangan istri saya di bunuh oleh pembunuh berdarah dingin." Akhirnya ia mendobrak pintu rumah. Apa yang sebenarnya terjadi? Tidak ada apa-apa. Sang istri mengira yang mengetuk pintu adalah hantu, sehigga takut membuka pintu. Sang suami mengira istrinya dibunuh karena tidak ada jawaban ketika ia mengetuk pintu..

Demikianlah hidup sangat dipengaruhi oleh sesuatu yang kita lihat dan menjadi fokus kita. Ketika Saul dan tentaranya berperang melawan Filistin, dari pihak Filistin tampilah raksasa Goliat tinggi besar dan melihat diri sendiri terlalu kecil dan tidak seimbang, mereka dicekam ketakutan dan keputusasaan. Mereka tidak bisa melihat ALLAH yang menyertai mereka. Mereka tidak bisa berjalan dalam kuasa Tuhan padahal kuasa Tuhan menyertai mereka.

Demikian pula Abraham. Sebenarnya Tuhan sudah berjanji kepadanya, tetapi karena ia melihat kelemahan dan keaadannya yang seolah-olah tidak mungkin, ia menjadi lemah.

c. Abraham melihat janji Allah dalam hidupnya maka Imannya Menjadi Kuat

Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."Lalu percayalah Abraham kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran (Kej. 15:4-6).

Allah datang kepada Abraham dan menyuruh dia melihat bintang-bintang di langit. Ketika Abraham melihat bintang-bintang di langit, Tuhan mengulangi janji-Nya, "Nanti seperti itu banyaknya keturunanmu."Abraham mulai melihat janji Allah. Ia tidak lagi melihat keadaan dan kelemahannya sendiri. Ia tidak lagi melihat hal-hal dan fakta-fakta yang tampaknya tidak mungkin. Ia mulai melihat dan percaya pada kasih karunia Tuhan dan Imannya dibangun.

Ketika Abraham melihat dirinya yang lemah, ia menjadi lemah. Ketika ia melihat janji Allah, bahwa Allah yang berkuasa, Allah yang ajaib, Allah yang menepati janji, imannya dibangun dan dikuatkan. Iman Abraham dipulihkan karena ia mulai melihat janji, kebesaran, dan kemampuan Tuhan. Sekarang ia melihat dan percaya pada kasih karunia Tuhan dan Imannya dibangun .

Ketika Abraham melihat dirinya yang lemah, ia menjadi lemah. Ketika ia melihat janji Allah yang ajaib, Allah yang menepati janji, imannya dibangun dan dikuatkan. Iman Abraham dipulihkan karena ia mulai melihat yang baik. Dulu ia melihat kelemahannya sehingga menjadi lemah. Namun kemudian, ia melihat Allah yang kuat, dan ia menjadi kuat.

Dalam hidup ini, kita bisa belajar dari Abraham. Orang-orang yang suka melihat kegerakan Allah akan dibakar oleh api kegerakan Allah, hidup mereka akan dibangun. Beberapa kali saya keluar negeri karena saya mendengar ada gereja yang mengalami kegerakan Allah. Saya berusaha untuk datang dan mempelajarinya. Saya belajar cara mereka bisa mengalami hal yang demikian, tetapi saya tidak hanya belajar. K etika saya melihat kegerakan Allah yang terjadi, hati saya ikut terbangun dan terbakar.

Waktu itu saya berkunjung keKorea, saya melihat gereja yang terbesar di dunia pada masa itu. Ketika saya melihat orang antre begitu banyak, iman saya dibangun luar biasa. Saya juga berkunjung ke Bogota, Amerika latin, untuk melihat kegerakan Allah yang luar biasa. Sadar atau tidak sadar, hati ini juga di bangun

kalau kita suka melihat kebaikan tuhan, hati kita akan merasa dami dan bersukacita, perbuatan kita akan basik, kita akan banyak mengucap syukur dan memuji Tuhan. Kalau kita melihat masalah, kita akan mengealuh, kita menjadi takut dan goyah. Kalau kita melihat kebaikan Tuhan, sekalipun ada masalah, kita bisa tenang, bergembira, dan bersyukur.

Ada seorang bersaksi. Pada suatu ketika dalam hidupnya, ia sedang menghadapi banyak masalah. Tiba-tiba, ia mendengar ada bahaya yang mengancam hidup dan usahanya. Waktu ia melihat masalah, keadaan rumah tangga dan usahanya, hatinya menjadi gelisah dan takut. Hidupnya tidak sejahtera dan tidak bisa bersuka cita. Ia kehilangan damai sejahtera. Kemudian Tuhan memberikan mimpi. Dalam mimpinya itu, ia melihat Yesus dalam perahu kehidupan yang memberi pertolongan dan keselamatan. Ketika ia melihat kepada Yesus imannya dibangun.

Pada suatu saat saya pergi ke Australia dan menginap di kota Melbourne, di tempat Bapak Barnabas Ong. Saya berbincang-bincang dengannya. Ia adalah seorang yang matanya buta. Kalau melihat kondisinya hatinya akan ciut, ia akan menjadi minder. Namun ia tidak melihat keadaannya yang tidak baik. Sebaliknya ia melihat Allah nya yang baik. Matanya memeng tidak bisa melihat, tetapi ada Allah yang bisa melakukan mukjizat. Ada Allah yang bisa melakukan perkara besar. Dia percaya bahwa tidak ada ynag mustahil bagi Allah. Sekalipun buta, ia tetap bisa sukses. Ia berani percaya. Ia tetap belajar dan terus belajar. Akhirnya, Ia berhasil meraih gelar doktor meskipun matanya buta.

Kita yang tidak buta seharusnya bisa lebih berprestasi, lebih bisa membaca, dan lebih bisa belajar . Bagi seorang yang buta, belajar bukanlah hal yang mudah. Ia tidak melihat keadaan dirinya yang penuh dengan kelemahan dan keterbatasan. Sebaliknya, ia lebih melihat kuasa dan kasih Tuhan, hal itu membangun iamnnya, membuat ia berjuang dan bertindak, akhirnya membuat ia sukses

Kepergian saya ke Australia juga menjadi kesempatan untuk menyelamatkan jiwa. Ketika saya melayani disana saya katakan, "Inilah saatnya untuk Indonesia. Inilah saatnya bagi orang-orang Indonesia untuk menyelamatkan jiwa. Ketika saya melayani disana saya katakan, "Inilah saat bagi orang-orang Indonesia untuk menyelamatkan jiwa." Banyak orang yang terbakar, tetapi sebagian orang pesimis.
Mereka yang pesimis berkata, "Di Melbourne mau mencari siapa, mau menyelamatkan siapa? Dimana bisa cari jiwa?" lalu saya katakan,"Katanya di Melbourne banyak orang Indonesia dan baru 10 persen saja yang sudah menerima keselamatan. Masih 90 perse. Mengapa tidak meraih yang 90 persen itu?" Bahkan saya katakan, "Ini saatnya bagi Indonesia. Jangan hanya berpikir untuk orang Indonesia saja. Allah sedang memakai Indonesia untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Ini saat Allah melakukan perkara besar. Coba lihat! Tidak hanya untuk orang Indonesia, kita juga bisa menjadi berkat untuk orang Asia atau Australia. Bahkan untuk Dunia. kita harus punya pandangan mata Rohani yang lebih luas lagi dan lebih besar lagi."

Sebagian orang menaggapi Khotbah saya dengan berkata, "Sulit, sulit!" Mereka yang selalu melihat kesulitannya berkata, "Sulit. Disini dingin." Ada macam-macam alasan, tetapi Tuhan membuktikan kepada saya. Waktu saya berada di tempat seorang dokter untuk pengobatan gangguan leher saya, dokter itu berkata bahwa ia pernah mendengar dari Bapak Barnabas Ong tentang kisah pertobatan saya. Ia mendengar kisah tentang rambut saya yang rontok, alis saya habis, bulu mata saya habis, tetapi akhirnya Tuhan menolong saya. Ia ingat bahwa ada beberapa pasien yang rambutnya rontok. Ia bertanya kepada say," Pak, bisa tidak mendoakan mereka ? Tolong mereka, Pak. Mereka sangat menderita. "Saya katakan, "Panggil mereka." Akhirnya mereka dipanggil. Ada dua orang yang datang. Orang yang satu adalah orang dari cina dan sekarang tinggal di Melbourne. Ia merasa takut setengah mati, bagaimana kalau nanti botaknya bertambah lebar, bagaimana kalau nanti jadi gundul. Lalu seorang lain dari Yogyakarta. Rambutnya sudah habis total seperti saya dulu., tidak ada alisnya, tidak ada bulu matanya. Akhirnya saya bercerita tentang pertobatan saya.

Dulu saya sombong karena dilahirkan dalm keadaan kaya. Saya pikir orangtua bisa memelihara saya, bisa membiyaai sekolah saya, dan bisa memberi modal kerja. Ternyata manusia tidak ada apa-apany. Hanya karena rambut rontok, saya sudah tidak bisa apa-apa. Orang tua saya mengasihi saya dan membawa saya ke dokter, tetapi saya tidak sembuh.Saya berusaha berobat kemana-mana tetap tidak bisa sembu. Akhirnya, pada suatu hari saya datang kepada Yesus. Saya mendapat kesembuhan, dan rambut saya bisa keluar.

Kepada mereka saya ceritakan tentang kehidupan saya. Saya saksikan bahwa Allah itu luar biasa. Akhirnya saya tantang mereka, "Anda mengalami saperti saya? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Allah yang kita sembah adalah Allah yang berkuasa, Allah yang baik. Ia mau menolong saya sekalipun dulu saya tidak percaya kepada-Nya, sekalipun dulu saya menertawakan dan menganggap-Nya tidak ada. Tetepi Tuhan itu baik."

Saya ajak mereka untuk datang kepada Tuhan. "Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya." Saya katakan demikian dan akhirnya mereka mau didoakan. Lalu saya sambung lagi, "Kalau engkau ingin didoakan dan ingin Tuhan Yesus menolong, sharu percaya. Karena tidak mungkin seorang datang padamu dan berkata, 'Tolong saya tetapi saya tidak percaya kepadamu.'"Saya katakan, "Percayalah kepada Tuhan Yesus bahwa Dia sanggup menolong." Mereka mau percaya. Akhirnya, mereka saya tuntun untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Setelah menerima keselamatan, barulah mereka didoakan agar kondisi rambutnya dipulihkan.

Jiwa-jiwa bisa dimenangkan karena saya melihat Allah sedang bergerak. Saya melihat Allah begitu dahsyat. Ini satnya Indonesia dan bangsa lain diselamatkan. Sungguh Allah sanggup dan mau menolong.

Kalau kita melihat secara sempit, hati kita akan sempit, hidup kita juga akan sempit. Namun kalau kita bisa melilhat kebaikan dan kuasa Tuhan, hati kita akan mantap dan kuat, lalu kita akan bertindak. Akhirnya kita akan menyaksikan mukjizat terjadi, berkat dicurahkan, kasih karunia Allah menjadi nyata dalam hidup kita.

Sekali lagi, mata menentukan hati dan kehidupan. Saat ini kita bisa mersakan dan menilai keadaan diri sendiri-hati kit atenang atau tidak, mantap atau tidak. Jika hati kita tidadk mantap, mungkin karena kita salah melihat. Kita melihat yang tidak mantap. Namun kalau hati kita mantap, itu berarti karena kita biasa melihat Allah yang tidak pernah berubah.
 
2. Iblis Ingin Kita Melihat Hal yang Tidak Baik

"Mata menentukan hati dan kehidupan " adalah suatu hukum. Iblis tahu hukum itu. Iblis tahu bahwa kalau kita melihat hal yang baik, kita akan menjadi baik. Karana itu, Iblis ingin kita melihat hal yang tidak baik, supay arumah tangga dan masa depan kita menjadi tidak baik, supaya usaha dan pelayanan kita menjadi tidak baik. Itulah keinginan Iblis.

Iblis Berusaha agar Abraham Selalu Melihat Kelemahanya

Sekalipun tidak tertulis dalam ayat-ayat di atas, saya percaya bahwa Iblis selalu mengoda Abraham untuk melihat keadaan dirinya sendiri. Iblis menggoda Abraham untuk melihat kulitnya yang semakin kisut, usianya yang semakin tua, tenaganya yang semakin bekurang, Istrinya mandul, bahkan sudah mulai loyo.

saya percaya bahwa Iblis juda selalu menakut-nakuti kita. Ada Iblis yang datang lewat mimpi-mimpi supaya kita takut. Ada orang yang ditakut-takuti dengan suara yang menakutkan. Iblis menakut-nakuti kita agar kita melihat pada kelemahan kita. Iblis senantiasa berusaha agar kita melihat yang tidak baik. Saya percaya bahwa selalu ada usaha dari Iblis untuk menggoda Abraham supaya melihat kelemahanya, keterbatasannya dan keadaanya, sehingga imanya goncang, lemah, dan putus asa.

b. Iblis Berusaha agar Hawa selalu Melihat Buah yang Dilarang Tuhan.

Peristiwa Hawa dapat menjadi contoh. Sebetulnys Adam dan Hawa sudah diberkati Tuhan secara luar biasa. Mereka dilindungi Tuhan dan diberkati Tuhan. Mereka ditempatkan di Taman Eden, tetapi bagaimana Iblis meruasak mereka? Iblis datang memakai wujud ular, lalu Iblis banyak membujuk dan menggoda. Pertama, lewat perkataan. Iblis berkata "Semua tidak boleh di makan." Namun hawa mantap saja dan berkata, "Boleh, hanya buah pengtahuan baik dan jahat saja yang tidak boleh." Iblis berkata lagi, "Itu karena Tuhan punya rencana supaya enkau tidak seperti Tuhan. Kalau engkau makan buah itu, engkau bisa mengetahui yang baik dan yang jahat, engkau bisa menjadi pintar, punya banyak pengalaman dan bisa seperti Allah."

Saat itu, Hawa sebenarya tidak langsung jatuh Ia mengalami sebuah pergumulan. Kalau kita baca dalam Alkitab, Kita dapatkan penjelasan bahwa Hawa mulai melihat. Hawa melihat buah itu , lalu mulai membayangkan dan merenungkan. Lalu Hawa berkata dalam hatinya, "Kelihatannya buah itu baik dan nikmat." Semakin dilihat, buah itu semakin memikat. Semakin dilihat membuat hati semakin bedebar-debar. Semakin dilihat semakin mengusik dan menarik hati.Akhirnya karena Hawa terus menerus melihat, hatinya terpikat. Ia tidak menguasai diri lagi. Tangannya mulai bergerak. Ia mengambil buah itu lalu memakannya dan hidupnya hancur. Hawa jatuh karena mata.

c. Iblis Berusaha agar Kita Melihat Hal-hal yang Tidak Baik

Ada banyak orang jatuh karena mata. Iblis menggoda untuk melihat, dan itu membuat hati berdebar-debar. Dalam hati terdengar, "Itu dosa. "Iblis menggoda untuk melihat lagi, ia berbisik, "Mumpung tidak ada orang melihat. "Semakin dilihat, semakin memikat.

Bisa sangat berbahaya jika kita tidak menguasai hati kita. Iblis selalu mengoda melalui banyak hal, terutama melalui penglihatan. Iblis selau berusaha supaya kita melihat hal yang tidak baik, hal yang jahat. Kalau kita tidak menguasai hati kita, kita akan tertarik oleh godaaan. jika kita terus melihat hal yang tidak baik, kiata akan jatuh. Hati menjadi lemah, terpikat dan akhirnyan dikuasai. Hati kita yang sudah dikuasai akan terpancar dalam perbuatan dan tindakan kita. Semuanya ini akan memancar dengan sendirinya dalam kehidupan kita.

Ada peribahasa berbunyi, "Dari saawah turun ke kali, dari mata turun kehati." Apa yang kita lihat akan memengaruhi hati kita. Kalu kita melihat hal yang baik, itu baik. Namun, Iblis selalu berusaha menggoda agar kita melihat hal-hal yang tidak baik.

Saya mengajak setiap kita untuk merenungkan dan menguji diri. Apakah Iblis sedang menggoda kita? Apakah ia mencoba menjatuhkan kita melalui segala sesuatu yang kita lihat? Yesus berkata, "Kalau salah satu mata ini membuat kita masuk neraka, cungkil saja mata itu dan buang. Daripada dengan dua mata masuk neraka, lebih baikdengan satu mata masuk surga." Bukan berarti mata kita sungguh-sungguh dicukil. Maksud perkataaan-Nya adalah kita harus membuang semua yang tidak baik yang bisa menggoda kita untuk berbuat jahat. ini harus dilakukan karena Iblis selalu memakainya untuk menggoda supaya kita melihat dan melihat lagi. Jangan mau di goda!

Mengapa istri Potifar sampai demikian mengginginkan Yusuf? Saya percaya karena setiap Yusup lewat, Ia meliriknya dan ini membuat hatinya berdebar-debar. Semakin dilihat, semakin menggoda. Dari hari kehar, istri Potifar melihat Yusuf, dan hal ini menggodanya. Jadi karena mata, istri Potifar tergoda.

Katakan,"TIDAK!" setiap kali Iblis menggoda kita, sekarang ataupun nanti. Seandainya dulu Hawa mengatakan," TIdak! ", ia akan aman dan selamat. Karena itu, kita harus hati-hatidan selalu menguji diri.

3. Allah Ingin KIta Melihat yang Baik

Iblis ingin kita melihat hal yang tidak baik sehingga merugikan hati kita dan meruntuhkan hidup kita. Namun, Allah ingin kita melihat yang baik.

a. Allah Ingin Abraham Melihat Bintang-bintang di langit

Lalu TUHAN membawa Abram keluar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya. "Maka firman-Nya kepadanya:"Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." (Kej. 15:4-5)

Saat itu, Abraham tinggal di tenda. Dia melihat dirinya sendiri yang semakin tua dan lemah, semakin jauh dari janji Tuhan . Lalu Allah berfirman kepadanya, "Abraham, jangan hanya dalam kemah. Dalam kemah, engkau hanya melihat dirimu sendiri, hanya bisa lihat istrimu yang makin loy, tua , dan tidak mungkin lagi. Keluar!" Abraham disuruh keluar dari keadaan seperti itu. Lalu Allah memakai ciptaan-Nya, "Lihatlah bintang-bintang di langit. Hitunglah, kalau engkau bisa menghitungnya. Nanti seperti itu banyaknya keturunanmu." Abraham mulai melihat bintang-bintang di langit, ia ingat janji Tuhan. Ia mulai membayangkan, sebanyak itu nanti anak-anaknya. Ia membayangkan begitu banyak orang yang memanggilnya Bapa. Imanya di bangun dan dibangkitkan waktu Abraham melihat yang baik.

Allah berusaha agar kita melihat yang baik, sehingga iman kita kuat, iman kita mantap, dan tidak loyo. Ketika kita beriman, Allah berkenan. Seperti disebutkan dalam ayat diatas, akhirnya iman Abraham bangkit dan Allah berkenan kepadanya.

b. Tuhan Yesus Ingin Kita Melihat Burung-burung di Udara

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh bapamu yang di surga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (Mat.6:26)

Tuhan Yesus juga ingin kita melihat burung-burung di udara untuk mengingatkan pemeliharaaan Allah kepada kita. Ketika kita melihat kepada pemeliharaan Allah, iman kita menjadi mantap.

c. Tuhan Yesus Ingin Petrus Melihat Batu Karang

Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan diatas batu karang ini aku aku akan mendirikan jemaaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya (Mat. 16:1)

Contoh lain adalah Simon Petrus. Simon adalah orang yang lemah, Sesuai arti namanya : alang-alang. Alang-alang itu mudah terbakar, dan bila terkena badai tidak bisa tegak berdiri. ada angin ke kanan, dia ikut kekanan, ada angin kekiri, dia ikut kekiri. Hidupnya tidak mantap. Lalu Yesus berkata, "Simon, seperti batu karang ini, sekarang namamu Petrus. Diatas batu karang ini, aku akan mendirikan jemaat-Ku." Artinya, dengan keteguhan batu karang ini, namanya sekarang Petrus, yang artinya batu karang yang teguh. Lalu Simon bisa melihat dan membayangkan, seperti batu karang itu, imannya tak tergoyahkan. Itulah batu karang yang teguh. Ia melihat batu karang yang tidak pernah goyah. Batu karang dipakai oleh Tuhan Yesus untuk membangun hati dan iman Simon. Akhirnya Simon yang sekarang bernama Petrus bisa dipakai oleh Tuhan. Ia tidak goyah lagi. Ia menjadi mantap dan dipakai menjadi Rasul-Nya. Setiap kali ia melihat batu karang yang tegu, imannya di bangun, pelayanannyadi bangun, dan akhirnya ia berhasil.

d. Tuhan Yesus Ingin Kita Menggunakan mata Kita untuk Melihat yang baik.

Mata adalah pelita tubuh. jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu(Mat. 6:22-23)


Tuhan Yesus berkata bahwa mata adalah pelita tubuh. artinya, mata harus digunakan untuk menerangi tubuh. Jangan sampai mata digunakan untuk melihat yang jahat, karena bisa merusak tubuh kita. jika digunakan untuk melihat yang jahat, hidup dan hati kita menjadi jahat. Gunakan mata untuk melihat yang baik.

e. Allah Ingin Kita Selalu Melihat yang Baik

Mata adalah penerang tubuh kita. kalau mata kita baik, hati kita menjadi baik, perbuatan dan masa depan kita juga menjadi baik. Allah ingin kita melihat yang baik, bukan yang jelek. Allah sangat ingin setiap kita senantiasa bisa melihat yang baiksehingga iman kita juga selalu mantap.

3. Marilah Kita Melihat yang Baik

a. Pasang Hal-hal yang Baik di Tempat yang Mudah Kita Lihat

Kita bisa membuat sarana-sarana supaya kita dapat melihat yang baik. Ciptakan hal-hal yang baik yang mudah kita lihat setiap saat. Bila perlu, sediakan dan pasang hal yang baik di tempat yang mudah kita lihat. Misalnya, kita dapat memasang tulisan "Selamatkan Jiwa Berapa pun Harganya". Setiap kali kita melihatnya, kita terdorong untuk bergerak dan bertindak menyelamatkan jiwa, sehingga Allah akan menyelamatkan jiwaa lewat hidup kita.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Kita bisa menggunakanbanner, hiasan dinding, dan cara-cara lain. Ciptakan dan sediakan supaya kita selalu bisa melihat hal-hal yang baik. Mungkin kita bisa menaruh foto atau gambar yang baik di dalal Alkitab. Sediakan dan pasang hal-hal yang baik karena bisa memengaruhi iman kita.

b. Pilihlah Media yang Baik

Media memiliki dampak yang luar biasa. Kata-kata dalam media cetak, misalnya Warta jemaat yang kita baca bisa memengaruhi hati kita. Buku-buku yang baik kalau kita baca, bisa memengaruhi hidup kita.

Saya biasa menyediakan buku-buku yang baik untuk memebangun saya, dan saya taruh di tempat khusus. Ada banyak buku di lemari
 
2. Iblis Ingin Kita Melihat Hal yang Tidak Baik

"Mata menentukan hati dan kehidupan " adalah suatu hukum. Iblis tahu hukum itu. Iblis tahu bahwa kalau kita melihat hal yang baik, kita akan menjadi baik. Karana itu, Iblis ingin kita melihat hal yang tidak baik, supay arumah tangga dan masa depan kita menjadi tidak baik, supaya usaha dan pelayanan kita menjadi tidak baik. Itulah keinginan Iblis.

Iblis Berusaha agar Abraham Selalu Melihat Kelemahanya

Sekalipun tidak tertulis dalam ayat-ayat di atas, saya percaya bahwa Iblis selalu mengoda Abraham untuk melihat keadaan dirinya sendiri. Iblis menggoda Abraham untuk melihat kulitnya yang semakin kisut, usianya yang semakin tua, tenaganya yang semakin bekurang, Istrinya mandul, bahkan sudah mulai loyo.

saya percaya bahwa Iblis juda selalu menakut-nakuti kita. Ada Iblis yang datang lewat mimpi-mimpi supaya kita takut. Ada orang yang ditakut-takuti dengan suara yang menakutkan. Iblis menakut-nakuti kita agar kita melihat pada kelemahan kita. Iblis senantiasa berusaha agar kita melihat yang tidak baik. Saya percaya bahwa selalu ada usaha dari Iblis untuk menggoda Abraham supaya melihat kelemahanya, keterbatasannya dan keadaanya, sehingga imanya goncang, lemah, dan putus asa.

b. Iblis Berusaha agar Hawa selalu Melihat Buah yang Dilarang Tuhan.

Peristiwa Hawa dapat menjadi contoh. Sebetulnys Adam dan Hawa sudah diberkati Tuhan secara luar biasa. Mereka dilindungi Tuhan dan diberkati Tuhan. Mereka ditempatkan di Taman Eden, tetapi bagaimana Iblis meruasak mereka? Iblis datang memakai wujud ular, lalu Iblis banyak membujuk dan menggoda. Pertama, lewat perkataan. Iblis berkata "Semua tidak boleh di makan." Namun hawa mantap saja dan berkata, "Boleh, hanya buah pengtahuan baik dan jahat saja yang tidak boleh." Iblis berkata lagi, "Itu karena Tuhan punya rencana supaya enkau tidak seperti Tuhan. Kalau engkau makan buah itu, engkau bisa mengetahui yang baik dan yang jahat, engkau bisa menjadi pintar, punya banyak pengalaman dan bisa seperti Allah."

