• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tujuh Langkah untuk Menerima Roh Kudus

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. stanza
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

stanza

IndoForum Beginner E
No. Urut
44969
Sejak
31 Mei 2008
Pesan
441
Nilai reaksi
3
Poin
18
PASAL 1

TUJUH LANGKAH UNTUK MENERIMA ROH KUDUS​


Yohanes 14:16, 17, "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kam, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu akan diam di dalam kamu."

Kisah Rasul 2:32,33, "Yesus inilah yang dibangkitkan Allah,d an tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia tinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkanNya apa yang kamu lihat dan dengar di sini."

APA YANG DAPAT KITA PERBUAT UNTUK MEMBANTU SESEORANG UNTUK MENERIMA ROH KUDUS?

(1) Kita harus membantu calon penerima Roh Kudus untuk menyadari bahwa Tuhan telah memberikan Roh KudusNya dan selanjutnya terserah kepadanya (calon yang bersangkutan) untuk menerima Roh Kudus itu sekarang! Jelaskanlah kepada calon itu bahwa ia tidak perlu mengemis-ngemis kepada Tuhan. Kita adalah anak-anak Tuhan, oleh karena itu mengemis-ngemis kepada Allah Bapa surgawi kita adalah tidak perlu, dan sebenarnya hanyalah bukti ketidak percayaan kita.

(2) Berikanlah petunjuk kepada calon penerima Roh Kudus itu bahwa sekarang juga ia sudah diselamatkan, sehingga ia pun sudah siap untuk dapat menerima Roh Kudus. Jadi, banyak orang telah memperoleh bimbingan yang keliru sehingga mereka beranggapan bahwa terdapat banyak hal yang patut mereka kerjakan terlebih dahulu sebelum mereka siap untuk menerima Roh Kudus. Sejumlah orang lagi berpandangan bahwa mereka harus "membereskan diri" terlebih dahulu sebelum mereka bisa menerima Roh Kudus . Akan tetapi apabila seseorang itu telah diselamatkan, maka keadaannya memang sudah "beres" dan sudah siap untuk menerima Roh Kudus. Seseorang yang berdosa tidak dapat mengubah sifatnya sendiri, akan tetapi apabila ia telah mengalami "Lahir Baru" maka pribadinya akan berubah dan telah menjadi seorang mahkluk yang baru sama sekali di dalam Yesus Kristus.

Illustrasi: Moody pernah berkisah tentang seseorang wanita muda yang gemar sekali berdnasa. Wanita itu merasa bahwa ia tidak akan pernah bisa melepaskan kebiasaan yang menyenangkan itu, dan oleh karena itu ia merasa dirinya tidak mungkin dapat beroleh keselamatan. Akan tetapi wanita itu telah didorong semangatnya utuk datang ke gereja dan ia pun selamat. Ia bercerita bahwa setelah peristiwa itu ia pun mempunyai kesempatan untuk berdansa sebanyak mungkin ia menghendakinya. Namun ia menemukan kenyataan yang mengherankan, bahwa setelah ia diselamatkan, keinginannya untuk berdansa telah lenyap sama sekali. Hasrat yang ingin sekali melakukan hal kurang pantas itu telah meninggalkan dirinya sepenuhnya!

Memang, kita boleh saja berdusta atau mencuri atau melakukan sesuatu jenis dosa apa saja yang kita kehendaki setelah diri kita diselamatkan, namun kita memang sudah tidak berhasrat untuk melakukannya lagi. "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu," Hal-hal yang dulunya kita senang melakukan, sekarnag tidak lagi menarik bagi kitaoleh karena sifat kita telah berubah. Oleh karena itu, apabila seseorang itu telah mengalami "lahir baru" ia tidak akan dapat menjadi lebih selamat lagi. Maka saat itu ia merupakan manusia yang siap untuk menerima Roh Kudus.

