• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ulama yg justru menyesatkan umat?!!

asoybanget

IndoForum Beginner A
No. Urut
52516
Sejak
12 Sep 2008
Pesan
1.375
Nilai reaksi
47
Poin
48
"Aku heran dari (perbuatan) orang yang menjual kesesatan dengan petunjuk! Dan aku lebih heran dari orang yang membeli dunia dengan Agama"


Itulah kurang lebih ungkapan dua bait syair yang menggambarkan tentang keberadaan dua golongan pengacau da'wah dan perusuh di kalangan umat.

Mereka tiada lain adalah para bandit-bandit da'wah, yang dzahirnya berbicara tentang agama tetapi kenyataannya justru jauh memalingkan umat dari agama, mereka tiada lain adalah para calo-calo da'wah yang senantiasa mengabaikan dan menjual prinsip-prinsip agama demi untuk menggapai kelezatan dunia.

Sungguh mereka adalah orang-orang yang telah dinyatakan dalam sabda Rasulullah saw, "Di malam hari saat aku isro', aku melihat suatu kaum di mana lidah-lidah mereka dipotong dengan guntingan dari api" - atau ia (Rasulullah) berkata, "dari besi. Aku bertanya siapa mereka wahai Jibril? Mereka adalah para khatib-khatib dari umatmu!" (H.R. Abu Ya'la dari sahabat Anas bin Malik radliyallahu 'anhuma).

Para pembaca -hadzanallahu wa iyyakum- mereka adalah para da'i dan ulama-ulama su' yang telah Allah beberkan keberadaannya. Allah berfirman, "Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab. Dan mereka mengatakan ia (yang dibacanya itu datang) dari sisi Allah, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui." (Q.S. Ali Imron: 78).

Dan Allah juga berfirman, "Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah kami berikan kepadanya ayat-ayat kami, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaithon (sampai dia tergoda) maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat."

"Dan kalau kami menghendaki, sesungguhnya kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami, maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir." (Q.S. Al A'raf: 175-176).

Rasulullah saw mengistilahkan mereka ulama su' dengan sebutan "para dai yang berada di tepi pintu-pintu neraka". Beliau peringatkan kita dari keberadaan mereka sebagaimana dalam sabdanya, "... Dan sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku ialah para ulama-ulama yang menyesatkan." (H.R. Abu Daud dari sahabat Tsauban ra).

Adapun sahabat Umar ibnul Khaththab beliau mengistilahkan mereka dengan sebutan "al munafiq al alim", ketika ditanya maksudnya, beliau menjawab "aliimul lisaan jaahilul qolbi!" (pandai berbicara tetapi bodoh hatinya -tidak memiliki ilmu-).

Para pembaca hadzanallahu wa iyyakum

Allah swt dan rasul-Nya tetap akan menjaga agama ini dari upaya penyesatan yang dilakukan oleh para ulama dan dai-dai sesat, sehingga kita dibimbing oleh Allah untuk senantiasa bersikap antipati dari seruan dan fatwa-fatwa mereka. Perhatikanlah peringatan-peringatan Allah berikut ini agar menjauh dan tidak mengikuti fatwa-fatwa mereka:

Pertama: "Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim yahudi dan rahib-rahib nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang bathil dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah." (Q.S. At Taubah: 34).

Kedua: "Hai orang-orang yang beriman jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang-orang kafir setelah kamu beriman." (Q.S. Ali Imron: 100).

Ketiga: "... Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu." (Q.S. Al Maidah: 49).

Keempat: "Dan demikianlah kami telah menurunkan Al Qur'an itu sebagai peraturan yang benar dalam bahasa Arab dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap siksa Allah." (Q.S. Ar Ra'd: 37).

Kelima: "Kemudian kami jadikanlah kamu berada suatu syari'at dan urusan agama, maka ikutilah syari'at itu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui." (Q.S. Al Jaatsiyah: 18).

Keenam: "Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zhalim." (Q.S. Al Baqoroh: 145).

Demikianlah dan semoga Allah swt menjaga dan membimbing kita ke jalan yang diridhoinya. Wallahul Muwaffaq.
 
Oleh karena itu berpegang teguhlah pada Al-Qur'an dan bacalah aturannya.
Al-Qur'an sendiri telah mengajarkannya seperti dalam surat 75, Al-Qiyaamah ayat 16-19:

16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
17. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
18. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
19. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.

