yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Buruh DKI Jakarta akan melakukan aksi di depan kantor Balaikota DKI Jakarta, Selasa 13 November 2012.
Unjuk rasa menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang hari ini akan ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kami mendesak pemprov agar ditetapkan UMP DKI sebesar Rp2.799.067 atau 141,45 persen dari Kebutuhan hidup layak (KHL) yang nilainya Rp 1.978.789," kata Sekjen Forum Buruh DKI, Mohammad Toha.
Menurut Toha, selama lima tahun lebih, nilai UMP DKI Jakarta selalu lebih rendah dari hasil survel KHL, pekerja lajang. Padahal lanjutnya, KHL adalah standar untuk hidup layak bagi pekerja.
"Pada tahun 2011 saja, survei KHL di DKI Jakarta sebesar 1.401.100, tetapi UMP yang diputuskan hanya 1.290.000," ujar Toha.
"Gubernur, Disnaker dan dewan pengupahan harus bertanggungjawab atas kezaliman upah murah pekerja di DKI Jakarta ini," lanjutnya.
Dalam aksinya nanti, Toha mengatakan, buruh akan meminta Gubernur Joko Widodo untuk mengejar ketertinggalan upah buruh DKI Jakarta dengan menetapkan UMP di atas KHL.
"Kami minta Gubernur Jokowi untuk tidak ragu berpihak kepada rakyat kecil, dengan menetapkan UMP sebesar Rp 2.799.067 dari KHL Rp.1.978.789," ujarnya.
Ia mengancam, bila hari ini pemrpov tidak memutuskan UMP DKI seperti yang mereka minta, pihaknya akan melakukan aksi mogok daerah.
"Kalau sampai tidak dipenuhi, kami akan mogok daerah di kawasan industri Pulogadung dan BKN Cakung-Cilincing, pada selasa 20 November 2012," imbuhnya.
Sebanyak 500 personel kepolisian dari Polsek Gambir, Jakarta Pusat dan Satpol PP dikerahkan mengamankan aksi buruh itu. "Pasukan diturunkan dari Polsek Gambir," ujar Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar AR Yoyol.
Yoyol mengatakan, polisi akan bergabung dengan Satpol PP Pemprov DKI Jakarta. Ia berharap unjuk rasa yang berlangsung siang nanti tidak berakhir ricuh. "Harus tertib, kegiatan harus berjalan sebagaimana mestinya, tidak ada boikot-boikotan," ujarnya.