cimohai
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 51307
- Sejak
- 27 Agt 2008
- Pesan
- 3.428
- Nilai reaksi
- 144
- Poin
- 63
Waduh repost ga ya... coba aja lah...
AMERICAN DREAM
Pernah dengar slogan American Dream? Ini cerita kekonyolan orang Amerika soal
mimpi-mimpinya ketika datang ke Medan.
Seorang bisnisman Amerika sedang berdiri di dermaga kecil Belawan, Sumut ketika
sebuah kapal boat nelayan kecil yang hanya berisi seorang nelayan berlabuh. Di
dalam kapal kecil itu ada beberapa ikan Tongkol besar. Orang Amerika itu memuji
kualitas ikan yang berhasil ditangkap nelayan Melayu itu.
"Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menangkapnya? " kata si
Amerika.
"Cuma sekejab lah," jawab si nelayan.
"Kenapa anda tidak menunggu lebih lama dan menangkap lebih banyak
ikan?" tanya si Amerika.
"Ini pun udah cukup kali untuk memenuhi kebutuhan keluarga ku saat
ini," kata si nelayan lagi.
"Tapi.." kata si Amerika bertanya lagi, "Lalu apa yang anda
kerjakan dengan waktu sisanya?"
Nelayan itu menjawab, "Tidur ku lambat, menangkap sedikit ikan,
bermain-main dengan anak-anak, bercengkrama dengan isteriku. Jalan-jalan
keliling kampung, ngaji, cakap-cakap di warung kopi sambil minum kopi
pahit."
Si Amerika mencela,"Saya ini MBA dari Harvard, dan bisa membantu Anda.
Anda seharusnya menghabiskan waktu lebih lama lagi dalam menangkap ikan. Dan
dari pendapatan yang dihasilkannya anda belikan boat yang lebih besar, dan dari
pendapatan boat yang lebih besar tersebut anda bisa membeli beberapa boat lagi.
Sehingga akhirnya anda akan memiliki armada kapal nelayan. Bahkan daripada
menjual tangkapanmu kepada (pedagang) pengumpul, lebih baik anda menjualnya
langsung pada konsumen,dan akhirnya anda pun bisa membuka pabrik sendiri. Anda
akan menguasai dan mengontrol produk, pemrosesan dan distribusinya. Selanjutnya
anda perlu meninggalkan kampung nelayan kecil ini dan pindah ke Jakarta, lalu
kemudian ke Singapura, kemudian ke LA, dan akhirnya ke New York dimana anda
dapat melesat,mengembangk an bisnis mu.
Nelayan Melayu itu kemudian bertanya, ˜Tapi tuan, berapa lama semua itu dapat
dicapai?"
Si Amerika menjawab, "Sekitar 15-20 tahun."
"Lalu setelah itu ngapain tuan?" tanya si nelayan.
Si Amerika tertawa terpingkal-pingkal dan berkata,"Disitulah bagian
terpentingnya. Jika waktunya sudah tepat anda bisa mendaftarkan dan
mengumumkannya di bursa saham (IPO/Initial Public Offering) dan menjual saham
perusahaan anda ke publik sehingga anda menjadi sangat kaya, anda akan
menghasilkan milyaran. Miyaran!"
"Lalu ngapain?" tanya si nelayan lagi.
Si pebisnis Amerika itu berkata perlahan, "Kemudian anda bisa pensiun.
Pindah ke desa pantai kecil dimana anda bisa tidur larut malam, menangkap
sedikit ikan,bermain- main dengan anak-anakmu, bercengkrama dengan isterimu.
Setiap malam jalan-jalan keliling desa, ngobrol-ngobrol di warung kopi sambil
minum kopi pahit," kata si Amerika itu.
"Oooooo, terimakasih saya sudah dapat itu semua tanpa harus menunggu 15-20
tahun," kata si nelayan.
AMERICAN DREAM
Pernah dengar slogan American Dream? Ini cerita kekonyolan orang Amerika soal
mimpi-mimpinya ketika datang ke Medan.
Seorang bisnisman Amerika sedang berdiri di dermaga kecil Belawan, Sumut ketika
sebuah kapal boat nelayan kecil yang hanya berisi seorang nelayan berlabuh. Di
dalam kapal kecil itu ada beberapa ikan Tongkol besar. Orang Amerika itu memuji
kualitas ikan yang berhasil ditangkap nelayan Melayu itu.
"Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menangkapnya? " kata si
Amerika.
"Cuma sekejab lah," jawab si nelayan.
"Kenapa anda tidak menunggu lebih lama dan menangkap lebih banyak
ikan?" tanya si Amerika.
"Ini pun udah cukup kali untuk memenuhi kebutuhan keluarga ku saat
ini," kata si nelayan lagi.
"Tapi.." kata si Amerika bertanya lagi, "Lalu apa yang anda
kerjakan dengan waktu sisanya?"
Nelayan itu menjawab, "Tidur ku lambat, menangkap sedikit ikan,
bermain-main dengan anak-anak, bercengkrama dengan isteriku. Jalan-jalan
keliling kampung, ngaji, cakap-cakap di warung kopi sambil minum kopi
pahit."
Si Amerika mencela,"Saya ini MBA dari Harvard, dan bisa membantu Anda.
Anda seharusnya menghabiskan waktu lebih lama lagi dalam menangkap ikan. Dan
dari pendapatan yang dihasilkannya anda belikan boat yang lebih besar, dan dari
pendapatan boat yang lebih besar tersebut anda bisa membeli beberapa boat lagi.
Sehingga akhirnya anda akan memiliki armada kapal nelayan. Bahkan daripada
menjual tangkapanmu kepada (pedagang) pengumpul, lebih baik anda menjualnya
langsung pada konsumen,dan akhirnya anda pun bisa membuka pabrik sendiri. Anda
akan menguasai dan mengontrol produk, pemrosesan dan distribusinya. Selanjutnya
anda perlu meninggalkan kampung nelayan kecil ini dan pindah ke Jakarta, lalu
kemudian ke Singapura, kemudian ke LA, dan akhirnya ke New York dimana anda
dapat melesat,mengembangk an bisnis mu.
Nelayan Melayu itu kemudian bertanya, ˜Tapi tuan, berapa lama semua itu dapat
dicapai?"
Si Amerika menjawab, "Sekitar 15-20 tahun."
"Lalu setelah itu ngapain tuan?" tanya si nelayan.
Si Amerika tertawa terpingkal-pingkal dan berkata,"Disitulah bagian
terpentingnya. Jika waktunya sudah tepat anda bisa mendaftarkan dan
mengumumkannya di bursa saham (IPO/Initial Public Offering) dan menjual saham
perusahaan anda ke publik sehingga anda menjadi sangat kaya, anda akan
menghasilkan milyaran. Miyaran!"
"Lalu ngapain?" tanya si nelayan lagi.
Si pebisnis Amerika itu berkata perlahan, "Kemudian anda bisa pensiun.
Pindah ke desa pantai kecil dimana anda bisa tidur larut malam, menangkap
sedikit ikan,bermain- main dengan anak-anakmu, bercengkrama dengan isterimu.
Setiap malam jalan-jalan keliling desa, ngobrol-ngobrol di warung kopi sambil
minum kopi pahit," kata si Amerika itu.
"Oooooo, terimakasih saya sudah dapat itu semua tanpa harus menunggu 15-20
tahun," kata si nelayan.
... Ane bacanya kok gak lucu ya ???, malah ada pelajaran yang bisa kita petik dari cerita ini, trims bro ... 