(3) Sekalipun orang percaya itu tidak memiliki karunia pelayanan untuk "menupangkan tangan", masih tetap diperkenannkan baginya untuk membantu calon penerima Roh Kudus dengan cara ini, oleh karena dengan demikian ia dapat mendatangkan kelegaan bagi iman calon penerima Roh Kudus itu. Ada sejumlah orang tertentu yang memiliki karunia atau memperoleh karunia dari Tuhan untuk "menumpangkan tangan" atas orang-orang untuk menerima Roh Kudus dan kesembuhan. Karunia semacam ini memang diberikan oleh Tuhan dan tidak dapat dibeli dengan uang.

Kisah Rasl 8:18-20 mengisahkan: "Ketika Simon melihat bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus." Tetapi Petrus berkata kepadanya: "BInasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapata membeli karunia Allah dengan uang."

Akan tetapi apabila seorang beriman dipenuhi Roh Kudus menumpangkan tangan kepada seorang calon penerima Roh Kudus , orang beriman tidak dapat memberikan Roh Kudus itu kepada calon penerima. Calon itu harus menerimanya sendiri, sebab kita tidak melakukannya untuk dia. Caranya sama saja dengan keadaan ini: Bahwa tida ada seoranpun yang dapat menerima kesembuhan bagi diri kita kecuali atas dasar dengan perantaraan diri kita sendiri juga. Kita harus menjalankan hal ini dengan perantaraan diri kita sendiri semata-mata. Kita dapat saja menyampaikan Firman Tuhan tentang keselamatan dan tentang hal-hal yang menyangkut janji-janji Allah kepada kita, akan tetapi yang menerimanya haruslah si pendengar itu sendiri. Apabila kita menyampaikan Firman Tuhan kepada orang lain, maka mereka itu dapat diyakinkan Firman TUhan kepada orang lain, maka mereka itu dapat diyakinkan dan bertobat, tetapi itulah batas jangkauan kita yang dapat kita tempuh. Doa kita pun dapat mendatangkan kuasa Allah ke atas orang-orang lain, tetapi yang menerima haruslah mereka sendiri juga. Orang itu berkata, "Kuasa itu adalah milikku! saya yang patut menerimanya! Dan saya bersedia menerimanya sekarang juga!"

(4) Jelaskanlah kepada calon penerima ROh Kudus, bahwa dialah yang harus berbicara . Roh Kudus akan bekerja melalui perantaraan organ suaranya (bibir dan lidahnya), dan calon penerima itu harus mengeluarkan suara dan berbicara untuk mengucapkan kata-kata. Kisah Rasul 19:6, "Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus di atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat." Memang sudah dapat diharapkan bahwa apbila calon penerima Roh Kudus itu menerima Roh Kudus, maka ia pun akan berbicara dalam bahasa roh sesuai dengan Roh yang memberikan pengucapannya kepadanya. Roh Kudus tidak berbicara langsung dengan bahasa roh. KItalah yang harus melakukan ucapan pembicaraan itu. KIsah Para Rasul 2:4, "Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus , lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepadanya untuk mengatakannya."

Mereka adalah pokok kalimat dalam ayat itu. Merekalah yang melakukan ucapan kata-kata itu. Roh Kudus hanya memberikan kepadanya ucapan kata-kata. Kisah Para Rasul 10:44-46, "Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengakan pemberitaan itu. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah." Kisah Rasul 19:6, "Dan ketika Paulus menumpangkan tangan ke atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat."

