Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bagi para pesayang otomotif, khususnya mereka yg hobi dalam mengerjakan modifikasi pada kendaraan mereka, baik itu dalam tampilan ataupun dalam hal meningkatkan performa kendaraan mereka. Namun kalau mereka harap mengerjakan peningkatan pada performa kendaraan, tentu kita harus memastikan apakah performa kendaraan sudah mengalami peningkatan.
Dalam pengujian tersebut chassis dynamometer (Dynotest) memiliki fungsi untuk memonitoring performa pada kendaraan tersebut.
Dynotest adalah sebuah perangkat pengujian yg dipakai untuk mengerjakan pengujian pada laju konstan pada sebuah kendaraan, beban jalan & juga kekuatan jalan pada kendaraan. Kendaraan yg diujikan akan disambungkan dengan beberapa perangkat, lalu pengujian kendaraan akan bertumpu pada roller pada alat.
Ada 2 kategori pengujian yg dipakai pada dynotest yaitu:
-Axle Dynamometer
Pengujian yg dilakukan dengan mengpakai axle dyno ini, Axle atau As pada roda kendaraan akan disambungkan pada chassis sebagai input pada pengujian torsi & juga horsepower kendaraan. Karena itu roda-roda pada kendaraan akan dilepas selama pengujian, sehingga adaptor pada dynotest dapat dipasangkan pada As kendaraan.
-On-wheel Dynotest
Untuk pengujian On-wheel Dynotest ini roda pada kendaraan akan bertumpu pada roller yg sudah terhubung langsung menuju alat dynamometer sebagai input pada pengujian torsi & juga horsepower. Alat ini disebut dengan On-wheel dynotest karena pengujian yg dilakukan bertumpu pada roda kendaraan yg masih terpasang.
Ada 3 metode dasar yg dipakai dalam pengujian Dynotest yakni:
-Traksi control gaya
Pada metode ini, dynamomter akan memegang kekuatan, terlepas dari laju & parameter lainnya.
-Velocity (kecepatan kontrol konstan)
Meode ini biasanya dipakai untuk mengerjakan pengukuran pada daya statis kendaraan.
-Simulasi pengukuran beban jalan
Disini alat dynotest akan dipakai untuk mengerjakan simulasi untuk mengatur parameter pada kendaraan.
Dynotest ini dapat diaplikasikan pada kendaraan roda 2 & juga roda 4, alat ini dapat mengerjakan pengukuran pada daya & juga torsi pada kendaraan, selain itu alat ini juga dapat dipakai untuk mengukur Rpm pada kendaraan. Tidak cuma itu, alat ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengukur emisi gas buangan pada kendaraan, biasanya ini dipakai untuk mengerjakan perbandingan antara bahan bakar & juga udara (AFR ratio).
Sumber
Hari ini 09:59
Dalam pengujian tersebut chassis dynamometer (Dynotest) memiliki fungsi untuk memonitoring performa pada kendaraan tersebut.
Dynotest adalah sebuah perangkat pengujian yg dipakai untuk mengerjakan pengujian pada laju konstan pada sebuah kendaraan, beban jalan & juga kekuatan jalan pada kendaraan. Kendaraan yg diujikan akan disambungkan dengan beberapa perangkat, lalu pengujian kendaraan akan bertumpu pada roller pada alat.
Ada 2 kategori pengujian yg dipakai pada dynotest yaitu:
-Axle Dynamometer
Pengujian yg dilakukan dengan mengpakai axle dyno ini, Axle atau As pada roda kendaraan akan disambungkan pada chassis sebagai input pada pengujian torsi & juga horsepower kendaraan. Karena itu roda-roda pada kendaraan akan dilepas selama pengujian, sehingga adaptor pada dynotest dapat dipasangkan pada As kendaraan.
-On-wheel Dynotest
Untuk pengujian On-wheel Dynotest ini roda pada kendaraan akan bertumpu pada roller yg sudah terhubung langsung menuju alat dynamometer sebagai input pada pengujian torsi & juga horsepower. Alat ini disebut dengan On-wheel dynotest karena pengujian yg dilakukan bertumpu pada roda kendaraan yg masih terpasang.
Ada 3 metode dasar yg dipakai dalam pengujian Dynotest yakni:
-Traksi control gaya
Pada metode ini, dynamomter akan memegang kekuatan, terlepas dari laju & parameter lainnya.
-Velocity (kecepatan kontrol konstan)
Meode ini biasanya dipakai untuk mengerjakan pengukuran pada daya statis kendaraan.
-Simulasi pengukuran beban jalan
Disini alat dynotest akan dipakai untuk mengerjakan simulasi untuk mengatur parameter pada kendaraan.
Dynotest ini dapat diaplikasikan pada kendaraan roda 2 & juga roda 4, alat ini dapat mengerjakan pengukuran pada daya & juga torsi pada kendaraan, selain itu alat ini juga dapat dipakai untuk mengukur Rpm pada kendaraan. Tidak cuma itu, alat ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengukur emisi gas buangan pada kendaraan, biasanya ini dipakai untuk mengerjakan perbandingan antara bahan bakar & juga udara (AFR ratio).
Sumber
Hari ini 09:59