Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.144
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita UEFA gabung kampanye boikot medsos.
Ilustrasi aplikasi media sosial Twitter & Facebook. (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - UEFA pada Kamis mengumumkan bahwa mereka bergabung dengan kampanye boikot media sosial yg digalakkan otoritas sepak bola Inggris seperti FA & Liga Premier untuk memerangi kekerasan daring.
Dengan demikian, seluruh kanal resmi UEFA di berbagai media sosial akan mengerjakan aksi nonaktif mulai pukul 21.00 WIB Jumat s.d. 05.59 WIB Selasa (4/5).
Presiden UEFA Aleksander Ceferin memberikan dukungan penuh kepada inisiatif itu, menyatakan perlu ada aksi nyata untuk menghentikan persebaran kebencian & kekerasan daring kepada para pesepak bola & kalangan lain yg terlibat di lomba sepak bola.
Baca juga: Pekan depan klub-klub Inggris boikot medsos lawan kekerasan daring
"Ada kekerasan baik di dalam lapangan maupun di media sosial. Itu tidak dapat diterima & harus dihentikan, dengan bantuan publik & otoritas legislatif serta para raksasa operator media sosial," mengatakan Ceferin diberitakan laman resmi UEFA.
"Membiarkan budaya kebencian tetap tumbuh subur tanpa sentuhan hukum adalah sesuatu yg berbahaya, sangat berbahaya, bukan cuma kepada sepak bola, tetapi juga masyarakat pada umumnya," ujarnya menambahkan.
Ceferin juga mengapresiasi inisiatif yg ditempuh otoritas sepak bola Inggris, yg juga diperlihatkan secara solider oleh seluruh pelaku yg terlibat di dalamnya.
Baca juga: Alami serangan rasial daring, bek Villa minta tidak dikasihani
"Ini saatnya sepak bola mengambil sikap & saya terkesan dengan solidaritas yg diperlihatkan para pemain, klub & segenap pemangku kepentingan," katanya.
"Saya mengajak segenap pihak baik itu pemain, klub maupun asosiasi negara, untuk mengajukan keluhan resmi setiap kali pemain, pelatih, wasit ataupun ofisial jadi korban dari pesan-pesan daring yg tidak dapat diterima.
"Kami sudah muak dengan para pengecut yg bersembunyi di balik anonimitas mereka untuk memuntahkan ideologi berbahaya mereka," pungkas Ceferin.
Inisiatif yg dilakukan di Inggris diikuti oleh FA, Liga Premier, EFL (operator tiga liga di bawah Liga Premier), Liga Super Putri & liga kasta kedua putri.
Baca juga: Diduga terlibat perusahaan judi, UEFA selidiki Zlatan Ibrahimivic
Baca juga: Bek Slavia Praha Ondrej Kudela diskors 10 laga karena rasisme
Baca juga: UEFA dilaporkan tambah jumlah skuad EURO 2020 jadi 26 pemain
Berita diatas dikutip dari internet, jika UEFA gabung kampanye boikot medsos adalah spam, mohon beritahu kami.
Ilustrasi aplikasi media sosial Twitter & Facebook. (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - UEFA pada Kamis mengumumkan bahwa mereka bergabung dengan kampanye boikot media sosial yg digalakkan otoritas sepak bola Inggris seperti FA & Liga Premier untuk memerangi kekerasan daring.
Dengan demikian, seluruh kanal resmi UEFA di berbagai media sosial akan mengerjakan aksi nonaktif mulai pukul 21.00 WIB Jumat s.d. 05.59 WIB Selasa (4/5).
Presiden UEFA Aleksander Ceferin memberikan dukungan penuh kepada inisiatif itu, menyatakan perlu ada aksi nyata untuk menghentikan persebaran kebencian & kekerasan daring kepada para pesepak bola & kalangan lain yg terlibat di lomba sepak bola.
Baca juga: Pekan depan klub-klub Inggris boikot medsos lawan kekerasan daring
"Ada kekerasan baik di dalam lapangan maupun di media sosial. Itu tidak dapat diterima & harus dihentikan, dengan bantuan publik & otoritas legislatif serta para raksasa operator media sosial," mengatakan Ceferin diberitakan laman resmi UEFA.
"Membiarkan budaya kebencian tetap tumbuh subur tanpa sentuhan hukum adalah sesuatu yg berbahaya, sangat berbahaya, bukan cuma kepada sepak bola, tetapi juga masyarakat pada umumnya," ujarnya menambahkan.
Ceferin juga mengapresiasi inisiatif yg ditempuh otoritas sepak bola Inggris, yg juga diperlihatkan secara solider oleh seluruh pelaku yg terlibat di dalamnya.
Baca juga: Alami serangan rasial daring, bek Villa minta tidak dikasihani
"Ini saatnya sepak bola mengambil sikap & saya terkesan dengan solidaritas yg diperlihatkan para pemain, klub & segenap pemangku kepentingan," katanya.
"Saya mengajak segenap pihak baik itu pemain, klub maupun asosiasi negara, untuk mengajukan keluhan resmi setiap kali pemain, pelatih, wasit ataupun ofisial jadi korban dari pesan-pesan daring yg tidak dapat diterima.
"Kami sudah muak dengan para pengecut yg bersembunyi di balik anonimitas mereka untuk memuntahkan ideologi berbahaya mereka," pungkas Ceferin.
Inisiatif yg dilakukan di Inggris diikuti oleh FA, Liga Premier, EFL (operator tiga liga di bawah Liga Premier), Liga Super Putri & liga kasta kedua putri.
Baca juga: Diduga terlibat perusahaan judi, UEFA selidiki Zlatan Ibrahimivic
Baca juga: Bek Slavia Praha Ondrej Kudela diskors 10 laga karena rasisme
Baca juga: UEFA dilaporkan tambah jumlah skuad EURO 2020 jadi 26 pemain
Berita diatas dikutip dari internet, jika UEFA gabung kampanye boikot medsos adalah spam, mohon beritahu kami.