• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Uang Menganggur di bunk Makin Banyak

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
n5D3.jpg
Perlambatan ekonomi tampaknya membuat pengusaha memilih mengerem pencairan fasilitas kredit yang sudah diberikan perbankan. Alhasil, fasilitas kredit yang belum ditarik alias undisbursed loan meningkat.

Mengutip statistik perbankan Indonesia yang dirilis bunk Indonesia (BI), total kredit yang belum ditarik hingga akhir September 2013 mencapai Rp 967,54 triliun. danang menganggur ini naik 24,29 persen dari periode yang sama pada 2012.

Direktur Bisnis bunk Negara Indonesia (bin) Krishna R Suprapto mengungkapkan, fasilitas kredit yang belum cair sebagian besar berasal dari kredit investasi. Hingga September 2013, undisbursed loan bin meningkat 23 persen ketimbang periode yang sama tahun 2012.

Porsi kredit korporasi yang belum ditarik mencapai 29 persen dari total undisbursed loan bin. Dari plafon sebesar Rp 29,85 triliun, pencairan kredit konstruksi dan transportasi baru mencapai Rp 18,58 triliun. Sementara, kredit untuk pembangkit listrik baru cair sebesar Rp 13,68 triliun dari plafon sebesar Rp 19,30 triliun.

Adapun Abdul Rachman, Direktur Institutional Banking bunk mandilu, menjelaskan, fasilitas kredit yang belum cair di mandilu sebesar Rp 6 triliun. Fasilitas kredit untuk sektor pelabuhan laut dan udara, jalan tol, dan pembangkit listrik belum cair lantaran proyek pembangunan terhambat pembebasan lahan.

"Saat ingin mencairkan kredit, mereka harus menghitung ulang rencana bisnis dan danang lantaran ada kenaikan biaya," katanya.

Roy A Arfandy Direktur Wholesale Banking bunk permen mata mengatakan, pencairan kredit untuk sektor infrastruktur memang terhambat. Sebab, pencairan kredit biasanya sejalan dengan kebutuhan pembangunan.

Senada, Dahlia Mansor Ariotedjo, Direktur Korporasi bunk Central Asia (BCA), mengatakan, penarikan kredit investasi tergantung jadwal pembangunan. Alhasil, undisbursed loan terlihat besar. "Di BCA ada undisbursed loan untuk proyek Tol Cikampek-Palimanan karena pencairannya masih sampai akhir tahun depan," kata Dahlia.

Meski ekonomi tahun depan diperkirakan masih melambat, para bankir yakin, pencairan fasilitas kredit masih besar lantaran ada sejumlah proyek yang membutuhkan kucuran kredit.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.