Saat itu, Hawa sebenarya tidak langsung jatuh Ia mengalami sebuah pergumulan. Kalau kita baca dalam Alkitab, Kita dapatkan penjelasan bahwa Hawa mulai melihat. Hawa melihat buah itu , lalu mulai membayangkan dan merenungkan. Lalu Hawa berkata dalam hatinya, "Kelihatannya buah itu baik dan nikmat." Semakin dilihat, buah itu semakin memikat. Semakin dilihat membuat hati semakin bedebar-debar. Semakin dilihat semakin mengusik dan menarik hati.Akhirnya karena Hawa terus menerus melihat, hatinya terpikat. Ia tidak menguasai diri lagi. Tangannya mulai bergerak. Ia mengambil buah itu lalu memakannya dan hidupnya hancur. Hawa jatuh karena mata.

c. Iblis Berusaha agar Kita Melihat Hal-hal yang Tidak Baik

Ada banyak orang jatuh karena mata. Iblis menggoda untuk melihat, dan itu membuat hati berdebar-debar. Dalam hati terdengar, "Itu dosa. "Iblis menggoda untuk melihat lagi, ia berbisik, "Mumpung tidak ada orang melihat. "Semakin dilihat, semakin memikat.

Bisa sangat berbahaya jika kita tidak menguasai hati kita. Iblis selalu mengoda melalui banyak hal, terutama melalui penglihatan. Iblis selau berusaha supaya kita melihat hal yang tidak baik, hal yang jahat. Kalau kita tidak menguasai hati kita, kita akan tertarik oleh godaaan. jika kita terus melihat hal yang tidak baik, kiata akan jatuh. Hati menjadi lemah, terpikat dan akhirnyan dikuasai. Hati kita yang sudah dikuasai akan terpancar dalam perbuatan dan tindakan kita. Semuanya ini akan memancar dengan sendirinya dalam kehidupan kita.

Ada peribahasa berbunyi, "Dari saawah turun ke kali, dari mata turun kehati." Apa yang kita lihat akan memengaruhi hati kita. Kalu kita melihat hal yang baik, itu baik. Namun, Iblis selalu berusaha menggoda agar kita melihat hal-hal yang tidak baik.

Saya mengajak setiap kita untuk merenungkan dan menguji diri. Apakah Iblis sedang menggoda kita? Apakah ia mencoba menjatuhkan kita melalui segala sesuatu yang kita lihat? Yesus berkata, "Kalau salah satu mata ini membuat kita masuk neraka, cungkil saja mata itu dan buang. Daripada dengan dua mata masuk neraka, lebih baikdengan satu mata masuk surga." Bukan berarti mata kita sungguh-sungguh dicukil. Maksud perkataaan-Nya adalah kita harus membuang semua yang tidak baik yang bisa menggoda kita untuk berbuat jahat. ini harus dilakukan karena Iblis selalu memakainya untuk menggoda supaya kita melihat dan melihat lagi. Jangan mau di goda!

Mengapa istri Potifar sampai demikian mengginginkan Yusuf? Saya percaya karena setiap Yusup lewat, Ia meliriknya dan ini membuat hatinya berdebar-debar. Semakin dilihat, semakin menggoda. Dari hari kehar, istri Potifar melihat Yusuf, dan hal ini menggodanya. Jadi karena mata, istri Potifar tergoda.

Katakan,"TIDAK!" setiap kali Iblis menggoda kita, sekarang ataupun nanti. Seandainya dulu Hawa mengatakan," TIdak! ", ia akan aman dan selamat. Karena itu, kita harus hati-hatidan selalu menguji diri.

3. Allah Ingin KIta Melihat yang Baik

Iblis ingin kita melihat hal yang tidak baik sehingga merugikan hati kita dan meruntuhkan hidup kita. Namun, Allah ingin kita melihat yang baik.

a. Allah Ingin Abraham Melihat Bintang-bintang di langit

Lalu TUHAN membawa Abram keluar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya. "Maka firman-Nya kepadanya:"Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." (Kej. 15:4-5)

Saat itu, Abraham tinggal di tenda. Dia melihat dirinya sendiri yang semakin tua dan lemah, semakin jauh dari janji Tuhan . Lalu Allah berfirman kepadanya, "Abraham, jangan hanya dalam kemah. Dalam kemah, engkau hanya melihat dirimu sendiri, hanya bisa lihat istrimu yang makin loy, tua , dan tidak mungkin lagi. Keluar!" Abraham disuruh keluar dari keadaan seperti itu. Lalu Allah memakai ciptaan-Nya, "Lihatlah bintang-bintang di langit. Hitunglah, kalau engkau bisa menghitungnya. Nanti seperti itu banyaknya keturunanmu." Abraham mulai melihat bintang-bintang di langit, ia ingat janji Tuhan. Ia mulai membayangkan, sebanyak itu nanti anak-anaknya. Ia membayangkan begitu banyak orang yang memanggilnya Bapa. Imanya di bangun dan dibangkitkan waktu Abraham melihat yang baik.

Allah berusaha agar kita melihat yang baik, sehingga iman kita kuat, iman kita mantap, dan tidak loyo. Ketika kita beriman, Allah berkenan. Seperti disebutkan dalam ayat diatas, akhirnya iman Abraham bangkit dan Allah berkenan kepadanya.

b. Tuhan Yesus Ingin Kita Melihat Burung-burung di Udara

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh bapamu yang di surga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (Mat.6:26)

Tuhan Yesus juga ingin kita melihat burung-burung di udara untuk mengingatkan pemeliharaaan Allah kepada kita. Ketika kita melihat kepada pemeliharaan Allah, iman kita menjadi mantap.

c. Tuhan Yesus Ingin Petrus Melihat Batu Karang

Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan diatas batu karang ini aku aku akan mendirikan jemaaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya (Mat. 16:1)

Contoh lain adalah Simon Petrus. Simon adalah orang yang lemah, Sesuai arti namanya : alang-alang. Alang-alang itu mudah terbakar, dan bila terkena badai tidak bisa tegak berdiri. ada angin ke kanan, dia ikut kekanan, ada angin kekiri, dia ikut kekiri. Hidupnya tidak mantap. Lalu Yesus berkata, "Simon, seperti batu karang ini, sekarang namamu Petrus. Diatas batu karang ini, aku akan mendirikan jemaat-Ku." Artinya, dengan keteguhan batu karang ini, namanya sekarang Petrus, yang artinya batu karang yang teguh. Lalu Simon bisa melihat dan membayangkan, seperti batu karang itu, imannya tak tergoyahkan. Itulah batu karang yang teguh. Ia melihat batu karang yang tidak pernah goyah. Batu karang dipakai oleh Tuhan Yesus untuk membangun hati dan iman Simon. Akhirnya Simon yang sekarang bernama Petrus bisa dipakai oleh Tuhan. Ia tidak goyah lagi. Ia menjadi mantap dan dipakai menjadi Rasul-Nya. Setiap kali ia melihat batu karang yang tegu, imannya di bangun, pelayanannyadi bangun, dan akhirnya ia berhasil.

d. Tuhan Yesus Ingin Kita Menggunakan mata Kita untuk Melihat yang baik.

Mata adalah pelita tubuh. jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu(Mat. 6:22-23)


Tuhan Yesus berkata bahwa mata adalah pelita tubuh. artinya, mata harus digunakan untuk menerangi tubuh. Jangan sampai mata digunakan untuk melihat yang jahat, karena bisa merusak tubuh kita. jika digunakan untuk melihat yang jahat, hidup dan hati kita menjadi jahat. Gunakan mata untuk melihat yang baik.

e. Allah Ingin Kita Selalu Melihat yang Baik

Mata adalah penerang tubuh kita. kalau mata kita baik, hati kita menjadi baik, perbuatan dan masa depan kita juga menjadi baik. Allah ingin kita melihat yang baik, bukan yang jelek. Allah sangat ingin setiap kita senantiasa bisa melihat yang baiksehingga iman kita juga selalu mantap.

3. Marilah Kita Melihat yang Baik

a. Pasang Hal-hal yang Baik di Tempat yang Mudah Kita Lihat

Kita bisa membuat sarana-sarana supaya kita dapat melihat yang baik. Ciptakan hal-hal yang baik yang mudah kita lihat setiap saat. Bila perlu, sediakan dan pasang hal yang baik di tempat yang mudah kita lihat. Misalnya, kita dapat memasang tulisan "Selamatkan Jiwa Berapa pun Harganya". Setiap kali kita melihatnya, kita terdorong untuk bergerak dan bertindak menyelamatkan jiwa, sehingga Allah akan menyelamatkan jiwaa lewat hidup kita

Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Kita bisa menggunakanbanner, hiasan dinding, dan cara-cara lain. Ciptakan dan sediakan supaya kita selalu bisa melihat hal-hal yang baik. Mungkin kita bisa menaruh foto atau gambar yang baik di dalal Alkitab. Sediakan dan pasang hal-hal yang baik karena bisa memengaruhi iman kita.

b. Pilihlah Media yang Baik

Media memiliki dampak yang luar biasa. Kata-kata dalam media cetak, misalnya Warta Jemaat, yang kita baca, bisa memengaruhi hidup kita.

Saya biasa menyediakan buku-buku yang baik untuk membangun saya, dan saya taruh di tempat khusus. Ada banyak buku di lemari saya, tetapi saya pilih yang bisa membangun iman saya, yang bisa membuat iman saya menyala-nyala, yang merupakan pelajaran penting. Buku-buku yang saya pilih itu saya letakkan di tempat khusus, sehingga mudah ditemukan kalau sewaktu-waktu saya mencarinya.

Media bisa berupa media cetak atau elektronika, misalnya video atau televisi. Semua media sebenarnya bisa membantu kita untuk selalu melihat hal-hal yang baik. Namun, semua itu tergantung kepada kita kita mau lihat yang jelek atau yang baik. Bukan Videonya yang jahat, dan bukan televisinya yang jahat. Kalau film atau tayangan yang kita lihat baik, hati, iman, dan tindakan kita akan terbangun. Hidup dan pelayanan kita juga menjadi berhasil di dalam Tuhan. Begitu pula sebaliknya jika kita lihat adalah film dan tayangan-tayangan yang tidak baik.

Pada awal kemunculan video betamax, waktu itu saya masih menjadi pengusaha. Karena usaha saya diberkati dan maju, saya membeli Video. Waktu itu saya menyewa film, salah satunya adalah "To Liong To " seri I, seri II, seri III, dan seterusnya . Serinya banyak sekali dan tidak habis-habis, seperti halnya film-film silat lainnya -Kadang-kadang bisa 30 seri padahal intinya hanya satu, yaitu pembunuhan.

Menyewa seri demi seri membuat saya semakin penasaran akan kelanjutan ceritanya. Akhirnya saya menyewa beberapa seri sekaligus dan saya tonton hingga habis. Keletihan bekerja dari pagi sampai sore, ditambah nonton sampai malam otak saya sakit. Otak saya sakit karena tidak pernah beristirahat, bahkan saya pernah harus berobat sampai ke luar kota. Gara-gara memiliki video, otak saya jadi sakit, lebih baik saya jual.

Namun setelah saya menjadi hamba Tuhan dan mulai melayani, saya butuh lagi. Saya beli video lagi tetapi tidak untuk melihat "To Liong To ", tetapi untuk melihat film-film dan pelajaran-pelajaran Rohani yang bisa membangun dan membangkitkan iman. Hal ini bisa membuat saya belajar banyak hal.

Bukan videonya yang jelek, melainkan film yang kita putar. Bukan bioskopnya yang jelek, melainkan tayangannya. Bukan televisinya yang jelek, melainkan siarannya.

Tanggal 1 September 2004 adalah hari Grand Launching Televisi Terang Abadi (TATV). TATV mengambil keputusan untuk menyiarkan acara-acara yang baik. say bersyukur ada TV yang mulai memikirkan siaran acara-acara yang baik tidak merusak masyarakat, tidak membuat orang gelisah dan resah, dan tidak membuat hidup menjadi kacau. siarkan yang baik supaya orang dapat melihat hal-hal yang baik. Hal ini akan menciptakan keadaaan masyarakat yang tenang, damai, dan rukun. Kehidupan masyarakat dibangun dan akhirnya hidup dalm kebenara. itu adalh suatu anugerah, sesuatu yang baik dan luar biasa.

c. Buang yang Tidak baik dan lihat yang baik

Percaya atau tidak, memang benar bahwa segala yang kita lihat akan memengaruhi hati kita. Hati kita akan memengaruhi hidup kita . Jika kita menonton Acara televisi yang tidak baik (misalnya horor atau sadis).
atau jika anak-anak kita mulai melihat tayangan-tayangan yanga tidak baik, hentikan! Lihatlah hal-hal yang baik supaya hati dan hidup kita juga menjadi baik. Saya percaya itu adalah anugerah yang Tuhan berikan supaya kita bisa ambil keputusan untuk melihat yang baik, bukan yang tidak baik. Kalau kita tidak hati-hati, Iblis akan menggoda kita. Iblis akan menarik kita supaya jatuh dan akhirnya hidup kita hancur.

Kalau kita naik Andong, kita bisa melihat bahwa mata kuda ditutupi, mengapa matanya ditutup? Karena kalau tidak ditutupi, ia akan terganggu dengan hal-hal di sekitarnya sehingga dia bisa saja menabrak. Mungkin karena ada mobil lewat, ia bisa takut. Mungkin karena ada sesuatu ia tergoda untuk menyimpang kekanan atau kekiri. Matanya ditutup supaya ia hanya melihat kedepan dan berjalan lurus. Kecuali kalu mulutnya ditarik, barulah ia belok kekiri atau kekanan. Kalau pengemudinya tidak memberi aba-aba, ia hanya berjalan lurus kedepan. Di dalam Tuhab juga demikian. Kita harus berjalan lurus dengan mata yang selalu tertuju kepada Tuhan . Kalau Tuhan memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu, kiata harus melakukannya.

Mata kita juga perlu di tutup agar kita tidak tergoda dengan hal-hal lain. Misalnya, dalam kehidupan suami istri, mata perlu ditutup agar suami istrihanya melihat pasangannya sendiri. Kalau hanya melihat orang lain secara sepintas-sepintas mungkin tidak apa-apa karena mungkin itu sulit dihindari. Namun, yang penting, jangan terus-menerus melihatnya sebab semakin dilihat, semakin dibayangakan dan bisa jadi semakin suka dan semakin tergoda.

Bagaimana dengan rumah kita,? Gambar-gambar apakah yang ditempel dirumah, gambar yang baik atau yang tidak baik?Buanglah gambar yang tidak baik dan pasanglah yang baik, agar bisa melihat yang baik. Dengan demikian, Iman kita menjadi mantap, dan hidup kita bahagia serta diberkati Tuhan.

Ingat, mata menetukan hati dan kehidupan! marilah kita gunakan mata kita untuk melihat hal-hal yang baik, sehingga iman kita menjadi mantap di dalam Tuhan.****
 
Bab 3

3
Fleksibel Menuju Keberhasilan
(1 Korintus 9:20-22)​

"Demikianlah bagi orang Yahudi aku akan menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenagkan oarang-orang Yahudi Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi oarang-oarang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak di luar hukum Allah, karena aku hidup dibawah hukum kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapt menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya kau sedapat mungkin memenangkan beberapa orang diantara mereka." (1 Korintus 9:20-22)

Sebelumnya kita sudah belajar beberapa hal tentang cara meraih keberhasilan. Selain supaya kita meningkatkan kasih, Tuhan juga ingin setiap jemaat-Nya berhasi. Ketika kita berhasil, kita bisa dipakai Tuhan menjadi berkat bagi orang lain dan kita dipakai untuk menyelamatkan jiwa.

Untuk meraih keberhasilan, hal pertama yang harus kita miliki adalah iman karena segala sesuatu bisa terjadi didalam Tuhan Yesus. Allah senantiasa berkata, "Terjadilah sesuai dengan imanmu." Orang yang hatinya kecil tidak bisa dipakai dalam perkara besar ! jika kita memiliki keberanian besar untuk meminta kepada Tuhan, kita bisa dipakai untuk melakukan mukjizat yang besar menuntut hati dan iman yang besar.

Hal yang kedua yang harus kita miliki adalah sikap rajin. Memang, iman saja tidak cukup, percaya saja jiga tidak cukup. Firman Tuhan berkata bahwa iman tanpa perbuatan itu kosong, mati. Iman juga harus disertai dikap rajin bekerja, orang semakin mudah berhasil. Semakin rajin dalam pelayanan, orang semakin mudah berhasil daripada orang yang malas. Harus ada keseimbangan antara iman, percaya dan doa, juga antara usaha atau perjuangan dan sikap rajin.

Meskipun kita sudah rajin, kita tetap perlu belajar. Selain itu, kita juga perlu punya sikap hormat.Kita harus menghormati dan menghargai orang lain. Tanpa menghormati dan menghargai orang lain, kita tidak bisa berhasil dan tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain. Ada orang yang sebetulnya sangat pandai tetapi dia tidak bisa menghargai orang lain. Dia tidak beretika dan tidak sopan. Akhirnya, dia mengalami banyak benturan dan tidak bisa berhasil. Bahkan ada orang yang sebetulnya sudah punya kesempatan untuk diangkat menjadi karyawan tetap, tetapi sayang karena dia tidak punya sopan santun, bosnya takut ia nanti malah membuat sakit hati banyak pelanggannya dan tidak menjadi berkat. Akhirnya dia tidak diangkat. ada juga orang yang sangat rajin dan menyelesaikan banyak pekerjaan tanpa kenal lelah. Namun, karena tidak sopan, akhirnya, dia tidak diangkat.

Sikap fleksibel bisa dianalogikan dengan baja bangunan. Mana yang lebih baik, baja yang getas atau baja yang lentur? Baja yang getas itu bersifat mudah patah. Karena itu, unruk membangun rumah atau bengunan lainya, lebih baik menggunakan baja yang lentur. Baja yang lentur itu lebih fleksibel, lebih kuat dan lebih awet. Begitu pula dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak hanya dalam pelayanan, tetapi juga dalam pekerjaan dan kehidupan rumah tangga.
orang-orang yang kaku dan tidak fleksibel biasanya rumah tangganya kurang harmonis. Misalnya, kalau makan tidak dengan daging, tidak mau makan. Sikap yang demikian tidak jarang menyebabkan cekcok dalam keluarga.

Saya percaya bahwa Tuhan menggerakkan saya untuk belajar bersikap fleksibel. Sikap fleksibel ini akan mengantar kita pada keberhasilan.

1 Flleksibel dalam Perjuangan

a. Fleksibel dalam pelayanan

Paulus adalah seorang rasul yang sangat ketat dan sangat keras dalam pengajaran.Namun, jika kita pelajari lebih dalam kehidupan dan pelayanannya kita akan tahu bahwa Paulus juga bersikap amat Fleksibel-luwea, tidak kaku, tidak mati. Dia bisa menyesuaikan diri dengan sikon(situasi dan kondisi)

Ayat yang tertulis di awal bab ini dengan sangat jelas menunjukkan bahwa Paulus adalah Rasul yang sangat fleksibel dalam pelayanan. Dia berkata bahwa kalau bertemu dengan orang Yahudi, sedang berkumpul dengan orang yahudi, sedang melayani orang yahudi, dia berbuat seolah-olah seperti orang yahudi. Jika dia sedang bertemu dengan orang yang hidup di bawah hukum Taurat, dia juga berbuat seolah-olah seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat. Jika dia bertemu dengan orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, dia juga berbuat seolah-olah bukan orang yang hidup di bawah hukum Taurat. Bahkan Paulus berkata bahwa ketika sedang berkumpul atau sedang melayani orang yang lemah, dia juga berbuat seolah-olah memiliki keadaan yang sama, supaya bisa membantu dan menjangkau orang itu. Sikap fleksibel Paulus ini mengantarnya pada keberhasilan.

Dengan sikap fleksibel, Paulus lebih mudah mengadakan pendekatan dan diterima oleh banyak orang. Dia berbuat seolah-olah keadaannya sama seperti mereka, sehingga dia bisa membangun komunikasi dan keakaraban. Pelayanannya pun menjadi lebih mudah lancar. Akhirnya dia bisa menjangkau banyak orang dan berhasil dalam pelayanan.

Sebaliknya dengan orang yang kakau dan tidak luwes. Orang yang kaku atau tidak luwes biasanya sulit membangun hubungan, tidak lancar dalam pelayanan, sulit melakukan terobosan, tidak punya hubungan akarab, dan akhirnya tidak berhasil dalam pekerjaan atau pelayanan.

Kisah Para Rasul 17:22-24; 33-34 menulis, "Paulus pergi berdiri di atas Aeropagus dan berkata :'Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, dan aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal, apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang aku beritahukan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi beserta isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diamdalam kuil-kuil buatan tangan tangan manusia. 'Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, diantaranya juga Dionisius, anggota mejelis Aeropagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka."

Dari ayat diatas, kita mengetahui bahwa sebenarnya Paulus ingin memberitakan Injil di kota Athena. Dia ingin menyelamatkan jiwa-jiwa di kota itu, tetapi sesampainya disana, dia melihat orang-orang Athena menyembah berhala secara luar biasa. Dia Sedih dan ingin menangis melihat hidup orang-orang di kota itu. Mereka jauh dari Allah dan hidup dalam penyembahan berhala. Namun sewaktu dia diminta berbicara, dan waktu dia mulai berbicara di tengah-tengah orang Athena, dia tidak langsung mengutarakan hatinya.

Paulus bersikap Fleksibel, yaitu bicara dengan menyesuaikan situasi dan kondisi. Dia terlebih dahulu memuji cara orang-orang Athena yang beribadah. Demikianlah cara dia membangun hubungan dengan orang-orang Athena itu.
"Hai orang-orang Athena, aku lhat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada Dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan :Kepada Allah yang tidak dikenal," demikianlah Paulus memmuji orang-orang Athena seperti disebutkan dalam ayat 22-24. Dia memakai tulisan "Kepada Allah yang tidak dikenal" untuk menjelaskan kepada mereka bahwa justru Allah yang tidak mereka kenal itulah yang ia beritahukan dan beritakan kepada orang Athena. Dialah Allah pencipta langit dan bumi. Dia mulai menyampaikan Injil melalui hal-hal yang ada atau terjadi di tempat ia berada

Sikap fleksibel Paulus ini tentu membuahkan hasil. Seperti disebutkan dalam ayat 33-34 bahwa beberapa di antara orang-orang Athena itu ada yang dijamah TUHAN, mau percaya, dan akhirnya menjadi anak Tuhan.

Ada satu kisah lagi yang mirip, yaitu dalam Galatia 5;2-4. Ketika itu, Paulus sedang mengajar tentang sunat, Jemaat disana beranggapan bahwa melalui sunat, mereka dapat dibenarkan, mendapat kasih karunia dan menerima keselamatan. Namun Paulus berkata, "Sesungguhnya, aku berkata kepadamu:jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak berguna bagimu. Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat, Kamu lepas dari kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran olleh Hukum Taurat; kamu hidup di bawah kasih karunia."Dari ayat tersebut kita tahu bahwa Paulus memiliki pengajaran yang kuat dan sangat keras. Ia mengajarkan kepada Jemaat bahwa secara jasmani, sunat bukanlah sebuah keharusan sebab jika mereka harus bersunat, mereka bisa hidup di bawah hukum kekuasaaan hukum Taurat. Akibatnya, mereka bisa kehilangan kasih karunia.

Namun, ayat dalam kisah Para Rasul 16:3 mungkin membuat kita bingung. Dalam ayat tersebut, dia justru memerintahkanTimotius untuk bersunat, Apakah Paulus plin-plan? Paulus tidak plin-plan. Dia justru menunjukkan sikap yang fleksibel dalam pelayanannya. Dia ingin mengajak Timotius untuk menginjili orang-orang Yahudi. Dan Paulus tahu bahwa orang-orang Yahudi tidak bisa menerima orang yang tidak bersunat. Karena itu, dia memerintahkan Timoutius untuk bersunat.

