EverLasting Friend
IndoForum Senior B
- No. Urut
- 45216
- Sejak
- 3 Jun 2008
- Pesan
- 5.867
- Nilai reaksi
- 260
- Poin
- 83
Tradisi pertengkaran berabad-abad membuat seorang Inggeris dan seorang Skotlandia yang bertetangga tidak saling menyapa. Tetapi suatu hari perselisihan tidak bisa dihindari. Pasalnya, ayam betina milik si Skotlandia bertelur di halaman si Inggris. Si Skot memaksa azas Ius Sanguinis, jadi berdasarkan keturunan, telor ini miliknya. Si Inggris memaksa azas Ius Soli, telor ini miliknya berdasarkan tempat dilahirkan.
Akhirnya diselesaikan dengan cara adat.
Pertama si Skotlandia mendapat kesempatan menendang bokong si Inggris, kemudian diukur berapa lama si Inggris pulih. Kemudian gantian, si Inggris menendang bokong di Skotlandia, dan waktu juga diukur. Pemenang adalah siapa yang bisa bangkit dengan waktu tersingkat.
Maka keduanya segera berpakaian tradisional masing-masing dengan khidmad. Si Skotlandia memasang sepatu besi, dan si Inggris berbalik menunduk, memberikan bokongnya. Lalu si Skotlandia berlari dan mengambil ancang-ancang lalu menendang sekeras-kerasnya.
Si Inggris terguling-guling, mengerang-ngerang kesakitan. Si Skotlandia mengukur stopwatch. Akhirnya setelah 27 menit 17 detik (presisi gini?) bangkitlah si Inggris.
Sekarang giliran si Inggris. Ia memasang sepatu besi kemudian, bersiap-siap mengambil ancang-ancang.
Tapi tiba-tiba si Skotlandia berkata, “OK, aku menyerah kalah. Kamu menang. Silahkan ambil telurnya…”
Sambil melengos pergi.
Akhirnya diselesaikan dengan cara adat.
Pertama si Skotlandia mendapat kesempatan menendang bokong si Inggris, kemudian diukur berapa lama si Inggris pulih. Kemudian gantian, si Inggris menendang bokong di Skotlandia, dan waktu juga diukur. Pemenang adalah siapa yang bisa bangkit dengan waktu tersingkat.
Maka keduanya segera berpakaian tradisional masing-masing dengan khidmad. Si Skotlandia memasang sepatu besi, dan si Inggris berbalik menunduk, memberikan bokongnya. Lalu si Skotlandia berlari dan mengambil ancang-ancang lalu menendang sekeras-kerasnya.
Si Inggris terguling-guling, mengerang-ngerang kesakitan. Si Skotlandia mengukur stopwatch. Akhirnya setelah 27 menit 17 detik (presisi gini?) bangkitlah si Inggris.
Sekarang giliran si Inggris. Ia memasang sepatu besi kemudian, bersiap-siap mengambil ancang-ancang.
Tapi tiba-tiba si Skotlandia berkata, “OK, aku menyerah kalah. Kamu menang. Silahkan ambil telurnya…”
Sambil melengos pergi.
