• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Umur BlackBerry Menghitung Hari

Ajido-Marujido

IndoForum VIP: The Special One
No. Urut
10016
Sejak
31 Des 2006
Pesan
4.815
Nilai reaksi
146
Poin
63
bberrybold200.jpg


Jakarta - Ancaman Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar untuk menghentikan impor BlackBerry tidak main-main. Research in Motion (RIM), sang produsen, cuma diberi tenggat waktu 15 juli untuk membuka layanin purna jualnya.

"Kita tak butuh janji, kita butuh bukti kalau mereka memang punya goodwill," kata Basuki di kantor Ditjen Postel, Jakarta, Jumat (3/7/2009).

Menurutnya, setiap pemerintah mengeluarkan sertifikasi A untuk RIM, perusahaan asal kanada itu telah menandatangani komitmen untuk membuka pusat layanannya. Cuma sampai saat ini belum ada realisasi dari RIM.

Lalu alasan feasibility study yang dikemukakan RIM untuk menangguhkan pusat layanin dinilai Basuki tidak masuk akal. "Kenapa baru minggu ini mereka mengeluhkan sulit meminta izin untuk membangun pusat layanin, kenapa tidak dari dulu. Mereka kan sudah tanda tangan setiap menerima sertifikat," tukasnya.

Basuki juga menolak jika dikatakan permintaan untuk membangun pusat layanin ini karena desakan kompetitor RIM. Pasalnya, pembangunan pusat layanin itu merupakan kewajiban yang mereka setujui sendiri.

"Mereka (RIM-red.) punya dua tanggung jawab, yaitu terhadap aturan dan pelanggan. Di sini kita tidak membicarakan produk BB resmi (lewat operator) atau yang yang lewat paralel impor, karena kami menganggap tetap BlackBerry itu punya RIM," jelasnya.

Tak hanya BlackBerry, iPhone milik Apple juga akan 'ditodong' pemerintah untuk membangun layanin purna jualnya. Hanya saja masalahnya, kebutuhan untuk membuka service center BlackBerry dianggap sudah lebih dulu mendesak. "Kalau iPhone kami belum mendapat keluhan, makanya terlalu belum mendesak," tegas Basuki.

Dengan demikian, bisa dikatakan nasib impor BlackBerry ke Indonesia tinggal menghitung hari. Jika sampai 15 juli RIM belum membuka layanin purna jualnya, regulator akan menghentikan semua impor BlackBerry, baik itu dari operator maupun paralel impor yang memiliki sertifikasi B. "Semua BlackBerry," pungkas Basuki.

Sumber:
Kode:
http://www.detikinet.com/read/2009/07/03/192433/1158757/328/umur-blackberry-menghitung-hari
 
whoaaaa.... :(( jangan dulu donk......gw baru kumpul2 duit buat beli.... :((
 
oi2....apa2an ni....gw gag bisa beli BB doms.../omg
 
ah gw gk jadi beli ah :p lagian br kekumpul 1/2 =))
 
soalnya daya beli masyarakat indonesia kan rendah:D
 
hmm... coba di cek birokrat yg menangani izin pembangunan pelayanan. Jangan2x emang bener, kehambat gara2x sulitnya mendptkan izin... :-?
 
turut berduka cita utk pengguna BB....... =))
 
Kalo Udh GaG Ada BB...
Truz Masuk BB BM...
G Mana Ya Kalo Ketauan ..../gg
 
wew udah kgk ada tu?
hehehehe
untung gw gk pake BB
 
untung gw kurang suka blackberry /gg
 
haha gw ga gitu suka BB...
hasil kameranya jelek sih;))
 
wah parah juga kalo BB dilarang
orang yang butuh jadi susah
 
Hmm...produk bagus kok gak tanganin tempat service dan laennya.............................../hmm/hmm/hmm
 
hayo... yg mau pindah iphone silahkan :P

kalo gw sih sekali blackberry tetap blackberry, udah dari dulu soalnya, bukan karena demam blackberry :-"

lagipula beda segmen sih soalnya, iphone cenderung untuk entertainment doang, sedangkan blackberry dikhususkan untuk kalangan bisnis :D
 
wah untung gw ga terlalu suka BB wkwkwkw gw suka yang Tipe 5000 gitu dh /gg
kayak 5300 ;))
 
wah klo gw lebih naksir sama iPhone... gara² nyoba iPod Touch /ok
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.