r3ck0rd
IndoForum Activist E
- No. Urut
- 35305
- Sejak
- 6 Mar 2008
- Pesan
- 10.527
- Nilai reaksi
- 117
- Poin
- 63
Ada seorang pendeta yang gemar berolahraga, apalagi yang berurusan dengan yang namanya pake bidik-bidikan. Suatu kali dia bermain di Lapangan Tembak Senayan (lemayan biz main bisa makan baso... (duh jadi promosi... hehe)), dia membidik target dan.... dor! Ternyata dia menembak tembok! Lantas dia dimarahi penjaga karena merusak fasilitas umum. Lalu si pendeta bilang, "Buset meleset!" Pembantunya (sekalian supirnya) yang asalnya dari Sulut yang kebetulan ada di sana membawakan magazin (kotak buat peluru pistolnya), langsung menghardik majikannya, "Aduh pak, jangan berkata begitu la pak, itu kan kata yang gak baik (dalam bahasa manado, buset artinya... tanya sendiri ah biar asik hehehe) pak, kan bapak gembala gereja, nanti reputasi bapak turun loh...." Lalu karena kesal (dua kali diomeli), si pendeta itu langsung ngedumel, "Ah diem aja lo...," dan langsung pesen baso.
Suatu hari si pendeta sedang bermain dart dengan anak-anaknya (kebetulan anak-anaknya sudah diperbolehkan bermain benda tajam seperti dart tapi bukan buat nusuk orang lho) dengan peraturan mengurangi nilai. Gilaran si pendeta yang terakhir (nilai yang tersisa: 9), dia membidik, lalu ia melemparkan tiga jarum dartnya, yang kena: pas di tengah (50, jadi 59), kulit luarnya bull's eye (25, jadi 34), lalu kena ring tengah di angka 20 (3x20 = 60, jadi 94). Spontan ia berkata, "Buset meleset!" Pembantunya yang kebetulan sedang membawakan minuman langsung berkata, "Aduh pak, jangan berkata begitu pak, ntar anak-anak bapak niru bapak gimana pak? Ntar bapak kesamber petir loh...." Si pendeta langsung membalas singkat, "Ah, apaan siiiiii...."
Sebulan kemudian, si pendeta mengajak para penatua dan majelis gereja serta berberapa temannya bermain golf. Tiba giliran si pendeta membidik di area "green", lalu dipukullah bolanya dan...... sedikit lagiii.... Yak! Bola melewati gawang... eh lubang bola nya saudara-saudara pencinta olahraga golf... Seperti yang kita ketahui, si pendeta itu berkata, "Buset meleset!" Pembantunya yang (kebetulan lagi... hehe) sedang berada di situ membawakan tas golf tuannya langsung bilang, "Aduh pak, nanti kesamber petir loh...." Tiba-tiba langit menjadi gelap, dan tiba2 ada cahaya yang menyambar si pembantu. Ternyata si pembantu telah tersambar halelintar!
Lalu terlihatlah langit terbuka, dan terdengarlah suara yang berkata... "buset meleset... eswete daaaaah............."
Perhatian!! Tidak ada pembantu asal manado yang menjadi korban dalam penulisan humor ini
Suatu hari si pendeta sedang bermain dart dengan anak-anaknya (kebetulan anak-anaknya sudah diperbolehkan bermain benda tajam seperti dart tapi bukan buat nusuk orang lho) dengan peraturan mengurangi nilai. Gilaran si pendeta yang terakhir (nilai yang tersisa: 9), dia membidik, lalu ia melemparkan tiga jarum dartnya, yang kena: pas di tengah (50, jadi 59), kulit luarnya bull's eye (25, jadi 34), lalu kena ring tengah di angka 20 (3x20 = 60, jadi 94). Spontan ia berkata, "Buset meleset!" Pembantunya yang kebetulan sedang membawakan minuman langsung berkata, "Aduh pak, jangan berkata begitu pak, ntar anak-anak bapak niru bapak gimana pak? Ntar bapak kesamber petir loh...." Si pendeta langsung membalas singkat, "Ah, apaan siiiiii...."
Sebulan kemudian, si pendeta mengajak para penatua dan majelis gereja serta berberapa temannya bermain golf. Tiba giliran si pendeta membidik di area "green", lalu dipukullah bolanya dan...... sedikit lagiii.... Yak! Bola melewati gawang... eh lubang bola nya saudara-saudara pencinta olahraga golf... Seperti yang kita ketahui, si pendeta itu berkata, "Buset meleset!" Pembantunya yang (kebetulan lagi... hehe) sedang berada di situ membawakan tas golf tuannya langsung bilang, "Aduh pak, nanti kesamber petir loh...." Tiba-tiba langit menjadi gelap, dan tiba2 ada cahaya yang menyambar si pembantu. Ternyata si pembantu telah tersambar halelintar!
Lalu terlihatlah langit terbuka, dan terdengarlah suara yang berkata... "buset meleset... eswete daaaaah............."
Perhatian!! Tidak ada pembantu asal manado yang menjadi korban dalam penulisan humor ini
