mas6
IndoForum Senior E
- No. Urut
- 110
- Sejak
- 26 Mar 2006
- Pesan
- 4.052
- Nilai reaksi
- 9
- Poin
- 38
Bis Bertingkat Yang Menyeramkan
> > >
> > > Malam ini udara dingin sekali. Dua hari lagi hari raya Imlek akan
> > > tiba.
> > > Vivin yang sedang berdiri di halte, mengusap-usap telapak tangannya
> untuk
> > > mengusir dingin. Sayup-sayup terdengar suara burung hantu di kejauhan.
> > > Vivin mengutuk bossnya dalam hati, karena memaksanya berangkat pada
> > > jam
> yang
> > > sangat tidak menyenangkan ini. Vivin ditugaskan untuk mengantarkan
> sebuah
> > > paket ke sebuah gudang tua di ujung kota. Perjalanan ke sana
> > > memerlukan
> > > waktu sekitar setengah jam, dan satu-satunya jenis
> > > angkutan umum yang tersedia adalah bis bertingkat yang sudah tua dan
> > > jalannya lambat.
> > >
> > > Setelah menunggu lama, akhirnya bis itu muncul. Vivin pun naik. Hanya
> > > ada beberapa penumpang saja yang terlihat. Vivin terus melangkah
> > > menuju
> > > tangga karena dia memutuskan untuk duduk di tingkat atas saja. Tetapi
> > > langkahnya dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekat
> tangga.
> > >
> > > Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya.".
> > > Vivin
> > > terkejut. Dia pernah mendengar kisah-kisah menyeramkan tentang bis
> > > bertingkat seperti yang pernah diceritakan teman-temannya.
> > > Karena merasa ngeri, Vivin pun mengurungkan niatnya untuk naik ke
> > > atas.
> > > Setelah memilih sebuah bangku yang agak jauh, Vivin duduk sambil
> > > membayangkan
> > > hal-hal yang mengerikan yang mungkin terjadi.
> > >
> > > Perjalanan 30 menit yang menegangkan itu pun akhirnya dapat dilalui.
> > > Vivin telah sampai di tempat tujuannya, ketika bis bertingkat itu
> berhenti di
> > > sebuah halte. Vivin turun sambil menarik nafas lega, sementara
> > > bis itu kembali melanjutkan perjalanannya.
> > >
> > > Keesokan malamnya, satu malam sebelum malam Imlek, Vivin kembali
> > > ditugaskan
> > > bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang sama.
> > > Vivin
> > > pun kembali berangkat menuju halte. Bis yang sama dengan bis yang
> kemarin
> > > muncul
> > > lagi. Vivin naik. Penumpang bis yang terlihat hanya beberapa orang
> saja.
> >
> > > Vivin lalu berjalan menuju tangga. Tetapi di
> > > sana Vivin kembali dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di
> > > dekat tangga. Nenek yang sama dengan yang kemarin.
> > >
> > > Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya.".
> > > Vivin
> > > teringat dengan pengalamannya kemarin. Ia merasa takut dan memilih
> untuk
> >
> > > duduk di sebuah bangku yang agak jauh dari tangga.
> > > Setelah 30 menit, bis bertingkat itu akhirnya berhenti di halte tempat
> > > tujuan Vivin. Vivin turun dengan perasaan lega. Dan bis itu pun
> > > melanjutkan perjalanan kembali.
> > > Keesokan harinya, tepat pada malam Imlek, Vivin kembali diberi tugas
> > > oleh bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang sama
> > > dengan sebelumnya. Vivin menunggu bis di halte sambil melihat ke
> > > sekelillingnya.
> > > Suasana kota terlihat meriah. Lampion dan hiasan berwarna warni
> > > menghiasi
> > > sudut-sudut jalan. Ketika bis bertingkat yang ditunggunya datang,
> > > Vivin naik. Bis itu adalah bis yang sama dengan yang kemarin. Vivin
> > > melihat
> > > ke arah bangku di dekat tangga, dan benar saja, nenek yang sama dengan
> > > yang kemarin terlihat duduk di situ. Vivin lalu mendekati nenek
> > > keriput
> itu.
> > > Sebelum nenek itu berkata apa-apa,
> > > Vivin mendahuluinya, "Nek, apapun yang akan Nenek katakan, saya tetap
> > > akan naik dan duduk di atas. Malam ini adalah malam Imlek dan suasana
> kota
> > > begitu meriahnya, saya tidak takut akan sesuatupun.".
> > > Tanpa menunggu jawaban apa-apa dari nenek tua itu, Vivin lalu naik ke
> > > atas. Tidak ada penumpang satu orang pun di atas. Vivin memilih untuk
> duduk di
> > > dekat jendela, dan menunggu dengan perasaan tegang. Tetapi hingga 30
> > > menit berlalu, tidak terjadi apa-apa.
> > > Akhirnya Vivin sampai di tempat tujuan, dan bis itu berhenti di sebuah
> > > halte. Vivin turun dari tingkat atas dan mencari si nenek keriput di
> > > dekat tangga. Setelah bertemu, lalu Vivin bertanya, "Nek, kenapa sih,
> Nenek
> > > melarang penumpang untuk naik ke atas? Saya sudah mencoba sendiri,
> > > ternyata di atas tidak ada apa-apa yang membahayakan. Sebenarnya ada
> apa
> sih,
> > > nek?".
> > > Sambil menunjukkan jarinya ke atas, nenek keriput itu menjawab,
> > > "Di atas berbahaya, nak. Tidak ada supirnya.".
