indobooker
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 282791
- Sejak
- 21 Mar 2014
- Pesan
- 289
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
Perjalanan Italia sudah kandas di Piala Dunia 2014. Mereka kalah bersaing dalam Grup D yang disebut kelompok neraka, dengan meloloskan Kosta Rika dan Uruguay.
Sebuah ironi, karena Gli Azzurri merupakan negara yang jadi salah satu kiblat sepakbola dunia, dengan koleksi empat Piala Dunia.
Publik dan para pendukung mereka mencomooh performa buruk tim asuhan Cesare Prandelli yang tak sesuai harapan. Sorotan utama datang untuk Mario Balotelli.
Hal itu tergambar jelas dari kecaman yang disampaikan oleh legenda Juventus yang juga mantan penggawa La Nazionale, Mauro Camoranesi.
"Dengan tegas saya percaya jika Balotelli adalah pemain yang dilebih-lebihkan oleh media bahkan beberapa pelatih. Saya sungguh gemas dengan performanya yang tersaji tak sebagaimana mestinya," tutur Camoranesi.
"Saya sungguh tak bisa mengerti apa yang bisa diributkan dari bocah ini [Balotelli]. Saya mencoba untuk bersikap dingin, tapi kini sudah mencapai batasnya. Sesekali saya pernah bersikap seperti dirinya, tapi saya selalu belajar dari kesalahan dan tak ingin mengulanginya," pungkas pria yang kini bermukim di Argentina.
Sebuah ironi, karena Gli Azzurri merupakan negara yang jadi salah satu kiblat sepakbola dunia, dengan koleksi empat Piala Dunia.
Publik dan para pendukung mereka mencomooh performa buruk tim asuhan Cesare Prandelli yang tak sesuai harapan. Sorotan utama datang untuk Mario Balotelli.
Hal itu tergambar jelas dari kecaman yang disampaikan oleh legenda Juventus yang juga mantan penggawa La Nazionale, Mauro Camoranesi.
"Dengan tegas saya percaya jika Balotelli adalah pemain yang dilebih-lebihkan oleh media bahkan beberapa pelatih. Saya sungguh gemas dengan performanya yang tersaji tak sebagaimana mestinya," tutur Camoranesi.
"Saya sungguh tak bisa mengerti apa yang bisa diributkan dari bocah ini [Balotelli]. Saya mencoba untuk bersikap dingin, tapi kini sudah mencapai batasnya. Sesekali saya pernah bersikap seperti dirinya, tapi saya selalu belajar dari kesalahan dan tak ingin mengulanginya," pungkas pria yang kini bermukim di Argentina.