1Korintus 14:2-15,18,27. Rasul Paulus selalu acukan kepada seseorang dalam petunjuk-petunjuknya kepada sidang jemaat Tuhan. "Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yana mengerti bahasanya; oleh Roh ia mnegucapkan hal-hal yang rahasia...Karena itu siapa yang berkatkata dengan bahasa roh..." dan sebagainya. Kata rahasia di sini itu dicetak dalam huruf miring dan telah ditambahkan kepada teks asli dalam bahasa Yunani oleh para penerjemahnya dengan jalan pikiran untuk membantu para pembaca agar mereka menyadari bahwa bagi kita bahasa roh merupakan rahasia, kita tidak ketahui, namun bukanlah rahasia atau tidak diketahui oleh Tuhan. Juga seperti halnya Rasul Paulus menekankan melaui teks ini, bahwa pastilah sangat menguntungkan apabila kita berbicara dengan bahasa roh kepada diri kita sendiri maupun berkata-kata dalam bahasa Roh terhadap Allah. Hal ini sesuai dengan bunyi Alkitab, oleh karena itu orang yang menjalankannya pasti akan menerima berkat. Tidak ada satu aya pun dalam Alkitab Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa Roh Kudus yang berbicara adalah perorangan , sedangkan Roh Kudus hanya memberikan ucapan-ucapan yang dikatakan oleh orang tersebut. Berbicara dalam bahasa lidah asing (secara perorangan) akan membangun iman orang yang percaya dan menyempurnakan pribadi orang itu. Akan tetapi Rasul Paulus berkata di dalam ayat ke 19 dari 1 Korintus pasal 14, "Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, daripada beribu-ribu kata dengan bahasa roh." Di sini Rasul Paulus menyinggung soal mengabarkan Injil dan mengajar orang lain. Para pendengarnya tidak akan dapat menarik manfaat apa-apa sedikitpun apabila ia berbicara dalam bahasa roh di depan umum, yang mereka tidak dapat mengertinya. Oleh karena itu ia berkata, lebih baik berbicara lima perkataan yang dapat dipahami daripada mengajar orang lain denga bahasa yang tidak dapat dipahami.

Usahakanlah dengan pasti bahwa dalam membantu seorang calon penerima Roh Kudus, kita hanya menggunakan bahasa Alkitab, - jadi, bukanlah ucapan-ucapan yang diciptakan oleh manusia. Sebab kalau tidak demikian, maka petunjuk yang akan diberikan itu akan membingungkan dia, bahkan kadang kala bisa menimbulkan ketakutan bagi si calon penerima Roh Kudus.

(5) Katakanlah kepada calon penerima agar ia membuang jauh-jauh segala rasa takut dan cemasnya, yang timbul berdasarkan ajaran-ajaran yang keliru dari guru-guru yang kurang paham betul tentang Alkitab, sehingga membuat dia merasa takut. Katakanlah kepadanya tak usah merasa takut apabila kita menerima sesuatu yang keliru atau palsu. Tidak ada bahayanya apabila kita menerima sesuatu yang keliru atau palsu. Tuhan tidak pernha berdusta . Dan apabila Tuhan menyatakan, kalau kita memintanya Dia akan memberikan Roh Kudus kepada kita maka Ia akan melaksanakannya. Lukas 11:11-13, "Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi,jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapmau yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya." Tolonglah calon perorangan itu untuk menyadari bahwa dia akan menerima Roh Kudus yang sejati.

(6) Katakanlah kepdanya supaya ia membuka mulutnya dengan lebar dan bebas, serat mengambil napas sedalam-dalamnya, dan menyatakan kepada Tuhan di dalam jiwa oleh karenan saya percaya sepenuhnya." Desaklah dia untuk tidak usah mengucapkan sepatah kata pun bahasa yang dipakai nya sehari-hari. Sebab orang tidak mungkin bisa berbicara dalam dua macam bahasa secara serentak. Pikiran kita tidak mampu menyusup ke dalam pengalaman semacam itu. Sebab ia harus datang dari hati kita. Apabila Anda melihat Rooh Tuhan mulai menggerakkan bibirnya, katakanlah kepadanya dengan gamblang untuk berucap apa saja yang paling mudah baginya. Apabila orang itu telah mengangkat suaranya melalui imannya dan percaya sepenuhnya kepada Allah, dan pabila dia sendiri dapat mendengar gema ucapan kata-katanya itu dalam bahasa yang jel;as, maka Anda dapat mengetahui bahwa orang itu telah menerima Roh Kudus. Ayub 29:21-23, "Kepadakulah orang mendengar sambil menanti, dengan diam mereka mendengar nasehatku. Sehabis bicaraku tiada seorangpun angkat bicara lagi, dan perkataanku menetes ke atas mereka. Orang menantikan aku seperti menantikan hujan, dan menadahkan mulutnya seperti menantikan hujan pada akhir musim."

Yakobus 5:7, "Karena itu, saudara-saudara , bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi."