Sikap Fleksibel dalam pelayanan ini bisa diibaratkan dengan menjala ikan. Agar sukses dalam menjala ikan, kita harus menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Cara inilah yang terbaik. Untuk menjala ikan, jala apa yang paling baik kita pakai? Ya bukan jala yang paling besar yang paling baik, dan bukan jala yang paling lembut yang paling baik. Semuanya tergantung situasi dan kondisi. Jika ikan-ikannya berukuran besar, kita harus memakai jala yang besar dan kuat. Begitu pula jika kita akan menjala ikan yang berukuran kecil. Jala yang kita gunakan pun harus jala yang lembut. Jika kita memaksakan diri menggunakan jala yang besar untuk menjala ikan kecil, ikan-ikan itu malah akan terlepas dan hilang.

b. Fleksibel dalam Gereja

Kehidupan dalam gereja pun memerlukan sikap fleksibel. Kita mungkin pernah menjumpai ada gereja yang kaku dengan satu prinsip, tidak bisa fleksibel. Padahal Allah terus bergerak dan Zamanpun terus bergerak. Jika gereja tidak mengikuti perkembangan zaman dan kegerakan Roh kudus, Gereja bisa mengalami stagnaasi atau kemandekan. Gereja yang sangat kaku, sangat kolot dan tetap berpegang pada prinsip lama, biasanya malah sangat sulit maju atau bahkan tidak maju. Lain halnya dengan gereja yang yang lebih Fleksibel dengan tuntutan Tuhan, lebih fleksibel dengan kegerakan Allah, dan lebih fleksibel dengan karya yang sedang dikerjakan Tuhan. Gereja yang seperti ini biasanya lebih hidup, lebih bertumbuh, dan lebih berhasil.

Kondisi seperti ini mirip dengan yang terjadi dalam film Sister Act. Dalam film itu dikisahkan kondisi gereja yang mati. Gereja menjadi tempat yang sepi dan kuno karena tetap berpegang pada prinsip lama dan tidak mau berkembang. Akibatnya, orang-orang muda tidak mau masuk gereja. Sister Act yang suka menyanyi itu kemudian membuat perubahan dalam gereja. Sehingga gereja menjadi lebih "Hidup". Namun, kita tidak boleh mengadopsi mentah-mentah cara sister Act menghidupkan gereja di sana . Ada hal-hal yang perlu dicermati lagi, terutama Indonesia .

Allah berkata bahwa akhir Zaman, Allah sedang memulihkan kemah Daud. Allah sedang melakukan hal itu dan kalau orang masuk dalam kegerakan pemulihan kemah Daud, pemulihan pujian dan penyembahan akan diberkati, ada kuasa, dan ada mukjizat. Dengan demikian, Gereja tidak mati, tidak kaku, tidak kolot, tetapi luwes, fleksibel, dan malah membawa kemajuan.

Setiap kali berkunjung ke Israel, saya sering melihat suatu suku bernama Suku Esen. Kebiasaan hidup mereka sama dengan Zaman Abraham, Iskak, dan Yakub. Mereka tinggal di tenda-tenda di padang gurun. Pencarian nafkah mereka pun adalah berternak kambing dan Domba, seperti zaman Abraham Iskak dan Yakub. Mereka tidak mengikuti perkembangan zaman orang-orangnya sudah membangun dan tinggal dirumah-rumah Modern, bahkan gedung-gedung bertingkat. Mereka tetap mempertahankan tradisi mereka karena hal-hal yang modern dianggap duniawi. Hidup mereka tidak pernah bertumbuh dan tidak pernah mengalami kemajuan karena tidak mengikuti perkembangan zaman. bahkan orang-orang muda terpaksa meninggalkan mereka karena tidak bisa hidup dengan cara seperti itu. Karena itu melalui bab ini, saya mengajak Anda semua untuk maju, berkembang, dan sukses denagn bersikap Fleksibel.

Di gereja, terkadang ada jemaat yangngotot lansung ingin menjadi song leader. Untuk menjadi song leader, terkadang orang perlu terlebih dahulu menjadi pemimpin pujian di kelompok sel atau mungkin Back ground singer. Karena itu, sekali lagi sikap Fleksibel itu sangat penting untuk mendukung kemajuan.

c. Fleksibel dalam pekerjaan

Selain membantu dalam pelayanan dan Gereja, sikap fleksibel juga sangat mendukung keberhasilan suatu pekerjaan. Suatu kali saya mendengar tentang seseorang yang ingin menjalankan usahanya. Dia sebelumnya belum kenal dengan orang itu. Karena itu, dia bertanya -tanya dan mencari informasi tentang orang yang sangat ingin ditemuinya tersebut. Akhirnya dia tahu bahwa hobi orang itu adalah mobil. Kemudian ia dengan sengaja mulai belajar tentang mobil, meskipun sebenarnya ia tidak suka. Setelah mempunyai cukup informasi perihal mobil, dia pergi menemui orang tersebut. Topik tentang mobil ternyata membuka percakapan mereka dengan lancar, bahkan orang itu sangat tertarik. Urusan bisnis dengan orang tersebut menjadi lancar karena ada komunikasi dan hubungan yang akrab.

Begitu juga bila hobi rekan kita adalah makan, Dengan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang makanan atau makanan-makanan khas Daera, pembicaraan akan menjadi lebih lancar. Kita pun bisa lebih enak mengutarakan maksud kita kepadanya. Hal ini berlaku juga untuk hobi-hobi yang lain, seperti golf atau tenis.

Di sekitar kita, kita sering melihat ada orang yang bergelar dan berijazah, tetapi sulit sekali mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya. padahal sebenarya ada pekerjaan lain yang bisa diterimanya dan dilakukannya. Namun, biasanya mereka tidak mau dan tetap mencari pekerjaan yang diinginkannya dan yang sesuai dengan ijazahnya. Akhirnya, dia malah tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Dalam situasi seperti ini, mereka seharusnya bersikap fleksibel, yaitu dengan menerima terlebih dahulu pekerjaaan yang ditawarkannya. Kesempatan demikian toh belum tentu datang untuk yang kedua kalinya. Pekerjaan ini bisa digunakan untuk batu loncatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Tokoh-tokoh sukses, seperti Disney, yang membuat Disneyland, pun menerapkan sikap Fleksibel dalam merintis jalan menuju kesuksesannya. Begitu pula tokoh-tokoh besar dunia lainnya. Berawal dari berjualan koran, Disney menapak dan merintis keberhasilannya. Kita bisa belajar dari pengalaman Disney. Jika prinsip kita adalah langsung mendapatkan pekerjaaan yang baik, kadang-kadang kita malah gagal, bahkan bisa-bisa malah menjadi penganggur.

Sikap fleksibel penting dalam pekerjaan karena bisa memampukan kita untuk bertahandan membuat terobosan-terobosan baru. jika kita seorang pengusaha, sikap fleksibel membuat kita bisa menerima selera konsumen yang berbeda dengan Idealisme kita. Misalnya, sebagai pengusaha, kita berprinsip bahwa barang yang kita produkasi harus benar-benar awet dan terbuat dari bahan-bahan terbaik. Barang-barang yang demikian bisa dipastikan mahal harganya dan konsumen tidak bisa menerimanya, sehingga kurang laku di pasaran. Karena itu, seorang pengusaha harus pandai membaca selera pasar dan bersikap fleksibel, baik dalm pembuatan atau produksinya, maupun pemasarannya .

2. Sikap Fleksibel yang Tidak Melanggar Firman Tuhan

Sekali lagi, kiat akan belajar dari Paulus. Dia bersikap Fleksibel dalam pelayanan, sehingga pelayannya berhasil. Hebatnya, dia tidak hanya bersikap fleksibel, tetapi juga tidak melanggar firman Tuhan. Sikap inilah yang harus kita kembangkan-bersikap fleksibel, sekaligus tidak melanggar firman Tuhan. Meskipun fleksibel, Paulus tidak meu melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan.

a. Dalam Pelayanan dan Pekerjaan

Dalam 1 Korintus 9;20 tertulis"....sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat." Paulus bersikap seolah-olah ia adalah orang yang hidup di bawah hukum Taurat. Sikap fleksibel ini diambilnya supaya bisa membangun hubungan yang baik dengan mereka, supaya diterima, dan supaya bisa membuat terobosan-terobosan dalam pelayanan.

Pada ayat yang sama, Paulus berkata,"Demikian lah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat, aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat. " Paulus tetap tidak berbuat dosa dalam sikap fleksibelnya. Jika dalam sikap Fleksibelnya, Paulus melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan, dia tidak akan diberkati oleh Tuhan. Pelayanannya pun tidak akan berhasil.

Dalam pekerjaanpun Demikian. Sikap fleksibel yang dituntut dalam bekerja bukanlah sikap fleksibel yang bertentangan dengan firman Tuhan. Sering kali dalm bekerja, kita harus merintis dari bawah. Namun, bukan berarti kita lalu mengorbankan harga diri untuk mendapatkan pekerjaan.

b. Dalam Pengobatan

Hal yang sama juga berlaku dalam bidang pengobatan. Allah bisa mengadakan mukjizat kesembuhan tanpa obat. Banyak cara yang dipakai Allah untuk memberikan kesembuhan kepada anak-anak-Nya. Terkadang, Dia memakai cara Allah-tanpa obat-obatan. ada juga orang yang mendapatkan rhema khusus dari Tuhan untuk tidak perlu minum obat, tidak perlu operasi, bahkan tidak perlu memeriksakan diri ke Dokter. Bisa saja terjadi mukjizat kesembuhan dengan cara ini karena tidak ada yang mustahil bagi allah. Namun sebaiknya kita tidak sembarangandan menggangap bahwa Tuhan akan memberikan kesembuhan tanpa harus operasi atau mengonsumsi obat-obatan. Pemikiran yang demikian bisa membahayakan. Ingat bahwa Tuhan memakai banyak cara untuk memberikan kesembuhan kepada kita -bisa juga melaui tangan dokteratau obat-obatan. Sekali lagi, sikap fleksibel yang kita ambil harus tidak bertentangan dengan firman Tuhan, yaitu dengan tidak menempuh cara-cara penyembuhan yang dilarang Tuhan.

c. Dalam Menanggapi Budaya Masyarakat

Budaya dalam masyarakat ada yang bertentangan dengan firman Tuhan, tetapi ada juga yang tidak. Ucapan-ucapan salam yang baik, meskipun berbeda bahasa, sebaiknya kita terima dengan baik dan tidak kita tanggapi dengan sinis. Menanggapi dengan salam yang baik dari orang lain akan membuat kita diberkati Tuhan. Misalnya,Sin Cun Kyong Gi Dalam bahasa mandarin,Sin berarti baru. Cun berarti musim semi. Kyong Gi berarti selamat. Jadi, Sin Cun kyong Gi berarti selamat masuk musim yang baik.

Contoh yang lain adalah Gong Xi Fat Cai Gong Xi berarti salam . Fat Cai berarti diberkati. JadiGong Xi Fat Ca berarti selamat mendapat anugerah atau berkat Tuhan yang Melimpah.

Contoh yang alin adalahXin Yen Gue Lok. Xin Yen berarti tahun baru .Gue Lok berarti suka cita . Tentu kita mau menerima sukacita di tahun baru, bukan?

Salam-salam tersebut baik dan tidak bertentangan dengan firman Tuhan. Jadi kita bisa mengucapkannya kepada orang lain dan juga bisa membalas salam-salam yang sering kita lontarkan setiap hari raya agam apapun. Selama salam-salam tersebut tidak bertentangan dngan firman Tuhan, kita bisa memakainya. Kita harus fleksibel dan tidak kaku. Banyak orang yang setelah menjadi Kristen malah bersikap kaku. Semua tradisi dibuangnya tanpa dilihat arti dan nilainya. Akibatnya, mereka putus hubungan dengan kelurga kerena tidak bisa berkomunikasi lagi. Jika demikian, kita akan kehilangan kesempatan menjadi saksi bagi kelurga dan untuk menjadi contoh bagi keluarga. Akibatnya, kita tidak bisa menjadi berkat dan tidak bisa memenangkan keluarga.

Contoh budaya lain dalam masyarakat adalah kebiasaan yang berkaitan dengan makam. Berkunjung ke makam orang tua atau saudara boleh saja . Di alkitab pun, orang -orang atau Nabi-nabi dimakamkan denagn sangat baik. Yusup pun nabi dimakamkan dengan sangat baik. Yusup pun meskipun meninggal di Mesir, Tulang-tulangnya dibawa keluar dari Mesir dan dimakamkan bersama dengan nenek moyangnya. Tuhan Yesus pun dimakamkan dengan baik dan diberi rempah-rempah. Bahkan, para wanita pun menggunjungi kuburnya. Jadi sebenarnya berkunjung ke mekam itu tidak apa-ap. Hal yang tidak boleh dilakukan adalah berdoa di makam. Jadi sebagai orang Kristen, kita harus Fleksibel tanpa harus melakukan hal-hal yang tidak sesuai denga firman Tuhan.

Saya memiliki pengalaman terkait dengan budaya Masyarakat ini. Dulu saya adalah satu-satunya orang kristen dalam keluarga saya. Waktu itu, ada perayaan ulang tahun ke-70 ayah saya. Dikelurga kami, ada tradisi bahwa seluruh anak harus menyembah ayahnya. Pergumulan saya sangat berat karena saya waktu itu sudah menjadi kristen dan orang kristen tidak boleh menyembah orang lain. Ketika saya mengutarakan keingginan saya agar tidak usah menyembah, kakak saya marah. Mereka menuduh saya merusak hari bahagia ayah. Disatu sisi, saya tidak boleh menyembah, tetapi disisi lain jika tidak menyembah , saya tidak diterima saudara-saudara saya dan orang tua. "Tuhan bagaimana ini?'" teriak saya dalam hati. Pada detik terakhir giliran saya menyembah, Tuhan memberikan hikmat dan menyuruh saya maju. Saudara-saudara saya melakukan Pae kwi, sedangkan saya tidak. Kemudian saya sujud, saya pegang tangan ayah saya . Saya sungkem kepadanya. Sungkem bukanlah tindakan yang salah karena itu adalh ungkapan kasih dan penghormatan kita pada orang tua. Itulah kehendak Tuhan. Saudara-saudar saya lega dengan tindakan saya. Orang tua saya pun bisa menerima dengan baik. Jadi saya bersikap fleksibel agar hubungan dengan kelurga tetap baik, tanpa melanggar perintah Tuhan.

3. Fleksibel yang berfokus pada Tujuan

Telah disebutkan diatas, bahwa Paulus bersikap supaya dia dapat memenangkan orang-orang Yahudi (1 Kor. 9:20). Jadi Paulus bersikap fleksibel karena memiliki Tujuan. Tujuan Paulus ini tertulis dengan jelas dalam ayat 20-22, "Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum taurat, aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup dibawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku akan menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di bawah hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjdi segla-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka."


Paulus memiliki sikap fleksibel yang berfokus pada tujuan. Tujuannya adalah menyelamatkan jiwa orang-orang Yahudi. Sikap Paulus ini pantas kita contoh. Jangan sampai kita hanya sekadar bersikap fleksibel tanpa tujuan yang jelas karena tanpa tujuan yang jelas, sikap fleksibel kita hanya sia-sia, buang waktu, dan buang perasaan.

Hal yang sama juga dikatakan Paulus dalam 1 Korintus9;26, "Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul." Paulus tidak bertindak sembarangan. Ia tidak berlari tanpa Tujuan. Ia juga tidak asal meninju. Ia punya tujuan, yaitu,"... supaya sesudah memberitahukan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak."

Tujuan, atau kita juga sering menyebutnya sebagai cita-cita, akan memotivasi dan memampukan kita untuk berjuang mencapainya. Tujuan membuat arah hidup atau pelayanan atau pekerjaankita menjadi jelas. Misalnya, kita ingin menjadi dokter. Untuk mencapainya, kita tentu mengambil tindakan yang membawa kita semakin dekat dengan tujuan atau cita-cita kita itu. Yaitu denagn belajar di jurusan kedokteran. Begitu pula jika kita ingin menjadi Insinyur.

Dalam pelayanan pun demikian. Tujuan pelayanan harus pasti. Pelayanan yang tidak digerakkan oleh tujuan biasanya tidak punya arah yang jelas dan tidak bisa mencapai sesuatu yang berguna dan berarti bagi kehidupan.

Dalam kehidupan gereja, kita tidak boleh ikut-ikutan. Sejak dulu, Tuhan sudah berkata, "Bangun kelompok sel." Tuhan sudah memberikan visi dan tujuan. Karena itu saya tidak mau hanya sekadar ikut-ikutan, tanpa tujuan. Bangun kelompok sel, dari 30 menjadi 50, menjadi 100, menjadi 100, menjadi 200, emnjadi 300, menjadi 400, kemudian menjadi 1000, dan terus bertambah. Setiap perjuangan harus membawa pertambahan, akhirnya terbentuk kelompok sel yang sudah terbentuk. Tanpa tujuan yang jelas, hal ini akan sulit dilakukan.

Para atlet pun sudah mempunyai Tujuan yang jelas sebelum bertanding, misalnya "Saya harus jadi juara ". Tujuan inilah yang mendorongnya untuk berlatih dengan tekun dan mengarahkan perjuangannya agar tidak sia-sia.

Para pengusaha dan para tokoh sukses di dunia pun memiliki tujuan atau cita-cita yang mereka perjuangkan utuk mereka raih. Misalnya Walt Disney.Ketika dia masih berjulalan koran, dia sering mengantarkan koran-koran kerumah orang-orang kaya yang memiliki mainan luar biasa. Dari situlah, dia terusik dan kemudian bertekad bahwa dia harus menjadi orang sukses. Tujuan dan tekadnya itu memacunya untuk selalu tekun. Inilah yang embuatnya berhasil.

Sejak Tuhan memanggil saya untuk menjadi pendeta dari pekerjaan saya sebagai pengusaha, saya sudah memiliki tujuan, "Kalau saya harus menjadi hamba Tuhan, saya tidak mau hanya begitu-begitu saja." Saya rindu banyak orang diselamatkan dalam pelayanan saya. Saya rindu banyak perkara besar bisa dipersembahkan bagi Tuhan, sehingga tidak sia-sia saya meninggalkan usaha saya. Saya rindu pelayanan saya berbuah banyak lagi bagi Kerajaan Allah.

Sejak awal, saya sudah meminta kepada Tuhan agar banyak jiwa diselamatkan dalam pelayanan saya. Lalu Tuhan memberi visi agar saya menyelamatkan 1000 jiwa. Visi ini saya sampaikan kepada jemaat , kemudian kami berjuang untuk emyelamatkan 1.000 jiwa. Ketika 1.000 jiwa sudah tercapai, saya tidak berhenti. seribu jiwa itu bertambah menjadi 5.000 jiwa lalu menjadi 10.000 jiwa. Jadi perjuangan kita memiliki tujuan, yaitu bergerak dan berjuang supaya jiwa-jiwa diselamatkan, sekalipun kadang-kadang penuh tantangan. Sikap fleksibel dalam pelayanan membuat kita mampu membuat terobosan-terobosan baru. Misalnya membentuk departemen A atau Departemen B agar semakin dan semakin banyak jiwa yang diselamatkan. Sikap fleksibel kita harus sungguh-sungguh mencapai sasaran.

Saya percaya bahwa tidak lama lagi, 20.000 jiwa diselamatkan. Untuk memncapainya, saya bersikap lebih fleksibel, boleh-boleh saja jika PKS (Pemimpin Kelompok Sel) ingin membuka kelompok sel, asal jangan asal-asalan membuka kelompok sel. Kelompok-kelompok sel pun harus memiliki visi atau sasaran, yaitu menyelamatkan semakin banyak jiwa. Seperti yang dikatakan oleh Paulus,Dia bersikap fleksibel supaya bisa menyelamatkan orang Yahudi, supaya dia bisa menyelamatkan orang yang hidup di bawah hukum Taura, supaya dia bisa menyelamatkan orang yang lemah, dan supaya dia bisa menyelamatkan banyak jiwa.

Kita harus memiliki sikap fleksibel yang benar, yaitu yang tidak bertentangan dengan firman Tuhan. Dengan demikian, kita akan berhasil.****
 
4

Memiliki Hati yang lapang

(Ester 5:9-14)​

Pada hari itu keluarlah Haman dengan hati riang dan gembira; tetapi ketika haman melihat Mordekhai ada di pintu gerbang istana Raja, dia tidak bangkit dan bergerak menghormati dia, maka sangatlah panas hati Haman kepada Mordekhai.Tetapi Haman menahan hatinya, lalu pulanglah ia ke rumahnya dan menyuruh datang sahabat-sahabatnya dan Zeresh, istrinya. Maka Haman menceritakan kepada mereka itu besarnya kekayaannya, banyaknya anaa laki-laki, dan segala kebesaran yang diberikan raja kepadanya serta kenaikan pangkatnya di atas para pembesar dan pegawai raja. Lagi kata Haman: "Tambahan pula tiada seorangpun diminta oleh Ester, sang ratu, untuk datang bersama-sama dengan raja ke perjamuan yang diadakannya, kecuali aku; dan untuk besokpun aku di undangnya bersama-sama dengan raja. Akan tetapi semuanya itu tidak akan berguna bagiku, selama aku msih melihat si Mordekhai, si Yahudi itu masih duduk di pintu gerbang istana raja."Lalu kata Zeresh, isterinya dan semua sahabatnya kepadanya:"Suruhlah orang membuat tiang yang tingginya limapuluh hasta, dan persembahkanlah besok pagi kepada raja, supaya Mordkehai di sulakan pada tiang itu: kemudian dapatlah engkau dengan bersuka cita pergi bersama-sama dengan raja ke perjamuan itu. Hal itu dipandang baik oleh Haman lalu ia menyuruh membuat Tiang itu."

Lapang hati adalah satu hal yang sederhana, tetapi sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Hal yang perlu kita ketahui terlebih dahulu adalah makna lapang hati. Secara harfiah, lapang berarti sesuatu yang luas. Jadi, lapang hati berarati hati yang luas. Jika hati kita lapang, banyak anugerah bisa kita dapat. Apa saja yang kita dapatkan jika kita lapang hati?

1. Lapang Hati Membuat Hidup Kita Stabil

Pada ayat tertulis, "Pada hari itu keluarlah Haman dengan hati riang dan gembira; tetapi ketika Haman melihat Mordekhai ada di pintu gerbang istana Raja, tidak bangkit dan tidak bergerak menghormati dia, maka sangat panaslah hati Haman kepada Mordkheai."

Haman merasa terhormat karena diundang ke pesta yang diadakan oleh Ratu Ester. Hatinya sangat senang, tetapi tiba-tiba ketika ia melewati pintu gerbang, ia melihat Mordkheai yang tidak menghormatinya. karena Mordekhai tidak memberi hormat, hati Haman sangat panas dan sakit hati. Haman tidak memiliki hati yang lapang. Baru saja dia merasa senang, tetapi tiba-tiba dia menjadi sakit hati hanya karena ada orang yang tidak menghormatinya. Jika hati Haman lapang, dia tidak akan perduli Mordekhai menghormatinya atau tidak. Hidupnya akan stabil kalau dia lapang hati.

Hidup ini silih berganti. Kadang-kadang kita mendapatkan berkat yang luar biasa, tetpi kadang-kadang kita mendapat masalah. Dalam pelayanan kadang-kadang kita dipuji, tetapi kadang-kadang kita di tegur dan dikritik. Kalau saya bertemu dengan orang yang baru melayani, saya sering menasihati, "Siapkan dua hal: pertama, siap di puji. kalau pelayananmu berkenan kepada orang yang kau layani, kau akan dipuji. Kalau kau dipuji berhati-hatilah jangan sampai kau sombong supaya tidak jatuh. kedua, siap dicela. Kau harus lapang hati, supaya ketika dicela, engkau tidak putus asa dan tidak akan patah senmangat. Supaya ketika diperlakukan tidak baik, engkau tidak undur dari pelayanan."

Inilah hidup. Ada waktunya siang dan ada waktunya malam- terkadang senag, terkadang susah. Dalam hidup orang percaya, Tuhan tidak pernah berjanji bahwa hidup kita hanya ada berkat, dan tidak ada masalah. Ada saatnya kita di puji, ada kalanya kita dihargai, bahakan dicela. Kalau tidak lapang hati, hidup kita menjadi tidak stabil. Dengan lapang hati, kita akan bersuka cita dengan pujian, dan apabila dicela, kita tetap bisa tertawa.

Kita bisa melihat kehidupan Tuhan Yesus. Yesus pernah mengalami hal yang sama- mengalami hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Menjelang hari paskah, Tuhan Yesus datang ke Yerusalaem. Orang-orang menyambutnya dengan sangat gembira, bahkan mereka sampai melepas jubahnya dan meletakan diatas tanah sebagai alas ketika Yesus lewat menaiki kaledai-Nya. Namun tidak lama berlalu, teriakan mereka berubah menjadi, "Salibkan Dia. Salibkan Dia.!"

Kita pun sering mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan. Misalnya, ada seorang yang baru mendapatkan berkat untuk membeli mobil baru yang mahal. Hatinya sangat senang. Namun, ketika mobil sedang diparkir di dekat jalan, ada anak-anak iseng yang kemudian mencoret-coret mobil barunya itu. Baru beberapa saat merasa senang karena mobilnya baru, tetapi karena hatinya tidak lapang, ia tiba-tiba bisa menjadi sangat marah. Rasa syukur dan sukacitanya hilang karena hatinya tidak lapang.

