nhaneng
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 156980
- Sejak
- 12 Nov 2011
- Pesan
- 655
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 16
Sri rejeki tak sepakat dengan syair lagu yang dilantunkan penyanyi Hamdan ATT. “Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ini, biar tak mengapa…” enam giginya dicabut sekaligus menyisakan sakit tak terperi. Sri Rejeki harus merelakan 6 giginya dipaksa tanggal dalam waktu bersamaan. Itu setelah dokter mendiagnosis rahang atas Sri positif tumor. Perempuan 35 tahun itu teringat peristiwa 30 tahun lampau. Saat berusia 10 tahun ia terjatuh keras ke gorong-gorong di dekat rumahnya. Rahangnya bergeser. meski akhirnya sembuh. Tak jelas apakah tragedi masa lalu itu sebagai pemicu tumor rahang alas.
Yang jelas pada Februari 1992 ia merasakan sakit gigi dan muncul sebongkah daging di langit-langit mulut. Dua bulan berselang, benjolan itu membesar seukuran 4 kali kelereng. Bukan hanya itu, nyeri hebat di kepala ia rasakan. Perempuan kelahiran 29 Agustus 1974 itu hanya bisa terbaring. “Malu jika keluar rumah karena muka saya seperti bengap, seperti dipukuli orang,” kata Sri.
Tumor lagi
Menyembunyikan penderitaan tak mengatasi masalah. Oleh karena itu ia mendatangi dokter spesialis bedah mulut. Saat itulah dokter mendiagnosis Sri positif ameloblastoma alias tumor pada rahang kiri. Dokler menyarankan agar ia opname uniuk pengambilan tumor. Sebelum operasi, dokter mencabut 6 gigi geraham Sri. Tujuannya memudahkan pengangkatan tumor.
Usai operasi, ia mengenakan gigi palsu. Operasi lancar dan nyeri pun hilang, Wajah Sri kembali seperti semula, tak lagi bengap. la kembali menjalani aktivitas sehari-hari menjadi pedagang kelontong di Penggilingan, Jakarta Timur. Sri Rejeki tentu bungah bisa mengais rezeki kembali. Namun, petaka itu kembali datang. Tumor datang lagi 10 tahun usai Sri menjalani operasi.
Pada 2003 giliran rahang kiri belakang yang terserang tumor. “Rasa sakitnya lebih parah dibanding sebelumnya.” kata Sri. Dengan wajah menggembung hingga bawah mata, ia pun mendatangi dokter spesialis bedah mulut. Seluruh rahang kirinya mesti diangkat untuk pengambilan tumor. Saat jam operasi tiba, Sri berubah pikiran: membatalkan operasi. la takut suaranya berubah menjadi sengau sebagai efek samping operasi.
Sri lebih memilih menggunakan beragam, herbal seperti mahkota dewa. Ia mendidihkan 100 gram mahkota dewa kering dalam dua gelas air. Ramuan itu memang membuat, tumornya tak membesar, tetapi tak juga mengecil. la juga berpantang beberapa jenis makanan. Bahan pangannya hanya ubijalar dan singkong lunak karena mulut Sri sulit mengunyah bahan pangan lain.
Untuk info lebih lengkap klik Tumor Pada Rahang
Yang jelas pada Februari 1992 ia merasakan sakit gigi dan muncul sebongkah daging di langit-langit mulut. Dua bulan berselang, benjolan itu membesar seukuran 4 kali kelereng. Bukan hanya itu, nyeri hebat di kepala ia rasakan. Perempuan kelahiran 29 Agustus 1974 itu hanya bisa terbaring. “Malu jika keluar rumah karena muka saya seperti bengap, seperti dipukuli orang,” kata Sri.
Tumor lagi
Menyembunyikan penderitaan tak mengatasi masalah. Oleh karena itu ia mendatangi dokter spesialis bedah mulut. Saat itulah dokter mendiagnosis Sri positif ameloblastoma alias tumor pada rahang kiri. Dokler menyarankan agar ia opname uniuk pengambilan tumor. Sebelum operasi, dokter mencabut 6 gigi geraham Sri. Tujuannya memudahkan pengangkatan tumor.
Usai operasi, ia mengenakan gigi palsu. Operasi lancar dan nyeri pun hilang, Wajah Sri kembali seperti semula, tak lagi bengap. la kembali menjalani aktivitas sehari-hari menjadi pedagang kelontong di Penggilingan, Jakarta Timur. Sri Rejeki tentu bungah bisa mengais rezeki kembali. Namun, petaka itu kembali datang. Tumor datang lagi 10 tahun usai Sri menjalani operasi.
Pada 2003 giliran rahang kiri belakang yang terserang tumor. “Rasa sakitnya lebih parah dibanding sebelumnya.” kata Sri. Dengan wajah menggembung hingga bawah mata, ia pun mendatangi dokter spesialis bedah mulut. Seluruh rahang kirinya mesti diangkat untuk pengambilan tumor. Saat jam operasi tiba, Sri berubah pikiran: membatalkan operasi. la takut suaranya berubah menjadi sengau sebagai efek samping operasi.
Sri lebih memilih menggunakan beragam, herbal seperti mahkota dewa. Ia mendidihkan 100 gram mahkota dewa kering dalam dua gelas air. Ramuan itu memang membuat, tumornya tak membesar, tetapi tak juga mengecil. la juga berpantang beberapa jenis makanan. Bahan pangannya hanya ubijalar dan singkong lunak karena mulut Sri sulit mengunyah bahan pangan lain.
Untuk info lebih lengkap klik Tumor Pada Rahang