one
IndoForum Junior D
- No. Urut
- 7570
- Sejak
- 4 Okt 2006
- Pesan
- 1.813
- Nilai reaksi
- 276
- Poin
- 83
Bye bye dunia kampus, welcome to the real world. Waktunya men-switch mental anak kuliahan menjadi pekerja andal. Mari masuki dunia kerja.
Memasuki dunia kerja bagaikan masuk ke dunia baru yang penuh dinamika dan tantangan. Perlu persiapan diri yang baik dan bekal yang cukup agar tidak gagap. Bekal apa saja yang mesti dikuasai sebelum terjun ke dunia yang sesungguhnya?
Mental Bekerja
Permasalahan yang muncul di dunia kerja sangat berbeda dengan ketika masih kuliah. Dulu, Anda mungkin banyak dihadapkan pada soal hubungan pertemanan, proses belajar mengajar, dan sebagainya. Persoalan di dunia kerja lebih luas dan kompleks lagi. Ketika kuliah, kalau gagal mengerjakan suatu tugas, risiko paling pahit adalah tidak lulus mata kuliah tersebut. Tapi di dunia profesional, kegagalan tugas bisa berdampak kerugian materi sangat besar. Bahkan bisa berakibat kehilangan pekerjaan.
Selain itu Anda juga mesti menghadapi beban pekerjaan yang sanat banyak dan deadline-deadline yang (sepertinya) tidak masuk akal. Bukannya mau menakut-nakuti, tapi situasi itulah yang akan Anda hadapi. Bagi mental yang tidak kuat, apalagi terbiasa dengan kehidupan santai masa kuliah, akan sangat mudah mengalami apa yang dinamakan de-motivated, kecenderungan menghindar ketika masalah terjadi.
Pribadi Matang
Seorang yang matang bisa memahami kelebihan serta kekurangan yang dimiliki. Selain itu, ia mampu mengendalikan dirinya dengan baik, tidak emosional dan mampu melihat suatu permasalahan secara jernih. Jika merasa sudah dewasa dan matang, sebaiknya tinggalkan sikap kekanak-kanakan dan emosional Anda.
Sehebat apapun atau seberapa banyak pun gelar yang Anda sandang, jika ingin bisa diterima di dunia nyata, aturan atau norma-norma yang berlaku di dunia tersebut tidak boleh Anda baikan. Di antaranya, tahu kapan bicara resmi, kapan pakai bahasa gaul. Gaya berpakaian juga tidak bisa suka-suka.
Percaya Diri
Meski minim pengalaman kerja, namun jangan tunjukkan ke-tidak-pede-an Anda di depan orang lain. Jadilah pribadi yang punya keyakinan diri akan kemampuan yang dimiliki. Punya kemampuan tapi enggak pede menampilkan pada orang lain, ya percuma juga.
Kalau Anda merasa kurang pede karena Anda merasa sebagai orang baru di kantor, perbanyaklah pergaulan dengan orang-orang yang punya pede selangit. Belajarlah dari mereka bagaimana menampilkan diri yang oke. Tingkatkan juga potensi dengan mengasah kemampuan teknik sebelum terjun ke dunia kerja.
Cerdas Sosial
Pribadi-pribadi yang bakal ditemui di dunia kerja sebenarnya hampir mirip dengan dunia kampus, ada yang suka sirik, jutek, baik hati, dan sebagainya. Namun, pertemanan yang terjalin di tempat kerja jelas berbeda dengan kampus. Di sana ada unsur kepentingan, persaingan, dan sebagainya.
Nah, di sinilah pentingnya memiliki kecerdasan sosial, yaitu kemampuan membaca dan mengenali emosi orang lain. Artinya, Anda mengetahui bagaimana mesti bersikap atau berperilaku menghadapi karakter yang berbeda-beda itu. Bisa menyesuaikan diri, serta mudah bergaul dan fleksibel adalah kuncinya.
