• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

TV Aa Gym Bangkrut

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
2959776027_b51ed72da7.jpg
123829p.jpg


Selasa, 21 Oktober 2008 | 07:23 WIB

BANDUNG - Da’i kondang KH Abdullah Gymnastiar atau lebih akrab disapa Aa Gym, diuji lagi. Setelah tahun 2004 membubarkan salah satu perusahaannya, MQNet yang bergerak di bisnis multi level marketing (MLM), kini Aa Gym membubarkan satu lagi ladang bisnisnya.

Stasiun televisi yang didirikannya, Manajemen Qolbu TV (MQTV), mengalami kebangkrutan. Enam puluh dari 63 karyawannya dikenai pemutusan hubungan kerja (PHK).

Untuk kebutuhan uang pesangon mereka, Aa Gym terpaksa meminjam uang ke pihak lain sebesar Rp 1 miliar. Direktur Utama (Dirut) MQTV Dudung Abdul Ghani mengakui telah mem-PHK 60 karyawan sebagai langkah efisiensi.

"Aa Gym akan membantu membayarkan pesangon para karyawan yang di-PHK, tapi bukan uang Aa. Aa nanti pinjam ke luar atas nama Aa sebesar Rp 1 miliar," ungkapnya, Senin (20/10).

Dudung mengakui proses PHK saat ini belum tuntas karena terhambat uang pesangon. Karena itulah perlu bantuan Aa Gym dengan mencari pinjaman uang Rp 1 miliar.

Dengan kucuran dana Aa Gym, kata Dudung, pembayaran pesangon akan bisa dilunasi pada awal November mendatang. Ketika ditanya apakah MQTV nantinya sanggup melunasi uang pinjaman Rp 1 miliar itu, Dudung menyatakan pihaknya akan melunasinya. "Kami yakin bisa melunasinya," kata Dudung.

Sebelumnya, didapat kabar MQTV mengalami kesulitan finansial. Sekitar 90 karyawannya di-PHK sejak September lalu. Namun jumlah karyawan ter-PHK itu dibantah Dudung. Menurut dia, jumlah karyawan MQTV hanya 63 orang, 60 di antaranya masuk daftar PHK. Dengan tiga karyawan sisanya, MQTV tetap akan mengudara mulai pukul 12.00 sampai 21.00 WIB dengan menyajikan program-program lama yang diputar ulang.

Menurut Dudung, pihaknya mendapatkan teguran dari KPID karena menghentikan siaran. "Jika tak siaran, kanalnya terancam diisi orang lain, makanya kami berupaya terus siaran," ujarnya. Sebelumnya MQTV siaran sejak pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Stasiun televisi ini mengudara sejak 28 Oktober 2003 lalu

Kabar adanya PHK karyawan MQTV juga dibenarkan adik kandung Aa Gym, Abdurrahman Yuri atau biasa dipanggil Aa Deda. Namun untuk lebih detilnya, Aa Deda meminta agar menghubungi Dudung Abdul Gani.

Dihubungi melalui telepon, Senin malam, Aa Deda membantah perusahaan Aa Gym secara keseluruhan telah bangkrut. Menurut dia, beberapa perusahaan AA Gym yang lain saat ini masih berjalan seperti biasa. "Bahkan produksinya kini meningkat," katanya.

Aa Deda mengatakan, tahun 2004 lalu Aa Gym membubarkan salah satu perusahaannya yaitu MQNet. "Tapi setelah itu tidak ada lagi (perusahaan yang dibubarkan). Perusahaan-

perusahaan yang lain seperti MQ S (penerbitan) dan MQ Multimedia (production house) masih berjalan dengan baik. Tidak ada perusahaan yang akan dibubarkan lagi," paparnya.

Aa Dida menuturkan, pembubaran semua perusahaan yang dibentuk Aa Gym hanya isu semata. "Alhamdulillah perusahaan yang lain masih berjalan," katanya.

Menurut Dudung, pada saat masa jaya, MQTV memiliki jumlah karyawan sampai 90 orang. Dari jumlah itu kemudian menyusut menjadi 83, dan berkurang lagi menjadi 63. "Lalu dari 63 ini, kami PHK 60 orang," ujarnya.

Menurutnya, PHK dilakukan untuk efisiensi perusahaan, karena bisnis MQTV sedang menurun. "TV muslim yang kami gunakan sebagai televisi publik ternyata kurang mendapatkan respons," tuturnya.

Ke depan, kata dia, MQTV akan dikembangkan menjadi TV dengan segmen yang luas. "Sekarang terlalu segmentif. Tetapi kita tetap sebagai televisi muslim, tapi nanti program siarannya akan kita efisiensikan. Kita juga akan libatkan masyarakat atau pemirsa yang memiliki program siaran untuk menayangkannya di MQTV," tutur Dudung.

Tak hanya itu, perusahaan pun akan melakukan efisiensi sumber daya manusia (SDM). "Kami nantinya akan melibatkan pekerja outsourcing," katanya.
 
kurang peminatnya kali ya...
di Indonesia orang2nya sibuk kerja, stres kerja, dan sibuk mikir nasib, jadi ga sempat mikir agama...
 
tul... semenjak ngawinin janda kawin cerai 2x itu,, nama aa gym sontak "dimusuhi" oleh para muslim diindonesia, khususnya para wanita..



capyeee dyeehh...
 
oh muncul disini berita Aa Gym setelah lama ga ada kabarnya
jangan-jangan sy yang ga pernah ikutin berita nih /wah
 
kurang peminatnya kali ya...
di Indonesia orang2nya sibuk kerja, stres kerja, dan sibuk mikir nasib, jadi ga sempat mikir agama...

Untuk jawabnya, mungkin quote yang 2 di bawah ini pas...

banyak yang uda ga suka ama Aa Gym,,

kasian.. 60 orang lagi jadi pengangguran

Dan Yusuf Kalla bilang krisis ekonomi kali ini gak ngaruh....

oh muncul disini berita Aa Gym setelah lama ga ada kabarnya
jangan-jangan sy yang ga pernah ikutin berita nih /wah

Sering sering ke sini saja ci.... saya bakal update terus, berita-berita di sini. Hanya kadang bingung, kalo ada yang ngepost hoax.... takut pembaca jadi pikir itu beneran, padahal hoax kan tak jauh beda dengan spam.....
 
Kasihan si AA hancur gara gara kawin ame jande hahhahahahahaha :D
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.