• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

[Universal] Berlindung kepada Triratna

xenocross

IndoForum Newbie C
No. Urut
60486
Sejak
1 Jan 2009
Pesan
146
Nilai reaksi
3
Poin
18
Apa kriteria seseorang disebut Buddhis?
Ia berlindung kepada Tiga Permata (Triratna)

Ia berlindung kepada Buddha.
Ia berlindung kepada Dhamma
Ia berlindung kepada Sangha

Berlindung kepada Buddha, berarti mengangkat Buddha sebagai guru yang tertinggi, dan menyerahkan hidup kita kepada Buddha.
Kita mempercayai Buddha sebagai dokter, kita adalah orang sakit, Buddha dapat mendiagnosa penyakit kita dan memberi cara-cara penyembuhan.
Kita menganggap Buddha sebagai penunjuk jalan, orang yang pernah pergi dan kembali dari tempat tujuan.
Kita melihat Buddha sebagai teladan bahwa kita pun bisa menjadi seperti Dia, mencapai nibbana. Secara implisit, "Aku berlindung pada Buddha" artinya "Aku pergi menuju keBuddhaan" Disini dapat diartikan seseorang berlindung pada bakal Buddha dalam dirinya sendiri.

Dhamma adalah perlindungan yang sesungguhnya. Dhamma adalah ajaran Buddha, yg jika dipraktekkan akan membawa menuju pembebasan, nibbana, kebahagiaan.
Kita menganggap Dhamma sebagai obat yg diberikan dokter, sebagai peta penunjuk jalan, dan sebagai rakit untuk menyebrang.
Dhamma disini juga dapat diartikan sebagai hasil pencapaian praktek spiritual

Sangha adalah pembimbing. Komunitas bagi kita dalam perjalanan spiritual. Teman yg lebih berpengalaman dalam perjalanan. Suster yg membantu dokter dalam merawat. Penjaga Dhamma.
Sangha secara umum berarti komunitas para makhluk yang mempraktekkan Dhamma. Mereka terdiri dari makhluk biasa, Biksu/Biksuni/ Para Arya/ dan Bodhisattva.


Sejak zaman Buddha Gautama masih hidup sampai sekarang, seseorang resmi menjadi Buddhis setelah mengucapkan 3 kalimat
Aku berlindung pada Buddha
Aku berlindung pada Dhamma
Aku berlindung pada Sangha


Atau kata-kata yg artinya sama, yg berbeda sesuai tradisi. Tetapi intinya sama, mengambil perlindungan pada Triratna. Apakah hal ini dilakukan melalui upacara resmi [visudhi], atau dilakukan di depan altar di tempat sepi, sama saja. Yang penting adalah pikiran orang tersebut yg menyadari bahwa dia mengambil perlindungan dengan pandangan terhadap Triratna yg tepat seperti sudah dijelaskan sebelumnya.

Setelahnya, seorang Buddhis wajib mengambil minimal 1, dari 5 sila. Biasanya Buddhis mengambil semuanya. Pancasila Buddhis adalah:
1. latihan tidak membunuh
2. latihan tidak mencuri
3. latihan tidak melakukan perbuatan asusila
4. latihan tidak berbohong
5. latihan tidak mengkonsumsi benda yang membuat ketagihan

Inilah syarat menjadi seorang Buddhis, yang sama di semua aliran Theravada, Mahayana, dan Tantrayana.

Syarat menjadi pengikut Mahayana
Apa yg membedakan aliran Theravada dan Mahayana? (Tantrayana termasuk subbagian dari Mahayana)
Mahayana mengenal Bodhicitta. http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=7456.0
Bodhicitta adalah batin pencerahan
Merujuk pada keadaan mental seseorang yang mempunyai rasa cinta kasih terhadap semua makhluk dan kasihan pada penderitaan mereka dan membuat komitmen untuk membebaskan semua makhluk dari derita.
Karena cara paling efektif untuk itu adalah menjadi Samma SamBuddha, maka orang ini bertekad mencapai ke-Buddhaan. Ia akan menempuh jalan Bodhisattva, membuat sumpah-sumpah, melakukan banyak kebajikan, melatih diri menyempurnakan paramita. Bodhisattva bertekad akan tetap tinggal dalam samsara sampai semua makhluk selamat.
Inilah yang ada dalam mahayana dan tidak ada dalam theravada.

Parameter sudah mengambil perlindungan dengan benar
Sekali lagi, menjadi buddhist itu masalah keadaan pikiran. Well, saya juga sebenarnya tahu hal ini dari aliran Buddhisme Tibet, karena cuma di aliran ini bagian berlindung dijelaskan secara rinci dan mendetail.

yah intinya, setelah menyadari bahwa hidup banyak penderitaan, kematian itu pasti, kelahiran sebagai manusia jarang didapat, dan kemungkinan terlahir lagi di alam rendah besar, kita merasa takut. Takut akan segala sesuatu yg tidak jelas, takut akan mengalami penderitaan lagi, takut karena kita tidak tahu harus bagaimana menghadapinya.