Yang dpt saya tangkap dari surat diatas adalah:
1. Untuk membaca Al-Qur'an tidak boleh menggerakkan lidah berarti untuk membaca Al-Qur'an harus dalam hati tidak boleh pake suara.
2. Allah SWT sendiri yang akan memberikan hidayahnya ke dalam diri kita dan kita akan pandai membacanya otomatis.
3. Setelah membaca kita harus menerapkannya dalam kehidupan.
4. Allah SWT yang akan menjelaskan maksud isi Al-Qur'an kedalam diri kita.

Itu menurut pendapat saya, bagaimana?
 
Oleh karena itu berpegang teguhlah pada Al-Qur'an dan bacalah aturannya.
Al-Qur'an sendiri telah mengajarkannya seperti dalam surat 75, Al-Qiyaamah ayat 16-19:

16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
17. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
18. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
19. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.

Yang dpt saya tangkap dari surat diatas adalah:
1. Untuk membaca Al-Qur'an tidak boleh menggerakkan lidah berarti untuk membaca Al-Qur'an harus dalam hati tidak boleh pake suara.
2. Allah SWT sendiri yang akan memberikan hidayahnya ke dalam diri kita dan kita akan pandai membacanya otomatis.
3. Setelah membaca kita harus menerapkannya dalam kehidupan.
4. Allah SWT yang akan menjelaskan maksud isi Al-Qur'an kedalam diri kita.

Itu menurut pendapat saya, bagaimana?

1. Mas, kau ambil kesimpulan kek gini, sumber2 dasarnya dari mana seh???
Klo adenya Umar (sahabat Rosul) membacanya dalam hati, ga mungkin Umar masuk Islam.

2. Otomatis?? Usaha itu bukan otomatis mas. Ak ga ngerti kau ini lagi ngomong apa seh??

3-4. Ak berani bilang, kau terlalu lancang untuk memahami Al-Quran, terlebih tanpa dasar2 apapun, jadi pendapat kau.....ummm......dimataku, ga ada nilainya sama sekali.
 
1. Mas, kau ambil kesimpulan kek gini, sumber2 dasarnya dari mana seh???
Klo adenya Umar (sahabat Rosul) membacanya dalam hati, ga mungkin Umar masuk Islam.

2. Otomatis?? Usaha itu bukan otomatis mas. Ak ga ngerti kau ini lagi ngomong apa seh??

3-4. Ak berani bilang, kau terlalu lancang untuk memahami Al-Quran, terlebih tanpa dasar2 apapun, jadi pendapat kau.....ummm......dimataku, ga ada nilainya sama sekali.

Alhamdulillah saudara sudah kasih komentar dan menilai aku tidak bernilai, yang bisa menilai seseorang hanyalah Allah SWT karena semua orang bakal kemabali kepada-Nya. Itukan sumbernya dari Al-Qur'an.
Darimana saudara tau "Klo adenya Umar (sahabat Rosul) membacanya dalam hati, ga mungkin Umar masuk Islam" tentunya dari cerita sejarahkan? hati2 mas sekarang banyak perpecahan umat karena banyaknya aliran2, Kenapa karena banyak orang berpaling dari Al-Qur'an dan selalu bertanya dasarnya apa?

Surat Ali 'Imran ayat 7:
Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
 
Yang dpt saya tangkap dari surat diatas adalah:
1. Untuk membaca Al-Qur'an tidak boleh menggerakkan lidah berarti untuk membaca Al-Qur'an harus dalam hati tidak boleh pake suara.

waduh mas..
kalau begitu, bagaimana cara Rasul, Ulama, Ustadz menyampaikan kepada orang lain kalau gak boleh "menggerakkan lidah" (bersuara), berdakwah kan juga membacakan Al-Qur'an kepada orang lain, gak pake suara ? pake telepati kali ?...:)

ingat, perhatikan Prinsipnya, bukan teknisnya....
piece...
 
iya memahami ayat itu jangan tekstual, melainkan haarus kontekstual.. bahaya itu
apalagi klo menafsirkan ayat sendiri..tambah bahaya
 
Alhamdulillah saudara sudah kasih komentar dan menilai aku tidak bernilai, yang bisa menilai seseorang hanyalah Allah SWT karena semua orang bakal kemabali kepada-Nya. Itukan sumbernya dari Al-Qur'an.

