Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
ULAS ISLAM! Hidup Berdampingan Dengan Binatang/Hewan
Beberapa waktu yg lalu ada sebuah peristiwa yg menghebohkan terjadi di Aceh yg sempat menimbulkan pro & kontra. Kejadian tersebut bermula dari keharapan Pemerintah Daerah & masyarakat setempat untuk menciptakan suatu aturan yg tidak membolehkan orang memelihara anjing & seluruh anjing yg hidup di daerah tersebut harus di musnahkan karena menurut mereka, anjing adalah binatang yg najis & tidak layak seorang muslim atau umat Islam memelihara anjing. Yang paling menghebohkan kemudian adalah bahwa muncul streotype dari sekelompok masyarakat tertentu yg menganggap anjing itu adalah binatang yg buruk sehingga menyiksa atau membunuhnya adalah boleh-boleh saja bahkan harus.
Berangkat dari beberapa survey yg di lakukan oleh beberapa lembaga pemerhati binatang, sebuah fakta mencengangkan menyebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yg paling banyak menampilkan atau memproduksi konten tentang penyiksaan binatang di media sosial. Hal tersebut kemudian oleh beberapa pihak dianggap tidak mencerminkan kondisi sosial & masyarakat Indonesia yg terkenal ramah & santun. Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara yg berpenduduk mayoritas muslim di dunia, yg mana dalam ajaran Islam tidak di benarkan untuk memperlakukan binatang dengan tindakan yg semena-mena apalagi menyiksa. Lalu, bagaimanakah semestinya manusia, khususnya umat Islam memperlakukan binatang? Bagaimanakah ajaran Islam tentang hubungan manusia & binatang? Untuk lebih mengetahui tentang hal tersebut, berikut ulasan selengkapnya.
Dalam sebuah wawancara di acara Shihab & Shihab di akun Youtube presenter kondang Najwa Shihab yg tayang pada 6 November 2021 lalu, Prof. Quraish Shihab yg juga ayah kandung dari mbak Nana (panggilan untuk Najwa Shihab), seorang Ulama & pakar ilmu Tafsir Pusat Studi Al Quran memberikan penjelasannya.
Beliau menuturkan bahwa ada sekitar 200 ayat yg terkandung dalam Al Quran yg membahas tentang hubungan antara manusia & hewan atau yg berbicara tentang hewan. Dari 114 surat dalam Al Quran, ada 6 suratnya yg di beri nama dengan nama hewan. Laba-laba, semut, sapi, gajah, lebah & binatang ternak lainnya adalah sederet dari nama-nama binatang atau hewan yg di pakai untuk menamai ayat dalam Al Quran. Banyak pula ayat-ayat Al Quran yg memberikan tuntunan mengenai perlakuan kepada binatang. Salah satu contoh yg harap di garisbawahi oleh Prof. Quraish misalnya, bahwa Al Quran memberikan penjelasan yg menyatakan binatang-binatang itu adalah umat-umat juga seperti manusia & punya masyarakat yg sama & perasaan yg sama seperti manusia. Walaupun tidak secara langsung dinyatakan, namun Rasulullah memerintahkan kepada umatnya untuk menjaga perasaan binatang, misalnya dengan tidak memisahkannya dengan induknya, atau memukulnya dengan keras.
Lebih lanjut, Al Quran memberikan perintah untuk memberikan makananan & tempat tinggal kepada hewan yg tidak sanggup mencari makan atau tempat tinggalnya sendiri. Nabi Muhammad SAW secara jelas memberikan ancaman bagi mereka yg tidak memberikan makan kepada binatang atau menahannya dari mencari makan sendiri atau mengurungnya. Ada kisah lain mengenai seseorang yg masuk surga disebabkan oleh memberi minum anjing yg merasa kehausan di sebuah padang pasir. Sebaliknya, ada juga seseorang yg masuk neraka karena mengurung seekor kucing & tidak memberinya makan. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa seorang muslim tidak dibenarkan memperlakukan binatang semena-mena bahkan diancam dengan ancaman yg paling dahsyat yakni neraka. Beberapa larangan lainnya misalnya, seorang muslim tidak boleh menjadikan binatang sebagai target untuk latihan menembak, mengasah pisau atau alat potong setajam mungkin sebelum menyembelihnya tetapi tidak di benarkan mengasah di depan binatang tersebut atau tidak boleh di lihat oleh binatang tersebut. Penyiksaan kepada anjing misalnya, itu sama sekali tidak dibenarkan oleh tuntunan agama.
Menyikapi soal fenomena anjing, Prof. Quraish memberi penjelasan bahwa tidak semua ulama menganggap anjing itu najis. Beliau memberi contoh bahwa dalam mazhab Maliki misalnya, para ulama dalam mazhab ini tidak menganggap anjing itu najis. Namun di sisi lain ada mazhab Syafii yg memberlakukan aturan yg ketat mengenai anjing. Ada disparitas pandangan mazhab mengenai anjing tetapi semua sepakat bahwa memelihara anjing untuk menjaga rumah & berburu adalah di benarkan dalam Al Quran & harus di beri hak & jangan menyiksanya. Jadi, bukan saja sangat Islami tetapi sangat tidak manusiawi orang yg menyiksa binatang apalagi sebenarnya binatang sebenarnya bersahabat dengan manusia.