>
>
> IH SERIUS KALI NIH BACANYA ...
> HE HE HE HE

> > >
> > > Malam ini udara dingin sekali. Dua hari lagi hari raya Imlek akan
> > > tiba.
> > > Vivin yang sedang berdiri di halte, mengusap-usap telapak tangannya
> untuk
> > > mengusir dingin. Sayup-sayup terdengar suara burung hantu di kejauhan.
> > > Vivin mengutuk bossnya dalam hati, karena memaksanya berangkat pada
> > > jam
> yang
> > > sangat tidak menyenangkan ini. Vivin ditugaskan untuk mengantarkan
> sebuah
> > > paket ke sebuah gudang tua di ujung kota. Perjalanan ke sana
> > > memerlukan
> > > waktu sekitar setengah jam, dan satu-satunya jenis
> > > angkutan umum yang tersedia adalah bis bertingkat yang sudah tua dan
> > > jalannya lambat.
> > >
> > > Setelah menunggu lama, akhirnya bis itu muncul. Vivin pun naik. Hanya
> > > ada beberapa penumpang saja yang terlihat. Vivin terus melangkah
> > > menuju
> > > tangga karena dia memutuskan untuk duduk di tingkat atas saja. Tetapi
> > > langkahnya dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekat
> tangga.
> > >
> > > Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya.".
> > > Vivin
> > > terkejut. Dia pernah mendengar kisah-kisah menyeramkan tentang bis
> > > bertingkat seperti yang pernah diceritakan teman-temannya.
> > > Karena merasa ngeri, Vivin pun mengurungkan niatnya untuk naik ke
> > > atas.
> > > Setelah memilih sebuah bangku yang agak jauh, Vivin duduk sambil
> > > membayangkan
> > > hal-hal yang mengerikan yang mungkin terjadi.
> > >
> > > Perjalanan 30 menit yang menegangkan itu pun akhirnya dapat dilalui.
> > > Vivin telah sampai di tempat tujuannya, ketika bis bertingkat itu
> berhenti di
> > > sebuah halte. Vivin turun sambil menarik nafas lega, sementara
> > > bis itu kembali melanjutkan perjalanannya.
> > >
> > > Keesokan malamnya, satu malam sebelum malam Imlek, Vivin kembali
> > > ditugaskan
> > > bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang sama.
> > > Vivin
> > > pun kembali berangkat menuju halte. Bis yang sama dengan bis yang
> kemarin
> > > muncul
> > > lagi. Vivin naik. Penumpang bis yang terlihat hanya beberapa orang
> saja.
> >
> > > Vivin lalu berjalan menuju tangga. Tetapi di
> > > sana Vivin kembali dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di
> > > dekat tangga. Nenek yang sama dengan yang kemarin.
> > >
> > > Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya.".
> > > Vivin
> > > teringat dengan pengalamannya kemarin. Ia merasa takut dan memilih
> untuk
> >
> > > duduk di sebuah bangku yang agak jauh dari tangga.
> > > Setelah 30 menit, bis bertingkat itu akhirnya berhenti di halte tempat
> > > tujuan Vivin. Vivin turun dengan perasaan lega. Dan bis itu pun
> > > melanjutkan perjalanan kembali.
> > > Keesokan harinya, tepat pada malam Imlek, Vivin kembali diberi tugas
> > > oleh bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang sama
> > > dengan sebelumnya. Vivin menunggu bis di halte sambil melihat ke
> > > sekelillingnya.
> > > Suasana kota terlihat meriah. Lampion dan hiasan berwarna warni
> > > menghiasi
> > > sudut-sudut jalan. Ketika bis bertingkat yang ditunggunya datang,
> > > Vivin naik. Bis itu adalah bis yang sama dengan yang kemarin. Vivin
> > > melihat
> > > ke arah bangku di dekat tangga, dan benar saja, nenek yang sama dengan
> > > yang kemarin terlihat duduk di situ. Vivin lalu mendekati nenek
> > > keriput
> itu.
> > > Sebelum nenek itu berkata apa-apa,
> > > Vivin mendahuluinya, "Nek, apapun yang akan Nenek katakan, saya tetap
> > > akan naik dan duduk di atas. Malam ini adalah malam Imlek dan suasana
> kota
> > > begitu meriahnya, saya tidak takut akan sesuatupun.".
> > > Tanpa menunggu jawaban apa-apa dari nenek tua itu, Vivin lalu naik ke
> > > atas. Tidak ada penumpang satu orang pun di atas. Vivin memilih untuk
> duduk di
> > > dekat jendela, dan menunggu dengan perasaan tegang. Tetapi hingga 30
> > > menit berlalu, tidak terjadi apa-apa.
> > > Akhirnya Vivin sampai di tempat tujuan, dan bis itu berhenti di sebuah
> > > halte. Vivin turun dari tingkat atas dan mencari si nenek keriput di
> > > dekat tangga. Setelah bertemu, lalu Vivin bertanya, "Nek, kenapa sih,
> Nenek
> > > melarang penumpang untuk naik ke atas? Saya sudah mencoba sendiri,
> > > ternyata di atas tidak ada apa-apa yang membahayakan. Sebenarnya ada
> apa
> sih,
> > > nek?".
> > > Sambil menunjukkan jarinya ke atas, nenek keriput itu menjawab,
> > > "Di atas berbahaya, nak. Tidak ada supirnya.".
>
>
> IH SERIUS KALI NIH BACANYA ...
> HE HE HE HE


kocak2... bener banget...