Klo maksud mas mencari pembenaran, maka ak dimari untuk menyalahkan!!!

Klo maksud mas mencari ilmu, ak disini untuk berbagi!!

Klo mas mencari kebenaran, mari kita saling berbuka dan berbagi, jangan takut dinilai salah, juga jangan sungkan berbagi ilmu.

Sekedar informasi buat mas, tahun 2003, ak lihat di video temanku. Salah satu falkutas IAIN (tau IAIN??) bilang "bukan Allah Huakbar, tapi Anjing Huakbar". IAIN mas!!!

WHAT THE FUCK!!!!

Ak ngelihat video itu, seolah2 teman sebelahku itu sedang menendang perutku!!!!

Darimana saudara tau "Klo adenya Umar (sahabat Rosul) membacanya dalam hati, ga mungkin Umar masuk Islam" tentunya dari cerita sejarahkan?

Karena ak membaca dan mencari tau, mangkanya ak tau sedikit.

http://wiki.myquran.org/index.php/Umar_bin_Khattab

....
...
Kemudian dia bergegas mendatangi adiknya yang sedang belajar alQur'an surat Thaha kepada Khabab bin al-Arat. Tatkala mendengar Umar datang, maka Khabab bersembunyi. Umar masuk rumahnya dan menanyakan suara yang didengarnya. Kemudian adik perempuan Umar dan suaminya berkata, "Kami tidak sedang membicarakan apa-apa." Umar menimpali, ^Sepertinya kalian telah keluar dari agama nenek moyang kalian." Iparnya menjawab, "wahai Umar, apa pendapatmu jika kebenaran itu bukan berada pada agamamu?^ Mendengar ungkapan tersebut Umar memukulnya hingga terluka dan berdarah, -karena tetap saja saudaranya itu mempertahankan agama Islam yang dianutnya- Umar berputus asa dan menyesal melihat darah mengalir pada iparnya.

Umar berkata, 'Berikan kitab yang ada pada kalian kepadaku, aku ingin membacanya.' Maka adik perempuannya berkata," Kamu itu kotor. Tidak boleh menyentuh kitab itu kecuali orang yang bersuci. Mandilah terlebih dahulu!" lantas Umar mandi dan mengambil kitab yang ada pada adik perempuannya. Ketika dia membaca surat Thaha, dia memuji dan muliakan isinya, kemudian minta ditunjukkan keberadaan Rasulullah.
....
...

Ok, mas???
hati2 mas sekarang banyak perpecahan umat karena banyaknya aliran2, Kenapa karena banyak orang berpaling dari Al-Qur'an dan selalu bertanya dasarnya apa?

Yang perlu mas pahami adalah ak ga bermaksud paling benar dimari, tapi ak bermaksud mempermasalahkan pemahaman mas atas Al-Quran dengan menafsir ayat seenak udel mas, tanpa dasar2 yang konkrit.

Semakin besar masalah, semakin sulit diatasi, tapi ak masih bisa mengatasi, selama masalah itu masih kecil.

Ada sedikit yang salah dari mas::

Malu bertanya sesat dijalan........mencari ilmu itu ga boleh malu!!!


Mas mo tau siapa yang bilang itu?? Bukan ak yang bilang lho mas!!

Surat Ali 'Imran ayat 7:
Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.

Ok.......

Salah satu yang paling ak benci adalah, orang yang ga bisa menjelaskan dan menerangkan ayat apa yang dia bawa........apa hubungan ayat Itu dengan penafsiran mas yang ini??

1. Untuk membaca Al-Qur'an tidak boleh menggerakkan lidah berarti untuk membaca Al-Qur'an harus dalam hati tidak boleh pake suara.
2. Allah SWT sendiri yang akan memberikan hidayahnya ke dalam diri kita dan kita akan pandai membacanya otomatis.
3. Setelah membaca kita harus menerapkannya dalam kehidupan.
4. Allah SWT yang akan menjelaskan maksud isi Al-Qur'an kedalam diri kita.

Atau mas cman mo ngajarin ak tentang "agar jangan tersesat dan selalu berpegang teguh pada Al-Quran"??

Karena ak berani bilang itu masih jauh dari tepat.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.