2. Kita memiliki Kebahagiaan dan Damai Sejahtera Sejati (Ayat 11-13)

Haman menceritakan kekayaannya yang besar, banyaknya anaknya laki-laki dan segala kebesaran yang diberikan raja dan kenaikan pangkatnya di atas segala pejabat tinggi. Haman menjadi orang yang sangat dikasihi raja. Karena itu sebenarnya dia dia memiliki kesempatan yang besar untuk hidup bhagia dan penuh damai sejahtera. Namun semuanya itu tidak berguna baginya selama dia masih melihat Mordekhai. Artinya, semua berkat yang sudah diterimanya itu tidak bisa membuatnya bahagia. Setiap kali ingat Mordekhai, hatinya sakit dan penuh dendam karena dia tidak punya hati yang lapang. Setiap melihat Mordekhai, dia tersinggung dan marah.

Kekayaan memang tidak menjamin kebahagiaan hidup, apalagi jika hatinya tidak lapang biasanya hidup merana dan Nelongso karena selalu merasa sakit hati. Jika hati kita lapang, kita bisa bergembira di dalam Tuhan dan menikmati damai sejahtera.

Seperti bermain sepak bola di tempat atau lapangan yang sempit, kita akan mudah terkena bola dan merasa sakit. Demikianlah orang yang hatinya sempit atau tidak lapang, kita akan mudah sakit hati dan mudah tersinggung, dan sulit merasakan sukacita. Padahal Tuhan sudah memberikan Damai sejahtera kepada kita, seperti yang dikatakan-Nya ketika bertemumurid-murid-Nya, "Damai sejahtera Kutinggalkan padamu. Damai sejahtera-Ku kuberikan kepadamu, dan apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh Dunia kepadamu."

3. Memiliki Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan yang Benar

Jika hati kita lapang, pikiran dan pandangan kita juga luas, sehingga kita bisa berpikir benar, dan berkata benar, dan berbuat hal yang benar. Sebaliknya jika hati kita sempit, kita cenderung berfikir, berkata dan berbuat yang salah. Dari ayat 14 kita tahu, karena Haman tidak lapang hati, dia mencari teman yang memberinya nasehat yang salah. Pikirannya menjadi negatif, sehigga dia salah dalam mengambil keputusan dan tindakan. Demikian pula jika hati kita sempit, kita sangat mudah dipengaruhi oleh pikiran-pikiran negatif. Jika kita izinkan hati kita terluka, kita akan mudah berfikir, berkata, dan berbuat salah

Kita bisa melihat hal yang sama dalam kehidupan kain dan Habel. Suatu hari, mereka berdua menaikkan persembahan kepada Tuhan. Namun hanya persembahan Habel yang diterima, sedangkan persembahan Kain tidak. Sayangnya Kain tidak lapang hati, dia sakit hati, sehingga pikiran dan tindakannya salah,yaitu membunuh adiknya sendiri.

Jika hari ini kita sedang berfikir, berkata, dan berbuat hal-hal yang tidak baik atau sedang merencanakan sesuatu yang tidak benar, itu berarti hati kita tidak lapang. Luaskan hati kita supaya pikiran dan perbuatan kita tidak salah

4. Memiliki Persahabatan dan Kesatuan

Orang yang lapang hati sangat mudah bergaul dan sangat mudah membangun hubungan dan persatuan. Lin halnya dengan orang yang mudah sakit hati dan tersinggung, dia pasti tidak punya teman. Orang yang perkataannya negatif akan mudah menyakiti orang lain sehingga di jauhi orang. Lihatlah Haman. Karena hatinya sempit, pikirannya, perkataannya dan perbuatannya negatif, sehingga dia sulit mengadakan persahabatan dengan Mordekhai, Haman bermusuhan dengan Mordekhai, sehingga sulit membangun persatuan. Kalau kita punya hati yang lapang, kita akan mudah membangun persatuan dan persahabatan, bahkan bisa memulihkan hubungan atau persatuan yang retak.

Kisah yang lain yang serupa adalah kisah Yusuf. Dia di beri jubah yang sangat indah dan makanan yang enak. ketika dia bermimpi dan menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya bahwa dia akan menjadi lebih besar dari mereka, mereka menjadi marah karena mereka tidak lapang hati. Hati mereka sempit, sehingga merancangkan hal yang kejam pada Yusuf. Mereka memasukkannya kedalam sumur, tetapi kemudian diangkat dan dijual ke Mesir dan menjadi budak. Dia dijual oleh saudaranya sendiri, sehingga dia sendiri dan tidak bisa bertemu lagi dengan orangtuanya. Jika Yusuf tidak lapang hati, hatinya akan sakit dan dipenuhi dengan kebencian kepada saudara-saudaranya, dan sakit hati. Namun Yusuf bukanlah seorang yang demikian.

Akhirnya janji yang diberikan kepada Yusuf pun tergenapi dan dia menjadi penguasa Mesir. Ketika kelaparan melanda dan saudara-saudaranya datang untuk membeli makanan, mereka menghadap Yusuf, Yusuf tidak membalas dendam kepada mereka karena Yusuf lapang hati. Terjadilah pemulihan dalam rumah tangga karena lapanh hati. Pemulihan ini tidak akan terjadi seandainya hati Yusuf tidak lapang, bahkan mereka mungkin akan tetap bermusuhan selamanya.

Kita juga bisa contoh yang sederhana dalam kehidupan sehari-haari atau dalam pelayanan. Misalnya, merasa sakit hati kerena saat sakit tidak dibesuk oleh teman-teman kelompok sel. Atau PKS (Pengurus Kelompok Sel) sakit hati karena merasa tidak dihargai. Padahal jika mereka melapangkan hati, segalanya akan tetap berjalan dengan baik meskipun sedang menghadapi banyak masalah.

Ada sebuah kisah yang terkait dengan hal ini . Seorang janda menyimpan uangnya di lemari sebagai cadangan jika sewaktu-waktu ada kebutuhan mendesak dalam jumlah besar. Namun anaknya seorang pemudi, salah pergaulan sehingga dia terpengaruh hal yang buruk. Ia mencuri uang ibunya dan membawa lari uang itu. Dia hidup sesukanya dengan uang itu. Karena itu, ketika uangnya habis, dia hidup melarat. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia ingin kembali pada ibunya, tetapi dia takut. Dia pikir, "Ibunya pasti marah dan benci sekali. Kalau saya pulang saya bisa dihajar dan dipukuli. Bagaimana ini kalau nanti saya tidak diterima? Saya takut, tetapi saya ingin pulang. Rindu tapi takut. "Akhirnya karena takut, dia tidak berani pulang. Lalu, ditulisnya surat untuk ibunya, "Ibu saya sudah salah, saya mengaku salah. Tapi saya rindu dan ingin pulang. Apakah ibu mau memaafkan saya, dan masih menerima saya di rumah? Kalau ibu memaafkan saya dan menerima saya, pada tanggal 25 bulan ini, saya minta ibu menjemur seprai di halaman, kalau saya tidak melihat seprai di hlaman, maka saya tahu ibu tidak memaafkan saya, maka saya akan pergi dan tidak kembali lagi."

Pada tanggal itu, dia berangkat menuju rumahnya dengan penuh harap, meskipun agak takut. ketika mendekati rumahnya, dia melihat banyak sekali separi yang dijemur. Dia ragu-ragu karena dia hanya ingin meminta seprai satu saja. Namun karena ingin pulang, dia memberanikan diri dan mengetuk pintu rumah ibunya. Ketika membuka pintu, ibunya merangkul dan menciumnya. Lalu dia bertanya kepada ibunya, "Bu, mengapa bukan satu seprai ?" Lalu ibunya berkata, "Karena ibu punya segudng pengampunan, nak. " Lapang hati akan memulihkan hubungan orang tua dan anak, sehingga keluarga pun dipulihkandan disatukan.

5. Mencapai Kehidupan yang Penuh dengan Kemenangan

Kadang-kadang, kta berfikir bahwa jika selalu mengalah, kita akan rugi. padahal tidak demikian. Dengan hati yang lapang, kita justru akan mendapatkan kemenangan dalam hidup. Haman bukan orang yang lapang hati dan dia adalah orang yang mudah sakit hati. Akibatnya, alih-alih menang, dia malah mendapat celaka seperti tertulis dalam Ester 7:9-10, "Sembahlah Harbona, salah seorang sida-sida yang dihadapan raja :'Lagipula tiang yang dibuat Haman untuk Mordekhai, orang yang menyelamatkan raja dengan pemberitahuannya itu, telah berdiri di dekat rumah Haman, lima puluh hasta tingginya. Lalu titah raja:'Sulakan dia pada tiang itu .'Kemudian Haman di sulakan pada tiang yang didirikannya untuk Mordekhai . Maka surutlah panas hati raja."

Orang yang berbuat salah akan mendapatkan kerugian dan bencana. sementara orang yang lapang hati akan berbuat benar, sehingga Tuhan akan melindunginya. karena itu, dia akan mengalami kemenangan.

ketika datang kebumi dan menjadi manusia, yesus memiliki tujuan, yaitu untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan hukuman. Namun manusia tidak bisa mengerti tentang rencana besar itu. Beruntunglah kita karena Tuhan lapang hati, Seandainya Tuhan tidak lapang hati, Dia bisa benci dan sakit hati, dan mungkin tidak jadi menyerahkan hidup-Nya untuk menebus dosa manusia. Jika demikian, tidak akan ada keselamatan dan tujuan Yesus juga gagal. Yesus tetap lapang hati meskipun manusia membalas tujuan mulianya dengantindakan yang tidak baik. Karena hati-Nya lapang, Dia berhasil menggenapi tujuan-Nya dan menyelamatkan manusia.

Yesus memuridkan dua belas orang, Dia mengurbankan waktu-Nya . selama tiga setengah tahun, Dia mengajar dan memuridkan dengan baik. Namun ketika akan disalibkan, Yesus mengerti kalau para murid-Nya akan meninggalkan-Nya. Mereka ketakutan dan tidak setia. Namun Yesus tetap lapang hati, sehingga dia tidak kecewa. Dan sungguh terjadi, para murid-Nya meninggalkan Dia. karena Dia lapang hati, sesudah bangkit, Dia tetap mengunjungi murid-murid-Nya, sehingga murid-murid kembali dan hubungan mereka dipulihkan. Mereka bisa dipakai sebagai alat-Nya untuk mewartakan keselamatan keseluruh bumi. Mereka berhasil membangun gereja mula-mula, dan Injil pun disampaikan keseluruh bumi hingga sekarang.

Ketika Simon Petrus berkata, "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak ". Yesus mengerti hati Petrus . Karena itu, Dia menjawab, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal aku sebanyak tiga kali ." Meskipun demikian, Yesus tetap lapang hati, sehingga Dia tidak sakit hati. Dia tahu bahwa murid-muridNya akan menyangkal-Nya. Jika kita mengalaminya , kita pasti sakit hati. Namun, berkat hati Yesus yang lapang, Dia tetap mengasihi Petrus dan mencarinya ketika Dia bangkit dari kubur.

Simon memiliki banyak pengalaman indah bersama dengan Yesus. Mungkin Ia pernah mendapat perlakuan yang sangat menyenangkan dan mengharukan bersama Dia. Suatu kali, Yesus berkata bahwa Diri-Nya harus diserahkan, disiksa, dan mati di kayu Salib. Saat itu juga, Simon berkata, ''Tuhan kiranya Allah menjauhkan hal itu !Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." Lalu kata Yesus, "Enyahlah Iblis!" Bagaimana perasaan anda jika sewaktu anda sedang konseling atau Ngobrol denagn say, lalu tiba-tiba saya berkata, "Enyahlah Iblis!!" Anda mungkin akan sakit hati. Namun Petrus tetap lapang hati. Ketika Yesus menyerahkan diri, kemudian mati dan bangkit. Petrus dipanggil dan disuruh pergi ke Galilea. Jika Petrus tidak lapang hati dan masih menyimpan Dendam, dia pasti tidak mau menuruti panggilan itu. Bahkan, ketika makan malam dan Yesus berkata kepadanya , "Simon, apakah engkau mengasihi aku ?", Simon menjawab, "Ya, Tuhan, aku mengasihi Engkau." Dia lapang hati- meskipun sudah dicela sebagai Iblis, Dia masih mengasihi Tuhan. Ketika ditanya lagi, Petrus menjawab bahwa dia mengasihi Yesus. Itulah yang membuat Petrus menjadi Rasul dan hidupnya berhasil.

Banyak orang yang rindu keluarganya dipulihkan, tetapi saynag, kadang-kadang mereka tidak lapang-hati. Mereka cekcok dan salah paham terus menerus. Akibatnya, keputusan untuk cerai pun diambil dan rencana Tuhan untuk memakai keluarag mereka pun tidak terjadi.

Dalam pelayanan pun demikian. Jika dalam melayani, seseorang mudah sakit hati, kecewa, dan kepahitan, pelayananya akan kandas di tengah jalan. Rencana Tuhan pun tidak tergenapi.

Jangan izinkan hati kita di pengaruhi kepahitan karena jika hati kita penuh kepahitan, kita tidak akan berhasil. Itu sebabnya, luaskan dan lapangkan hati kita. Orang yang lapang hati bisa berfikir benar, berkata benar, dan berbuat hal yang benar.

6. Lebih Mudah Menyelesaikan Masalah

Hati yang lapang akan membuat kita lebih mudah menyelesaikan perselisihan. Dalam pemuridan saya, saya sering mengajarkan tiga hal untuk menyelesaikan perselisihan yang kadang-kadangerjadi dalam rumah tangga, tempat kerja atau kelompok sel, ketiga hal itu adalah hati yang tulus, sikap yang terbuka, dan hati yang lapang.Sikap yn

a. Hati yang tulus

Agar bisa menyelesaikan perselisihan, hati kita harus tulus. Hati yang tidak tulus akan membuat kita curang dan penuh tipuan tidak akan menyelesaikan masalah.

Ketulusan ini tidak hanya mendasari penyelesaian suatu masalah, tetapi juga menjadi dasar dalam membina rumah tangga. Tanda ikatan suami istri biasanya dilambangkan dengan cincin emas. Emas berarti ketulusan dan kemurnian. Suami istri harus mengasihi dengan tulus, membangun rumah tangga dengan kasih yang tulus. Jangan sampai Anda menikah hanya karena uang atau balas dendam karena anda tidak akan berhasil.

b.Sikap yang terbuka

Sekalipun sudah tulus, ketika merasa disakiti, kita sering kali diam saja dan tidak terbuka. Sikap tidak terbuka menyebabakan masalah akan sulit di ketahui dan diselesaikan . Dia marah dan tidak melayani, tetapi hanya diam saja dan tidak terbuka. Karena itu, solusinya kan sulit dicari.

Biasanya ketika masalah sudah diungkapkan kita baru bisa berkata, "Oh, begitu. Aku mengerti sekarang." Suami istri ynag beselisih dan tidak pernah terbuka, masalahnya tidak akan pernah selesai.

c. Hati yang lapang

Kita juga harus lapang hati supaya ketika masalah dibuka, kita bisa menerimanya. Saya ajarkan kepada murid-murid saya bahwa jika ada masalah, mereka bebas untuk bicara, dan saya belajar untuk lapang hati. Hal ini harus berawal dari pemimpin. jika pemimpin tidak lapang hati, masalah tidak akan terselesaikan. Saya lapang hati dan saya mendengarkan. Kalau perkataan yang disampaikan kepada saya benar, saya harus berubah. Jika saya tidak berubah saya akan rugi sendiri. Setiap orang bisa benar bisa juga salah. Kita harus bisa menerima. Jika murid-murid saya salah, mereka juga harus lapang menerima keputusan saya sebagai pemimpin. Jika kedua belah pihak lapang hati, setiap masalah akan lebih mudah diselesaikan.

7. Bagaimana Memiliki Hati yang Lapang ?

Untuk memiliki hati yang lapang, ada empat hal yang perlu kita ketahui dan sadari.

a. Kita harus menyadari bahwa kenyataan yang ada tidak sesuai dengan keingginan kita

Peristiwa yang terjadi atau yang kita alami kadang-kadang memang sesuai dengan keingginan kita, tetapi kadang-kadang tidak. Contohnya adalah Haman. Ia ingin selalu dihormati dimanapun ia berada. Namun kenyataan berbicara lain. Sekalipun dia adalah orang kedua setelah raja, kaya-raya, dan dibela raja, dia pun mengalami peristiwa-peristiwa yang tidak sesuai dengan keingginannya itu.

swama halnya ketika kita memoho sesuatu kepada Tuhan. Jika tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, Keingginan kita tidak akan dikabulkannya. Kadang-kadang yang kita terima adalah hal-hal yang yidak kita minta. Begitulah lika-liku kehidupan. Seperti ketika kita mendaftar ke beberapa sekolah atau melamar pekerjaaan, tidak semua sekolah bisa menerima kita dan tidak setiap lamaran kerja kita bisa diterima. Begitu pula dengan hidup keseharian kita, kadang-kadang peristiwa yang kita alami sesuai dengan keingginan kita, dan terkadang pula tidak sesuai dengan keingginan kita. Kadang-kadang ada keingginan kita yang terkabul, terkadang pula tidak.

Kehidupan Yesus pun Demikian. Di dunia, banyak orang yang percaya kepada-Nya, tetapi Yesus hanya memilih 12 murid. Banyak orang lainnya yang pasti juga inggin menjadi murid Yesus. Nmaun Dia hanya memilih 12 diantaranya karena jika terlalu banyak, tidak bisa menghasilkan pemuriddan yang efektif. Bahkan, diantara dua belas murid tersebut, terkadang diajak hanya 3 orang. Karena itu, kita harus memahami keadaan hidup yang demikian -yang terkadang sesuai keingginan kita dan tak jarang tidak sesuai dengan keingginan kita.

b. Menyadari bahwa setiap orang memilik keingginan, pendapat, dan sifat yang berbeda

Setiap orang diciptakan Tuhan dengan cara berfikir, karakter, dan hobi yang berbeda, bahkan dengan kepentingan dan kebutuhan yang berbeda. Jika kita mengerti akan hal ini, kita akan mudah memahami keadaan orang lain.

Dalam hubungan dengan orang lain dan dalam keluarga, perbedaan ini seringkali bisa menyebabkan cekcok jika tidak dipahami dengan baik. Misalnya, anak pertama ingin berlibur ke pantai, sedangkan anak kedua ingin berlibur ke gunung. Begitu pula dalam hubungan suami istri. Tanpa sikap lapang hati untuk menerima keingginan yang berbeda-beda ini, selisih pendapat atau cekcok mungkin akan sering terjadi.

c. Menjaga hati dari ketamakan dan kesombongan

Jika kita sombong, kita tidak akan bisa lapang hati. Kita bisa melihat hal ini dalam diri Haman. Haman tidak bisa lapang hati karena dia sombong, gila hormat, dan merasa luar biasa. Krena itu, jika ada orang yang tidak menghormati kita, kita akan langsung mersa sakit hati. lain halnya jika kita rendah hati. Jika kita rendah hati, meskipun kita tidak dihormati, kita tidak akan sakit hati. Orang yang memiliki sikap rendah hati akan lebih mudah berlapang hati dan berpikiran luas.

Kita tidak boleh tamak dalam hal apapun, termasuk dalam hal pelayanan. Sikap tamak akan membuat kita mudah tersinggung ketika ada sesuatu yang diambil oleh orang lain. Terkadang kita , karena ingin melayani sebaik mungkin
kita kemudian mengikutu semua kegiatan pelayanan, misalnya menjadisinger, backing vokal, pendoa, dan ikut serta dalam departemen-departemen lain. Padahal jika demikian, pelayan kita tidak bisa fokus dan tidak bisa maksimal. Karena itu, jagalah hati jangan sampai dikuasai ketamakan .

d. Menyadari bahwa segala sesuatu ada di tangan Tuhan

Jika kita tidak bisa menyadari bahwa segala sesuatu ada di tangan Tuhan, kita akan mudah kecewa dan takut, serta tidak lapang hati. Haman sudah berjuang, sudah mendapat surat keputusan, bahkan keputusan sudah tersiar kemana-mana. Namun ternyata, akibat dari keputusan itu tidak tergantung pada Haman, raja, ataupun umat Allah. Ketika umat Tuhan bertindak dan Allah membelanya, keadaan pasti berbalik.

Kita juga sering menjumpai hal seperti ini dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam hal Warisan. Ada orang yang menggantungkan harapannya pada Warisan. Ketika warisannya diambil oleh orang lain, dia merasa tidak bisa hidup, dia marah dan sakit hati, bahkan menuntutnya ke pengadilan. Namun apabila kita berlapang hati, kita akan bisa menerimanya. Kita percaya bahwa berkat itu berasal dari Tuhan. Jika memang berkat yang satu diambil, Tuhan pasti akan memberi berkat yang baru.

Begitu pula yang terjadi dalam dunia perdagangan. Setiap pedagang biasanya memiliki pelanggan-pelanggan khusus. Namun, tak jarang ada pedagang yang menyerobot pelanggan pedagang lain. Jika hatinya lapang, dia akan berkata, "Tidak masalah Tuhan akan memberikan pelanggan yang baru." Jadi, berhasil atau tidaknya usaha kita tidak bergantung pada orang lain, tetapi tergantung pada Tuhan.

Sejak dulu, saya memiliki kerinduan bahwa anak-anak, cucu-cucu, dan menatu-mnantu saya bisa dipakai oleh Tuhan. Ketika anak saya masih duduk di bangku sekolah SMA, saya sering mendorong dan mengarahkannya supaya mengerti panggilan Tuhan. Namun, anak saya malah marah, "Papa tidak bisa paksa saya. Apakah kalau bapaknya pendeta anaknya harus jadi pendeta juga ?" Saya tidak senang jadi pendeta saya, saya lebih senang jadi pengusaha." Akhirnya saya sadari dan mengerti bahwa segala sesuatu itu berasal dari Tuhan. JIka bukan Tuhan yang memanggil anak saya, dia tidak mungkin menjadi hamba Tuhan dan dia juga tidak mungkin akan berhasil. Namun jika Tuhan mengginginkannya dan memanggilnya, dia juga tidak bisa lari. Akhirnya, tanpa saya suruh, anak saya malah ingin belajar teologi di Amerika. Demikianlah jika kita lapang hati, justu Tuhan mengabulkan keinginan kita*****
 
5


MENIKMATI HIDUP BERSAMA TUHAN

(Matius 11:28)

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu


kita pasti pernah datang ke sebuah bunk untuk menyetor atau menarik uang dan kita tercenggang melihat antreannya yang panjang. Apa yang kita lakukan? Lari dan mencoba datang di hari lain yang tidak begitu sibuk? Atau menghela napas dengan keras dan menilai anteran mana yang paling cepat bergerak?

Demikianlah gambaran mengenai hidup. Satu masalah belum selesai, masalah lain sudah menanti harus segera diselesaikan. Hidup kita seolah-olah tidak lagi berjalan tetapi sudah berlari dengan cepat. terlambat bergerak sedikit saja kita sudah tertinggal.

Ada sebuah ilustrasi. Seorang pria sedang berdiri memikul beban di pundaknya di bak belakang sebuah mobilpick up. Keringat mengucur di seluruh tubuhnya dan pundaknya mulai lelah. Sekalipun dia lebih cepat sampai pasar dengan menumpang mobil daripada berjalan kaki, beban itu tidak berkurang dari pundaknya. Seharusnya dia bisa meletakkan pikulan itu dan menikmati udara segar, tetapi dia menyusahkan dirinya dengan tetap memikul bebannya.

Ilustarsi di atas adalah gambaran kecenderunggan sikap hidup kita, kita akan terus dihadapkan pada banyak masalah dan persoalan. meskipun sudah menyerahkan hidup kita kepada Yesus dan diselamatkan, hal ini tidak menjadikan hidup kita bebas masalah. Keadaan yang kita hadapi seringkali tidak sesuai dengan yang kita ingginkan Kita pasti menginginkan hidup yang lancar, berkelimpahan, damai, dan selalu bersuka cita. Namun, setiap hal yang kita inginkan tidak selalu kita dapatkan. Kadang-kadang, kita mengalami masalah keuangan, masalah keluarga, masalah pelayanan, dan banyak masalah lainnya .

Masalah yang terus- menerus kita bawa kemanapun membuat kita tidak bisa menikmati hidup yang sudah Tuhan berikan. Hidup tersa berat untuk dijalani dan kita menjadi orang yang terus-menerus menggerutu. Yesus berkata, "Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu" (Mat. 11:28)
Yesus menyuruh kita untuk menyerahkan beban kita kepada-Nya dan Dia akan memberi kita kelegaan.

Menikmati hidup tidak berarti kita selalu tertawa dan pesta pora. Menikmati hidup itu berarti kita tahu bahwa ada saatnyauntuk menangis dan ada juga saatnya untuk tertawa (Pkh 3:4), dan bahwa segala sesuatu di dunia ini ada masanya (Pkh. 3:1) Menikmati hidup berarti menyerahkan setiap pergumulan dan kekhawatiran kita karena Tuhan yang memelihara hidup kita (1 Ptr. 5:7). Menikmati hidup berarti memiliki hidup yang sepenuhnya karena itu yang membuat Yesus datang ke dalam Dunia (Yoh, 10:10).