Hosea 6:3, "Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan; Ia pasti muncul seperti fajar; Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."

Hujan musim gugur dan hujan musim semi di sini adalah Roh Kudus. Hujan musim gugur telah jatuh pada hari raya Pantekosta. Sekarang ini kita menikmati jatuhnya hujan musim semi.

Yesus berkata, marialh datang kepadaKu dan minumlah. Yang dimaksudkan oleh Yesus di sini adalah Roh Kudus. Apabila seseorang mau minum air, maka ia pun membuka mulutnya dan mengambil napas dalam-dalam. Anda tidak mungkin minum air dengan keadaan mulut tertutup, maka demikian pula Anda tidak mungkin menerima Roh Kudus dengan keadaan mulut Anda tertuup. Berbicara dalam bahasa roh sebenarnya merupakan satu bentuk kerjasama antara Anda dengan Roh Kudus.


BAGAIMANAKAH CARANYA ROH KUDUS MEMBIMBING KITA
Ada dua cara:
Banyak orang mengalami bahwa mereka mendengar kata-kata adhikodrati yang terbentuk jauh didalam lubuk kalbu mereka, lalu kata-kata menggelembung ke luar sampai kata-kata itu diucapkan lewat mulut.

Cara yang lainnya ialah dengan menyaksikan getaran bibir. Calom penerima Roh Kudus itu merasakan sesuatu yang mengekang tegang terhadap rahangnya sedangkan orang itu merasakan lidahnya berubah menjadi lebih tebal. Roh Kudus melakukan hal itu oleh karena bibir dan lidah itu merupakan organ yang pergunakan untuk membentuk kata-kata. Akan tetapi kita sendirianlah yang harus memberikan bunyi kepada alat-alat suara kita itu. Begitulah caranya Tuhan memberikan ucapan kata-kataNya kepada kita atau caranya Roh Tuhan membisikkan kata-kataNya kepada kita.

Dengan menelan minuman keras kita bisa mabuk. Efesus 5:18,19,"Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkatalah-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian, dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati." Yang dimaksud dengan "nyanyian rohani" di sini bukanlah nyanyian rohani yangs ering kita nyanyikan dari dalam buku nyanyian kita. Tetapi yang dimaksud ialah nyanyian yang spontan, yang tercetus pada saat itu juga, oleh pemberian Roh Kudus.

Perkataan ilham atau inspirasi berarti hembusan napas Roh Tuhan. Anda boleh menatap ke hadirat Allah dan memohon napasNya berhembus melalui diri Anda. Dengan cara menyuruh calon penerima Roh Kudus menarik napas dalam-dalam, maka ia dapat memasang sikap yang lega dan santai,s ehingga ia dapat dengan bebas "menghirup" napas Roh Tuhan atau dengan kata lain dipenuhi oleh Roh Kudus.

(7) Janganlah sama sekali berkerumun sekeliling orang yang akan menerima Roh Kudus dan jangan pula membiarkan orang-orang mengerumuni sekelilingnya. Sebab telah terjadi banyak peristiwa di kalangan jemaat gereja beraliran Injil Sepenuh diman orang-orang suka berkerumun sekeliling orang yang sedang menerima ketuangan Roh Kudus. Mereka lalu bertingkah laku macam-macam terhadap orang yang menerima Roh Kudus itu. Ada yang seorang bediri di sebelah kananya sambil berteriak ke dalam telinga si penerima Roh Kudus, "Bertahanlah, pasang sikap kejang!" Yang lainnya lagi yang berdiri sebelah kirinya berteriak,"Jangan bersikap kaku,lemaskanlah badanmu dan bersikaplah santai!" Orang lain lagi berdiri di belakangnya sambil menepuk-nepuk punggung si penerima Roh Kudus dan berteriak, "Berbaringlah dengan tenang dan tutup mulutmu!" Walaupun terjadi segala macam hal itu (karena ketidak sadaran hati mereka mengenai hal itu) calon penerima Roh Kudus itu tetap saja beroleh haknya, yakni menerima tuangan Roh Kudus atas dirinya, - bukanlah oleh karena adanya segala tingkah laku itu, tetapi di atas segala tingkah laku itu ia tetap menerima Roh Kudus.

