• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tupperware Bukukan Profit Berlipat di Masa Pandemi

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Tupperware Bukukan Profit Berlipat di Masa Pandemi



Jika di masa pandemi banyak perusahaan akbar terancam gulung tikar akibat lesunya permintaan, tidak begitu halnya dengan Tupperware. Produsen peralatan rumah tangga berbahan plastik untuk wadah penyimpanan makanan tersebut justru membukukan keuntungan berlipat. Keuntungan khususnya dipicu oleh melonjaknya penjualan mengikuti kecenderungan konsumen yg lebih memilih menyiapkan makanan dari rumah.

Menurunnya jumlah pengunjung restoran saat pandemi jadi berkah bagi Tupperware. Jutaan orang kini lebih suka membuka-buka buku masakan, mencoba resep & memasaknya di dapur masing-masing.

Untuk menunjang rutinitas baru ini tentu mereka butuh tempat untuk menyimpan makanan yg tidak cuma praktis, tetapi juga kedap udara & tahan lama. Dan ini adalah solusi yg diberikan Tupperware.

Maka tak heran kalau perusahaan yg bermarkas d Orlando, Florida, Amerika Serikat, ini kemudian mengalami lonjakan penjualan yg luar biasa. Padahal lima hingga enam tahun terakhir, perusahaan sempat mengalami pertumbuhan negatif.

Dalam pengumuman resminya hari Rabu (28/10), Tupperware melaporkan profitnya selama kuartal terakhir naik empat kali lipat jadi USD 34,4 juta.

Peningkatan penjualan ini turut mengerek saham Tupperware Brands. Corp yg sebenarnya sudah merangkak naik sejak April lalu, melonjak jadi 35%, atau yg tertinggi tahun ini.

Berbeda dengan perusahaan-perusahaan akbar lainnya yg juga meraih keuntungan berlipat di masa pandemi, seperti Netflix, Amazon, Peloton atau bahkan DraftKings, Tupperware tidak bergantung pada penguasaan platform berteknologi canggih.

CEO Miguel Fernandez mengatakan strategi perusahaan sudah beralih secara besar-besaran ke penjualan digital demi menyesuaikan perilaku pasar yg cenderung membeli secara online, lebih-lebih di masa pandemi COVID-19.

Booming Belanja Online di Masa Pandemi, Laba FedEx Naik Tajam
Sebelumnya, penjualan produk wadah plastik penyimpan makanan ini memang lebih banyak dilakukan dengan strategi penjualan langsung memanfaatkan peran kaum ibu yg diketahui sebagai Tupperware Party.

Strategi ini booming di awal tahun 1950-an. Saat itu, di AS setelah Perang Dunia II, para wanita dianjurkan untuk lebih memiliki waktu bersama keluarga. Dengan jadi agen Tupperware menciptakan mereka memiliki penghasilan sendiri dari rumah.

Selain itu, ada tradisi yg diketahui dengan sebutan Assemblyyang diadakan secara rutin di setiap distributor Tupperware. Tradisi ini terus berjalan hingga kini sebagai sarana untuk memberikan penghargaan kepada para penjual & perekrut terbaik untuk perseorangan maupun secara regu & organisasi.

Dikutip dari wikipedia, Indonesia di tahun 2013 jadi pasar terbesar direct selling Tupperware. Di tahun itu, angka penjualan tempat penyimpan makanan andalan emak-emak ini mencapai lebih dari USD 200 juta dengan lebih dari 250 ribu distributor.


(Sumber)

Jd inget tupperware di rumah. Entah keselip entah ane lupa naruhnya. Tiap hari selama seminggu penuh emak nanyain terus di mana itu barang. Kotak makanan dari plastik ini emang legend di kalangan emak2.
emoticon-Wakaka
Kemarin 20:04
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.