erica_aur
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 5603
- Sejak
- 26 Agt 2006
- Pesan
- 2.937
- Nilai reaksi
- 211
- Poin
- 63
Di sebuah desa, ada dua orang pemuda. Namanya Somad dan Ucup. Pada
suatu hari, Somad ingin mencari pekerjaan di kota. Jarak dari desa itu ke kota sekitar 10 kilometer. Oleh karena itu, Somad harus pindah rumah.
Ternyata, Somad bernasib sangat mujur. Baru satu hari di kota, Somad
langsung mendapatkan pekerjaan yang cukup bagus. Ia bekerja sebagai salah seorang pegawai perusahaan yang cukup besar. Somad memang karyawan yang rajin. Terbukti, satu bulan kemudian, Somad diangkat menjadi wakil direktur perusahaan.
Tiga bulan kemudian, Somad telah menjadi orang kaya raya. Ia punya satu
rumah bertingkat, lima buah mobil Mersi, dan seorang istri yang sangat cantik. Tetapi, Somad tidak lupa dengan desanya. Ia pun kembali ke desanya.
Waktu ia ingin kembali ke kota, ia mengajak Ucup, teman lamanya, untuk
ikut ke kota. Ucup pun sangat gembira karena diajak ke kota.
Setelah tiga hari di kota, Ucup diajak oleh Somad untuk jalan-jalan. Ia
diajak makan mie ayam (atau yang lebih dikenal dengan sebutan pangsit)
di sebuah warung. Somad pun segera memesan mie ayam.
"Bang, mie ayamnya dua ya." kata Somad.
"Pakai sumpit nggak, Mas?" tanya si tukang mie ayam.
"Saya nggak pakai sumpit, Bang." kata Somad.
Karena gengsi, Ucup pun berkata, "Emmmm, saya pakai sumpitnya sedikit aja, ya, Mas."
Somad pun tertawa dan berkata, "Hai, Ucup. Lo tahu nggak apa itu
sumpit? Sumpit itu alat untuk makan mie. Lo lihat, kan, yang bentuknya panjang itu? Itu yang namanya sumpit! Jadi minta sumpit itu nggak bisa sedikit."
Setelah mendengar penjelasan dari Somad, Ucup pun merasa malu. Lalu, ia
pun berkata, "Kalau gitu, saya juga nggak pakai sumpit, ya, Bang."
suatu hari, Somad ingin mencari pekerjaan di kota. Jarak dari desa itu ke kota sekitar 10 kilometer. Oleh karena itu, Somad harus pindah rumah.
Ternyata, Somad bernasib sangat mujur. Baru satu hari di kota, Somad
langsung mendapatkan pekerjaan yang cukup bagus. Ia bekerja sebagai salah seorang pegawai perusahaan yang cukup besar. Somad memang karyawan yang rajin. Terbukti, satu bulan kemudian, Somad diangkat menjadi wakil direktur perusahaan.
Tiga bulan kemudian, Somad telah menjadi orang kaya raya. Ia punya satu
rumah bertingkat, lima buah mobil Mersi, dan seorang istri yang sangat cantik. Tetapi, Somad tidak lupa dengan desanya. Ia pun kembali ke desanya.
Waktu ia ingin kembali ke kota, ia mengajak Ucup, teman lamanya, untuk
ikut ke kota. Ucup pun sangat gembira karena diajak ke kota.
Setelah tiga hari di kota, Ucup diajak oleh Somad untuk jalan-jalan. Ia
diajak makan mie ayam (atau yang lebih dikenal dengan sebutan pangsit)
di sebuah warung. Somad pun segera memesan mie ayam.
"Bang, mie ayamnya dua ya." kata Somad.
"Pakai sumpit nggak, Mas?" tanya si tukang mie ayam.
"Saya nggak pakai sumpit, Bang." kata Somad.
Karena gengsi, Ucup pun berkata, "Emmmm, saya pakai sumpitnya sedikit aja, ya, Mas."
Somad pun tertawa dan berkata, "Hai, Ucup. Lo tahu nggak apa itu
sumpit? Sumpit itu alat untuk makan mie. Lo lihat, kan, yang bentuknya panjang itu? Itu yang namanya sumpit! Jadi minta sumpit itu nggak bisa sedikit."
Setelah mendengar penjelasan dari Somad, Ucup pun merasa malu. Lalu, ia
pun berkata, "Kalau gitu, saya juga nggak pakai sumpit, ya, Bang."