Kekurang pahaman tentang seluk beluk caranya menerima Roh Kudus, yang begitu murni dan sederhanan, dalam banyak peristiwa dapat membuat calon penerima Roh Kudus tidak sempat berhasil menerima berkat yang begitu besar baginya, oleh karena ia telah merasa takut setengah mati, dan lari tunggang langgang sehingga tidak pernah beroleh kesempatan menerima Roh Kudus itu ke atas dirinya.

Kalau Anda merasa perlu bagi orang itu untuk berdoa dengan suara nyaring, maka janganlah berdoa dalam bahasa Inggris atau bahasa yang Anda pakai sehari-hari; cukuo saja berdoa dalam bahasa roh, oleh karena hal ini akan dapat menguatkan iman dari calon yang kana menerima Roh Kudus itu.
 
PASAL II

SEPULUH ALASAN MENGAPA SETIAP ORANG PERCAYA HARUS BERBICARA DALAM BAHASA ROH​


Di dalam 1 Korintus 14:18 Rasul Paulus berkata, "Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebiih dari pada kamu semua."

Saya pun ingin bersama Rasul Paulus, "Saya berucap syukur kepada Tuhan, karena saya pun boleh berbicara dalam bahasa roh."

Kita sadari, bahwa jika Rasul Paulus berbicara dalam bahasa roh lebih daripada orang-orang Kristen lainnya, maka Rasul Paulus ini tentunya telah menjalani hal ini dalam suatu jumlah yang besar sekali. Ia dapat berbicara dalam bahasa roh, sesaat dia bangun pada waktu hendak tidur berbicara dalam bahasa roh,antara jam makan pun ia berbicara dalam bahasa roh. Nampaknya seolah-olah tujuan sejumlah orang Kristen ialah agar bisa selalu berbicara dalam bahsa roh. Itulah sebabnya Rasul Paulus telah menjalani sejumlah besar kegiatan berbicara dalam bahasa roh.

Saya ingin memberikan kepada Anda sepuluh macam alasan mengapa setiap orang percaya perlu untuk berbicara dalam bahasa roh.

1. Kita mengetahui bahwa Firman Tuhan mengajarkan kepada kita, bilamana kita telah dipenuhi oleh Roh Kudus maka kita pun berbicara dalam bahasa roh sebagaimana Roh itu memberikan kepda kita untuk mengatakannya. Hal ini merupakan pertanda awal atau isyarat berdiamnya Roh Kudus di dalam diri orang itu. Kisah Rasul 2:4 menyatakan: Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepda mereka untuk mengatakannya."

Kemudian kita dapati Rasul Paulus, dalam tulisannya kepda sidang jemaat Tuhan di Korintus, menasehati mereka agar terus menjalankan praktek berbicara bahasa roh dalam penyembahan mereka kepada Tuhan serta di dalam kehidupan doa mereka. Dalam 1 KOrintus 14:4 Rasul Paulus mneyatakan, "Siap yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat , ia membangun jemaat." Jadi, berbicara dengan bahsa roh atau berdoa dalam bahasa roh merupakan saranan untuk meninggikan atau membangun diri sendiri.

Howard Carter, yang menjadi Ketua Umum dari sidang jemaat Assembly of God di Britania Raya selama sembilan belas tahun, merupakan pendiri Sekolah Alkitab Pentakostayang tertua di dunia. Ia menyatakan bahwa kita tidak boleh lupa bahwa berbicara dalam bahasa roh bukan saja bukti berawalnya Roh Kudus bermukim di dalam diri kita, melainkan juga suatu pengalaman yang terus menerus di dalam peri kehidupan kita selanjutnya. Untuk tujuan apa? Untuk membantu kita dalam berbakti kepada Tuhan. Berbicara dalam bahasa roh hendaknya merupakan semacam arus air yang tidak boleh menjadi kering, karena ia akan memperkaya kehidupan rohani seseorang secara pribadi.

