• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tutorial Bagusin Rambut Dengan Ramuan Alpukat, Baca Gan!!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Tutorial Bagusin Rambut Dengan Ramuan Alpukat, Baca Gan!!

Sumber Gambar:Koleksi pribadi Miss Rora (foto selfie Miss Rora dari depan dengan paras tertutup rambut)​


Shalom Aleichem!
emoticon-Hai


Selamat pagi Agan & Sista semuanya!
emoticon-Matahari




Izinkan Miss Rora berbagi pengalaman pribadi yg awalnya cuma main2, tetapi ternyata hasilnya cukup memuaskan & secara ilmiah juga masuk akal. Miss Rora wanita, usia 25 tahun, rambut panjang hingga bawah tulang belikat, tipe rambut ikal 2B (ikal longgar membentuk huruf S), warna rambut hitam alami tanpa pewarnaan.

Beberapa bulan terakhir, rambut Miss Rora terasa kering & kaku di bagian ujung. Bukan rusak parah, melainkan terasa kurang lembut & kilau alaminya berkurang. Padahal, Miss Rora jarang pakai catokan, jarang pakai hair dryer, & nggak pernah ngecat rambut. Akhirnya, Miss Rora memutuskan untuk mencoba perawatan alami yg bahannya sederhana, yaitu alpukat, lidah buaya, & minyak urang-aring.

Thread ini bukan sekadar berbagi pengalaman, tetapi juga akan membahas dasar ilmiahnya. Referensi yg Miss Rora pakai berasal dari jurnal ilmiah, bukan dari sumber sembarangan.

Buat yg penasaran sama bahan-bahannya, bahan-bahannya sangat sederhana Gan/Sist, cukup dengan 1 buah alpukat matang, 1 batang lidah buaya ukuran sedang, & minyak urang-aring secukupnya (sekitar 12 sendok makan).

Cara menciptakannya, perdana kerok daging buah alpukat pakai sendok. Setelah itu, kupas lidah buaya, ambil gel beningnya, cuci hingga lendirnya berkurang. Masukkan alpukat & gel lidah buaya ke blender, lalu tambahkan minyak urang-aring. Terakhir, diblender hingga teksturnya halus seperti masker rambut.

Cara pakainya, oleskan pada rambut yg sedikit lembap (tidak perlu terlalu basah), fokuskan pada batang hingga ujung rambut, diamkan selama sekitar 30 menit. Terakhir, bilas dengan air, lalu cuci mengpakai sampo seperti biasa.

Miss Rora mengerjakan ini seminggu sekali selama satu bulan.

Kenapa alpukat dapat bikin rambut lebih lembut? Secara ilmiah, buah alpukat kaya akan asam lemak tidak jenuh tunggal (terutama asam oleat), vitamin E, vitamin C, fitosterol (semacam kolesterol dari tumbuhan), & antioksidan.

Menurut penelitian yg dipublikasikan dalam Critical Reviews in Food Science and Nutrition, alpukat mengandung kadar lemak sehat yg tinggi, khususnya MUFA, yg berperan dalam menjaga kelembapan jaringan (Dreher & Davenport, 2013).

Rambut manusia pada dasarnya tersusun dari protein keratin. Lapisan terluarnya, yaitu kutikula, dapat mengalami kerusakan akibat gesekan, panas, atau paparan sinar UV. Ketika kutikula terbuka atau rusak, rambut terasa kasar & kehilangan kilau.

Kadar lemak tinggi pada alpukat menolong melapisi batang rambut & mengurangi kehilangan air (kehilangan air pada kulit, & analoginya pada batang rambut). Prinsip ini serupa dengan penggunaan minyak alami sebagai pelembap pada dermatologi (Draelos, 2015).

Gue merasakan sendiri bahwa setelah pemakaian ketiga, ujung rambut gue yg biasanya terasa agak kaku jadi lebih lentur & mudah diatur.

Sementara itu, lidah buaya sudah lama dipakai dalam dermatologi & kosmetologi. Gel lidah buaya mengandung polisakarida (terutama acemannan), asam amino, vitamin (A, C, E), & mineral (seperti seng & magnesium).

Menurut Journal of Ethnopharmacology, lidah buaya memiliki sifat anti peradangan, anti kuman, & melembapkan (Surjushe, Vasani, & Saple, 2008).

Walaupun penelitian lebih banyak membahas manfaatnya untuk kulit, secara logis sifat melembapkan dari polisakarida dalam lidah buaya juga dapat menolong mempertahankan kelembapan pada batang rambut.

Gue sendiri merasa bahwa lidah buaya memberikan efek ringan & nggak menciptakan rambut terasa berat. Ini penting bagi rambut tipe 2B seperti milik gue, karena rambut ikal cenderung mudah kusut & kering kalau kelembapannya nggak seimbang.

