yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta membuka Program Pendidikan dan Pelatihan Fashion Desain dan Batik untuk menyiapkan sumber daya manusia yang andal di bidang itu, dan memanfaatkannya bagi kepentingan masyarakat.
"Program pendidikan selama satu tahun itu diselenggarakan Pusat Studi Fashion Desain dan Batik Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII)," kata Dekan FTI UII Gumbolo Hadi Susanto pada peresmian Program Pendidikan dan Pelatihan Fashion Desain dan Batik di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, program tersebut menyiapkan peserta didik yang memiliki kompetensi di bidang desain produk fashion dan batik dengan tetap mengedepankan etika, karakter, dan sikap yang terpuji, membangun proses belajar mengajar dengan infrastruktur dan lingkungan yang kondusif.
Selain itu juga memanfaatkan sumber daya secara maksimal untuk membangun jaringan kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak.
"Program itu menjadi pusat keunggulan desain produk fashion dan batik dengan mengoptimalkan kreativitas mengelola sumber daya alam lokal dan memanfaatkan produk lokal dalam menghadapi era globalisasi," katanya.
Ia mengatakan program itu menyiapkan lulusan yang kompeten, kreatif, inovatif, adaptif, dan berjiwa profesional dengan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Program itu juga memberikan kualitas pelayanan pendidikan dengan menyiapkan kurikulum terpadu yang inovatif sesuai dengan perkembangan dunia fashion dan batik, program belajar yang terencana dan terstruktur didukung tenaga pengajar yang kompeten di bidang fashion dan batik.
"Program itu memberikan materi teori dan praktik yang tersusun secara proporsional sesuai dengan kebutuhan dan fasilitas sarana prasarana serta pendukung lainnya yang memadai," katanya.
Menurut dia industri fashion dan batik melaju pesat dengan persaingan yang sangat kompetitif. Hal itu menuntut siapapun yang berkeinginan terjun dan eksis di dunia fashion dan batik sebagai warisan budaya adiluhung bangsa untuk terus berpacu belajar, mencari, dan mengasah kompetensi yang mutlak dimiliki.
"Program itu diharapkan menjadi ’point of interest’ dunia fashion dan batik Indonesia yang mengedepankan produk lokal sebagai produk unggulan dalam mengembangkan desain produk fashion dan batik," kata Gumbolo.