Rasul Paulus memang benar dalam pernyataannya itu. Rasul Paulus mengatakan bahwa berbicara dalam bahasa roh itu dapat meninggikan kehidupan rohani seseorang atau membangun iman pribadi seseorang.

2. Di dalam 1 Korintus 14:2 dinyatakan; "Siapa yang berkata-kata dalam bahsa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya. Oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia." Weymouth dalam terjemahan Alkitab Perjanjian Baru menyatakannya denga istilah "ia berbicara tentang rahasia ilahi."

Di sini Rasul Paulus ingin menyatakan bahwa tUhan telah memberikan kepada sidang jemaat suatu lat atau sarana komunikasi yang bersifat adhikodrati dengan Tuhan. Puji Tuhan! Rasul Paulus menyatakan di dalam ayat yang ke 14 dari pasal ini, "Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa." Perhatikanlah apa yang dikatakannya. "Rohkulah yang berdoa." Di dalam Alkitab versi terjemahan Amplified Testament ditambahkan keterangan, "rohku yang dengan bantuan Roh Kudus berdoa di dalam diriku." Yesus berkata bahwa "Allah itu Roh". Jadi, kita melihat sekarang, bahwa apbila kita berdoa dengan bahasa roh, maka kitalah yang berdoa. Apabila kita berdoa dengan bahasa roh, maka kita berada dalam hubungan langsung dengan Tuhan yang adalah Roh, lalu kita berbicara kepadaNya dalam bahsa ilahi yang gaib sifatnya. Puji Tuhan!

Sungguh sangat menakjubkan betapa tingginya kecerdasan manusia yang dapat bertanya dalam penyuluhan cahaya terang Firman Allah itu. "Apakah nilai diri kita berbicara dalam bahasa roh itu?" Hal ini hampir-hampir membuat seseorang meragukan kecerdasan akal budinya. Banyak orang telah mengajukan pertanyaan ini kepadaku, padahal mereka mengetahui benar apa yang dikatakan oleh Alkitab selama ini.

Saudara-saudaraku, sesungguhnya terdapat nilai yang besar sekali dalam soal berbicara dalam bahasa roh,--suatu nilai yang amat tinggi. Apabila sampai ada seseorang yang tidak mampu menanggapi hal ini, maka tentu ada sesuatu yang tidak beres pada kemampuan pengertian otaknya. Saya bukan bermaksud menyatakan bahwa ia harus memahaminya oleh karena ia telah berbicara dalam bahasa roh, akan tetapi saya menanggapinya sama seperti tanggapan seorang pendeta Baptis sebelum saya sempat berbicara dalam bahasa roh, akan tetapi saya menanggapinya sama seperti tanggapan seorang pendeta Baptis sebelum saya sempat berbicara dalam bahasa roh. Saya mulai memahaminya sesuai dengan apa yang dikatakannya oleh Firman Tuhan.

Saya masih ingat tatkala saya berkunjung ke suatu kebaktian sidang jemaat Injil Sepenuh, ketika saat itu saya tidak begitu sibuk dengan jemaatku sendiri. Pada waktu itu mereka mengajarkan soal kesembuhan ilahi. Anda dapat memahami bahwa karena saya sendiri telah memperoleh kehidupanku kembali setelah bangkit dari keadaan terbaring sakit dan telah disembuhkan oleh kuasa Allah, sehingga saya senang melakukan hubungan persekutuan dengan saudara-saudara seiman yang memiliki keyakinan yang sama seperti yang saya miliki, yang dapat mendorong kita kepada peningkatan iman, Siapa saja merindukan hubungan persaudaraan smacam itu. Oleh karena itu daya pun senang berkunjung ke tempat saudara-saudara kita yang seiman. Tentu saja mereka mengajarkan hal yang menyangkut berbicara dalam bahasa roh melalui bantuan Roh Kudus yang akan memberikan ucapan untuk mengatakannya. Pada mulanya saya memang belum memahami cahaya Roh Kudus itu, akan tetapi setelah saya banyak mempelajari Alkitab, maka saya pun mulai memahaminya.

