yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Namun, penelitian terbaru yang dilakukan oleh David Cundall dari Lehigh University di Pennsylvania menyanggah hasil penelitian tersebut.
Cundall menggunakan sensor tekanan pada mulut ular boa, Agkistrodon piscivorus, Heterodon platirhinos, dan Pantherophis spiloides, untuk mendeteksi cara ular minum.
Hasilnya, peneliti tidak menemukan adanya mekanisme menyedot seperti yang dikemukakan dalam penelitian sebelumnya. Cundall malah menduga bahwa ular minum dengan bantuan jaringan kulit.
Jaringan kulit yang dimaksud terdapat di bagian rahang bawah dan memiliki lipatan serta pori yang mirip spons. Air akan tertampung di jaringan kulit ini lewat proses kapilaritas.
Saat akan minum, ular membuka mulut dan mencelupkannya ke air. Setelah air tertampung, ular memeras jaringan kulit sehingga airnya mengalir ke saluran pencernaan.
Menurut Cundall, cara ini lebih masuk akal. Lidah ular terlalu kecil untuk mendukung penyedotan. Ular juga tak bisa menengadahkan kepala sehingga bisa minum seperti manusia.
Hasil penelitian Cundall dipublikasikan di Journal of Experimental Zoology pada 6 Februari 2012.