• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Umi Semakin Rajin Masak Nasi Sumsum

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Senin, 3 November 2008 | 22:22 WIB

SERANG, SENIN - Embay Badriyah atau kerap disapa Umi, ibunda Abdul Aziz alias Imam Samudra hanya mengumbar senyum begitu kru Persda Network masuk ke dalam rumahnya, Senin (3/11). Umi, kemudian mempersilakan duduk dan meminta putra bungsunya Dedi Chaidir menemani. Umi masuk ke kamar melanjutkan salatnya.

Dedi kemudian berbisik, kalau Umi sudah tak banyak berbicara. "Sekarang-sekarang ini, Umi lebih banyak diam. Umi sudah enggan berbicara lagi. Apalagi kepada tamu-tamu," kata Dedi.

Umi ternyata sudah tahu wartawan akan datang. Lalu dia menetapkan tempat bertemu adalah di rumahnya di Desa Lopang Gede setelah salat Ashar. Dari semua wartawan yang sejak beberapa hari lalu berada di Serang, termasuk wartawan setempat, hanya kru Persda Network yang diperkenankan masuk ke kediaman mereka.

Saat Umi menggelar jumpa pers, Minggu (2/11) kemarin, wartawan hanya diperbolehkan berada di teras rumah, tidak boleh masuk. Pada Minggu kemarin, sebelum kembali bertemu dengan wartawan, Umi sempat menggelar rapat keluarga untuk memutuskan, apakah bisa ikut ke LP Nusakambangan. Saat rapat internal keluarga itu pun, pewarta foto Persda Network diberi kesempatan mengabadikan gambarnya.

Kemarin sore, sebelum masuk ke kamar tidurnya, Umi sempat menengok ke arah potret yang terpampang besar di ruang tamu dengan ukuran kira-kira 50 x 100 cm.

Terkait potret itu, Dedi menjelaskan, diambil pada saat keluarga berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Dalam foto itu, Imam Samudra terlihat mencium tangan Umi, ibundanya.

Hanya foto yang terpampang di ruang tamu yang berukuran tak terlalu besar. Tak ada lagi yang bisa terlihat, terkait dengan Imam Samudra. Album foto keluarga, termasuk foto kecil Imam Samudra juga tak ada sama sekali.

Kru Persda Network tidak duduk di bangku melainkan akan tetapi pada tikar yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya. Tak lama kemudian, disuguhi nasi sumsum buatan Umi, yakni nasi biasa yang dibungkus daun pisang seperti halnya makanan otak-otak. Di dalamnya terbungkus sumsum dari tulang belulang api, lalu bungkusan dibakar dan tersajilah penganan seperti lumpia basah yang disantap dengan bumbu kacang. Rasanya lezat, mendekati nasi goreng.

Dedi kemudian bercerita, kalau sumsum itu adalah makanan kesukaan Abdul Azis atau Imam Samudra. Dedi menuturkan lagi, belakangan Umi kerap menghidangkan segala macam makanan yang selama ini menjadi kesukaan Imam Samudra. "Nasi sumsum ini makanan kesukaan Kang Azis," kata Dedi.

Nasi sumsum buatan Umi, ternyata sudah sejak dulu dikenal oleh warga sekitar. Nasi sumsum dibuat dengan cara dibungkus dengan daun pisang kemudian dibakar sebelum disantap. Nasi khas Serang ini diramu dengan bumbu masak yang khas dan saat disantap, terasa sekali minyaknya. Dinamakan nasi sumsum karena didalamnya, dibumbui sumsum tulang sapi.

Tak lama, dua menantu Umi datang dan ikut bersantap bersama. Mereka kemudian meminta pada kami untuk tidak berbicara rencana eksekusi Abdul Azis. Terlebih, Umi sudah merasa lelah mendengar kabar itu, termasuk kabar yang disampaikan melalui siaran televisi.

"Umi sudah menolak semua wartawan yang meminta untuk wawancara khusus. Kepada siapapun. Beruntung Anda dipersilahkan masuk dan dihidangkan nasi sumsum. Kalau tamu yang baru atau tak dikenal, hanya disambut di depan saja. (Rachmat Hidayat)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.