Sementara itu, urang-aring dalan pengobatan tradisional Ayurveda sering dipakai untuk menjaga kesehatan rambut. Sebuah tinjauan dalam Journal of Ethnopharmacology menyebutkan bahwa ekstrak urang-aring memiliki aktivitas biologis yg berpotensi mendukung kesehatan rambut & kulit kepala, termasuk aktivitas antioksidan & efek pada folikel rambut (Roy et al., 2008).

Minyak pada rambut berfungsi sebagai oklusif (mengurangi kehilangan air), pelumas batang rambut, & pengurang gesekan antar helai rambut

Minyak urang-aring dalam ramuan ini menolong mengunci kelembapan yg sudah diberikan oleh alpukat & lidah buaya. Gue sendiri menyadari bahwa kalau minyaknya terlalu banyak, rambut terasa berat. Jadi, secukupnya saja.

Gue mengerjakan perawatan ini total 4 kali dalam sebulan. Perubahan yg gue rasakan, yaitu rambut gue terasa lebih lembut saat disentuh, kilau alami meningkat (terutama saat terkena cahaya matahari), ujung rambut gue yg sebelumnya agak kering jadi lebih lentur, & rambut gue jadi lebih mudah diatur tanpa perlu serum tambahan.

Yang menarik, tipe rambut ikal 2B milik Miss Rora jadi terlihat lebih berdimensi. Gelombang S-nya lebih jelas & nggak terlalu mengembang. Ini kemungkinan karena keseimbangan kelembapan pada batang rambut gue membaik.

Panjang rambut gue yg sebatas bawah tulang belikat juga menciptakan masker ini relatif mudah diratakan. Gue sengaja membagi rambut gue jadi beberapa bagian supaya aplikasi masker ini lebih merata.

Kilau rambut sangat dipengaruhi oleh kondisi kutikula. Menurut buku Cosmetic Dermatology: Products and Procedures oleh Draelos (2015), rambut yg kutikulanya rata & tertutup akan memantulkan cahaya secara lebih teratur, sehingga tampak berkilau.

Ketika rambut kering & kutikula terangkat, pantulan cahaya jadi tidak merata sehingga rambut terlihat kusam.

Kombinasi lemak dari alpukat & minyak urang-aring menolong melicinkan permukaan batang rambut. Inilah yg kemungkinan akbar menyebabkan rambut gue terlihat lebih berkilau, walaupun tanpa tambahan produk penataan.

Pertanyaannya, apakah ini cocok untuk semua orang? Secara ilmiah, bahan-bahan ini relatif kondusif untuk penggunaan luar badan. Namun, pastikan tidak alergi kepada alpukat atau lidah buaya, lakukan uji tempel di kulit terlebih dahulu, serta hindari penggunaan kalau kulit kepala sedang mengalami infeksi atau luka terbuka.

Rambut yg sangat berminyak mungkin perlu berhati-hati, karena tambahan minyak dapat menciptakan rambut terasa berat.

Kesimpulannya, ramuan sederhana dari alpukat, lidah buaya, & minyak urang-aring ternyata secara ilmiah memiliki dasar yg kuat sebagai pelembap alami rambut. Setelah satu bulan pemakaian rutin, rambut Miss Rora yg panjang, hitam alami, & tipe ikal 2B jadi lebih lembut, lebih berkilau, lebih mudah diatur, & ujung rambut tidak terasa kaku.

Miss Rora nggak dapat mengatakan ini sebagai ramuan ajaib, tetapi sebagai alternatif perawatan alami berbasis bahan yg memang memiliki kandungan bioaktif yg mendukung kesehatan rambut.

Semoga thread ini bermanfaat buat Agan & Sista. Kalau ada yg mau bertanya soal komposisi kimia atau prosedur kerjanya lebih dalam, Miss Rora dengan bahagia hati akan menanggapi
emoticon-Blue Guy Cendol (L)
.

Quote:
SUMBER​


Draelos, Z. D. (2015). Cosmetic Dermatology: Products and Procedures (3rd ed.). Wiley-Blackwell.

Dreher, M. L., & Davenport, A. J. (2013). Hass avocado composition and potential health effects. Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 53(7), 738750.

Roy, R. K., Thakur, M., & Dixit, V. K. (2008). Hair growth promoting activity of Eclipta alba in male albino rats. Journal of Ethnopharmacology, 114(3), 343349.

Surjushe, A., Vasani, R., & Saple, D. G. (2008). Aloe vera: A short review. Indian Journal of Dermatology, 53(4), 163166.


@aldo12 @itkgid @multimedia.ptrt
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.