• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Uncanny Valley, Fenomena Horor Psikologis yg Terkenal

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Uncanny Valley, Fenomena Horor Psikologis yg Terkenal

Sumber Gambar:https://nationalgeographic.grid.id/r...up-untuk-robot


Hai semuanya, Shalom Aleichem!
emoticon-Hai


Selamat pagi kalian semuanya!
emoticon-Matahari




Pada kesempatan yg sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang fenomena uncanny valley (lembah aneh)
emoticon-Smilie
.



Horor sering kali diasosiasikan dengan darah, potongan tubuh, hantu, atau adegan kejut yg ekstrem. Namun, tidak semua horor bekerja dengan cara tersebut. Ada tipe horor yg justru lebih halus, lebih tenang, & sering kali lebih mengganggu secara psikologis. Horor ini tidak memerlukan darah, tidak melibatkan hantu, tetapi sanggup menimbulkan rasa tidak nyaman yg mendalam & bertahan lama.

Salah satu contoh paling terkenal dari horor semacam ini adalah uncanny valley. Fenomena ini kerap muncul dalam kehidupan modern, mulai dari film animasi, robot humanoid, boneka realistis, hingga avatar digital. Banyak orang merasakan kegelisahan yg sulit dijelaskan ketika melihat sesuatu yg hampir menyerupai manusia, tetapi terasa tidak sepenuhnya hidup.

Thread ini akan membahas uncanny valley sebagai fenomena psikologis yg berfungsi sebagai bentuk horor tanpa darah & tanpa hantu. Pembahasan dilakukan secara ilmiah, dengan tujuan menjelaskan asal-usul konsep, prosedur psikologisnya, serta hubungannya dalam budaya & teknologi modern.

Quote:
Apa Itu Uncanny Valley?​


Istilah uncanny valley (lembah aneh) perdana kali diperkenalkan oleh seorang profesor robotika asal Jepang, Masahiro Mori, pada tahun 1970. Dalam sebuah esai singkat yg diterbitkan di jurnal teknik Jepang, Mori mengemukakan bahwa hubungan emosional manusia kepada objek buatan tidak sering meningkat seiring dengan meningkatnya kemiripan objek tersebut dengan manusia.

Menurut Mori, ketika sebuah objek non-manusia mulai menyerupai manusia, respons afektif manusia memang cenderung meningkat. Namun, pada titik tertentu, respons tersebut justru menurun secara drastis. Objek yg berada di titik penurunan ini terasa aneh, mengganggu, bahkan menyeramkan. Penurunan tajam inilah yg disebut sebagai lembah.

Sebagai ilustrasi, boneka mainan sederhana biasanya tidak menimbulkan rasa takut. Robot industri yg jelas-jelas mesin juga relatif netral secara emosional. Akan tetapi, robot humanoid dengan paras menyerupai manusia, kulit sintetis, & ekspresi yg kurang alami sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman yg kuat. Fenomena inilah yg dimaksud dengan lembah aneh.


Quote:
Makna Uncanny (Aneh) dalam Psikologi​


Untuk memahami mengapa uncanny valley terasa menyeramkan, penting untuk memahami arti mengatakan uncanny (aneh) itu sendiri. Dalam kajian psikologi, istilah ini sudah lama dibahas, khususnya melalui karya Sigmund Freud berjudul Das Unheimliche yg diterbitkan pada tahun 1919.

Freud menjelaskan bahwa sesuatu disebut aneh ketika sesuatu itu bersifat akrab tetapi asing secara bersamaan. Objek atau keadaan aneh bukanlah sesuatu yg sepenuhnya baru, melainkan sesuatu yg semestinya dikenal, tetapi tampil dengan cara yg menyimpang. Contohnya adalah boneka yg tampak hidup, patung yg ekspresinya terlalu realistis, atau mayat yg terlihat seperti orang tidur.

Dalam fenomena lembah aneh, objek tersebut tampak manusiawi, tetapi tidak sepenuhnya memenuhi kriteria sebagai manusia hidup. Ketidaksesuaian kecil inilah yg memicu rasa gelisah & ketakutan bawah sadar.


Quote:
Uncanny Valley sebagai Horor Psikologis​


Berbeda dengan horor biasa yg mengandalkan kejutan visual, fenomena lembah aneh bekerja melalui prosedur psikologis yg lebih dalam. Horor ini tidak memicu rasa takut secara instan, tetapi menimbulkan kegelisahan yg perlahan & sulit dihilangkan.

Otak manusia berevolusi untuk mengenali sesama manusia dengan sangat akurat, khususnya melalui wajah, ekspresi, & gerakan tubuh. Ketika kita melihat sesuatu yg menyerupai manusia tetapi memiliki keanehan kecil (seperti tatapan mata yg kosong, senyum yg tidak sinkron, atau gerakan yg kaku), otak mengalami konflik pemrosesan.

Penelitian di bidang ilmu saraf & kejiwaan menunjukkan bahwa fenomena lembah aneh berkaitan dengan prosedur predictive coding. Otak manusia terus-menerus menciptakan perkiraan tentang apa yg akan dilihat & dialami. Ketika perkiraan tersebut gagal, khususnya dalam konteks sosial, muncul respons negatif berupa ketidaknyamanan & kewaspadaan (Saygin et al., 2012).

Dengan demikian, fenomena lembah aneh dapat dipahami sebagai bentuk horor psikologis yg muncul dari kegagalan otak dalam mengklasifikasikan sesuatu sebagai manusia atau benda.