Allah sudah menyediakan hidup yang luar biasa ini, tetapi sering kali kita hanya melihatnya di satu sisi saja, yaitu sisi penderitaan. Kita menghabiskan waktu untuk mengeluh dan menyesal, tetapi kita tidak melihat kegembiraan dan kesenangan yang sudah Tuhan sediakan. Tuhan sudah berkata bahwa dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatan kita. Ketenangan membuat kita melihat setiap kebaikan Tuhan dalam setiap masalah. Namun apabila kita tergesa-gesa, kita sedang memaksakan pendapat kita dalam penyelesaian masalah yang biasanya tidak berakhir baik. Tergesa-gesa membuat kita memutuskan secara emosi bukan denagn mengandalkan Tuhan. Tuhan mengajak kita untuk tinggal tenang dan percaya supaya kita bisa menikmati hidup.


Cara Menikmati Hidup #1:Memiliki
Hidup yang Seimbang

1. Yesus Memiliki Waktu Bekerja dan
Beristirahat yang Seimbang

a. Yesus Bekerja​

Pada suatu hari, setelah menyelesaikan pekerjaan dan pelayanan-Nya yang begitu banyak, Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk pergi ke seberang danau Yesus ingin beristirahat setelah berkhotbah dan mengajar banyak orang.
"Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk disitu, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau "(Yoh. 4:1)
Meghadapi begitu banyak orang tentu Yesus harus berkhotbah dengan suara keras. Apalagi udara pantai sangat panas dan saat itu belum ada AC, pasti Yesus juga merasa gerah. Ketika Dia ingin berhenti untuk beristirahat, orang-orang selalu mengejar dan mengajukan banyak pertanyaan.

Markus 4:1-20 berkisah tentang yesus yang sedang mengajarkan perumpamaan tentang seorang penabur. Kemudian dalam Markus 4:21-25, Yesus mengajar lagi, kali ini perumpamaan pelita dan ukuran. Dilanjutkan lagi dalam Markus 4:26-29, Yesus mengajar perumpamaan yentang benih yang tumbuh. Belum berhenti, dalam Markus 4:30-34, Yesus mengajar perumpamaan tentang biji sesawi. Jadi sepanjang hari itu, Yesus sudah bekerja keras.

Yesus bukan pengangguran dan tidak menghasilkan sesuatu. Dia adalah seorang tukang kayu sama seperti Yusuf. "Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, Saudara Yokubus, Yoses, Yudas dan Simon?Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?' Lalu mereka kecewa dan menolak Dia." (Mrk. 6:3). Yesus adalah pekerja keras. Dia tahu bahwa setiap orang harus bekerja untuk mendapatkan makanan dan mecukupi kebutuhannya. Selama tiga puluh tiga tahun masa hidupnya sebagai manusia, Yesus tidak pernah berdiam diri dan mencari belas kasihan dari orang lain.

Tidak cukup hanya bekerja keras, Yesus juga menghadapi banyak tantangan dan masalah yang pasti menguras tenaga dan pikiran-Nya. Murid-murid-Nya yang masih ragu-ragu, orang-orang yang datang dengan masalah mereka, dan hasutan dari pihak orang Farisi dan Yahudi pastilah menambah beban pikiran Yesus.

Yesus berkeliling banyak tempat untuk mengabarkan Injil dan mewartakan keselamatan. Mengajar dari satu tempat ke tempat yang lain bukanlah pekerjaan yang ringan dan mudah dilakukan. Yesus adalah seorang pekerja keras! Dan Yesus tidak suka denganorang malas."Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang yang rajin menjadikan kaya"(Ams. 10-4). Tuhan menyuruh kita untuk menjadi orang yang rajin atau gigih dalam melakukan setiap tugas secara maksimal.

Paulus juga menasehati jemaat di Tesalonika supaya rajin bekerja "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan"(2 Tes. 3:10).
Seorang majikan yang mencari karyawan pasti mencari orang yang rajin. Orang mencari pembantu, misalnya, pasti tidak mau menerima pembantu yang mlas dan lamban kerjanya. Pastilah ia mencari pembantu yang bisa bangun pagi, lalu memasak, dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lainnya, seperti menyapu dan mengepel lantai. Pembantu yang malas dan tidak suka bekerja tidak akan bertahan lama.

Tuhan rindu setiap anak-Nya menjadi orang yang rajin. Tuhan mencari orang-orang yang mau diberkati supaya menjadi berkat. Tuhan mencari orang-orang yang rindu berkarya bagi kemuliyaan-Nya. Untuk melayani Tuhan, kita bisa menggunkan talenta kita, uang kita, keahlian kita, dan banyak lagi yang lain.

b.Yesus memiliki waktu untuk beristirahat

Seharian bekerja membuat Yesus merasa lelah. "Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka : "Marilah kita bertolak ke seberang" (Mrk.4:35). Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk meninggalkan orang banyak itu dan beristirahat sejenak. Yesus masuk ke buritan dan tidur di sana. Yesus melepaskan kelelahan fisik-Nya dengan tidur. Yesus tidur dengan nyenyak-tidak sekadar menutup mata dan merebahkan tubuh Jasmani-Nya memiliki kapasitas tertentu yang tidak bisa dipaksa untuk bekerja terus menerus.

Tidur adalah bentuk istirahat yang paling baik bagi tubuh kita untuk tidur rata-rata 6-8 jam tiap harinya. Univeristas Harvard pernah melakukan penelitian yang menemukan bahwa tidur siang selama satu jam bisa meningkatkan daya ingat dan kemampuan memahami masalah. Orang yang tidur nyenyak selama minimal satu jam memiliki kinerja yang sama bagusnya dengan orang yang tidur nyenyak selama dua hari berturut-turut.

Tidur adalah waktu yang disediakan Tuhan bagi tubuh kita untuk beristirahat supaya setiap bagian tubuh kita bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Kalau kita mengubah cetakan yang sudah semestinya bagi tubuh kita, pasti akan mucul dampak negatifnya. Apabila satu bagian dipakai bekerja terlalu keras, hal ini akan membuatnya cepat aus, tentu tidak bisa mengikuti kerja bagian lainnya. Keadaan ini disebut juga sakit. Kita harus belajar untuk menghargai setiap bagian tubuh kita yang sudah diciptakan Tuhan dengan sempurna. Kalau salah satu saja rusak, untuk menggantinya tidak cukup 1atau 2 miliar, itupun belum tentu berjalan seperti aslinya.

2. Tubuh Kita Memiliki Kapasitas Tertentu

Allah menciptakan tubuh kita dengan kapasitas tertentu. artinya ada batas segala sesuatunya . Sebuah truk misalnya, dibuat dengan kapasitas tertentu. Misalnya sebuah truk memiliki kapasitas untuk mengangkut barang seberat 10 ton. Apabila truk tersebut dipakai untuk mengangkut barang seberat 7,8, atau 10 ton tentu tidak masalah. Namun kalau dipaksa untuk mengangkut barang seberat 15,16 atau 18 ton, sekali dua kali mungkin tidak masalah, tetapi selanjutnya bisa mogok di jalan. Mesin truk itu pasti protes karena melebihi daya kemampuannya. Akibatnya, truk itu harus masuk bengkel, dan barang-barang yang ahrus dikirimkan jadi tertunda karena harus dipindah ke truk yang lain. Semuanya jadi repot.

Di rumah kita, kapasitas listriknya juga terbatas, misalnya 900 watt. Ini hanya cukup untuk penerangan, menyalakan TV, kulkas dan tape, tetapi tidak cukup untuk menghidupkan AC. Untuk membeli AC kita mungkin mampu, tetapi kapasitas listrik kita tidak sanggup. Kalau kita memaksa untuk memasang dan menghidupkan AC, sekeringnya akan putus dan listriknya mati.

Manusia juga memiliki kapsitas tertentu. Segala sesuatu yang melebihi kapasitas pasti merusak. Dizaman yang serba cepat ini, kita dituntut untuk ikut cepat juga. Kebutuhan yang semakin banyak memaksa kita untuk bekerja keras dan menjadi kreatif. Seorang pengusaha dengan semakin tinggi tingkat persainggan, pikirannya juga semakin ruwet. Dia harus terus mengawasi perkembangan pasar, jangan sampai pesaing merebut pangsa pasar yang sudah dikuasainya. Setiap hari rapat dengan para staff, membahas banyak hal, setiap hari seolah-olah sedang berperang supaya tidak kalah dengan pesaing. Keadaan ini bisa berbahaya kalau dilakukan terus menerus bisa-bisa Over capacity alias melampaui kapasitas .

Tugas seorang hamba Tuhan juga semakin berat di akhir Zaman ini. Ada begitu banyak pelayanan seperti KKR, Konseling, dan kegiatan-kegiatan gerejawi lainnya. Seringkali malam-malam, seorang menelepon ingin konseling. Tidak peduli sudah jam sebelas malam, sudah waktunya istirahat, mereka menelepon karena jemaat sedang berbeban berat dan butuh nasehat. Hamba Tuhan itu pun menerimanya sekalipun esok paginya harus memimpin doa pagi
Karena itu, seorang hamba Tuhan harus bisa menjaga dirinya supaya tidak melebihi kapasitas. Kalau harus terus bekerja sampai melebihi kemampuannya. Padahal sudah muncul sinyal-sinyal tanda bahaya, lama-kelamaan tubuh akan protes dan menyerah . Harus masuk rumah sakit untuk istirahat total sehingga pelayanannya harus dihentikan sementara padahal tenaga, pikiran, dan kehadirannya sangat dibutuhkan di rumah Tuhan.

Selain bekerja yang tidak melebihi kapasitas, kita juga jangan tegang dalam bekerja. Pekerjaan yang dilakukan dalam perasaan tegang akan terasa berat dan melelahkan. Sekalipun pekerjaan yang dilakukan hanya sedikit, jika dikerjakan dengan tegang, pkerjaan itu kan tersa sangat banyak. keteganggan membuat kita seolah-olah sedang mengerjakan proyek yang sangat berat. Sebaliknya, ada orang yang wajahnya tetap ceria sekalipun banyak pekerjaan, tetap bersemangat mesikup mengejar tenggat waktu, tubuhnya pasti lebih sehat.

3. Manusia Memerlukan Istirahat

Ada waktu untuk bekerja keras, ada waktu juga untuk beristirahat. Tuhan sudah mengatur alam semesta bekrja denga seimbang. Siang hari waktunya manusia bekerja dan berusaha sedangkan malm hari adalah waktunya untuk beristirahat. Apabila hidup kita dipenuhi dengan bekerja keras, menghitung untung dan rugi, mencari pangsa pasar yang baru, memikirkan investasi kita, bisa-bisa kita melampaui kapsitas. punya rumah yang indah dan kasur yang empuk, tetapi tidak pernah bisa tidur yang nyenyak. Karena sakit, dia terpaksa harus tidur di rumah sakit yang kasurnya keras dan sudah dipakai banyak orang. Menghasilkan banyak uang, tatapi tidak bisa menikmatinya. Punya simpanan di bunk, tetapi tidak leluasa hidupnya. Seorang konglomerat pernah berkata bahwa dulu dia tidak bisa makan makanan eank karena tidak punya uang untuk membelinya. Sekarang, dia punya banyak uang, tetapi tidak bisa makan enak karena semua makanan enak tinggi kolesterol. Percuma punya uang banyak, tetapi tidak bisa menikmatinya.

Ada seorang hamba Tuhan yang baru dikaruniakan seorang bayi. Sebelum memiliki anak, pasangan hamba Tuhan ini selalu melayani bersama-sama, kemanapun selalu bersama . Setelah anak mereka lahir, mereka memutuskan bahwa istrinya tinggal di rumah untuk mengasuh bayi itu. Setiap pulang dari pelayanan , hamba Tuhan ini sealalu menceritakan apa yang sudah dikerjakan nya. Istrinya dengan seang hati mendengarkan cerita itu. Namun lama kelamaan, hamba Tuhan Ini merasa ada yang berubah dalam diri Istrinya. kalau biasanya pulang kerumah istrinya menyambutnya denagn wajah gembira, saat itu wjahnya cemberut.

Ketika hamba Tuhan ini menceritakan pelayannya, istrinya menanggapi dengan acuh-tak acuh, sehingga hamba Tuhan ini mulai berpikir, "Ada apa den gan istriku, ya?" Sekarang dia berubah. Baru beberapa bulan tidak pelayanan, hatinya sudah menjauh dari Tuhan." Hamba Tuhan ini mulai mendoakan Istrinya, "Dalam namaYesus, Iblis yang masuk dalam hati istriku keluar!" Dia terus mendoakan istrinya, tetapi tidak ada perubahan. Wajah istrinya masih terlihat muram. Setiap kali dia berdoa, tidak terjadi apapun, dia mulai bertanya kepada Tuhan, "Apa yang salah, Tuhan?" Dan Tuhan berkata kepadanya, "Istrimu tidak kemasukkan Iblis. Meskipun kamu usir, Iblisnya tidak keluar karena memang tidak ada Iblisnya. Istrimu hanya terlalu lelah. Tidurnya kurang karena harus menjaga anak kalian. Kalu malam, bayinya sering bangun dan rewel, sehingga istrimu tidak cukup istirahatnya." Keesokan harinya, hamba Tuhan ini berkata kepada istrinya, "Ma, hari ini biar aku yang mengurus bayi kita, kamu istirahat saja hari ini."

Hari itu, hamba Tuhan ini mengurus bayi mereka mulai dari menggendong, membuatkan susu, mengganti popok, sampai memandikan. Sementara, istrinya tidur pulas dari pagi sampai sore. Ketika bangun, tubuhnya segar kembali dan siap menghadapi hari yang baru.

Bekerja keras itu baik karena Tuhan tidak menyukai orang yang malas, tetapi harus ingat istirahat karena tubuh kita didesain denagnkapasitas tertentu. Namun janganlupa berdoa dan menyerahkan setiap beban dan permasalahan kita kepada Tuhan.
kiata harus menyediakan waktu setiap hari untuk menghadap Tuhan dan menyerahkan segala pekerjaan kita kepada-Nya. Berdoa berati kita mengakui abhwa kita memerlukan Tuhan dan memercayai-Nya yang memelihara hidup kita.

Orang yang hatinya melekat kepada Tuhan akan Hidup dalam anugerah Tuhan "Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah, usaha orang yang membangunnya: jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, Sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah - sebab Ia memberikannya kepada yang Dicintai-Nya pada waktu tidur." (Mzm. 127:1-2).

Kerja keras orang-oarang yang diberkati Tuhan akan menghasilkan sesuatu yang ebrguna dan bisa dinikamati. Namun orang-orang yang hatinya menjauh dan menolak Tuhan berarti juga menjauh dari anugerah Tuhan. Orang yang menjauh dari Tuhan bekerja sampai setengah mati, tetapi tidak mendapat berkat dari Tuhan. Segala yang dikerjakannya denagnsekuat tenaga menjadi sia-sia karena tidak di berkati Tuhan. Tuhan sudah menyediakan berkat bagi orang-orang yang dikasihi-Nya ketika mereka Tidur. Hiduplah terus dalam anugerah dan berkat Tuhan sehingga tidak menjadi orang yang bekerja sampai setengah mati tetapi tidak diberkati.

Cara Menikmati Hidup#2: Memiliki
Hubungan yang Baik dengan Orang Lain

1. Yesus Tenang Menghadapi Orang Lain

"Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka : 'Marilah kita bertolak ke seberang'" (Mrk. 4:35).
Yesus memiliki inisiatif untuk membawa murid-murid-Nya ke suatu tempat dan beristirahat. Namun di ayat 36, keadaan yang terjadi adalah sebaliknya, murid-murid lah yang membawa Yesus ke seberang. Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta denagn mereka dalam perahu dimana Yesus telah duduk dalam perahu dimana Yesus telah duduk dan perahu-parahu lain juga menyertai Dia. Sering kali bukan Tuhan yang membawa kita kepada rencana-Nya, tetapi kita yang membawa Tuhan untuk memenuhi rencana kita.

Kita sering memilih jalan kita sendiri dan meminta Tuhan untuk menolong dan memberkati kita. Kita meminta Tuhan untuk berjalan bersama kita di jalan yang kita anggap baik dan menyenagkan . Kita sering menempatkan Tuhan sebagai pembantu yang harus siap sedia menolong ketika kita memanggil-Namanya. Sering kali juga kita menggangap Tuhan sebagai tukang pos yang hanya menjadi pengantar jawaban-jawaban doa yang kita inginkan. Kita bahkan mengaggap-Nya boneka rohani yang mengikuti kemauan kita, menyukai apa yang kita sukai dan menolak apa yang kita tolak.

Ketika Yesus diperlakukan tidak menyenagkan oleh murid-murid-Nya, Yesus tidak sakit hati atau tersinggung. Yesus tetap lapang hati dan bersuka-cita. Yesus tidak menyimpan kemarahan dalam Hati-Nya dan tetap tenang. Tiba-tiba, badai datang menghantam perahu mereka dan air masuk ke dalam perahu. Murid-murid panik dan ketakutan kalau-kalau perahu itu tengelam. Pada bagian perahu yang lain, tepatnya di buritan, Yesus sedang tidur dengan nyenyak. Sekalipun badai bergelora mengombang-ambingkan perahu itu. Yesus tetap tenang."Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah Tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: 'Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"' (Mrk. 4:36). Murid-murid mendatangi Yesus dengan marah dan menyalahkan-Nya.

Tindakan murid-murid ini sering kita lakukan juga . Kita tidak bertanya pendapat Tuhan dan rencana-Nya bagi hidup kita, tetapi kita memutuskan sendiri keingginan kita . kita memilih jalan kita sendiri dan berfikir bahwa keputusan kita adalah jaln yang terbaik. Kemudian karena tidak sesuai dengan rencana Tuhan, Muncul kesalahan dan kita menyalahkan-Nya. Meskipun sebenarnya itu kesalahan kita, tetapi kita tidak mau disalahkan, kita memilih untuk menyalahkan Tuhan. Badai datang dalam hidup kita dan air mulai masuk dan membuat perahu kita tenggelam membuat kita ketakutan, baru kita berpaling kepada Tuhan dan bertanya,"Tuhan, mengapa semua ini terjadi ? apa Tuhan tidak peduli lagi padaku"? Kita mulai menyalahkan Tuhan.

Murid-murid datang dan menyalahkan Yesus meskipun itu bukan kesalahan-Nya. Orangyang jelas salah saja belum tentu mau disalahkan apalagi jika kita tidak melakukan kesalahan tetapi disalahkan. Yesus bisa saja marah karena murid-murid memperlakukan-Nya tidak menyenangkan , tetapi Yesus tidak melakukannya. Hati Yesus tetap tenang dan tidak emosi. Yesus tetap bersabar meskipun dipersalahkan tanpa bukti. Yesus tidak dendam atas perlakuan buruk yang Dia terima.

Seperti yang dilakukan Tuhan Yesus, kita harus belajar untuk tidak menyimpan dendam atas perlakuan buruk yang Dia terima.

Seperti yang dilakukan Tuhan Yesus, kita harus belajar untuk tidak menyimpan kemarahan, kebencian atau sakit hati. Orang yang suka menyimpan sakit hati hidupnya semakin lama akan menghitam, penuh penderitaan dan tidak ada sukacita. Orang jawa menyebutnya uripe nelangsa.

2. Melupakan Masalah Masa Lalu

Dalam sebuah pelayanan, ada seorang nenek berusia 80 tahun yang ikut konseling. Ketika ditanya tentang suaminya, tiba-tiba wajahnya berubah. Dia berkata bahwa dia benci sekali dengan Suaminya. Saat ditanya alasannya, nenek itu mulai bercerita panjang lebar tenatng suaminya. Intinya, dia membenci suaminya karena pernah berselingkuh. Nenek itu ditanya kapan tepatnya suaminya berselingkuh dan nenek itu menjawab, "Sekitar empat puluh tahun yang lalu. "Lalu ia ditanya lagi, "Suami nenek sekarang dimana?" Nenek itu menjawab, "Suamiku sudah mati lima belas tahun yang lalu." Selama empat puluh tahun, nenek itu hidup dalam kebencian dan sakit hati.
Waktunya yang berharga berlalu begitu saja karena dia terus-menerus mengingat-ingat kesalahan orang yang bahkan tidak bisa berbuat sesuatu.
Sebenarnya, waktu selama empat puluh tahun bisa dia gunakan untuk menjadi manusia yang maksimal, tetapi dia membuat hidupnya sendiri muram dan tidak bersukacita. Tuhan sudah menyediakan kegembiraan dan penderitaan tiap-tiap hari, apabila kita hanya melihat penderitaan itu, kegembiraan yang seharusnya bisa kita nikmati akan berlalu begitu saja.

Tuhan tidak merangkai masa depan kita dengan melihat masa lalu kita. Terlalu banyak waktu yang kita habiskan untuk meratapi masa lalu sehingga pandangan kita ke masa deapn terhalang. Tuhan mengizinkan kesalahan terjadi di masa lalu kita suapaya kita tidak tidak melakukan kesalahan yang sama di masa mendatang. Kesulitan nyata di depan kita bisa kita atasi, tetapi bayang-bayang masa lalu tidak bisa kita taklukan, hanya bisa kita taruh Ditangan Tuhan dan melupakannya. Mahatma Gandhi pernah berkata, "Tidak ada yang menguras tubuh seperti kekhawatiran, dan orang yang mempunyai iman kepada Tuhan harus malu untuk khawatir tentang apapun."

3. Melihat Allah dalam Diri Setiap Orang

Allah menciptakan setiap orang dengan indah dan unik. Tuhan tidak menciptakan sembarangan orang. Pribadi yang satu pasti berbeda dengan pribadi yang lain. Kita harus menyadari bahwa setiap orang itu berbeda. Banyak orang bermasalah dengan orang lain karena kita merasa orang lain harus hidup dan bertindak dengan cara dan pola pikir kita. Ketika orang bertindak dengan cara yang berbeda dengan cara kita, kita secara spontan menggangap itu salah. Padahal bukan manusia yang menetukan salah atau benarnya suatu hal, firman Tuhanlah yang menjadi patokan. Matius 7:1 berkata, "janganlah kamu menghakimi supaya kamu tidak dihakimi." Tuhanlah yang berhak untuk menilai dan menghakimi manusia. Karena Tuhan sudah menciptakan setiap orang sesuai dengan kehendak-Nya pada orang tersebut, berarti apabila kita mencela dan menghakimi orang lain, kita sedang mencela dan menghakimi Pribadi yang menciptakannya. Yesus berkata dalam Lukas 6:31, "Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka ."
Apakah kita mau dicela karena tubuh kita dianggap jelek, atau kita mau dihina karena kadang-kadang kita melakukan kesalahan? Pasti tidak! Setiap orang ingin dihargai dan diterima sebagaimana Allah sudah menciptakan kita. Kita juga ingin diampuni saat kita melakukan kesalahan. Seperti firman Tuhan di atas, kita harus memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Jika kita sendiri ingin dihargai, hargailah orang lain. Jika kita ingin diterima apa adanya dengan segala kelemahan dan kelebihan kita, terimalah orang lain apa adanya. Jika kita sering sekali melakukan kesalahan dan kita ingin diampuni, ampunilah orang lain.

Halangan kita untuk berhubungan baik dengan orang lain adalah kita selalu melihat kesalahan orang lain lebih daripada kesalahan kita. Yesus memperingatkan kita, "Mengapa engkau melihat selumbar dimata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?"(Mat. 7:3). Kita menjadi orang yang tidak bertengang rasa terhadap kesalahan orang lain karena kita pikir tidak akan melakukan kesalahan itu, kita pikir kita kebal berbuat salah. Menjadi orang yang bisa menikmati hidup berarti menjadi orang yang tidak menuntut bahwa orang lain harus sempurna dan seperti yang kita ingginkan.

Istri saya suka mengambilkan nasi dan lauk pauk ketika saya makan. Dulu saya pikir itu sesuatu yang tidak menyenangkan. Saya tidak bebas makan makanan yang saya inginkan. Bagi saya, tindakan istri saya saat itu membuat saya tidak nyaman. Namun sekarang saya melihat bahwa istri saya melakukan hal itu karena dia mengasihi saya, memerhatikan saya, dan memedulikan saya. Apabila saya terus menggunakan nilai dan pola saya untuk saya kenakan pada orang lain, hidup saya tidak akan bahagia. Saya akan tertekan karena karena saya tidak bisa mengikuti cara dan pola pikir istri saya.

Bagaimana kita bisa menikmati hubungan kita dengan orang lain? Caranya dengan melihat bahwa dalam diri setiap orang ada Allah disana. Apabila kita melihat kebaikan dalam setiap orang, kita tidak akan menilai dan menghakimi orang lain karena kita menyadari bahwa apabila kita mengejek orang lain berarti kita mengejek Allah yang menciptakan mereka. Apabila orang lain melakukan kesalahan, kita harus melihat bahwa itu sesuatu yang manusiawi.

Presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln, pernah mengatakan hal-hal yang baik tentang lawan politiknya. Suatu ketika, seorang ibu bertanya mengapa dia melakukan hal tersebut, bukankah dia seharusnya menghancurkan musuh-musuhnya. Lincoln menjawab, "Saya menghancurkan musuh saya dengan menjadikan mereka sahabat saya."

Kita kan lebih menikmati hidup dengan berdamai dengan orang-orang di sekeliling kita. Orang yang paling menyedihkan di dunia bukanlah orang miskin, tetapi orang-orang yang tidak memiliki sahabat.