Sumber :
Hari ini 19:42
Beberapa waktu yg lalu ada sebuah peristiwa yg menghebohkan terjadi di Aceh yg sempat menimbulkan pro & kontra. Kejadian tersebut bermula dari keharapan Pemerintah Daerah & masyarakat setempat untuk menciptakan suatu aturan yg tidak membolehkan orang memelihara anjing & seluruh anjing yg hidup di daerah tersebut harus di musnahkan karena menurut mereka, anjing adalah binatang yg najis & tidak layak seorang muslim atau umat Islam memelihara anjing. Yang paling menghebohkan kemudian adalah bahwa muncul streotype dari sekelompok masyarakat tertentu yg menganggap anjing itu adalah binatang yg buruk sehingga menyiksa atau membunuhnya adalah boleh-boleh saja bahkan harus.
Berangkat dari beberapa survey yg di lakukan oleh beberapa lembaga pemerhati binatang, sebuah fakta mencengangkan menyebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yg paling banyak menampilkan atau memproduksi konten tentang penyiksaan binatang di media sosial. Hal tersebut kemudian oleh beberapa pihak dianggap tidak mencerminkan kondisi sosial & masyarakat Indonesia yg terkenal ramah & santun. Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara yg berpenduduk mayoritas muslim di dunia, yg mana dalam ajaran Islam tidak di benarkan untuk memperlakukan binatang dengan tindakan yg semena-mena apalagi menyiksa. Lalu, bagaimanakah semestinya manusia, khususnya umat Islam memperlakukan binatang? Bagaimanakah ajaran Islam tentang hubungan manusia & binatang? Untuk lebih mengetahui tentang hal tersebut, berikut ulasan selengkapnya.
Dalam sebuah wawancara di acara Shihab & Shihab di akun Youtube presenter kondang Najwa Shihab yg tayang pada 6 November 2021 lalu, Prof. Quraish Shihab yg juga ayah kandung dari mbak Nana (panggilan untuk Najwa Shihab), seorang Ulama & pakar ilmu Tafsir Pusat Studi Al Quran memberikan penjelasannya.
Beliau menuturkan bahwa ada sekitar 200 ayat yg terkandung dalam Al Quran yg membahas tentang hubungan antara manusia & hewan atau yg berbicara tentang hewan. Dari 114 surat dalam Al Quran, ada 6 suratnya yg di beri nama dengan nama hewan. Laba-laba, semut, sapi, gajah, lebah & binatang ternak lainnya adalah sederet dari nama-nama binatang atau hewan yg di pakai untuk menamai ayat dalam Al Quran. Banyak pula ayat-ayat Al Quran yg memberikan tuntunan mengenai perlakuan kepada binatang. Salah satu contoh yg harap di garisbawahi oleh Prof. Quraish misalnya, bahwa Al Quran memberikan penjelasan yg menyatakan binatang-binatang itu adalah umat-umat juga seperti manusia & punya masyarakat yg sama & perasaan yg sama seperti manusia. Walaupun tidak secara langsung dinyatakan, namun Rasulullah memerintahkan kepada umatnya untuk menjaga perasaan binatang, misalnya dengan tidak memisahkannya dengan induknya, atau memukulnya dengan keras.
Lebih lanjut, Al Quran memberikan perintah untuk memberikan makananan & tempat tinggal kepada hewan yg tidak sanggup mencari makan atau tempat tinggalnya sendiri. Nabi Muhammad SAW secara jelas memberikan ancaman bagi mereka yg tidak memberikan makan kepada binatang atau menahannya dari mencari makan sendiri atau mengurungnya. Ada kisah lain mengenai seseorang yg masuk surga disebabkan oleh memberi minum anjing yg merasa kehausan di sebuah padang pasir. Sebaliknya, ada juga seseorang yg masuk neraka karena mengurung seekor kucing & tidak memberinya makan. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa seorang muslim tidak dibenarkan memperlakukan binatang semena-mena bahkan diancam dengan ancaman yg paling dahsyat yakni neraka. Beberapa larangan lainnya misalnya, seorang muslim tidak boleh menjadikan binatang sebagai target untuk latihan menembak, mengasah pisau atau alat potong setajam mungkin sebelum menyembelihnya tetapi tidak di benarkan mengasah di depan binatang tersebut atau tidak boleh di lihat oleh binatang tersebut. Penyiksaan kepada anjing misalnya, itu sama sekali tidak dibenarkan oleh tuntunan agama.
Menyikapi soal fenomena anjing, Prof. Quraish memberi penjelasan bahwa tidak semua ulama menganggap anjing itu najis. Beliau memberi contoh bahwa dalam mazhab Maliki misalnya, para ulama dalam mazhab ini tidak menganggap anjing itu najis. Namun di sisi lain ada mazhab Syafii yg memberlakukan aturan yg ketat mengenai anjing. Ada disparitas pandangan mazhab mengenai anjing tetapi semua sepakat bahwa memelihara anjing untuk menjaga rumah & berburu adalah di benarkan dalam Al Quran & harus di beri hak & jangan menyiksanya. Jadi, bukan saja sangat Islami tetapi sangat tidak manusiawi orang yg menyiksa binatang apalagi sebenarnya binatang sebenarnya bersahabat dengan manusia.
Sumber :
Hari ini 19:42