Jika bekal ini Anda kuasai, kesulitan-kesulitan di dunia kerja tak bakal menjadi kendala. Dan masa jetlag akibat transisi dari dunia kampus ke dunia kerja, tidak akan berlangsung lama.
Memasuki dunia kerja bagaikan masuk ke dunia baru yang penuh dinamika dan tantangan. Perlu persiapan diri yang baik dan bekal yang cukup agar tidak gagap. Bekal apa saja yang mesti dikuasai sebelum terjun ke dunia yang sesungguhnya?
Mental Bekerja
Permasalahan yang muncul di dunia kerja sangat berbeda dengan ketika masih kuliah. Dulu, Anda mungkin banyak dihadapkan pada soal hubungan pertemanan, proses belajar mengajar, dan sebagainya. Persoalan di dunia kerja lebih luas dan kompleks lagi. Ketika kuliah, kalau gagal mengerjakan suatu tugas, risiko paling pahit adalah tidak lulus mata kuliah tersebut. Tapi di dunia profesional, kegagalan tugas bisa berdampak kerugian materi sangat besar. Bahkan bisa berakibat kehilangan pekerjaan.
Selain itu Anda juga mesti menghadapi beban pekerjaan yang sanat banyak dan deadline-deadline yang (sepertinya) tidak masuk akal. Bukannya mau menakut-nakuti, tapi situasi itulah yang akan Anda hadapi. Bagi mental yang tidak kuat, apalagi terbiasa dengan kehidupan santai masa kuliah, akan sangat mudah mengalami apa yang dinamakan de-motivated, kecenderungan menghindar ketika masalah terjadi.
Pribadi Matang
Seorang yang matang bisa memahami kelebihan serta kekurangan yang dimiliki. Selain itu, ia mampu mengendalikan dirinya dengan baik, tidak emosional dan mampu melihat suatu permasalahan secara jernih. Jika merasa sudah dewasa dan matang, sebaiknya tinggalkan sikap kekanak-kanakan dan emosional Anda.
Sehebat apapun atau seberapa banyak pun gelar yang Anda sandang, jika ingin bisa diterima di dunia nyata, aturan atau norma-norma yang berlaku di dunia tersebut tidak boleh Anda baikan. Di antaranya, tahu kapan bicara resmi, kapan pakai bahasa gaul. Gaya berpakaian juga tidak bisa suka-suka.
Percaya Diri
Meski minim pengalaman kerja, namun jangan tunjukkan ke-tidak-pede-an Anda di depan orang lain. Jadilah pribadi yang punya keyakinan diri akan kemampuan yang dimiliki. Punya kemampuan tapi enggak pede menampilkan pada orang lain, ya percuma juga.
Kalau Anda merasa kurang pede karena Anda merasa sebagai orang baru di kantor, perbanyaklah pergaulan dengan orang-orang yang punya pede selangit. Belajarlah dari mereka bagaimana menampilkan diri yang oke. Tingkatkan juga potensi dengan mengasah kemampuan teknik sebelum terjun ke dunia kerja.
Cerdas Sosial
Pribadi-pribadi yang bakal ditemui di dunia kerja sebenarnya hampir mirip dengan dunia kampus, ada yang suka sirik, jutek, baik hati, dan sebagainya. Namun, pertemanan yang terjalin di tempat kerja jelas berbeda dengan kampus. Di sana ada unsur kepentingan, persaingan, dan sebagainya.
Nah, di sinilah pentingnya memiliki kecerdasan sosial, yaitu kemampuan membaca dan mengenali emosi orang lain. Artinya, Anda mengetahui bagaimana mesti bersikap atau berperilaku menghadapi karakter yang berbeda-beda itu. Bisa menyesuaikan diri, serta mudah bergaul dan fleksibel adalah kuncinya.
Jika bekal ini Anda kuasai, kesulitan-kesulitan di dunia kerja tak bakal menjadi kendala. Dan masa jetlag akibat transisi dari dunia kampus ke dunia kerja, tidak akan berlangsung lama.