Cara Menikmati Hidup #3:Berdamai
dengan Masalah

1. Jangan Resah Hati

Ketika topan menggoncang perahu murid-murid-Nya, murid-murid ketakutan, tetapi Yesus bisa tidur denagn nyenyak. Murid-murid berteriak-teriak panik dan khawatir perahu itu akan tenggelam. Mereka mencari keberadaan Yesus dan kaget karena menemukan Yesus sedang tidur nyenyak. Mereka membangunkan Yesus dan meragukan kepedulian Yesus atas hidup mereka . Melihat kekacauan itu, Yesus bangun dan berkata kepada Danau itu, "Diam dan Tenanglah !" Seketika itu juga, angin reda dan danau itu menjadi teduh kembali. Yesus memandang wajah-wajah ketakutan murid-murid-Nya dan berkata, "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Yesus berkata seperti itu mungkin ingin menegur murid-murid-Nya bahwa Dia -penguasa alam Semesta ada bersama dengan mereka sehingga mereka tidak perlu takut.

Tuhan tidak pernah berkata bahwa hidup kita di dunia ini akan bebas dari masalah dan selalu berjalan lancar. Selam hidup, kita akan terus berhadapan dngan masalah. Satu mesalah selesai, muncul lagi masalh baru. Daud sekalipun sangat dikasihi Tuhan dan hidupnya berkenan di Hadapan Allah, tidak memiliki hidup yang terus lancar tanpa masalah. Daud mengalami dikejar-kejar musuhnya, bersembunyi di gua-gua, dan berjalan melintasi padang gurun. Daud tahu rasanya dibenci oleh anak-anaknya sendiri, Diolok-olok oleh Istrinya, dan ditegur karena berbuat dosa. Namun yang membuat Daud dpat bertahan dengan semuanya itu dan tetap berkenan di hadapan Tuhan adalah dia dapat menjaga hatinya tetap tenang dan percaya kepada Tuhan .

Daud tidak mersa resah hatinya sehingga dia tetap bisa menyembah Tuhan. Sekalipun masalah mengelilingi Daud, mulutnya tetap berkata-kata positif dan memandang Kepada Tuhan
 
Mazmur 23:4 berkata,"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takit bahaya, sebab Engkau beserta-Ku dan Tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Dan dalam mazmur 27:3, Daud menulis, "Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku: Sekalipun timbul peperangan melawan aku dalam hal itupun aku tetap percaya."

Daud menulis kata "Sekalipun" yang berarti keadaan yang ia alami tidak selalu seperti yang dia ingginkan. Namun Daud tetap yakin dan percaya kepada Tuhan seaklipun keadaan bisa membuatnya ketakutan dan gemetar. Daud yakin bahwa Allah tidak pernah meninggalkan dia sendirian dan membiarkannya menanggung semuanya sendiri.

Hati yang resah akan mebuat mulut ikut resah. Ketika kita membiarkan hati kita resa, mulut kita akan bersungut-sunggut, mengeluh dan mengerutu. Karena perkataan kita akan memengaruhi iman kita. "Jadi, iman kita timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus"(Rm. 10:17).
Keadaan iman kita dipengaruhi oleh kata-kata yang kita ucapkan. Ini yang menyebabkan Daud terus bertahan menghadapi setiap bahaya dan masalah, yaitu karena Daud berkata-kata positif dan membangun diri sendiri.

Selain memengaruhi didiri sendiri, perkataan kita juga akan memengaruhi sekeliling kita. Perkataan yang positif bisa membagun diri sendiri dan orang lain. sedangkan perkataan negatif selain melemahkan iman, juga ikut membuat resah sekeliling kita. dI dalam keluaga misalnya ada satu anggota saja yang hobinya resah dan khawatir ketika menghadapi masalah. Hal ini akan meemngaruhi anggota kelurga yang lain. Itupun baru satu masaalah, kita bisa bayangkan apa yang terjadi jika menghadapi dua masalah besar sekaligus!

Ingat perjalanan bangsa Israel ketika keluar dari tanah perbudakan, Mesir, menuju tanah perjanjian, Kanaan. Bangsa Israel terkenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk, keras kepala, dan angat suka mengeluh. Tuhan sudah mengadakan mukjizat di Laut Teberau sehingga bangsa Israel bisa menyebran, tetapi mereka mulai bersungut-sungut karena mereka mendapatkan air yang pahit. Lalu Tuhan mengadakan mukjizat dengan membuat air yang pahit itu menjadi manis, bahkan ketika tiba di elim mereka mendapati 12 mata air dan 70 pohon kurma. Namun tidak lama setelah itu, ketika mereka berjalan melintasi padang gurun, mereka kembali bersungut-sungut karena mereka tidak memiliki cukup daging untuk dimakan.

Tuhan mendengar keluhan mereka dan mengirimkan berduyun-duyun burung puyuh menutupi perkemahan mereka sehingga mereka bisa makan sampai kenyang lagi. Setelah mereka berjalan lagi dan tiba di Masa dan Meriba, kembali mereka bersungut-sungut karena tidak ada air. Begitulah perjalanan bangsa Israel penuh dengan bersungut-sungut, sehingga hati Tuhan ikut resah juga. Perjalanan yang bisa mereka selesaikan dalam 11 hari menjadi 40 tahun karena mereka bersungut-sungut.Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah Murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN diantara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan" (Bil. 11:1). Dan karena sungut-sungut mereka, Tuhan membinasakan mereka sehingga mereka tidak sampai kepada Tanah perjanjian itu(Bil. 14:29). Tuhan tidak mentolerir sikap bersungut-sungut karena hal itu membuat bagsa Israel memberontak dan berpaling dari Tuhan.

Kita harus menjaga hati kita agar kita tidak resah. Mari kita belajar mengucap syukur dalam segala hal yang kita hadapi dan terus berkata-kata positif. Kata-kata yang positif akan membangun diri kita dan sekeliling kita. Firman Tuhan berkata bahwa iman timbul dari pendengaran dan pendengaran akan Firman Kristus (Rm. 10:17). Ketika kita merasa keadaan kita tidak seperti yang kita harapkan, ucapkan firman Tuhan supaya kita dikuatkan kembali dan berhasil melalui masalah tersebut dengan berkemenangan.

2. Diam dan Tenanglah!

Ketika badai melanda kapal yang ditumpangi Yesus dan murid-murid-Nya, reaksi Yesus adalah berkata kepada Badai itu,"Diam dan Tenanglah!" Setelah Yesus berkata seperti itu, angin itu reda dan danau menjadi teduh sekali." Diam dan Tenanglah !" berarti ketika masalah datang, hal yang pertama harus kita lakukan adalah tutup mulut dan Diam di kaki Tuhan. Seringkali tindakan kita yang pertama kali ketika masalah datang adalah mencari orang untuk kita ajak bicara. Kita mencurahakan isi hati kita kemudian meminta nasehat mereka. Seharusnya, pribadi yang pertama kali kita hubungi ketika menghadapi masalah adalah Tuhan dan mencurahkan isi hati kita kepada-Nya."Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Maha Kudus, Allah Israel:'Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam Tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.' Tetapi kamu enggan" (Yes. 30:15). Dalam tinggal tenang dan percaya, tersedia kekuatan bagi kita.

Kecenderungan orang ketika masalah datang adalah panik. Ketika panik, kita terburu-buru untuk memutuskan segala sesuatunya. Masalah yang sebenarnya tidak terlalu rumit jadi terlihat sangat besar dan rumit karena kita panik. Tuhan berkata bahwa kita harus tenang supaya kita bisa melihat masalah dengan jelas dan memutuskan hal yang terbaik.

mancari nasehat orang lain tidak salah, meskipun tidak sembarang orang kita mintai pendapatnya. Kita harus melihat kerohanian dan kehidupan orang tersebut. Namun, hal yang utama adalah kita meminta pendapat TUhan. Setelah berdoa, kita bisa meminta nasehat orang lain karena Tuhan bisa memakai orang lain untuk menawarkan solusi yang tepat .

3. Berhenti Mengkhawatirkan Segala Hal

Orang yang pikirannya dikuasai oleh ketakutan dan kekhawatiran hidupnya juga penuh dengan ketakutan dan kekhawatiran. Ketakutan yang menguasai pikiran kita akhirnya akan berpengaruh pada sikap kita. Kalau sikap kita dipengaruhi ketakutan, akibatnya, hal yang selama ini kita takutkan akan menjadi kenyataan. Seperti Ayub katakan, "Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku"(Ayb. 3:25).

Ada seorang istri yang merasa bahwa suaminya berselingkuh, padahal Suaminya seorang yang setia, jujur dan kenyataannya tidak pernah berselingkuh . Setiap suaminya pulang terlambat, ia sudah curiga. Suaminya terlambat sepuluh menit saja, ia sudah bertanya, "Papa dari mana saja, sih, kok terlambat sepuluh menit? Hayo, pasti Papa selingkuh!" Karena suaminya merasa tidak pernah berselingkuh tentu suaminya menjawab tidak. Semakin lama, kecurigaan Istrinya itu semakin besar dan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan semakin gencar. Karena bosan dengan tuduhan sang istri, akhirnya suaminya benar-benar berselingkuh. Ketika hal itu terjadi, istri itu hanya berkata, "Benar juga apa yang dulu aku katakan. "Suaminya berselingkuh buakn karena dia tidak mencintai istrinya, Melainkan karena perkataan negatif istrinya.

Sebenarnya apabila kita mau berdiam diri, 90 persen kekhawatiran kita tidak pernah terjadi. Namun, keadaan buruk yang akhirnya menimpa kita itu 90 Persen karena kita mengkhawatirkannya. Jadi lebih baik kita tidak mengkhawatirkan hal-hal yang sebenarnya tidak layak untuk di khawatirkan. Kekhawatiran itu tidak ada gunanya, seperti yang Yesus katakan dalam Matius 6:27,"Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya ?" Ayat ini bermaksud mengajarkan pada kita bahwa kekahawatiran tidak membuat hidup kita lebih baik, lebih maju, atau berhasil. Kalau perasaan khawatir bisa menambah hidup kita sehasta saja, Mari terus khawatir. namun, kenyataannya khawatir tidak menambahkan kebaikan sedikit saja dalam hidup kita, jadi untuk apa khawatir? Lebih baik kita singkirkan kekhawatiran itu dan menyerahkan segala beban dan permasalahan kita kepada Tuhan. Ketika kita berhenti khawatir, dijamin, kiat akan lebih lagi menikmati hidup.

Ada sebuah legenda dari Irak tentang wabah penyakit sampar yang mematikan begitu banyak orang. Suatu hari, ada seorang yang mengendarai kuda di padang gurun. Dalam perjalanannya dia melihat seorang berjubah hitam dan mengendarai kuda berwarna hitam. Ketika kuda mereka berpapasan, orang itu bertanya kepada si jubah hitam, "Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan disini ?" si jubah hitam itu menjawab, "Aku ini malaikat maut, aku baru saja membawa 8.000 orang yang mati kena sampar." Orang itu terkejut dan ngeri mendengarnya. Malaikat maut itu berkata lagi, "Itu belum seberapa, nanti malaikat maut akan datang lagi untuk membawa 42.000 orang mati. "Orang itu lebih terkejut lagi, ia bertanya, "Yang 42.000 orang itu juga mati kena sampar? Wah, wabah ini sangat mengerikan."Malaikat maut itu menjawab,"Oh, bukan ! Yang 42.000 orang mati hanya ketakutan kena sampar. Begitu takutnya sampai mereka mati!" Ketakutan yang kita biarkan menguasai diri kita membuat kita tidak hidup dengan bebas.

Tuhan sudah menyediakan bagi kita masa depan yang penuh pengharapan. Tuhan lebih mengetahiu apa yang terbaik bagi hidup kita daripada diri kita sendiri. Tuhan akan melakukan apapun yang sudah dirancangkan-Nya sekalipun itu tidak sesuai dengan kehendak kita "Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana "(Ams.19-21). Bahkan Ayub mengetahui bagaimana hidupnya di tangan Tuhan, Sehingga seburuk apapun keadaanya, dia tahu Tuhan tidak akan meninggalkannya."Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal." (Mzm.3:3).

Kekhawatiran kita tidak membuat hidup kita lebih bahagia. Kekhawatiran kita juga tidak membuat masalah langsung terselesaikan. Mengapa Tuhan menyuruh kita menyerahkan kekhawatiran kita kepada-Nya? Karena Tuhan ingin mengajar kita bahwa hidup kita ada di tangan-Nya, bukan di tangan manusia atau keadaan. Jadi bagaimana pun kondisi kita, seburuka apapun itu, Tidak maslah bagi Tuhan.

Pelajaran untuk tidak khawatir bisa kita dapatkan dari Hidup Daud. Ketika anaknya, Absalom mengejarnya, Daud berkata, "Tetapi Engkau TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku"(Mzm.3:3) Ketika masalah datang Daud tetap bisa tidur nyenyak karena dia percaya Allah yang dia andalkan tidak pernah tertidur. Daud juga meyakini bahwa dia tidak perlu takut karena Allah adalah terang dan keselamatannya, dan menjadi benteng dalam kehidupannya sehingga tidak perlu gemetar(Mzm. 27:1)

Firman mengajar kita untuk menyerahkan segala kekhawatiran kita karena Allah yang memelihara kita. Buang setiap kekhawatiran karena Allah yang akan bertindak bagi kita dan membela kita. Mazmur 37:4 berkata "... Dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu."

4. Percaya pada Pertolongan Tuhan

Badai yang menggoncang perahu yang ditumpangi Yesus dan Murid-murid-Nya membuat murid-murid ketakutan dan panik. Mereka takut air laut yang masuk ke dalam perahu akan membuat perahu itu tenggelam . Begitu ketakutannya sampai mereka lupa ada Yesus bersama mereka. Fokus mereka hanya pada masalah yang terlihat sangat besar, sehingga kekuatan Allah seakan-akan sangat kecil.

Sebagai manusia normal, ada banyak hal yang kita takutkan dalam hidup ini. Kita takut tidak lulus ujian, kita takut tidak mendapat pekerjaan yang sesuai, kita takut tidak sanggup mencukupi kebutuhan keluarga, kita takut kelurga kita tidak bahagia, kita takut usaha kita gagal. Apabila kita coba menghitungnya, ada terlalu banyak ketakutan yang kita rasakan. Namun Tuhan berkata di Yesaya 41:10,"....janganlah takut, sebab aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu:aku kan memegang engkau denagn tangan Kanan-KU yang membawa kemenangan."

Tuhan berkata bahwa Dia memberi kita bukan roh ketakutan melainkan roh yang membangkitkan kekuatan. Apabila hidup kita dikuasai oleh ketakutan, itu artinya kita belum sempurna di dalam kasih."Di dalam kasih tidak ada ketakutan :kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan ; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barang siapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih"(1.Yoh. 4:18)

Kalau kita melihat keadaannya, takut dan khawatir adalah kebalikan dari keaadan tenang. Orang yang takut dan khawatir berarti hatinya tidak tenang, kita tidak takut. Daud berkata bahwa hanya dekat Allah saja, dia merasa tenang karena dari Tuhanlah keselamatannya. Daud menyadari bahwa hidupnya adalah milik Tuhan, dia merasa tenang karena dari Tuhanlah keselamatannya. Daud menyadari bahwa hidupnya adalah milik Tuhan, dan selama dia dekat kepada Tuhan, dia akan tetap tenang. Mari periksa dalam diri kita sendiri, mengapa kita takut? Apakah kita sedang melangkah menajuh dari Tuhan? Karena selama kita tetap bersandar dan meyakini kekuatan-Nya yang tidak terbatas, kita akan tetap tenag.

Ada sebuah cerita tentang sebuah kapal keluarga pendeta yang mengalami karam kapal. Dalam kecelakaan tragis itu, empat dari lima orang anggota keluarga tersebut meninggal dan hanya satu orang yang hidup. Anak yang masih hidup itu merasa hidupnya tidak berguna lagi karena tidak akan ada yang mengasihi dan melindunginya. Dia bertanya kepada Tuhan, mengapa hanya dia yang diizinkan selamat dari kecelakan itu atau mengapa dia tidak ikut meninggal saja. Namun Tuhan membuka matanya dan membuatnya tenang. Akhirnya dia kembali dikuatkan dan dari pengalaman pahit itu terciptalah sebuah lagu yang amat indah, So Well My Soul Dia menemukan ketenangan di dalam Tuhan yang memberinya alasan untuk hidup sekalipun keadaan dan kemampuannya terbatas.

Matius 6:34 berkata, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahan sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.."
Setiap hari, ada kesusahan yang harus kita hadapi dan Tuhan memberi kita kemampuan untuk mengatasinya. Namun ketakutan dan kekhawatiran adalah memikul beban hari kemarin pada beban hari ini ditambah beban hari esok sebelum kita perlu menanggungnya.

Daniel memilki pengalaman menakjubkan tentang cara dia memercayai Tuhan . Daniel memilki hidup yang tidak tercela, dan hal itu diakui oleh seteru-seterunya. Daniel adalah satu diantara tiga orang yang dipercaya untuk menjadi tangan kanan raja dia memiliki roh yang luar biasa yang melampaui semua orang di tempat itu. Karena kepercayaan itu, Daniel dimusuhi oleh kawan-kawan di tentempat kerjanya. Mereka mencari celah untuk menjatuhkan Daniel sekalipun Daniel tidak pernah merugikan mereka."Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia kerumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (Dan.6:10)

Masalah datang dalam hidup Daniel, tetapi dia tidak mencari pertolongan manusia karena dia tahu sia-sialah jika mengandalkan manusia. Bahkan Raja yang mengasihinya dan memercayainya tidak bisa meembelanya. Dia yat tersebut di tekankan bahwa Daniel datang kepada Tuhan tidak hanya ketika dia mendapat masalah. Menyembah Tuhan adalah Gaya hidup Daniel. Akhirnya hukuman pun dijatuhkan kepada Daniel."Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel Dan dilemparkan ke dalam Gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel:' Allahmu yang kau sembah dengan Tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!"'(dan. 6:16).
Daniel sama sekali tidak takut atau khawatir. Dia menyerahkan hidupnya kepada Sang pemilik hidup. Dan terbukti penyerahan Tuhan dalam hidup Daniel dia selamat. "Allahku tealh mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut-mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya: tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan"(Dan. 6:22)

Daniel percaya bahwa bagi Allah, tidak ada yang terlalu sulit dan jika dia tidak terbukti bersalah, Allah akan membelanya. Daniel tidak dikuasai oleh ketakutan karena dia tetap melekat kepada Tuhan. Seperti yang dilakukan Tuhan kepada Daud, "Sungguh, ahtinya melekat kapada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku" (Mzm. 91:14)

Menikamati Hidup Bersama Tuhan

yesus memiliki hidup yang seimbang selama menjadi manusia. Dia bekerja dengan keras, pergi ke banyak tempat dan melayani bermacam-macam orang dan permintaan. Yesus tidak menyia-nyiakan hidup-Nya dengan bermalas-malasan . Namun yesus juga punya waktu istirahat dan tidur yang cukup, sehingga tubuh-Nya bisa digunakan dengan maksimal. Yesus tahu bahwa tubuh manusia diciptakan dengan kapasitas tertentu yang apabila digunakan melebihi kemampuannya tidak akan sanggup bertahan lama .

Tuhan memberi kita tubuh yang sudah di desain dengan sempurna untuk bekerja dan beristirahat. Apabila kita tidak bekerja dengan maksimal, tubuh kita akan menjadi loyo dan sia-sia. Namun apabila kita bekerja terus dan tidak pernah istirahat, Tubuh kita juga tidak bisa menerimanya . Untuk bisa menikmati hidup kita harus seimbang antara bekerja dan beristirahat. Istirahat adalah waktu yang sudah disediakan untuk memulihkan tenaga dan membuat kita tenang. Pikiran yang kacau dan penuh dengan pekerjaan membuat kita tidak bisa berdoa, kita sedang menjauh dari Tuhan, dan masalh yang datang akan terlihat sangat besar.

Selama kita hidup, kita akan terus berhadapan dengan masalah. Selihai apapun kita, kita tidak bisa menghindar dari datangnya masalah. Namun bagi orang percaya, masalah bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan, melainkan sesuatau yang harus dikalahkan dan diatasi. Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya.Tuhan tidak memberi kita hidup yang selalu murung dan sengsara. Dia memberi kita hidup yang indah dan menyenagkan karena kita sudah diretebus dari segala dosa dan kesalahan kita.

Ada seorang miskin yang diberi tiket kapal kelas 1 untuk pergi ke Jakarta . Orang yang memberi berkata kepadanya. "Kamu tidak usah khawatir. segala kebutuhanmu sudah ditanggung. Yang penting simpan baik-baik dan pergunakan tiketmu." Karena takut hilang. Orang miskin itu pun menyimpan baik-baik tiketnya.

Ketika masuk ke kapal yang besar itu, orang miskin itu minder dan takut. Dia memikirkan bagaimana makanannya nanti atau dimana dai akan tidur karena tidak punya uang. Akhirnya kerena ketakutan, dai tidur di ruangan yang kotor dan dinggin , dan kelaparan menahan lapar. Sampai di Jakarta, badanya kotor, bau dan lapar. Dia tidak membaca bahwa tiket yang dia bawa sudah termasuk kamar yang bagus dan makanan yang lezat selama pelayaran.

Orang miskin adalah gambaran diri kita. Tuhan sudah memberi kita tiket kelas satu untuk memilki hidup yang dibebaskan dan menyenangkan. Kita sudah masuk ke dalam hidup, tetapi sering kali kita tidak menikmatinya karena kita tidak membaca fasilitas-fasilitas yang tersedia satu paket dengan tiket tersebut.

Yesaya menulis dalam Yesaya 40:31,Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka sempurna rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya;mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah
Orang yang menati-nantikan Tuhan, hati kita akan tenang dan kembali dikuatkan. Dengan kekuatan yang baru itu, kita bisa menghadapi setiap pekerjaan dan pelayanan dengan hati gembira.****
 
6

Berkat melimpah di
saat krisis


(Kejadian 26:1-13)

Di negeri itu timbul lagi kelaparan seperti yang telah terjadi pada zaman Abraham. Ishak menghadap Abimelekh, raja orang Filistin, di Gerar dan minta izin untuk tinggal di sana. Hal itu dilakukannya karena TUHAN telah menampakan diri kepadanya dan kata,"Janganlah pergi ke Mesir: tinggallah di negeri ini, seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu. Aku akan melindungi dan memberkatimu. Seluruh wilayah ini akan aku berikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Aku kan menepati janji yang telah kuberikan kepada Abraham ayahmu. Aku akan memberikan kepadamu anak cucu sebanyak bintang dilangit dan seluruh wilayah ini akan kuberikan kepada mereka. Semua bangsa di bumi ini akan memohon kepada-Ku supaya Aku memberkayi mereka sebagaimana telah Kuberkati keturunanmu. Aku akan memberkati kamu, karena Abraham tekah mentaati Aku dan memelihara segala hukum dan perintah-Ku' jadi tinggallah Ishak di Gerar. Ketika orang-orang di situ bertanya tenatang Ribka, Ishak menjawab bahwa dia itu adiknya dan bukan istrinya. Ishak takut orang-orang itu akan membunuhnya untuk mendapatkan Ribka yang amat cantik itu. Setelah Ishak tinggal disana untuk beberapa lama, pada suatu hari Raja Abimelekh memandang dari jendelanya, dan dilihatnya Ishak sedang bercumbu-cumbu denagn Ribka. Maka di panggilah Ishak dan ia berkata, "Bukankah wanita itu Istrimu? Mengapa engkau mengatakan bahwa dia Adikmu?" Jawab Ishak " aya pikir saya akan dibunuh jiak menyatakan bahwa dia istri saya ." 'Apa yang kamu lakukan terhadap kami?" kata Abimelekh. "Salah seorang dari rakyatku bisa saja tidur dengan Istrimu, dan kalau hal itu terjadi engkaulah yang bertanggung jawab atas kesalahan kami itu."Kemudian Abimelekh memeperingatkan seluruh rakayatnya demikian, "Barang siapa menganggu orang ini atau istrinya, akan dihukum mati. "Ishak menaburkan bibit untuk bercocok tanam di negeri itu dan tahun itu mendapat hasil seratus kali lipat dari ynag ditaburkannya, karena TUHAN memberkati dia. Kekayaannya sendiri semakin bertambah dan ia menjadi semakin bertambah dan ia menjadi kaya raya.


krisis ekonomi tahun 97/98 yang berdampak pada berbagai sisi kehidupan, terulang kembali . Harga-harga kebutuhan semakin melambung setelah pemerintah memutuskan untuk untuk mengurangi subsidi dan menaikkan harga BBM. Kondisi seperti ini membuat masyarakat binggung dan panik. Berbagai kekhawatiran muncul seperti ketakutan mengalami kebangkrutan dan ketakutan terkena dampak pemutusan hubungan kerja. Aank-anak Tuhan pun tidak luput dari dampak tersebut. Namun demikian, anak-anak Tuhan bukanlah anak-anak yang takut menghadapi kekeringan.

