yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
"Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengubah wajah jalan Sudirman-Thamrin merupakan ide yang bagus," ujar Aryo dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Aryo, selain untuk menambah ruang hijau dan menjadi kantong-kantong bagi pedagang kaki lima, pembongkaran tembok dan pagar sepanjang jalan utama ibu kota itu akan mampu menghilangkan sekat dan egoisme antarpengelola gedung.
"Apalagi, jika nantinya pagar gedung diganti dengan tanaman dan pohon. Selain menambah keindahan, jalan sepanjang 6,5 kilometer itu akan menjadi penyerap emisi karbon di ibu kota yang makin hari makin tidak menyehatkan warga," kata Aryo.
Dengan membuat kantong-kantong bagi pasar malam dan pedagang kaki lima, ia melanjutkan, Jalan Sudirman-Thamrin akan menjadi jalan yang produktif baik untuk kalangan pekerja dan birokrat maupun bagi pedagang.
"Kombinasi dari keindahan dan produktivitas, serta tata ruang yang ramah lingkungan akan mampu menarik warga serta wisatawan untuk menikmati Jakarta baru," kata Aryo.
Jika memang rencana tersebut dilakukan, ia menambahkan, Jakarta akan memiliki kesempatan untuk memanusiakan manusia, sekaligus mengadopsi konsep kota modern. "Ini sesuai dengan janji-janji kampanye yang terucap oleh Jokowi dan Basuki," kata dia.
Menurut Aryo, sebaiknya rencana ini segera dilakukan. Namun, Pemprov DKI Jakarta disarankan berkomunikasi dengan pihak pengelola gedung serta kedutaan besar yang ada di sepanjang jalan tersebut. "Pemprov DKI juga harus memastikan keamanan dari tiap gedung tersebut," kata Aryo.
Aryo yang juga tercatat sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Gerindra daerah pemilihan DKI III (Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu) ini, menyatakan bahwa sejauh ini perubahan wajah ibu kota memang sudah mulai terlihat. Dari Tanah Abang hingga Waduk Pluit sudah berhasil disulap menjadi wilayah yang lebih manusiawi bagi warga.
"Saya sendiri sudah tidak sabar untuk melihat perubahan wajah Jakarta di akhir periode kepemimpinan Pak Jokowi dan Pak Basuki," kata Aryo.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan pembongkaran pagar pembatas antar gedung di kawasan Sudirman-Thamrin akan segera direalisasikan, karena sudah menjadi kebutuhan kota besar. Menurut dia, ada banyak alasan kenapa pagar antar gedung harus dibongkar.
"Pertama biar area terlihat luas. Area ini bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik bagi masyarakat dan karyawan kantor," ujar Jokowi di Bali Kota Jakarta, Selasa 24 September 2013.
Selanjutnya, ruang yang terbuka ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi kekurangan ruang terbuka hijau. Ruang ini dimanfaatkan dengan pembangunan taman taman kecil.

