erica_aur
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 5603
- Sejak
- 26 Agt 2006
- Pesan
- 2.937
- Nilai reaksi
- 211
- Poin
- 63
Istri Bayan Semun sedang mengandung besar kurang lebih sudah sembilan
bulan lebih, tinggal tunggu waktu saja untuk melahirkan.
Kata temen-temenya di kantor, ada dukun sakti bernama Tulkiyem istri
Tugiman yang bisa mindahin rasa sakit dari orang yang melahirkan dari
ibunya ke Bapaknya jabang bayi.
Kerena cintanya yang sekonyong koder istrinya itu maka Bayan Semun
nurut aja apa kata temen-nya untuk nganterin Istrinya ke dukun bayi
Tulkiyem saat mau melahirkan.
Sama Tulkiyem , Bayan Semun ditanya kira kira seberapa kuat menanggung
rasa sakit yang akan diderita saat istrinya melahirkan.
Untuk percobaan bayan semun minta seperempat saja dari rasa sakit yang
akan dipindahkan kedirinya.
Karena Tulkiyem ini dukun kampung maka cara-caranyapun cara kampung
pula, untuk mengurangi rontaan kaki Bayan semun diikat tali raffia dan
disuruh pegangan yang kuat ke tempat tidur, soalnya walaupun cuma
seperempat rasa sakit yang akan dipindahkan tapi rasa sakit itu sudh
nggak ketulungan. Setelah membaca mantra Tulkiyem mulai mentransfer
rasa sakit dari Rodiah istri Bayan Semun yang sudah tambah mules itu.
Nggak tahunya Bayan Semun diam aja sama sekali nggak merasakan rasa
sakit sedikitpun, malah dia minta untuk menambah menjadi setengah.
Oleh Tulkiyem rasa sakit itu pun dipindahkan lagi sampai setengah.
Tulkiyem heran hebat sekali Bayan Semun ini begitu pikirnya. Bayan
semunpun tetap tak bergeming sakit sedikit pun tidak padahal proses
bersalin sangat susah karena anaknya lahir Sungsang. Malah Bayan semun
minta dinaikkan lagi menjadi tigaperempat, tapi Bayan semun tetap kuat
tak goyah sedikitpun akhirnya Bayan Semunpun bilang "Tanggung deh
pindahin aja semua aku kuat kok, sekalian biar istriku tercinta bisa
melahirkan tanpa rasa sakit sedikitpun" katanya. Walaupun dengan muka
keheranan Tulkiyem menuruti apa kata Bayan Semun untuk memindahkan
rasa sakit itu full kepada dirinya. Dengan sisa tenaga dalam yang ada
Tulkiyempun mentrasfer semua rasa sakit itu ke bapak jabang bayi yang
dikandung Rodiah itu. Tak berapa lama bayi itupun lahir ,….
Bayan Semun senang dengan kelahiran anaknya itu istrinya segar bugar
karena tidak merasakan sakit sama sekali waktu melahirkan sementara
dirinya masih bisa cengar cengir,……..
Tulkiyem si dukun bayi itupun menyalami Bayan Semun "Huuebat kamu nak
Semun" katanya. Karena merasa sehat Bayan Semun dan istrinyapun
pamitan untuk pulang,….
Saat masuk ke mobil miliknya dia lihat supir barunya si Pardi sudah
nggak bernyawa, …
"Iya pak dari tadi saya lihat sopir bapak kejang kejang seperti
menahan sakit yang tak terhingga seperti orang mau melahirkan" kata
tukang cendol yang melihat kejadian itu.
bulan lebih, tinggal tunggu waktu saja untuk melahirkan.
Kata temen-temenya di kantor, ada dukun sakti bernama Tulkiyem istri
Tugiman yang bisa mindahin rasa sakit dari orang yang melahirkan dari
ibunya ke Bapaknya jabang bayi.
Kerena cintanya yang sekonyong koder istrinya itu maka Bayan Semun
nurut aja apa kata temen-nya untuk nganterin Istrinya ke dukun bayi
Tulkiyem saat mau melahirkan.
Sama Tulkiyem , Bayan Semun ditanya kira kira seberapa kuat menanggung
rasa sakit yang akan diderita saat istrinya melahirkan.
Untuk percobaan bayan semun minta seperempat saja dari rasa sakit yang
akan dipindahkan kedirinya.
Karena Tulkiyem ini dukun kampung maka cara-caranyapun cara kampung
pula, untuk mengurangi rontaan kaki Bayan semun diikat tali raffia dan
disuruh pegangan yang kuat ke tempat tidur, soalnya walaupun cuma
seperempat rasa sakit yang akan dipindahkan tapi rasa sakit itu sudh
nggak ketulungan. Setelah membaca mantra Tulkiyem mulai mentransfer
rasa sakit dari Rodiah istri Bayan Semun yang sudah tambah mules itu.
Nggak tahunya Bayan Semun diam aja sama sekali nggak merasakan rasa
sakit sedikitpun, malah dia minta untuk menambah menjadi setengah.
Oleh Tulkiyem rasa sakit itu pun dipindahkan lagi sampai setengah.
Tulkiyem heran hebat sekali Bayan Semun ini begitu pikirnya. Bayan
semunpun tetap tak bergeming sakit sedikit pun tidak padahal proses
bersalin sangat susah karena anaknya lahir Sungsang. Malah Bayan semun
minta dinaikkan lagi menjadi tigaperempat, tapi Bayan semun tetap kuat
tak goyah sedikitpun akhirnya Bayan Semunpun bilang "Tanggung deh
pindahin aja semua aku kuat kok, sekalian biar istriku tercinta bisa
melahirkan tanpa rasa sakit sedikitpun" katanya. Walaupun dengan muka
keheranan Tulkiyem menuruti apa kata Bayan Semun untuk memindahkan
rasa sakit itu full kepada dirinya. Dengan sisa tenaga dalam yang ada
Tulkiyempun mentrasfer semua rasa sakit itu ke bapak jabang bayi yang
dikandung Rodiah itu. Tak berapa lama bayi itupun lahir ,….
Bayan Semun senang dengan kelahiran anaknya itu istrinya segar bugar
karena tidak merasakan sakit sama sekali waktu melahirkan sementara
dirinya masih bisa cengar cengir,……..
Tulkiyem si dukun bayi itupun menyalami Bayan Semun "Huuebat kamu nak
Semun" katanya. Karena merasa sehat Bayan Semun dan istrinyapun
pamitan untuk pulang,….
Saat masuk ke mobil miliknya dia lihat supir barunya si Pardi sudah
nggak bernyawa, …
"Iya pak dari tadi saya lihat sopir bapak kejang kejang seperti
menahan sakit yang tak terhingga seperti orang mau melahirkan" kata
tukang cendol yang melihat kejadian itu.