Kalau takut kita harus mencari perlindungan, untuk melindungi kita dari bahaya (kelahiran alam rendah). Pelindung ini haruslah memiliki kualitas-kualitas, yang membuat dia bisa melindungi kita. Kita harus yakin bahwa si pelindung mampu menyelamatkan kita. Kita harus memeriksa dulu, kualitas-kualitas pelindung ini

Buddha dikatakan berharga sebagai obyek kita berlindung karena:
1. Buddha sudah tidak mempunyai rasa takut.
2. Buddha mahir dalam berbagai cara membebaskan orang lain dari rasa takut
3. Buddha tidak membedakan semua makhluk, memperlakukan semua dengan adil.
4. Buddha membantu orang yang membantu-Nya maupun yang tidak, Buddha membantu semua orang tanpa kecuali
5. Buddha bebas dari penderitaan
6. Buddha mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang sempurna
7. Buddha mempunyai welas asih yang sangat besar.

Kita melihat ada seseorang yg sudah bebas dari penderitaan dunia dan rasa takut, beliau mengetahui dengan jelas apa yg terjadi di dunia ini, dan beliau mempunyai perilaku tanpa cela. Kalau dia bisa saya juga bisa!
Kita jadikan dia contoh, inspirasi, teladan, ikuti cara pikirnya dan cara hidupnya, minta pelajaran dari dia. Anggap dia sebagai guru yang ajarannya mampu membebaskan kita -----> inilah makna Berlindung Kepada Buddha

Dhamma adalah ajaran Buddha, yang dapat membebaskan kita dari penderitaan. Berlindung pada Dhamma artinya "minum obat" atau mempraktekkan Dhamma.

Sangha
terdiri dari para Arahat, Anagami, Sakadagami, Sotapanna --- orang-orang yang mencapai tingkat kesucian batin karena mempraktekkan ajaran Buddha.
Dan Bodhisattva-bodhisattva yang sedang melatih diri supaya bisa menjadi Buddha
Dan Komunitas Biksu-Biksuni, Samanera-samaneri, upasaka-upasika,
komunitas pencari Dhamma. Berlindung pada Sangha artinya menghormati komunitas sebagai pembimbing yang lebih senior, pemelihara dhamma, yang memberi contoh sehari-hari bagaiman berperilaku yang benar.

Setelahnya, ada dirinci kriteria untuk memastikan apakah kita sudah mengambil perlindungan dengan benar?

1. Berlindung setelah mengetahui kualitas Triratna
2. Berlindung setelah mengetahui perbedaan antara Buddha Dhamma Sangha
3. Berlindung dengan kepercayaan dalam Triratna, seperti seorang pasien percaya pada dokter, obat, dan suster.
4. Berlindung dengan tidak mengikuti kepercayaan lain


Kalau orang yang tingkah lakunya tidak sesuai dhamma, saya ragu dia sudah menjadi Buddhis kalau berdasarkan kriteria di atas...
Biarpun orang mengucapkan Trisarana /kalimat perlindungan ribuan kali belum tentu dia jadi Buddhis, karena yang berpengaruh pikiran pada waktu itu.
(Saya sendiri tidak yakin sudah buddhis 100% karena ada elemen-elemen yg hilang, but well, I try to develop the correct attitude when taking refuge)
 
parameter buddhis

Buddhis = pengikut Buddha/ Murid Buddha/ Orang yg mengadopsi Ajaran Buddha sebagai pedoman hidup

Ada orang baik sekali, mengikuti ajaran yang sangat baik, menganjurkan umatnya berbuat baik, suka menolong orang, dll. Lebih baik daripada umat Buddha. Ibaratnya dia praktek Dhamma lebih tinggi dari umat Buddha. Tapi memang dia tidak pernah kenal siapa Siddharta Gautama. Yang dia kenal adalah Mr. Y dari Agama K, dan dia tiap minggu ke Ger*j*. Apakah dia Buddhist? Murid Buddha? Tentunya dia akan marah anda katakan dia murid Buddha. Dia kan murid Mr. Y!
"Dia adalah umat agama lain yang hidupnya sesuai dhamma yg diajarkan Buddha. Tapi dia bukan Buddhist"

Ada lagi orang yg baik juga, dan dia kenal Siddharta Gautama. Banyak inspirasi yang diperolehnya ketika mempelajari riwayat Siddharta maupun ajarannya. Dia mengambil beberapa filosofi hidupnya dari ajaran Buddha. Tapi beberapa aspek dia tidak percaya dan tidak diambil. Dia adalah pengagum Buddha. Tapi dia Shalat 5 waktu dan pergi naik haji. Apakah dia murid Buddha? Bukan, dia akan menolak sebutan tersebut. Dia kan cuma penggemar, katanya. Buddha itu dianggapnya figur tokoh sejarah sama seperti Gandhi, Washington, Soekarno, dll yang bisa diambil teladannya.
"Dia adalah pengagum Buddha, tapi bukan murid Buddha"

