• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Uang Rp 54 Juta di ATM "Disedot" Pria Misterius

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
MafU.jpg
Uang tabungan seorang nasabah asal Semarang tiba-tiba lenyap terkuras dan hanya tersisa sekitar Rp 50.000. Padahal, pemilik rekening ingat betul saat terakhir kali mengecek saldo tabungannya di sebuah bunk swasta di Solo itu masih tersisa sekitar Rp 54 juta.

"Apa yang terjadi pada pertengahan Juli lalu itu membuat saya terkejut bukan kepalang. Uang tabungan dan bonus dari perusahaan tempat saya bekerja itu akan saya pakai untuk membayar cicilan rumah," kata Arif (bukan nama sebenarnya), pemilik rekening, Minggu (24/8/2014).

Kemudian Arif mendatangi bunk tersebut untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan tabungannya. Berdasarkan penjelasan yang diperoleh dari supervisor bunk, Arif diberitahu bahwa ada transaksi berupa penarikan dan transfer yang dilakukan di sebuah ATM Bersama di depan sebuah rumah makan di Solo.

Transaksi itu dilakukan hanya dalam kurun waktu dua jam, tetapi berbeda hari. Tercatat beberapa transaksi itu dimulai pada 9 Juli 2014 pukul 23.00 hingga 10 Juli 2014 pukul 01.00.

Arif lebih syok lagi ketika supervisor bunk itu menyatakan bahwa transaksi tersebut sah. "Kalau yang disebutkan tanggal dan waktu itu, saya sedang tidur terlelap di rumah mertua. Apa mungkin orang tidur terlelap tiba-tiba uang di bunk tersedot," keluh dia.

Berdasarkan data rekaman bunk menyebutkan, ada transaksi transfer dari rekening Arif ke rekening tak dikenal sebesar Rp 35 juta dan penarikan tunai sekitar Rp 17 juta. Arif lagi-lagi protes karena tidak pernah melakukan transaksi itu. "Kartu ATM saya juga masih ada dan tidak pernah saya pinjamkan kepada siapa pun serta tidak ada yang tahu nomor PIN kartu ATM milik saya," ujar dia.

Pihak bunk kemudian menunjukkan bukti-bukti transaksi penarikan lewat cara membuka rekaman kamera CCTV. "Supervisor bunk menunjukkan sebuah foto pria yang diambil dari hasil capture rekaman CCTV. Ada enam foto pria yang sama, dia memakai topi, namun tidak terlihat jelas wajahnya. Kepada pihak bunk, saya tegas menyatakan tidak mengenal pria misterius itu," ungkap Arif.

Proses perundingan antara Arif dan pihak bunk saat itu sempat tidak mendapatkan titik temu. Hal itu kemudian yang membuat Arif melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Arif juga membeberkan raibnya uang di tabungan itu lewat sejumlah media massa di Solo dan Semarang.

Pihak bunk akhirnya "risih" dan kemudian memanggil Arif. Hasilnya, Arif diminta membuat detail kronologi kejadian dan surat pernyataan resmi yang isinya menyatakan bahwa dia tidak mengenal pria misterius pengambil uang di ATM Bersama di Solo tersebut.

"Saya sempat merasa terzalimi oleh pihak bunk. Namun, sekarang pihak bunk telah mengganti uang yang lenyap tersebut. Saya tidak tahu bagaimana proses penggantian itu, namun kabarnya uang tabungan saya digantikan oleh lembaga penjamin atau semacam asuransi," tutur dia.

Lelaki bertopi
Meski uang telah kembali, Arif tidak pernah tahu siapa sosok lelaki bertopi yang terekam kamera CCTV tersebut. Kini Arif mendapatkan kartu ATM yang baru dan telah mengubah nomor PIN-nya. Ia juga membagi uangnya yang tersimpan ke bunk dalam sejumlah rekening.

"Kalau dibagi dalam beberapa rekening lebih aman karena bila satu tabungan kebobolan maka yang lain masih terselamatkan. Saya juga lebih berhati-hati memilih ATM yang ada penjaganya dan ramai saat akan mengambil uang serta tidak asal main 'gesek' ketika belanja," ungkap dia.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.