Silfadrive
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 5337
- Sejak
- 22 Agt 2006
- Pesan
- 2.727
- Nilai reaksi
- 172
- Poin
- 63
Paul, seorang bandot tua punya hobby yang sama dengan anaknya,
David (anda yang namanya sama bukan famili mereka lho). Hiburan malam
dan pulang pagi adalah hobby mereka, dan satu sama lain tidak mau
kalah dalam hal kepiawaian menguasai bidang ini. Semua diskotik,
mandi uap dan panti pijat yang ada dikota mereka serta semua manusia
didalamnya telah mereka kenal sampai baunya sekalipun.
Satu malam (tepatnya pagi), Paul pulang hanya sepersepuluh menit
lebih dulu dari si David. Ditariknya si David dan diciumnya
tangannya :"..eh, lu pasti sama si Susy nih". David pun mengaku,
karena memang demikianlah adanya.
Esoknya, David tunggu bapaknya pulang, maksudnya mau ngalahin sang
babe dibidang bau-membau ini. Ditariknya Paul dan diciumnya
tangannya :"..eh, be, ini pasti si Donna, nggak salah lagi, kan.."
Sang babe surprise juga dibuat anaknya, soalnya itu seratus persen
betuul. Tapi, gua kan seniornya pikirnya. Pasti kubikin keok besok.
Esoknya lagi, giliran si Paul yang pulang duluan, sengaja nunggu
David pulang. Hal serupa terulang, diciumnya tangan anaknya
:".. he..hee..Vid, ini pasti si Poppy.., kalah lu..".. Demikianlah
berganti-ganti, bapak anak saling tebak-tebakan, sampai semua stock
yang ada sudah dicoba dan tertebak belaka oleh mereka berdua.
Saking nggak mau kalah, waktu giliran David yang mau diperiksa
babenya, digosokkannya tangannya ke pantat si Blacky (itu lho..),
dan melenggang pulang dengan mobilnya. Betul aja, begitu turun dari
mobil, Paul sudah menunggu dengan cengar-cengir bandotnya. Ditariknya
tangan anaknya, tapi kali ini ia lama mencium tangan si David,
diingat-ingatnya dimana dia pernah cium bau itu.. Si David pun s
udah mau ngakak dan merasa menang. Mampus lu be, pikirnya..
Paul ngaku kalah, tapi masih nanya juga :"...siapa sih..
barang baru ya..."
David (anda yang namanya sama bukan famili mereka lho). Hiburan malam
dan pulang pagi adalah hobby mereka, dan satu sama lain tidak mau
kalah dalam hal kepiawaian menguasai bidang ini. Semua diskotik,
mandi uap dan panti pijat yang ada dikota mereka serta semua manusia
didalamnya telah mereka kenal sampai baunya sekalipun.
Satu malam (tepatnya pagi), Paul pulang hanya sepersepuluh menit
lebih dulu dari si David. Ditariknya si David dan diciumnya
tangannya :"..eh, lu pasti sama si Susy nih". David pun mengaku,
karena memang demikianlah adanya.
Esoknya, David tunggu bapaknya pulang, maksudnya mau ngalahin sang
babe dibidang bau-membau ini. Ditariknya Paul dan diciumnya
tangannya :"..eh, be, ini pasti si Donna, nggak salah lagi, kan.."
Sang babe surprise juga dibuat anaknya, soalnya itu seratus persen
betuul. Tapi, gua kan seniornya pikirnya. Pasti kubikin keok besok.
Esoknya lagi, giliran si Paul yang pulang duluan, sengaja nunggu
David pulang. Hal serupa terulang, diciumnya tangan anaknya
:".. he..hee..Vid, ini pasti si Poppy.., kalah lu..".. Demikianlah
berganti-ganti, bapak anak saling tebak-tebakan, sampai semua stock
yang ada sudah dicoba dan tertebak belaka oleh mereka berdua.
Saking nggak mau kalah, waktu giliran David yang mau diperiksa
babenya, digosokkannya tangannya ke pantat si Blacky (itu lho..),
dan melenggang pulang dengan mobilnya. Betul aja, begitu turun dari
mobil, Paul sudah menunggu dengan cengar-cengir bandotnya. Ditariknya
tangan anaknya, tapi kali ini ia lama mencium tangan si David,
diingat-ingatnya dimana dia pernah cium bau itu.. Si David pun s
udah mau ngakak dan merasa menang. Mampus lu be, pikirnya..
Paul ngaku kalah, tapi masih nanya juga :"...siapa sih..
barang baru ya..."

