• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Umarsyah: Pemerintah Jangan Arogan & Anti Kritik

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Spoiler for VIDEONYA GAN:
0.jpg




Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Umarsyah sempat meminta Menteri Koordinator Maritim & Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan untuk tidak banyak berbicara soal penanganan Virus Corona Baru atau Covid-19. Tujuannya adalah untuk menghindari kebingungan masyarakat & bias informasi.


Merespons permintaan itu, Jubir Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, meminta semua pihak supaya berpikir positif pada pemerintah dalam upaya menyelamatkan negara.

Pernyataan Menko Luhut, mengatakan Jodi, hanyalah semata-mata supaya masyarakat patuh kepada aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Jangan berprasangka buruk, apalagi di bulan puasa. Konteks bicara Pak Menko menjelaskan perkembangan terakhir Indonesia, salah satunya penanganan corona. Mengimbau masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan, ungkap Jodi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (22/5).

Kantor Berita Politik RMOL kembali mengkonfirmasi sikap dari pihak Luhut terkait kritik publik yg dihinggakan, Ketua PBNU bidang Ekonomi Umarsyah mengaku heran dengan respons pihak Luhut.

Ia menilai pihak Luhut menampakkan sikap sombong & anti kritik. Umarsyah menegaskan, permintaan yg dihinggakan secara terbuka adalah berdasarkan fakta bukan prasangka negatif.

Jubir Luhut tampak sombong & anti kririk, pemerintah merasa sering paling benar, yg mengkritik dianggap berprasangka buruk. Kami menyampaikan pendapat itu atas dasar fakta, mengatakan Umarsyah, Sabtu (23/5).

Umarsyah kemudian memberikan citra konkret bagaimana PBNU sudah membentuk 13 ribu titik lebih Gugus Tugas penanganan Covid-19 di seluruh Indonesia.

PBNU mengatakan Umarsyah, sudah bekerja mendistribusikan alat pelindung diri (APD), penyemprotan disinfektan & mengedukasi masyarakat dengan cara & pendekatan ala NU sehingga berbagai kebijakan pemerintah meniadakan aktivitas belajar di sekolah, pengajian & bahkan sholat berjamaah di masjid juga berjalan efektif.

Pada saat bersamaan, kondisi berbalik dengan imbauan yg dilakukan pemerintah. Faktanya hingga saat ini berbagai langkah pemerintah tidak efektif, jalanan macet, kerumunan di mall & pasar terjadi di mana-mana bahkan hingga muncul tagar Indonesia terserah.

Faktanya imbauan PBNU jauh lebih ditaati sedangkan imbauan & larangan pemerintah justru diabaikan. Kita harap ingatkan pemerintah bahwa menghadapi Pandemik tidak dapat diatasi sendiri. Kritik yg kami hinggakan berdasarkan pikiran positif & untuk perbaikan penanganan pandemik (Covid-19), begitu penjelasan Umarsyah.

Pria asal Kota Metro Lampung itupun meminta Luhut & anak buahnya tidak menganggap segala kritik publik sebagai prasangka. Apalagi menganggap dirinya merasa paling benar & para pengkritiknya bersikap salah.

Tolong jangan tunjukkan arogansi seolah apa yg dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini Luhut sering benar & paling benar. Ketika kami menyampaikan pendapat dengan maksud perbaikan dituduh berprasangka, ini namanya anti kritik, bagaimana mungkin berharap partisipasi elemen masyarakat kalau cara berfikir pemerintah seperti ini, sesal Umar.

Terkait dengan pola komunikasi yg perlu dilakukan pemerintah dalam menangani pandemik Covid-19, PBNU mengingatkan pemerintah perlu melibatkan orang yg paham dengan kearifan lokal Indonesia.

Umar menambahkan, PBNU meyakini, apabila pihak yg berkomunikasi dengan masyarakat adalah sosok yg dekat dengan rakyat, berbagai kebijakan & keharapan pemerintah akan dipatuhi oleh masyarakat & pandemik Covid-19 dapat tertangani dengan efektif.

Bukannya kami merasa lebih dapat, tetapi harus diingat komunikasi akan lebih dapat nyambung bila dilakukan oleh orang terdekat & faham kearifan lokal, misalnya Pak Wapres Maruf Amin yg jelas memiliki basis masyarakat Islam seperti NU, katanya.

Jika ini dimaksimalkan segala imbauan pemerintah akan diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat, pungkas pria lulusan Universitas Nasional ini.
Kemarin 21:44
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.