Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.353
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita UEFA tuding Liga Super Eropa kartel.
Ilusterasi "Liga Super Eropa" vs UEFA. REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi/File Foto.
Jakarta (ANTARA) - UEFA mengkritik Liga Super Eropa yg menghimpun sejumlah klub elit sebagai contoh kartel, ketika badan sepak bola Eropa itu berusaha mempertahankan kekuasaan & hak medianya yg menguntungkan.
Pertikaian UEFA & badan sepak bola dunia FIFA melawan Liga Super Eropa diawasi ketat oleh badan olahraga lain, serta klub-klub & pemain yg mengincar kesepakatan uang yg ditawarkan liga sempalan itu.
Liga Super Eropa dibatalkan kurang dari 48 jam setelah diumumkan tahun lalu akibat diprotes penggemar, pemerintah & pemain yg memaksa Manchester United, Liverpool, Manchester City, Chelsea, Tottenham Hotspur, Arsenal, AC Milan, Inter Milan & Atletico Madrid keluar dari liga sempalan itu.
Real Madrid, Barcelona & Juventus tetap bertahan. Liga Super kemudian menggugat UEFA & FIFA di pengadilan Spanyol yg kemudian meminta bimbingan Mahkamah Uni Eropa (CJEU) yg berbasis di Luksemburg.
Gagasan liga tertutup yg terdiri dari klub-klub kaya adalah "contoh terang benderang dari kartel", mengatakan pengacara UEFA Donald Slater kepada majelis hakim yg terdiri dari 15 hakim di CJEU.
Dia mengatakan otorisasi Liga Super akan menyebabkan munculnya liga tertutup lainnya & runtuhnya sistem lomba terbuka yg saat ini ada.
Dia mengatakan UEFA mengpakai bagian pendapatannya yg mencapai 6,5% & berjumlah 190 juta euro tahun ini, khususnya untuk mempromosikan sepak bola Eropa.
Konflik kepentingan UEFA yg muncul dari peran regulasi & bisnis komersial menciptakan UEFA tidak akan pernah membolehkannya adanya pesaing, mengatakan pengacara Liga Super Miguel Odriozola kepada majelis hakim.
"Selama puluhan tahun, UEFA sudah memerintah dengan tangan besi & mengalahkan klub mana pun yg mengancam monopolinya. Kami mengambil sikap kami sendiri untuk mencela praktik UEFA," mengatakan dia.
Komisi Eropa & 27 negara Uni Eropa serta Islandia & Norwegia mendukung UEFA & FIFA. Pengadilan akan menciptakan vonis tahun depan.
Baca juga: Parlemen Uni Eropa haramkan Liga Super Eropa & lomba semacamnya
Baca juga: UEFA hentikan tuntutan hukum kepada Barca, Juventus & Real Madrid
Baca juga: Trio Liga Super Eropa tegaskan lagi sikap lanjutkan proyek ambisius
Berita diatas dikutip dari internet, jika UEFA tuding Liga Super Eropa kartel adalah spam, mohon beritahu kami.
Ilusterasi "Liga Super Eropa" vs UEFA. REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi/File Foto.
Jakarta (ANTARA) - UEFA mengkritik Liga Super Eropa yg menghimpun sejumlah klub elit sebagai contoh kartel, ketika badan sepak bola Eropa itu berusaha mempertahankan kekuasaan & hak medianya yg menguntungkan.
Pertikaian UEFA & badan sepak bola dunia FIFA melawan Liga Super Eropa diawasi ketat oleh badan olahraga lain, serta klub-klub & pemain yg mengincar kesepakatan uang yg ditawarkan liga sempalan itu.
Liga Super Eropa dibatalkan kurang dari 48 jam setelah diumumkan tahun lalu akibat diprotes penggemar, pemerintah & pemain yg memaksa Manchester United, Liverpool, Manchester City, Chelsea, Tottenham Hotspur, Arsenal, AC Milan, Inter Milan & Atletico Madrid keluar dari liga sempalan itu.
Real Madrid, Barcelona & Juventus tetap bertahan. Liga Super kemudian menggugat UEFA & FIFA di pengadilan Spanyol yg kemudian meminta bimbingan Mahkamah Uni Eropa (CJEU) yg berbasis di Luksemburg.
Gagasan liga tertutup yg terdiri dari klub-klub kaya adalah "contoh terang benderang dari kartel", mengatakan pengacara UEFA Donald Slater kepada majelis hakim yg terdiri dari 15 hakim di CJEU.
Dia mengatakan otorisasi Liga Super akan menyebabkan munculnya liga tertutup lainnya & runtuhnya sistem lomba terbuka yg saat ini ada.
Dia mengatakan UEFA mengpakai bagian pendapatannya yg mencapai 6,5% & berjumlah 190 juta euro tahun ini, khususnya untuk mempromosikan sepak bola Eropa.
Konflik kepentingan UEFA yg muncul dari peran regulasi & bisnis komersial menciptakan UEFA tidak akan pernah membolehkannya adanya pesaing, mengatakan pengacara Liga Super Miguel Odriozola kepada majelis hakim.
"Selama puluhan tahun, UEFA sudah memerintah dengan tangan besi & mengalahkan klub mana pun yg mengancam monopolinya. Kami mengambil sikap kami sendiri untuk mencela praktik UEFA," mengatakan dia.
Komisi Eropa & 27 negara Uni Eropa serta Islandia & Norwegia mendukung UEFA & FIFA. Pengadilan akan menciptakan vonis tahun depan.
Baca juga: Parlemen Uni Eropa haramkan Liga Super Eropa & lomba semacamnya
Baca juga: UEFA hentikan tuntutan hukum kepada Barca, Juventus & Real Madrid
Baca juga: Trio Liga Super Eropa tegaskan lagi sikap lanjutkan proyek ambisius
Berita diatas dikutip dari internet, jika UEFA tuding Liga Super Eropa kartel adalah spam, mohon beritahu kami.