Di dalam beberapa aliran Hindu, Buddha disembah sebagai titisan dewa Vishnu yang turun ke dunia. Mereka memuja rupang Buddha Gautama. Mereka mempercayai reinkarnasi dan Karma. Mereka baik-baik orangnya. Belakangan ini mereka juga mengambil beberapa aspek - aspek ajaran Buddha yang mereka suka. Beberapa konsep utama Hindu berkembang menjadi sangat mirip dengan konsep utama ajaran Buddha, walau masih ada perbedaan mendasar. Apakah orang-orang ini Buddhis? Bukan, mereka adalah "Penganut Hindu yang mendewakan Buddha"

Ada orang yang tingkah lakunya dan pemikirannya sama dengan apa yg Buddha ajarkan. Tapi belum pernah bertemu, mendengar, atau belajar agama Buddha (di kehidupan ini). Sebagian orang mengatakan dia adalah Buddhis. Saya berpendapat dia "berjalan di jalan yang sama dengan jalan Buddha". Saya rasa tidak ada bedanya dengan Buddhis, dalam hal perkembangan spiritualnya.


Kalau kelakuannya buruk tetapi sudah Buddhis, namanya Buddhis yg tidak praktek dharma.
Kalau kelakuannya sesuai dharma dan sudah menjadi Buddhis, namanya Buddhis yg praktek Dharma
Kalau ngakunya beragama Buddha, KTPnya Buddha, tapi sama sekali ga tau apa itu ajaran Buddha, namanya Umat Buddha KTP
Kalau kerjaannya sembhayang kelenteng, imlek, cengbeng, namanya umat Buddha Tradisi
Kalau KTPnya Konghucu, baru pindah agama dari agama Buddha, setelah bertahun-tahun "numpang"
Kalau kerjanya praktek Tao, berarti umat Tao yg lagi numpang di Agama Buddha sementara menunggu Tao diakui sebagai agama...


Berlindung kepada Buddha sudah ada sejak zaman Buddha masih hidup. Ini sedikit contohnya:

Setelah Sang Bhagava berkata, Brahmana Kutadanta berkata kepada Sang Bhagava: "Gotama, sangat bagus kata-kata yang diungkapkan! Bagaikan orang yang menegakkan kembali apa yang telah roboh, memperlihatkan apa yang tersembunyi, menunjukkan jalan benar kepada ia yang tersesat atau memberikan cahaya dalam kegelapan agar mereka yang mempunyai mata dapat melihat benda-benda di sekitarnya. Demikian pula dengan berbagai cara Dhamma telah dibabarkan oleh Samana Gotama kepadaku. Saya menyatakan bahwa saya berlindung kepada Samana Gotama, Dhamma dan Sangha. Semoga Samana Gotama menerima saya sebagai upasaka, mulai hari ini sampai selama-lamanya. Samana Gotama, saya sendiri akan melepasbebaskan tujuh ratus pasang sapi dan tujuh ratus pasang kambing. Saya menyelamatkan hidup mereka. Mereka dapat makan rumput hijau, minum air sejuk dan angin sejuk meliputi mereka."
KUTADANTA SUTTA

When this was said, Potthapada the wanderer said to the Blessed One: "Magnificent, Master Gotama! Magnificent! Just as if he were to place upright what was overturned, to reveal what was hidden, to show the way to one who was lost, or to carry a lamp into the dark so that those with eyes could see forms, in the same way has Master Gotama — through many lines of reasoning — made the Dhamma clear. I go to Master Gotama for refuge, to the Dhamma, and to the Sangha of monks. May Master Gotama remember me as a lay follower who has gone to him for refuge, from this day forward, for life."

But Citta the elephant trainer's son said to the Blessed One: "Magnificent, Master Gotama! Magnificent! Just as if he were to place upright what was overturned... in the same way has Master Gotama — through many lines of reasoning — made the Dhamma clear. I go to Master Gotama for refuge, to the Dhamma, and to the Sangha of monks. Let me obtain the Going Forth in the Blessed One's presence! Let me obtain Acceptance!"
Potthapada Sutta


Setelah beliau berkata begitu, kemudian pemuda Brahmana Vasettha dan Bharadvaja berkata kepada Bhagava: 'Mengagumkan kata-kata yang diucapkan Gotama. Menakjubkan! Bagaikan orang yang menegakkan benda yang tergeletak, atau menemukan apa yang tersembunyi, atau menunjukkan jalan yang benar bagi mereka yang tersesat, atau menerangi tempat yang gelap sehingga orang yang mempunyai mata dapat melihat benda; - begitu pula, Gotama telah membabarkan dhamma kepada kami dalam banyak cara. Kami menyatakan berlindung kepada Bhagava, Dhamma dan bhikkhu Sangha. Mohon Bhagava menerima kami sebagai pengikut (upasaka) sejak hari ini hingga akhir hayat'.
TEVIJJA SUTTA
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.