• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Turis China Membanjiri Indonesia, Kenapa?

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Duta Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia, Liu Jianchao, bertemu Wakil Presiden RI Boediono, Kamis 26 Juli 2012, untuk membahas upaya peningkatan hubungan kedua negara dalam bidang ekonomi, termasuk investasi dan pariwisata.

Dalam kesempatan itu, Liu mengungkapkan fakta menarik tentang hubungan pariwisata kedua negara. Menurutnya dari total wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia saat ini, wisatawan asal China menempati urutan terbesar ketiga.

“Turis China yang datang ke Indonesia tumbuh cepat, naik 40 persen. Khusus untuk turis China yang datang ke Bali mengalami kenaikan 70 persen. Ini menunjukkan pariwisata China ke Indonesia tumbuh pesat,” kata Liu usai bertemu Boediono di Kantor Wapres.

Liu berharap wisatawan China yang datang ke Indonesia akan semakin banyak. Untuk itu Indonesia dan China akan membangun kerjasama pusat budaya antara kedua negara.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik serta Pusat Data dan Informasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia dari Januari sampai Mei 2012 mencapai sekitar 3,18 juta, dengan 43.450 di antaranya yang masuk melalui 19 pintu utama RI berasal dari China.

Indonesia sendiri menargetkan dikunjungi 600 ribu wisatawan China pada tahun 2012 ini. Target ini dipasang seiring dengan bertambahnya intensitas perjalanan wisatawan China ke mancanegara. Kemenparekraf RI pun menyatakan pasar pariwisata Indonesia di China kini berkembang pesat melebihi di Eropa, Jepang, dan Australia yang biasa menjadi pasar tradisional pariwisata RI.

Dalam dua tahun ke depan, Kemenparekraf bahkan meningkatkan targetnya dengan membidik kunjungan 1 juta turis China ke Indonesia. Target ini telah digaungkan sejak April 2012. “Indonesia dan China telah menyepakati perjanjian kerjasama untuk mempromosikan pariwisata kedua negara secara bersama. Jadi kami optimis,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu.

Selaras dengan kerjasama pariwisata antara Indonesia dan China itu, Garuda Indonesia pun melakukan perjanjian kerjasama dengan Kemenparekraf untuk membuka jalur penerbangan langsung ke China, misalnya Guangzhou dan Xiamen. Garuda pun menambah frekuensi penerbangan langsungnya ke China.

Hubungan pariwisata antara Indonesia dan China diyakini mulai menggeliat pada masa pemerintahan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kebijakan Gus Dur yang lebih mesra terhadap China menjadi awal pembuka hubungan kerjasama pariwisata antarkedua negara yang saling menguntungkan.

Kini kebijakan Gus Dur itu pun berbuah manis. Duta Besar Indonesia untuk China, Imron Cotan, berharap warga negeri tirai bambu itu dapat lebih sering berkunjung ke Indonesia untuk menikmati kebudayaan dan keindahan alam yang ditawarkan Indonesia.

“Warisan budaya Indonesia sungguh unik dan sangat berbeda dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Untuk itu kami berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan China,” kata Imron dalam Forum Investasi, Pariwisata, dan Perdagangan Indonesia yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia di China bersama Konsulat Jenderal RI Guangzhou dan Hong Kong, 18 Mei 2012.

Forum Investasi, Pariwisata, dan Perdagangan itu sendiri bertujuan untuk memberi pemahaman lebih dalam kepada wisatawan, pengusaha, dan investor China tentang Indonesia.

Sebetulnya bukan hanya Indonesia yang menyadari meningkatnya peran penting China di hampir seluruh sektor, termasuk pariwisata. Seluruh negara ASEAN pun telah mengakui China sebagai salah satu pasar penting mereka. Setidaknya itu tampak pada gelaran Forum Pariwisata ASEAN ke-31 yang digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada 10-15 Januari 2012.

China Travel Trends melansir, China telah mengambil alih posisi Jepang sebagai pasar pariwisata terbesar di Asia. World Tourism Organization memproyeksikan China bakal memiliki 100 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2020. Tak pelak lagi, itu akan menjadikan China pasar pariwisata terbesar di dunia.

Namun angka yang diprediksikan tampaknya bakal tercapai bahkan jauh sebelum tahun 2020. Pasalnya Akademi Pariwisata China mengeluarkan data bahwa pada tahun 2011 saja, China sudah memiliki 70 juta wisatawan asing. Jadi, mari sambut para turis China.
FuAoX.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.