Quote:
Horor Tanpa Darah & Tanpa Hantu​


Salah satu aspek paling menarik dari fenomena lembah aneh adalah tidak adanya unsur darah & hantu. Tidak ada kekerasan eksplisit, tidak ada makhluk gaib, & tidak ada fenomena yg melanggar hukum alam. Semua elemen yg terlibat sepenuhnya rasional & dapat dijelaskan secara ilmiah.

Namun, justru karena itulah fenomena lembah aneh terasa lebih mengganggu. Objek yg dikatakan aneh berada di wilayah abu-abu antara benda hidup & tidak hidup, antara manusia & benda. Ketidakjelasan ini memicu kecemasan eksistensial yg halus, tetapi kuat.

Dalam banyak kasus, horor tipe ini bahkan lebih efektif daripada horor eksplisit. Penonton atau pengamat tidak diberi objek ketakutan yg jelas, sehingga pikiran mereka terus berusaha mencari penjelasan. Proses pencarian inilah yg memperpanjang rasa tidak nyaman.


Quote:
Uncanny Valley dalam Film & Animasi​


Fenomena lembah aneh sangat terasa dalam industri film & animasi, khususnya sejak berkembangnya teknologi CGI & motion capture. Beberapa film animasi yg berusaha menghadirkan tabiat manusia realistis justru mendapatkan respons negatif karena karakter-karakternya dianggap tidak hidup.

Film The Polar Express (2004) sering dijadikan contoh dalam kajian tentang fenomena lembah aneh. Meskipun secara teknis canggih, ekspresi paras tabiat dalam film tersebut dinilai kurang alami, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi beberapa penonton. Hal ini menunjukkan bahwa realisme visual tidak sering berbanding lurus dengan penerimaan emosional.

Sebaliknya, banyak studio animasi memilih gaya visual yg lebih stilistik atau kartunis. Pendekatan ini dianggap lebih kondusif secara psikologis karena tidak memicu ekspektasi berlebihan kepada realisme mirip manusia.


Quote:
Robot Humanoid & Tantangan Desain​


Dalam bidang robotika, fenomena lembah aneh jadi tantangan serius. Robot humanoid dikembangkan untuk berinteraksi langsung dengan manusia, misalnya sebagai asisten medis, pendamping lansia, atau petugas layanin publik. Namun, kalau desain robot terlalu menyerupai manusia tanpa mencapai kesempurnaan, interaksi tersebut justru berisiko menimbulkan ketidaknyamanan.

Beberapa peneliti menyarankan supaya desain robot tidak mengejar kemiripan manusia secara ekstrem. Bentuk robot yg jelas bukan manusia, tetapi tetap komunikatif & ekspresif, dianggap lebih efektif & etis (Fong et al., 2003).


Quote:
Hubungan Uncanny Valley dengan Era Digital​


Di era kecerdasan buatan, realitas virtual, & teknologi deepfake, fenomena lembah aneh jadi semakin relevan. Avatar digital, paras sintetis, & simulasi manusia yg semakin realistis berpotensi memperluas wilayah fenomena lembah aneh ke dalam kehidupan sehari-hari manusia.

Fenomena ini mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak cuma soal kemampuan teknis, tetapi juga tentang bagaimana manusia secara psikologis merespons teknologi tersebut. Batas antara yg manusiawi & yg artifisial jadi isu penting, bukan cuma secara ilmiah, melainkan juga secara etis & budaya.


Quote:
PENUTUP​


Fenomena lembah aneh membuktikan bahwa horor tidak harus hadir dalam bentuk darah berceceran atau peristiwa gaib. Rasa takut dapat muncul dari sesuatu yg sangat dekat dengan manusia, mulai dari wajah, gerakan, hingga ekspresi emosional. Ketika elemen-elemen tersebut sedikit saja menyimpang, muncul rasa gelisah yg sulit dijelaskan, tetapi sangat nyata.

Sebagai fenomena psikologis, fenomena lembah aneh membuka pemahaman baru tentang cara kerja pikiran manusia & batas-batas persepsi sosial. Ia menunjukkan bahwa ketakutan terdalam manusia sering kali bukan berasal dari monster atau dunia gaib, melainkan dari ketidakpastian tentang apa yg sebenarnya kita hadapi.

Thread ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang baru bahwa horor tidak sering harus penuh darah atau ada hantunya. Terkadang, horor justru lahir dari sesuatu yg hampir menyerupai (tetapi tidak sepenuhnya) manusia.


Quote:
SUMBER​


Freud, S. (1919/2003). The uncanny. London: Penguin Classics.

Fong, T., Nourbakhsh, I., & Dautenhahn, K. (2003). A survey of socially interactive robots. Robotics and Autonomous Systems, 42(34), 143166.

MacDorman, K. F., & Ishiguro, H. (2006). The uncanny advantage of using androids in cognitive and social science research. Interaction Studies, 7(3), 297337.

Mori, M. (2012). The uncanny valley (K. F. MacDorman & N. Kageki, Trans.). IEEE Robotics & Automation Magazine, 19(2), 98100. (Original work published 1970).

Saygin, A. P., Chaminade, T., Ishiguro, H., Driver, J., & Frith, C. (2012). The thing that should not be: Predictive coding and the uncanny valley in perceiving human and humanoid robot actions. Social Cognitive and Affective Neuroscience, 7(4), 413422.


@nikmatulsiti319 @nowbitool @tabraklari81223
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.