Krisis yang lebih menakutkan dari apa yang dialami bangsa ini pernah dialami para pendahulu kita. Kisah Ishak, Abraham dan Yusuf, merupakan bukti bahwa Allah turut campur melepaskan dan menenangkan anak-anaknya dari krisis berkepanjangan . Pengalaman para pendahulu kita telah membuktikan bahwa Tuhan tidak akan membuat kita mati karena krisis, kelaparan atau kekurangan. Krisis, kelaparan dan kekurangan yang terjadi justru membuat mereka semakin dekat dengan Tuhan. Dalam arti yang lebih luas, Ishak, Abraham, dan Yusuf selalu tampil sebagai anak-anak Tuhan yang taat, berani menabur dalam kekeringan, mengalah dan mengandalkan Tuhan.

Melalui bab ini, saya menagajak untuk semakin melekat kepada Tuhan dan belajar seperti Ishak, Abaraham dan Yusuf. Karena Tuhan ya dan amin, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan untuk membuat kita semakin kaya dan diberkati denagn kasih dan karunia, mukjizat, dan anugerah Tuhan.

Kejadian 26:1 menulis, "Di negeri itu timbul lagi kelaparan seperti yang telah terjadi pada Zaman Abraham. Ishak menghadap Abimelekh, raja orang filistin, di Gerar dan minta izin tinggal disana".. Kisah ini diawali dengan keadaan tidak menyenagkan. Kelaparan memaksa Ishak harus mencari tempat yang baru untuk kelansungan hidupnya . Itu berarti bahwa hidup orang yang percaya kepada Tuhan tidak selalu mulus dan tanpa masalah. Namun, pada ayat 13 diceritakan bahwa keadaan berubah menjadi menyenangkan."Kekayaannya semakin bertambah dan ia menjadi kaya raya. Cerita ini luar biasa karena diawali dengan kelaparan, tetapi diakhiri dengan berkat yang melimpah.

Sama seperti Ishak, apabila kita sedang mengalami masalah yang tidak menyenangkan, kita bisa memilih untuk menerima masalah tersebut dengan suka cita karena Tuhan sanggup mengubah masalah yang tidak menyenangkan menjadi anugerah berlimpah dalam kehidupan kita.

Keadaan yang dialami bangsa indonesia saat ini juga tidak menyenangkan dan membuat banyak orang ketakutan. Sebagian pengusaha mengkhawatirkan perusahaan mereka terancam bangkrut. Banyak karyawan takut terkena PHK. Kondisi seperti ini hampir sama dengan kekeringan yang dialami Ishak. Namun kita patut bersyukur karena kisah yang luar biasa ini diakhiri denagan kelimpahan. Sebagai Gembala Sidang, saya merindukan setiap kita dapat belajar memahami cara-cara agar kita menghadapi kemarau panjang, krisis atau kekurangan dengan baik, sehingga berakhir dengan kasih atau karunia, anugrah dan berkat Tuhan. Keadaan ini juga menjadi kerinduan Tuhan, agar setiap anak-Nya bisa diberkati dan mengalami kelimpahan.

Dari kisah tentang Ishak kini, kita akan belajar beberapa hal tentang cara-cara Ishak mengakhiri masalah dengan baik. Musim kelaparan yang menimpanya diubahnya menjadi anugerah yang melimpah dalam kehidupannya.

1. Taat pada Firman Tuhan

Meskipun mengalami masalah, kelaparan dan kekeringan, akhirnya Ishak mengalami berkat yang besar. kunci paling penting disini adalah Taat pada Firman Tuhan . Dalam ayat 2 dikatakan,"Hal itu dilakukannya karena TUHAN telah menampakkan diri kepadanya dan berkata, "Jangan pergi ke Mesir; tinggallah di negeri ini, seperti yang telah kuperintahkan kepadamu". Selanjutnya pada ayat 5 dikatakan,"Aku akan memberkati kamu, karena Abraham telah menaati Aku dan memelihara segala hukum dan perintah-Ku."
Dan ayat 6, "Jadi tinggalah Ishak di Gerar".

Ketika terjadi kekeringan dan kelaparan, Ishak bergumul, itu artinya ia sudah menyusun rencana untuk mengantisipasi bencana yang menimpanya. Dia berencana akan pergi ke Mesir karena baginya, Mesir adalah bangsa yang besar. Namun, tiba-tiba Tuhan meminta Ishak agar tidak pergi ke Mesir, tetapi ke Gerar karena di tempat tersebut Tuhan akan memberkati dia, sama seperti yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham.

Ayat 6 menyebutkan,"Jadi tinggallah Ishak di Gerar." Ishak dengan taat melakukan perintah Tuhan. Karena ketaatannya, Ishak mengalami mukjizat dan kuasa Tuhan. Saya percaya, jika Ishak tidak taat kepada Tuhan, ia tetap akan pergi ke Mesir, dan dia tidak akan mengalami mukjizat karena berkat Tuhan tidak disediakan di Mesir. Apabila Tuhan memerintahkan sesuatu, Tuhan pasti memiliki rencana karena Firman Tuhan pasti mendatangkan kebaikan bagi kita. Seperti orang tua memberikan nasehat kepada anak-anaknya, nasehat itu pasti bertujuan untuk kebaikan anaknya supaya berhasil, bahagia, dan menaglami hal-hal yang baik di dalam hidupnya. Demikian juga, setiap perintah dan petunjuk Allah yang diberikan kepada kita bertujuan supaya kita mengalami hidup yang penuh anugerah.

Kita juga dapat belajar dari seorang bernama Simon atau yang disebut Petrus. Suatu kali, Simon sedang manjala ikan, tetapi semalam suntuk, tidak ada satu ekorpun ikan berhasil dia tangkap. Keadaan Simon menggambarkan orang yang sedang berjuang tetapi menaglami kegagalan. Keesokan harinya Simon sedang membersihkan jala ketika Tuhan Yesus datang untuk meminjam perahunya. Simon mengizinkan perahunya diapkai oleh Tuhan Yesus berkhotbah disitu. Ketika Tuhan Yesus menagjar, Simon juga ikut mendengarkan . Selesai berkhotbah, Yesus mengajak Simon bertolak ke tempat yang lebih dalam dan emminta dia menebarkan jala ke sebelah kanan perahunya. Meskipun Simon berkata bahwa tidak ada ikan yang berhasil ditangkapnya sepanjang malam, Simon tetap menuruti permintaan Yesus. Dan ketika Simon menebar jala, mukjizat terjadi. Sealin mendapatkan banyak ikan, hidup Simon menjadi penuh anugerah. Mengapa? Karena Simon melakukan perintah Tuhan. Jika tida, dia akan gagal dan pulang dengan tangan kosong, saya bersyukur, ketika melakukan Firman Tuhan, meskipun tidak masuakal, mukjizat terjadi. Karena Tuhan sudah menyediakan "Ikan untuk ditangkap".

Kita juga dapat belajar dari tokoh Alkitab yang sangat terkenal bernama Elia.Elia juga mengalami musim kekeringan panjang seperti yang dialami oleh Ishak, Ketika musim kering berlangsung banyak orang lapar dan haus karena tidak ada air. Saat itu Tuhan menyuruh Elia pergi ke sungai kerit. Secara manusia, perintah Tuhan ini rasanya tidak masuk akal karena sungai kerit adalah anak sungai Yordan.Sdah pasti Sungai kerit memiliki air yang sangat sedikit, apalagi di musim kering. Namun di balik cerita ini, Tuhan mempunyai rencana. Jika Elia pergi ke sungai Yordan mungkin dia akan mendapat air tetapi tidak ada burung gagak yang akan mebawakan makanan baginya. sebaliknya, karena Elia taat, dia tetap pergi ke sungai kerit. Selain mendapatkan air, ia juga memperoleh makanan karena Tuhan sudah memerintahkan burung gagak untuk membawakan makanan bagi Elia

Tuhan juga menyuruh Elia untuk pergi ke Sarfat untuk menemui janda miskin, yang hanya memiliki segengam tepung dan sedikit minyak . Bahkan makanan yang dimilki janda itu adalah makanan terakhirnya. Mengapa Tuhan meminta Elia untuk pergi kepada seorang Janda miskin? Karena Tuhan ingin melakukan mukjizat. Jika Elia datang ke tempat yang salah, mukjizat tidak akan pernah terjadi. Elia justru datang kepada janda Sarfaat karena Tuhan sudah menyediakan mukjizat dan kasih karunia. Karena Elia taat, tepung dan minyak di janda itu tidak habis sepanjang musim kering.

Saat mengalami krisis, kita harus belajar menaati firman Tuhan. Firman Tuhan akan menuntun hidup kita menemukan kasih karunia, sumber mata air yang baru.Melalui pelajaran ini, saya mengajak setiap kita untuk membuka hati supaya kita keluar dari kekurangan dan mendapatkan anugerah dan berkat Tuhan dan mengalami mukjizat. Paksa diri kita untuk belajar membaca, mendengar, dan melakukan Firman Tuhan sehingga kita belajar untuk memercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya .

Bukan suatu kebetulan ketika Tuhan membawa saya pergi ke Nigeria. Nigeria adalah negara termiskin dianatara negara-negara miskin. Namun Allah melakukan perkara, kuasa dan mukjizat besar di tengah kemiskinan di sana. Di negara yang sangat miskin tersebuta ada sebuah gereja yang dipakai TUHAN secara luar biasa. Gereja ini dalah gereja terbesar di sekluruh Dunia. Saya percaya, gereja ini ada karena ketaatan anak-anak-Nya. Firman Tuhan adalah penuntun hidup agar kita dapat berjalan dalam kuasa dan rencana Tuhan, karena Allah menciptakan kita untuk dikasihi dan untuk menjadi berkat
Hal ini sangat penting bagi kita adalah belajar taat melakukan Firman Tuhan. Abraham dan Ishak taat melakukan segala Firman Tuhan sehingga Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka.

2. Menabur di saat Kekeringan

Ayat 12-13 mengatakan,"Ishak membiarkan bibit untuk berccocok tanam di negeri itu, dan tahun itu mendapat hasil seratus kali lipat dari yang ditaburkannya, Karena Tuhan memberkati dia. Kekayaannya semakin bertambah dan ia menjadi kaya-raya." Sangat jelas kedua ayat itu menyatakan cara Ishak mengalami anugerah yang luar biasa. Dahulu Ishak mengalami kekurangan, tetapi kemudian Ishak mengalami tunaian. Dalam ayat diatas dikatakan bahwa Ishak menbur dan hasilnya adalah dia menuai hingga seratus kali ganda. Kedua, kunci yang kiat pealajari adalah menabur. Meamng Ishak mengalami kekurangan atau kerugian, krena terjadi kelaparan, tetapi ia berani menabur saaat mengalami krisis dan kekurangan, apabila kita takut menabur saat mengalami krissi dan kekurangan, kita tidak akan berani menabur meskipun dalam kelimpahan.

Matematika manusia berbeda dengan matematika Tuhan. Menurut Matematika manusia, lima roti dan dua ikan tetap menjadi lima roti dan dua ikan. Namun bagi Tuhan, lima roti plus dua ikan bisa memberi makan 5.000 orang lelaki, belum termasuk wanita dan naka-anak. Konsep dunia yang beralaku adalah kita tidak kekurangan jika kita hemat. Sebaliknya konsep Tuhan seallu mengajarkan kepada kita bisa menuai. Berilah maka engkau kan diberi.


Konsep Tuhan adalah selalu untuk memberkati, berkarya, dan melakukan perkara besar. Jika kita tidak pernah menjadi berkat dan tidak sesuai dengan Rencana Allah, sangat sulit bagi kita untuk menerima mukjizat dan kasih karunia. Apabila kita membaca Alkitab,ada banyak ayat yang menagtakan berilah maka kamu akan diberi, camkanlaah bahwa orang yang menabur banyak akan menuai banyak, lebih bahagia memberi daripada menerima.

Jadi, jika kita tahu cara Allah bekerja, seaklaipun dalam keadaan krisis kekurangan, jangan smapai kita takut untuk menabur. Jika Ishak takut untuk menabur, dia tidak akan pernah menuai dan tidak akan pernah terjafi kelimpahan. Jika sewaktu krisis, kita berani manabur, itu akan menyentuh hati Tuhan . Alkitab berkata, "Bangkit menjadi teranglah karena Dunia sedang dalam kegelapan." Jika terang berada di bawah matahari tentu terang itu kurang bermanfaat, Berbeda ketika dalam kegelapan, kita menyalakan terang, maka terang itu akan lebih berguna.

Saat ini bangsa kita sedang menagalami kegelapan. Banyak orang binggung, banyak orang takut terkena PHK. Namun demikian, ketika kita sedang membutuhkan sesuatu tetapi kita memberikannya kepada Tuhan, niscaya pemberian kita lebih berkesan dan menyenagkan hati Tuhan.

Ketika orang sedang dalam keadaan cukup dan diberkati, hal itu menjadi lebih baik dan biasa apabila memberi. Berbeda ketika ada seseorang sedang membutuhkan, kemudian ia mendapat bantuan, bantuan yang diterimanya itu akan sangat berharga dan bermanfaat. Keadaan ini sangat berdampak ketika kita menjadi berkat di dalam kekurangan karena saat seperti ini akan mendatangkan anugerah yang luar biasa.

Amsal 19:17 berkata,"Menolong orang miskin sama seprti memberi pinjaman kepada TUHAN ;nanti TUHAN juga akan membalaasnya ." Jadi meskipun dalam keadaan krisis, kita harus berani menabur bagi sesama maupun bagi pekerjaan Tuhan. Seperti halnya memberi kepada Gereja . Ketika kita memberi bantuan tetapi gereja sedang tidak mebutuhkan, nilai pemberian kita berbeda dengan ketika gereja sedang membutuhkannnya. Pemberian kita itu akan sangat bermanfaat, bernilai, dan berkesan di hati Tuhan. Karena itu, kita harus berani menjawab tantangan seaklipun dalam keadaan kritis.

Menabur juga memilki arti bekerja dan berjuang sungguh-sungguh. Disaat krisis seperti sekarang, banyak orang putus asa, lemah , dan tidak memiliki semnagat untuk bekerja. Namun,ketika keadaan itu menimpa Ishak, ia tidak pernah putus asa. Dia menggarap tanahnya dan kemudian menbur benih dengan baik. Dalam nama Tuhan Yesus, saya mengajak setiap kita untuk tidak malas atau putus asa lemah, dan tidak memilki semangat untuk bekerja. karena ketika Ishak menabur, Tuhan memberkati apa yang di taburnya, Sehingga hasilnya berlipat ganda. Firman Tuhan mengajarkan kepada kita supaya memiliki keseimbangan: antara berdoa dan bekerja, iman dan perbuatan, menabur dan berjuang. Kita jangan hanya melakukan satu pekerjaan atau tindakan.

Adam di Taman Eden tidak mengalami kekuranagn sesuatu, tetapi Tuhan tidak mengizinkannya menggangur. Tuhan menyuruh Adam untuk bekerja, mengelola Taman Eden, supaya apa yang diberikan Tuhan tidak habis, tetapi terus berbuah sehingga berkat Tuhan terus mengalir sepanjang masa. Dalam nama Tuhan Yesus, saya mengajak kita semua berjuang, bekerja, tidak malas, dan putus asa. Ketika kita sedang berdoa, kita sudah percaya, kita menabur dan bekerja, pekerjaan kita kan diurapi Tuhan, bahkan diberkati Tuhan dengan hasil seratus kali lipat. Menabur di saat kekurangan bisa berarti memberi bagi pekerjaan Tuhan, sesama, dan bekerja untuk menghasilkan buah.

3. Suka Mengalah Untuk Kebaikan

Kejadian 26:14-16 menceritakan, "Ia mempunyai kumpulan kambing dan Domba, lembu , sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistinitu Cemburu kepadanya. Segala sumur, yang digali dalam Zaman Abraham, Ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup ole orang Filistin dan ditimbun denagn tanah. Lalu kata Abimelekh kepada Ishak:"Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa daripada kami." Segala sumur yang digali oleh hamba-hamba Abraham telah ditutup dan di timbun oleh tanah oleh orang Filistin. Pada masa Ishak, Abimelekh juga menyuruhnya pergi karena Ishak Ishak menjadi lebih berkuasa daripada Abimelekh. Keberhasilan Ishak mempunyai dampak, yakni membuat orang Filistin menjadi iri dan cemburu, sehingga sumur yang digali oleh Abraham yang dapat keluar airnya pun ditutup. dan Ishak diusir. Keadaan seperti ini seringkali terjadi dan sudah menjadi hukum yang biasa dilihat

Dalam Perusahaan, sering ada kecemburuan antar pengusaha. Bahkan di dalam pelayanan pun bisa terjadi kecemburuan. Ketika orang yang satu sukses, orang yang alin bisa cemburu. Kita dapat belajar dari Daniel yang sungguh-sungguh menjaga kesucian. Ia tidak mau melanggar firman Tuhan atau berbuat Dosa. Akibatnya, Tuhan seamkin memberkati Daniel dan mengangkatnya menjadi orang kedua setelah Raja. Namun, hal yang dialami Daniel ini membuat cemburu pejabat yang lain. mereka bermufakat untuk menjebak, menjatuhkan, dan membunuh Daniel. Keadaan seperti ini dapat terjadi dimana-mana, termasuk di dalam Gereja.

Pada Ayat 17(Jadi pergilah Ishak dari situ dan berkemahlah ia di lembah Gerar, dan ia menetap di situ) kita melihat tindakan Ishak, yaitu mengalah . Ia mentap di situ dan mengali sumur-sumur yang pernah digali Abraham, Ayahnya. Ketika hamba-hamba Ishak mengali sumur-sumur tersebut, mereka mendapatkan mata air yang baru. Namun, gembala Gerar dan Gembala Ishak mulai bertengkar. Karena pertengkaran tersebut, Ishak menamai sumur tersebut Esek. Ishak tetap mengalah dan berpindah untuk mengali sumur yang lain. Namun karena pertengkaran masih terjadi, Ishak menamai sumur tersebut sidna. Akhrinya Ishak pindah ke tempat lain dan mengali sumur lain. Dan sumur terakhir tidak diperebutkan, sehingga Ishak menamai sumur tersebut Rehobot. Bahkan Ishak percaya bahwa Tuhan telah memberi kelonggaran sehingga ia dapat berternak cucu di daerah tersebut.

Dalam kisah ini, kita dapat melihat bahwa mengalah perlu dilakukan untuk menghindari masalah dan pertengkaran. Apabila kita berani mengalah demi kebaikan, seperti yang Ishak lakukan, Tuhan akan memberkati kita. Tuhan memberkati orang yang memilki hati yang lapang. Dalam nama Tuhan Yesus, kita harus mau mengalah dimana pun kita berada. Ketika di rumah, kita tidak perlu memperebutkan warisan karena kita percaya bahwa Tuhan dapat memberkati pekerjaan kita.

Kehidupan Yusuf yang diperlakukan tidak adil oleh kaka-kakanya dapat menjadi contoh bagi kehidupan kita. Yusuf tidak hanya dimasukkan dalam sumur kering tetapi dijual menjadi budak dan mendapat perlakuan yang kejam dan tidak adil. Namun ketika Yusuf sukses, dia tidak melakukan balas dendam terhadap kakak-kakanya. Sebaliknya, Yusuf menagampuni dan memberkati Saudaranya. Orang seperti Yusuf adalah pilihan Allah, sehingga Yusuf diangkat dan diberkati. Namun, jika Yusuf menyimpan dendam di hatinya, Allah tidak akan mengangkatnya. Seperti halnya Allah menghendaki Yusuf menjadi berkat, Allah juga menghendaki kita untuk menjadi garam dan terang dunia.

Kita juga belajar dari Abraham. Karena Abraham sangat diberkati Tuhan, ketika Lot hidup bersama Abraham , Lot pun diberkati. kisah ini memberikan pelajaran bahwa dengan siapa kita bergaul dapat berpengaruh apakah kita di berkati Tuhan atau tidak. Sikap mengalah Abraham terlihat ketika gembala lot bertengkar dengan gembala Abraham. Abraham mengalah dan memberikan kesempatan kepada Lot untuk memilih Tanah terlebih dahulu. Kita juga tidak perlu takut untuk menaglah karena Tuhan sangat menyukai orang yang mau mengalah.

Pelajaran mengalah juga dapat kita lihat pada Raja Salomo. Pada masa itu, ada dua bayi yang bersamaman Melahirkan bayi. ketika mereka tidur, salah satu bayi tersebut mati. lalau, ibu bayi yang mati itu terkejut dan mencuri bayi yang masih hidup. Kemudian terjadilah keributan untuk memperebutkan bayi yang hidup itu. Ketika kasus itu dibawa kepada Raja Salomo, kedua ibu itu tetap bersikukuh mempertahankan si bayi. Tidak ada satupun yang mengalah. melihat keadaan tersebut, Raja Salomo memanggil algojo agar memenggal bayi tersebut menajdi dua dengan pedang. Ibu yang pertama setuju jika bayi itu dibagi dua. Sementara, ibu yang kedua menangis dan mengalah agar bayinya tidak mati. Setelah mendapatkan hikmat, Salomo mengatakan bahwa ibu yang pertama bukanlah ibu bayi yang hidup itu. Pelajaran ini menagtakan, bahwa Tuhan akan membela dan menolong orang yang mengalah.

4. Mengandalkan Tuhan

Ketika sumur yang digali Ishak direbut oleh orang Filistin, Ia tidak marah dan melawan. Ayat 25 menulis,"Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ , lalu hamba-hambanya mengali sumur di situ." tindakan Ishak berbeda dengan tindakan sebelumnya. Ishak tidak hanya datang tetapi juga membangun Mezbah dan memanggil namaTuhan. Saya percaya ini memiliki Arti bahwa Ishak mulai diingatkan untuk mengandalkan, berseru, berahrap, memanggil, dan mencari Tuhan. Orang yang mengandalkan nama TUHAN akan diberkati dan mendapatkan kasih karunia. Bahkan ketika Ishak mulai mengandalkan Tuhan, ladang ternak, pekerjaan, rumah tangga, dan kesehatannya pasti diberkati.

Ayat 26-28 berkisah tentang kedatangan Raja Abimelekh dan ketua pasukan kepada Ishak. Jelas bahwa ketika Ishak mengandalkan Tuhan, Tuhan menyatakan kuasanya dan mukzijat sehingga orang lain melihat bahwa Tuhan menyertainya. Ayat 28-29 menyebutkan "jawab Mereka: "Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau : sebab itu kami berkata: baikalh kita mengadakan sumpah seti, antara kami dan engkau; dan baiklah kmi mengikat perjanjaian dengan engkau, bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti tidak menggangau engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati TUHAN." Menurut ayat tersebut, Raja Abimelekh berkata demikian karena Ishak diberkati Tuhan. karena itu, apabila kita diberkati Tuhan, orang akan melihat dan mengakuinya.

Izinkan Tuhan berkarya, tidak dengan gagah dan kuat kita tetapi degan Roh Allah. Apabila kita mengandalkan Tuhan, kita kan mengalami hal yang luar biasa. Dalam ayat 32-33 dikatakan "Pada hari itu datanglah hamba-hamba Ishak memberitahukan kepadanya tentang sumur ynag tealh digali mereka, serta berkata kepadanya :'Kami tealh mendapat air.' Lalu dinamailah sumur itu Syeba. seabb itu nama kota itu adalah Bersyeba." Samapi sekarang nama kota itu adalah Bersyeba, yang berarti sumber air yang melimpah. Air itulah yang membuat kkeringan diubah menjadi berkat yang melimpah-limpah.

Ketika kita menghadapai krisis, kiat harus percaya bahwa Tuhan akan memberkati secara luar biasa. kejadian 12;10 menceritakan bahwa di Kanaan sedang ada kelaparan yang sangat hebat, sehingga Abram pergi lebih jauh lagi ke selatan, ke negeri Mesir untuk tinggak disana sampai bencana itu lewat. Saat itu sedang terjadi kekringgan yang sangat hebat. Namun, saya percaya bahwa Abraham sealalu bergumul dan pergi ke Mesir untuk mencari sesuatu. Kejadian 13:1-2 mengandung arti bahwa kelaparan yang sedang melanda membuat abraham sanagt menderita, bergumul, dan berjuang. Namun Tuhan mempunyai rencana yang luar biasa, yang berdampak pada Abraham, yakni mendpatkan Anugerah yang besar. Krisis ternyata tidak membuat Abraham kekuranggan karena panggilan Abraham adalah menjadi berkat. Demikian juga bagi Ishak, kelaparan dan kekurangan tidak membuatnya mati, tetapi justru menjadi sangat kaya. Pemikiran Tuhan berbeda dengan pemikiran manusia yang mengangap krisis akan menghancurkan hidup.

Pada Zaman Yusuf, kelimpahan tujuh tahun dilanjutkan dengan kekeringan selama tujuh tahun. Keadaan itu justru memberkati hidup Yusuf karena Allah memakai hal itu untuk menangagkat Yusuf. Dalam kejadian 41:4-6 dikatakan bahwa keadaan tersebut membuat ayah Yusuf dan saudaranya pergi ke Mesir untuk mendapatkan gandum. Namun keluarga Yusuf tidak hanya mendapatkan gandum tetapi, juga uang dan tanah yang terbaik di Mesir.

