Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Duh, di Indonesia tanah air ku tersayang memang banyak orang ramah tetapi keramahan itu hilang semenjak pilkada DKI yg buat orang garang karena kasus Calon Gubernur yg di framing menghina kitab suci salah satu agama & pastinya dianggap sakral, hingga menghasilkanlah angka cantik Wiro Sableng, sang cagub pun tak berdaya di balik jeruji besi.
Apakah Indonesia kondusif & damai?
Ternyata tak cukup hingga disitu persaingan pilpres pun terjadi hal yg sangat kotor, sangat hardcore cara bersaingnya mirip dengan yg terjadi di Amerika saat ini, perpecahan di arus bawah sengaja dipelihara untuk kepentingan golongan tertentu.
Lantas terbitlah rekonsiliasi, kedamaian pun tercipta. Tapi nampaknya mengatakan damai mulai terusik sudah seminggu ini hawa-hawa panas kembali bergolak ketika seorang seniman yg memang suka dengan huru hara mengeluarkan lontaran tukang obat, ya ente dah paham lah tukang obat keliling ini kan biasanya identik supaya dagangannya laku, ia cuap-cuap di kerumunan orang.
Kadang kalau kita lihat tukang obat keliling zaman jadul, wuaduh dapat tahan itu cuap-cuap ampe 2 jam. Perkara obatnya laku apa kagak, yg penting nomor satu adalah marketing & promonya terhinggakan.
Tapi tukang obat modern lebih baik endorse selebgram, jualan online, ga banyak ucap tetapi dagangan laku karena yg dijualnya memang obat manjur. Yang menarik semua tukang obat memberikan garansi bahwa produk yg dijualnya sering nomor satu, bukan nomor dua apalagi tiga.
Dari ocehan tukang obat tadi ada yg tersinggung dong, maklum saja si seniman menunjuk sosok orang yg cukup dikultuskan oleh beberapa orang. Sosok yg disayangi oleh banyak pendukungnya, ada yg marah-marah hingga meradang & urat pun menegang.
Menarik memang ketika sosok yg disebut tukang obat, membalas sosok yg menyindirnya sebagai lonte di depan banyak orang. Nampaknya profesi tukang obat itu adalah hinaan berat yg ia terima hingga berhak untuk ditangkap. Lalu ia pun menghina orang itu dengan sebutan lonte, waw sungguh ane terkesima ketika kedua sosok ini saling berbalas pantun.
Tapi biarkanlah mereka berseteru, ane yakin keduanya saling membutuhkan. Bila tukang obat jualan viagra atau pil kb pastinya penggunanya lebih banyak dari mereka yg berprofesi lonte.
Walau oleh beberapa orang profesi lonte dianggap profesi yg rendah & hina, namun itu membuktikan bahwa negara ini kemakmuran tidak merata, cari kerja susah, cari suami yg baik berat apalagi yg loyal & bertanggung jawab.
Kenapa ada para penjaja sayang karena ada pembelinya, & mereka sebenarnya sering juga dengar tukang obat dagang, bahkan ada yg mengikuti anjuran yg diucapkan tukang obat.
Sayang tukang obat tidak dapat menyembuhkan secara langsung cuma pintar cuap-cuap, tetap saja mau sehat yah harus punya duit caranya? Terpaksa jadi lonte.
Yo weslah daripada nih trit makin kagak jelas, ane pamit undur diri. Saya c4punk see u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2020
referensi : klik
Pic : google