yophi
IndoForum Beginner E
- No. Urut
- 45381
- Sejak
- 5 Jun 2008
- Pesan
- 512
- Nilai reaksi
- 15
- Poin
- 18
Menghadapi Hari Raya Idul Fitri nanti, memberi angpao (paket uang recehan) sepertinya sudah menjadi tradisi tersendiri. Nah, imbasnya, dalam dua hari terakhir ini, kantor bunk Indonesia (BI) Ternate, dijubeli ratusan orang yang ingin menukar uang dengan recehan pecahan Rp10.000, Rp5.000 dan Rp1.000.
Angka fantastis pun diraup dalam tiga hari terakhir ini. Tercatat Rp1,6 miliar digelontorkan pihak BI untuk melayani permintaan penukaran uang dari masyarakat itu.
Amatan Okezone, Jumat (26/9/2008) sejak pukul 09.00 - 16.00 WIT, ratusan orang sudah mengantre di depan loket hingga lobi dan pekarangan kantor bunk yang terletak di kawasan Jalan Yos Sudarso kelurahan Kalumpang itu.
"Memang dalam tiga hari terakhir ini permintaan dari warga yang ingin menukarkan uangnya cukup melonjak. Dalam sehari tadi saja mencapai Rp590 juta untuk pecahan Rp10.000, Rp5.000 dan Rp1.000,? kata Deputi Pimpinan bunk Indonesia (PBI) cabang Ternate, Huibert Rompies pada Okezone.
Umumnya, mereka yang menukarkan duit itu rata-rata bertujuan untuk dijadikan angpao atau dalam istilah sehari-sehari doi tambaru (uang Hari Raya) yang dibagikan pada fakir miskin dan anak-anak saat open house di Hari Raya nanti.
"Uang itu kami kasih buat orang miskin dan anak-anak yang datang di rumah saat Hari Raya,? ujar Hasan, salah satu penukar uang yang ditemui.
Karena tingginya peminat yang terus berdatangan meski bunk sudah tutup pada pukul 16.00 WIT, maka pihak bunk yang sedianya sudah mulai libur sejak Sabtu ini, terpaksa tetap buka 2 hari tambahan pada Senin dan Selasa untuk kembali melayani para penukar uang.
"Sampai jelang malam ini masih banyak yang datang. Terpaksa kami suruh balik pada Senin dan Selasa yang semestinya sudah masuk masa libur,? terang Huibert.
Total dalam 10 hari terakhir ini (masa kerja), pihak BI Ternate telah menggelontorkan danang sekitar Rp4,2 miliar untuk melayani tingginya penukar uang tersebut
Angka fantastis pun diraup dalam tiga hari terakhir ini. Tercatat Rp1,6 miliar digelontorkan pihak BI untuk melayani permintaan penukaran uang dari masyarakat itu.
Amatan Okezone, Jumat (26/9/2008) sejak pukul 09.00 - 16.00 WIT, ratusan orang sudah mengantre di depan loket hingga lobi dan pekarangan kantor bunk yang terletak di kawasan Jalan Yos Sudarso kelurahan Kalumpang itu.
"Memang dalam tiga hari terakhir ini permintaan dari warga yang ingin menukarkan uangnya cukup melonjak. Dalam sehari tadi saja mencapai Rp590 juta untuk pecahan Rp10.000, Rp5.000 dan Rp1.000,? kata Deputi Pimpinan bunk Indonesia (PBI) cabang Ternate, Huibert Rompies pada Okezone.
Umumnya, mereka yang menukarkan duit itu rata-rata bertujuan untuk dijadikan angpao atau dalam istilah sehari-sehari doi tambaru (uang Hari Raya) yang dibagikan pada fakir miskin dan anak-anak saat open house di Hari Raya nanti.
"Uang itu kami kasih buat orang miskin dan anak-anak yang datang di rumah saat Hari Raya,? ujar Hasan, salah satu penukar uang yang ditemui.
Karena tingginya peminat yang terus berdatangan meski bunk sudah tutup pada pukul 16.00 WIT, maka pihak bunk yang sedianya sudah mulai libur sejak Sabtu ini, terpaksa tetap buka 2 hari tambahan pada Senin dan Selasa untuk kembali melayani para penukar uang.
"Sampai jelang malam ini masih banyak yang datang. Terpaksa kami suruh balik pada Senin dan Selasa yang semestinya sudah masuk masa libur,? terang Huibert.
Total dalam 10 hari terakhir ini (masa kerja), pihak BI Ternate telah menggelontorkan danang sekitar Rp4,2 miliar untuk melayani tingginya penukar uang tersebut