Pada waktu krisis tahu 97/98, kita mengalami banyak pergumulan. Namun, setelah kejadian tersebut, Tuhan justru semakin memberkati kita karena Tuhan ingin kita menjadi berkat Ketika keadaan baik, pembangunan gereja tidak selesai, karena tidak ada dana. Tetapi, ketika ada Krisis, Tuhan membuat pembangunan Gereja menjadi selesai. Bahkan Tuhan izinkan kita memilki stasiun radio dan televisi

Sekalipun krisis bangsa kita belum selesai, Tuhan sudah mempunyai rencana bagi anak-anak-Nya, terutama bagi anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh mau dipakai untuk menjadi berkat. Saya percaya bahwa kekurangan dan kelaparan tidak akan membunuh kita, tetapi membuat kita mendapatkan kelimpahan berkat didalam Tuhan.

Saya percaya ini kan menjadi rhema karena di balik krisis, ada anugerah yang besar. Saya mengajak kita semua untuk menagkap janji Tuhan dan percaya bahwa Tuhan akan mendatangkan anugerah, kuasa, dan mukjizat. Karena sejak jaman dahulu, sekarang dan selamanya, krisis tidak akan membuat kita mati kelapran, tetapi menjadi kesempatan bagi Allah untuk menyatakan Anugerah-Nya.****
 
7


MASALAH ADALAH KENDARAAN
UNTUK MENCAPAI ANUGERAH ALLAH


(Kejadian 37:5-11)​


Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada Saudara-saudaranya: sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. karena katanya kepada mereka:" Coba dengarkan mimpi yang kuimpikan ini: Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu." Lalu Saudara-saudaranya berkata kepadanya:" Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu. Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada Saudara-saudaranya. Katanya :"Aku bermimpi pula; Tampak matahari, bulan, dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."Setelah hal ini diceritakannya kepada Ayah dan Saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembahmu sampai ke tanah ?" Maka irilah hati saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.​

Masalah itu ibarat kendaraan untuk mencapai anugerah Allah. Ketika mengalami masalah, janganlah kita takut karena sebenarnya masalah itu adalah kendaraan, seperti halnya mobil atau pesawat, untuk mencapai janji Tuhan, dan untuk mancapai kasih karunia Tuhan. Untuk memahami hal ini, kita kan belajar dari ayat di atas.


1.Allah Mempunyai Rencana yang Sangat
Indah dalam Kehidupan Yusuf

Yusuf mendapat mimpi dari Allah. Melalui mimpi itu, Allah menyampaikan rencana dan janji-Nya kepada Yusuf. Dalam mimpinya, Yusuf sedang berada di ladang bersama Saudara-saudaranya. Mereka sedang mengikat berkas-berkas gandum dan tiba-tiba, berkas gandum Yusuf bangkit berdiri tegak, Sedangkan berkas-berkas yang lain sujud pada berkas-berkas milik Yusuf. Ketika Yusuf menceritakan arti mimpinya kepada saudara-saudaranya, mereka marah."apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?"(ayat 8). Jadi makin bencilah saudara-saudara Yusuf itu kepada Yusuf.

Namun, tak lama kemudian, Tuhan memberikan mimpi lagi kepada Yusuf. Dalam mimpinya, bahkan matahari, bulan, dan bintang menyemabah dia. Ketika Yusuf menceritakan mimpinya ini kepada saudara-saudaranya, makin irilah mereka kepada Yusuf. Namun sebetulnya, Yusuf sedang mendapatkan janji Tuhan melauli mimpi-mimpinya itu. Rencana Tuhan disampaikan lewat mimpi Yusuf, yaitu bahwa YUsuf akan diangkat dan menjadi ornag besar. Dia akan diberkati Tuhan dan mengalami kasih karunia yang besar dari Tuhan. Jika kita pelajari terus kisah Yusuf ini kita akan tahu bahwa rencana Tuhan yang besar itu menjadi kenyataan.

Kejadian 41:39-43 menulis, "Kata Firaun kepada Yusuf: 'Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat ; hanya takhat inilah kelebihanku dari padamu' Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf :' Dengan ini akau melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah mesir' Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya. Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf kedalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang dihadapan Yusuf; 'Hormat!' Demikianlah Yusuf dilantik oleh firaun menjadi kuasa atasa seluruh tanah Mesir."

Ketika mendapatkan mimpi-mimpi dari Tuhan, Yusuf mungkin belum memiliki gambaran yang jelas mengenai rencana Tuhan baginya. Namun melalui ayat diatas, kita bisa melihat bahwa Allah memiliki Rencana yang luar biasa, yaitu supaya Yusuf bisa menjadi penguasa di mesir. Melalui proses kehidupannya, akhirnya, Yusuf sungguh-sungguh menjadi 0rang yang besar. Janji Allah digenapi dalam hidupnya-dia menjadi penguasa di Mesir. Sungguh luar biasa karena dia adalah orang kedua setelah raja Firaun. Lebih daripada yang lain, Yusuf diberi hak, diberi kuasa, bahkan cincin raja dikenakan kepadanya.

Saya percaya bahwa Allah juga memiliki rencana khusus bagi setiap kita, orang yang percaya kepada Alllah dan janji-janji-Nya. Di Alkitab, ada banyak sekali firman yang mengingatkan kita kan janji Allah. Dia memiliki rancangan yang baik, masa depan yang baik, masa depan yang indah dan penuh harapan.

Allah senantiasa menyatakan janji-Nya karena Dia mengasihi manusia -Dia mengasihi Anda dan saya. Ia sudah mengurbankan diri-Nya. Dia rela menderita, bahkan Dia rela menyerahkan naywa-Nya di atas kayu salib untuk kita. Semua ini dilakukannya supaya kita mendapat pengampunan , keselamatan, kesembuhan, kasih karunia, anugerah, dan supaya kita memilki kehidupan yang baik, dan juga rumah tangga yang baik.

Tuhan memiliki rencana yang luar biasa dalam kehidupan kita. Seperti Tuhan memiliki rencana yang luar biasa dalam kehidupan Daud, orang-orang percaya dan orang-orang pilihna juga akan mendapatkan kasih karunia Tuhan melalui rancangan dan rencana-Nya yang luar biasa.

2. Yusuf Mengalami Banyak Masalah yang Membuatnya Menderita

Yusuf mengalami banyak masalah yang membuatnya menderita. Ternyata sekalipun mendapat janji yang luar biasa dari Tuhan, yaitu dia akan menjadi penguasa di Mesir, setelah itu Yusuf malah mengalami banyak masalah dalam kehidupannya.

a. Yusuf Dilemparkan ke dalam Sumur

Kita bisamelihat hal ini dalam kejadian 39:19-24,"kata mereka seorang kepada yang lain: 'Lihat, tukang mimpi kita itu datang! sekarang marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salh satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita lihat nanti bagaimana jadinya mimpi itu!' Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan yusuf dari tangan mereka, Sebab itu katanya:' Janganlah kita bunuh dia!' Lagi kata Ruben kepada Mereka:' janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia' -maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan mengembalikan lagi kepada ayahnya. Baru saja yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menaggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. Dan mereka membawa dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong tidak berair."

Karena mendapatkan mimpi dari tuhan, Yusuf menceritakan mimpi-mimpinya itu kepada saudara-saudaranya. Namun, hal ini justru membuat mereka iri, marah, dan sakit hati. Mereka mengangap yusuf sombong dan berniat merendahkan saudara-saudaranya. Karena itu, ketika mendapatkan kesempatan untuk mencelakai Yusuf, mereka memasukkan Yusuf kedalam sumur kering, Tidak hanya sampai disini penderitaan Yusuf.Setelah itu, ia masih mendapatkan masalah yang bertubu-tubi dalam kehidupannya.

Hal yang sama dapat kita jumpai dalam kisah Daniel. Daniel juga mendapatkan rencana yang besar, bahkan ia sungguh-sungguh dipakai Allah dalam perkara yang besar. Karena Allah memakainya dalam perkara yang besar, hidup Daniel menjadi sukses dan berhasil. Hal ini membuat pejabat-pejabat lain iri. Mereka kemudian melakukan sesuatu untuk menjebak dan membahayakan hidup Daniel.

Pengalaman yusuf dan Daniel ini juga bisa terjadi dalam kehidupan kita. Saat ini, Anda mungkin sedang mendapatkan janji Dari Tuhan dan prestasi Anda meningkat. Hal ini mungkin membuat teman-teman Anda iri, sehingga mereka mulai memfitnah dan menuduh Anda, bahkan mereka melakukan sesuatu untuk menjatuhkan dan mengagalkan Anda. Anda jangan khawatir. Yusuf pun mengalami hal yang sama. Ia tidak langsung menjadi penguasa di Mesir, tetapi ia harus melalui banyak penderitaan terlebih dahulu.

b.Yusuf Dijual sebagai Budak

Masalah yang berikutnya menimpa yusuf tertulis dalam kejadian 37:25-28,"Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka satu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir. Lalu kata Yehuda kepada Saudara-saudaranya itu: 'Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia karena ia saudara kita, darah daging kita.' Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir."

Setelah dimasukkan ke dalam sumur, Yusuf mengalami penderitaan lagi, yaitu dijual ke Mesir untuk menjadi budak. Hal ini sangat bertentangan dengan janji Allah, yaitu Allah akan menjadikan Yusuf sebagai orang besar dan penguasa di Mesir. Ketika masih tinggal dengan Ayahnya, Yusuf menjadi anak kesayangan dan hidupnya enak. Namun begitu mendapatkan mimpi dan janji dari Allah bahwa ia akan diberkati lebih besar lagi, Yusuf malah mengalami banyak maslah dalam hidupnya. Sungguh tidak masuk akal menurut pemikiran kita.

Hidup kita pun sering mengalami hal seperti itu. Kita mendapat firman Tuhan bahwa Dia mengasihi kita dan memiliki rencana yang luar biasa bagi anda dan saya. Allah ingin memulihkan keluarga kita, tetapi kok kondisinya malah semakin parah. Allah ingin mamakai hidup kita, tetapi kok] kita malah semakin kekuranggan. Atau kita mungkin sedang berjuang untuk suami atau Istri kita atau anak untuk supaya sungguh-sungguh bertobat, tetapi keadaannya malah semakin parah. Inilah perjalanan yang memang harus kita lalui, seperti Yusuf. Untuk menuju terwujudnya rencana Allah bagi kita, kadang-kadang kita memang harus melalui masalah demi masalah, penderitaan demi penderitaan.

c. Yusuf Dipenjarakan oleh Potifar

Dalam kejadian 39:12-20 tertulis,Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: 'marilah tidur dengan aku' Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari keluar. Ketika dilihatnya perempuan itu, bahwa Yusuf meningalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari keluar, dipanggilnyalah seisi rumah itu, Katanya kepada mereka: 'Lihat, dibawanya kemari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur denganku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras. Dan ketika didengarnya bahwa aku berteiak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari keluar.' Juga di taruhnya baju Yusuf itu di sisinya sampai tuan rumah pulang. Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: 'Hamba orang Ibrani yang kau bawa kemari itu datang kepadaku untuk mampermainkan aku. Tetapi ketika kau berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari keluar.' Baru saja di dengar oleh Tuannya perkataan yang diceritakan istrinya kepadanya; begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah kemarahannya, Lalu Yusuf di tangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana ."

Ketika Yusuf dimasukkan ke dalam sumur Tuhan menolongnya. Ketika Yusuf dijual sebagai budak, Tuhan pun menolongnya. Yusuf memang mnjadi budak tapi budak kepercayaan Potifar, sehingga kehidupannya mulai membaik. Namun masalah yang menimpa yusuf tidak berhenti sampai disini. Istri Potifar tergoda oleh ketampanan Yusuf. Dia mulai mendekati Yusuf dan mengajaknya tidur bersamanya. Namun, Yusuf tetap menjaga kekudusannya -dia tidak mau berbuat dosa dan tidak mau menyakiti hati Allah. Yusuf juga tidak mau mengkhianati tuannya, Potifar. Niat baiknya ini malah membuahkan penderitaan untuknya. Istri Potifar kemudian memfitnah Yusuf, dan akibatnya, Yusuf dipenjarakan oleh Potifar.

Hidup kita pun terkadang menghadapi keadaan seperti itu. Kita sudah berusaha hidup benar, tetapi malah dituduh, difitnah orang, diperlakukan tidak adil, atau bahkan mungkin dijebloskan ke dalam penjara. Kita mungkin bertanya-tanya, dimanakah pertolongan Tuhan, atau mungkin kita mulai menggugat kebenaran Firman Tuhan. Kta sudah berusaha Taat dan selalu memegang Firman Tuhan tetapi mengapa Tuhan tidak mengulurkan Tangannya dan tidak menunjukkan kuasa mukjizat-Nya. Sekalipun Tuhan mengasihi Yusuf, Anda , dan saya, proses kehidupan untuk mencapai Anugerah dan janji Allah harus kita lewati. Orang yang dikasihi Allah bukan berarti sama sekali tidak mendapatkan masalah dalam kehidupan mereka.

d. Yusuf Dilupakan oleh Juru Minuman Raja

Kejadian 21-23 menuliskan, "Kepala juru minuman itu dikembalikannya ke dalam jabatannya, sehingga ia menyampaikan pula piala ke tangan Firaun; tetapi kepala juru roti itu digantungnya, seperti yang ditakbirkan Yusuf kepada Mereka. Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala Juru minuman itu, melainkan dilupakannya"

Didalam penjara, Yusuf bertemu denagan juru minuman dan juru roti raja. Karena Yusuf hidup dekat denan Tuhan, dia mendapatkan hikmat yang ajaib, yaitu dia bisa menafsirkan mimpi kedua orang itu. kepada juru minuman raja, Yusuf berkata,Beginilah arti mimpi mu itu : ketiga carang itu artinya tiga hari: dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan dan mengembalikan pangkatmu yang dahulu kala, ketika engkau jadi juru minumannya. Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ikhwal ku kepada Firaun dan tolonglah aku keluar dari rumah ini" (ayat 12-14). Dan benar dalam tiga hari, juru minuman raja itu dikeluarkan dari penjara. Bahkan jabatannya dikembalikan kepadanya. Namun dia tidak ingat kepada Yusuf yang telah menafsirkan mimpinya. Janji tinggallah janji. Yusuf di lupakan, ditinggalkan, diabaikan, tanpa pertolongan.

Kita mungkin juga pernah mengalami hal yang sama, dilupakan dan hanya mendapatkan janji kosong belaka. Misalnya, dalam hal berhubungan dengan lawan jenis atau dalam pekerjaan. Namun, kita tidak perlu khawatir karena Tuhan tidak akan lupa dengan janji-Nya. Itulah proses yang harus kita lalui, seperti halnya Yusuf mengalami serangkaian masalah.

Daud pun mengalami hal yang sama. Dia dipilih oleh Allah melalui Samuel dan diberi janji yang luar biasa, bahwa ia akan menjadi Raja. Namun setelah diurapi menjadi raja, Daud tidak langsung menajdi Raja. Sebaliknya, ia mengalami berbagai pergumulan dan tantangan. Bahkan dia dikejar-kejar oleh musuhnya, hingga ia lari kepadang gurun dan ia lari ke gua-gua. Seperti Yusuf dan kita, Daud juga menghadapi banyak masalah dan penderitaan. Namun, Allah tidak melupakan janji-Nya. Manusia boleh melupakan, keadaan boleh nampak tidak baik, atau bahkan tidak masuk akal, tetapi janji-Nya pasti digenapi.

3. Masalah Adalah Kendaraan untuk mencapai Anugerah Allah

Jika kita perhatikan dan kita maknai lebih dalam, semua masalah dan penderitaan yang dialami oleh Yusuf sebenarnya adalah kendaraan yang sedang dipakai oleh Allah untuk menuju pada Janji-Nya. Pada waktu mendapatkan janji Allah, Yusuf sedang berada di kanaan. Namun, Allah memberikan mimpi kepada Yusuf bahwa ia akan menjadi penguasa di Mesir. Karena itu, Yusuf harus sampai di mesir agar menjadi penguasa di sana. Bagaimana Allah membawa Yusuf ke mesir? Yaitu melalui tindakan kakak-kakak Yusuf yang membuangnya ke sumur dan akhirnya dijual sebagai budak ke Mesir. Yusuf perlu dibawa ke Mesir karena jika hanya tinggal di rumah, sangat sulit baginya untuk menjadi penguasa Mesir.

Kita perlu tahu bahwa penderitaan, kesulitan, dan tantangan hidup sesungguhnya adalah kendaraan yang Tuhan kirimkan kepada kita, kita sedang dalam perjalanan menuju rencana Alalh. Sekalipun Yusuf menjadi budak dan semua yang dialaminya menunjukkan bahwa tidak masuk akal Yusuf akan menjadi seorang penguasa, namun jika kita melihatnya dengan mata rohani, kita akan tahu bahwa Yusuf sedang mendekat pada janji dan rencana Allah.

Selain harus sampai ke mesir, untuk menjadi penguasaMesir, Yusuf harus masuk ke istana Raja Mesir, bukan hanya di rumah Potifar. Namun, Yusuf malah dipenjarakan oleh Potifar. Itulah cara Allah, hingga kemudian Allah membuat maslah yang menipa Raja Firaun. Raja mendapatkan mimpi yang tidak bisa ditafsirkan oleh para ahli mimpi di Mesir. Lalu Allah muli mengingatkan juru minuman Raja yang mimpinya pernah di tafsirkan oleh Yusuf dan terbukti. Dipanggilah Yusuf untuk menghadap raja Firaun dan menafsirkan mimpinya. Dari sini, kehidupannya mulai membaik dan bahkan kemudian, singkat cerita, Yusuf menjadi penguasa di Mesir.

Untuk membawa kita kepada penggenapan janji dan rencana-Nya, Allah memakai banyak cara, bahkan malalui masalah dan penderitaan. karena itu, jangan takut jika anada sedang dilanda maslalah. Setiap kali kita menghadapi masalah dan pergumulan, katakan pada Diri sendiri, "Aku tidak Takut. Masalahku adaalah kendaraan yang dikirim Allah agar saya bisa mencapai rencana-Nya."

Dulu, saya tidak percaya pada Tuhan. Saya hanya percaya pada fakta. Lalu, Tuhan mengirimkan maslah kepada saya. Rambut saya Rontok, alis habis, dan bulu mata pun habis. Saya sangat menderita. Namun, kemudian saya sadar bahwa masalah yang saya hadapi adalah kendaraan yang dikirim Allah dalam hidup saya agar saya bisa mencapai rencana-Nya dan supaya saya bisa melakukan perkara-perkara besar. Jika masalah itu tidak menimpa saya, saya mungkin tidak akan menjadi hamba Tuhan dan tetap akan menjadi orang yang tidak percaya kepada Tuhan.

Dalam pelayanan pun demikian. Sewaktu memulai pelayanan, banyak masalah, banyak penderitaaan, banyak air mata yang dihadapi. Bahkan mungkin banyak surat kaleng dari orang-orang yang tidak bisa menerima pelayanan kita. Benturan-benturan semacam ini akan menjadikan seseorang Hamba Tuhan semakin kuat dan lentur. Jika hamba Tuhan berhati keras, tidak akan menjadi berkat bagi orang lain. Inilah proses yang harus dijalani agar pelayanan kita berhasil. Daud tidak akan menjadi raja yang baik jika ia tidak mengalami proses yang keras dan sulit. Begitu pula kita. Kegagalan demi kegagalan yang menimpa kita adalah sebuah perjalanan berharga. Dalam mengambil langkah selanjutnya, kita akan lebih rendah hati dan bijak-rendah hati bahwa kita bukanlah apa-apa tanpa penyertaan Tuhan.

4. Menyingkapi Masalah

Tidak penting seberapa banyak atau seberapa besar masalah yang menimpa kita. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersikap menghadapi masalah tersebut. pengambilan sikap yang salah bisa menghancurkan. Namun, jika kita menghadapinya dengan benar, masalah itu akan menjadi kendaraan yang membawa kita pada rencana-Nya. Seperti halnya kendaraan, cara kita menyetir sangat memengaruhi apa yang akan terjadi terhadap diri kita. Jika kita menyetir secaraNgawur atau ugal-ugalan, kita bisa mengalami kecelakaan, atau bahkan masuk jurang, Namun jika kita menyetir dengan baik, hati-hati, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, kita akan sampai di tujuan dengan selamat.

Jika yusuf saat menaglami berbagai masalah merasa kecewa, tidak sungguh-sungguh taat kepada Tuhan, dan tidak mengiring Tuhan, ia tidak akan diberkati Tuhan. Yusuf tidak akan berhasil di rumah Potifar. Yusuf akan selamanya menjadi budak. Saat ini, mungkin anda sedang ditimpa berbagai masalah- Diperlakukan kejam oleh saudara-saudara Anda, dibuang oleh saudara anda hingga anda terpaksa menjadi pengemis atau pengamen. Mungkin saat ini, Anda sedang mengalami kekecewaan atau kegagalan dalam pekerjaan. Jangnlah putus asa atau bahkan sampai luntur iman anda. Tetaplah percaya kepada Tuhan seperti Yusuf. Tetaplah bekerja dengan baik dan rajin seperti Yusuf, tetaplah hidup dalam kebenaran, tetaplah beribadah, dan tetaplah setia melayani.

Dimanapun Anda berada dan apa pun yang Anda hadapi saat ini, tetaplah menjadi orang yang baik dan taat kepada Tuhan. Seperti Yusuf, sekalipun menjadi narapidana, Yusuf menjadi narapidana yang baik, bukan narapidana yang brutal, putus asa, kemudian bunuh diri. Yusuf memiliki sikap hidup yang benar, karena itu, meski berada di penjara, dia menjadi orang kepercayaan kepala penjara. Dimanapun berada entah di sekolah, di tempat kerja , di kelurga, ataupun masyarakat, jika kita menjaga sikap hidup yang benar, kita bisa menjadi berkat.

Sekalipun menjadi budak, Yusuf tidak menderita karena dia menjadi budak kepercayaan. Sekalipun hidup di penjara, Yusuf tidak menderuta karena dia adalah narapidana yang mendapatkan kepercayaan dari kepala penjara. Dia diangkat dan dibela karena memiliki sikap yang benar ketika meghadapi masalah

Sekalipun dimasukkan ke dalam sumur oleh Saudara-saudaranya, bahkan dijual sebagai budak ke Mesir, Yusuf tidak kecewa dan sakit hati. Sewaktu dilupakan oleh juru minum raja, Yusuf tidak kecewa. Sekalipun diperlakukan tidak adil dan difitnah oleh Istri Potifar, Bahkan sampai dijebloskan ke penjara, Yusuf tidak menyimpan dendam kepada mereka. Seburuk apapun yang dilakukan oleh orang lain kepada Yusuf, namun jika Allah memilki rencana yang luar biasa atas diri Yusuf, semua penderitaan yang dialaminya tidak ada apa-apanya. Dan jadilah rencana Tuhan itu atas diri Yusuf. Karena itu, janganlah khawatir karena tidak ada yang mustahil bagi Allah.

5. Allah Tetap Setia pada Janji-Nya


Ada seorang yang mengalami kebutaan sejak dia berusia 6minggu akibat penyakit yang dideritanya. Ketika menyadari "kekurangannya", dia merasa kecewa. Namun, seamkin dewasa, dia semakin menyadari bahwa Allah tetap mempunyai rencana atas dirinya meskipun dia buta. Ia yakin bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Karena itu, dia mulai mengucap syukur dan selalu berfikir positif. Dia menyadari "Kekurangannya " dari orang-orang lain yang bisa melakukan lebih banyak hal daripada dirinya. Maka, ia mulai mengasah talenta yang dimilikinya, yaitu menciptakan lagu. Setiap hari, dia memuji dan menyembah Tuhan, dan terus menerus menciptkan lagu. Salah satunya dan yang sangat terkenal dan masih saya ingat adalah "Yesus, Yesus, Dengar Doaku". Akhirnya, dia berhasil menciptakan enam ribu lagu. Lagu-lagu yang diciptakannya sangat berbobot dan dipakai Tuhan Dalam perkara-perkara yang besar.

Firman Tuhan mengajak Anda dan saya untuk tidak takut kepada masalah. Itulah kendaraan yang Allah kirimkan untuk membawa kita kepada rencana-Nya. Untuk itu, kita harus memiliki sikap yang benar, jangan kecewa, jangan putus asa, jangan sampai tergoda berbuat dosa, jangan sakit hati, dan jangan menyimpan dendam. pandanglah dan peganglah selalu janji Tuhan.

Yesus sendiri juga mengalami serangkaian penderitaan, bahkan hingga wafat di kayu salib, sebelum. Penderitaan-penderitaan Yesus pun adalah kendaraan untuk menuju rencana ilahi-Nya.

Penggenapan rencana Ilahi-Nya menjadikan banyak orang menerima pengampunan dan keselamatan. perjamuan Kudus mengingatkan kita bahwa penderitaan Yesus adalah kendaraan menuju janji dan rencana Allah.*****
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.