Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Tak terasa sudah lebih dari 10950 jam alias 15 bulan kita diranda serangan pandemi covid-19. Itu artinya sekarang sudah ada dua angkatan yg dicap dengan label 'lulusan corona.'
Memang banyak yg tidak menyukai title tersebut namun memang seperti itulah adanya. Kenyataannya seluruh siswa sekolah maupun mahasiswa memang dimudahkan dalam pendidikannya karna corona atau lebih tepatnya dimudahkan dalam ujiannya.
Ngaku aja deh, siapa disini yg ujian online sambil buka google?
Namanya juga ujian tanpa pengawasan. Diawasi aja masih ada kok yg berani nyontek apalagi kalau nggak diawasi? Dengan tidak adanya supervisi maka mendapat nilai 100 dalam ujian bukanlah hal yg sulit hingga hingga guru-guru bakalan curiga kalau ada murid yg biasanya dapat nilai jelek tetapi tiba-tiba dapat dapat 100.
Well, pastinya pihak sekolah juga mencoba mencari cara untuk mengatasi hal tersebut. Kampus saya sendiri mengpakai cara yg agak antik yg mana sebelum membuka soal kami dihadapkan pada hadist berikut:
Quote:
Singkatnya para mahasiswa ditakut-takuti dengan hadist tersebut yg mana arti kasarnya adalah 'jika kalian curang itu artinya murtad.' well, cara itu tampaknya cukup efektif untuk mahasiswa muslim, terbukti dari nilai rata-rata kami yg tidak setinggi semester sebelumnya. Masalahnya adalah, kalau mahasiswanya non-muslim gimana?
Ada juga sih sekolah yg mewajibkan muridnya untuk terhubung dengan zoom disaat ujian berlangsung. Niatnya sih supaya guru dapat langsung mengawasi kalau ada murid yg mengerjakan kecurangan namun dengan jumlah murid yg banyak bagaimana caranya mengawasi semua lewat jendela zoom yg kecil?
Kebetulan saya memiliki tetangga seorang guru Sd. Dia pernah curhat tentang kisahnya menciptakan soal ujian lalu soal itu dibawa pulang oleh murid untuk dikerjakan di rumah & saat dikumpulkan semua murid mendapat nilai 100. Bayangkan, seluruh tugas & ujian semua murid dapat 100, gimana caranya dapat nentuin pemenang kelas?
Terlebih lagi murid-murid sering & akan sering mencari cara supaya dapat mendapat nilai setinggi-tingginya. Searching google, open ppt hingga grup chat untuk berbagi jawaban akan ditempuh demi nilai rapor setinggi mungkin. Well, di negeri ini nilai memang lebih penting dari kejujuran kan?
Ahh.... Ujian baik offline maupun online tidak akan lengkap rasanya tanpa sedikit kecurangan & kecurangan itu semakin mudah dilakukan dalam ujian online. Kira-kira berapa lama lagi kita akan bersekolah secara daring & mencontek secara online? Saran saya sih buat yg pengen nilainya tinggi, tetaplah bertahan dalam sekolah daring. Memang, deritanya mengerikan tetapi hasilnya cukup memuaskan.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya. Hari ini 15:26