Saya pernah berkunjung ke sebuah rumah keluarga dari aliran gerja yang lain. Mereka memiliki seorang anak puteri yang senang bermain piano. Orang-orang anggota gereja Injil Sepenuh itu sedang menyelenggarakan kebaktian kebangunan rohani di bawah sebuah tenda besar. Mereka tidak mempunyai seorang pemain piano, maka anak gadis muda ini pun memberikan kesediaan tenaganya secara sukarela. Setelah orang-orang itu berhasil mendirikan gedung gereja, mereka masih saja belum memiliki seorang pemain piano. Itulah sebabnya masih saja terus menyumbangkan tenaganya untuk memainkan piano untuk keperluan kebaktian di gereja. Oleh karena sidnag jemaat di situ mulai berbicara dalam bahasa roh, maka sang ibu dari anak gadis itu mulai dihinggapi rasa cemas sekali. Ibu itu menyatakan kepada saya, bahwa dia bermaksud untuk tidak lagi mengizinkan anak gadisnya bermain piano di gereja.

Saya sarankan supaya ia membaca Alkitab, apakah Alkitab melarang atau tidak tentang soal itu. Sebaliknya ibu itu membaca tata gereja mereka dan peraturan-peraturan yang tercantum di dalamnya. Saya katakan kepdanya bahwa tidak terdapat ketentuan semacam itu dalam tata gereja mereka, seperti yang telah dibacakan itu. Lalu ibu itu berkata bahwa ia akan menanyakannya terlebih dahulu kepada pendeta mereka. Saya katakan bahwa tidak ada manfaatnya ia melakukan hal itu, karena pendeta mereka tidak percaya akan gerakan Roh Kudus, bahkan belum merasakan dan menghayati keselamatan sepenuhnya. Ibu itu menatap saya dengan wajah yang tercengan tidak percaya. Saya mengemukakan kepada ibu itu bahwa apabila seorang mengumpat maki ibunya ia belum diselamatkan. Dan saya tahu betul bahwa orang itu telah melakukan perbuatab seperti itu terhadap ibunya. Itulah sebabnya saya berani menyatakan bahwa orang itu belum menerima keselamatan sepenuhnya, tidak peduli gereja manapun yang ia layani. Kalau orang itu terus menerus bertingkah laku demikian terhadap orang tuanya, maka jelaslah bahwa ia belum selamat. Sedangkan seorang terpelajar pun tidak akan tega hati berbuat hal yang semacam itu terhadap ibunya, apalagi seorang Kristen.

Tak perlu dijelaskan lagi bahwa wanita itu tentu saja tidak menerima masehat saya. Ia menyeret ke luar anak gadisna dari gereja aliran Injil Sepenuh, lalu anak gadis itu mulai membantu pelayanan kebaktian dimana orang laki-laki itu memimpin jemaatnya, laki-laki yang belum memiliki keselamatan itu. Mereka malah menyelenggarakan pesta makan dan minum dan dansa-dansa dengan restu pemimpin gereja setempat. Saya berkata terus terang saja, bahwa setiap gereja , entah dari aliran mana saja, apabila merestui jenis pesta pora semacam ini adalah keliru, oleh karena tindakan itu tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Oleh karena sering berdansa, dan sering minum-minum bersuka ria, gadis itu pun jatuh mabuk, dan mengakkhiri masa gadisnya dengan keadaan hamil, serta melahirkan bayi tanpa ayah yang sah. Padahal anak gadis itu berasal dari satu keluarga terpandang yang mepunyai kedudukan tinggi di mata masyarakat setempat kota itu. Oleh akrena sakit hati dan menderita batin, maka ayah gadis itu meninggal pada usia empat puluh satu tahun, sedangkan sang ibu harus mengakhiri hidupnya di rumah sakit negara oleh karena menderita sakit jiwa.

Di sini kita melihat, bahwa ibu itu menyatakan ia mempunyai sejumlah sahabat kenalan yang dapat diajak bicara soal berbicara dalam bahasa roh. Dan hal ini memang sudah ia lakukan, tetapi ternyata orang-orang itu tidak menunjukkan kepadanya apa yang dikatakan oleh Alkitab tentang hal itu. Itulah sebabnya kita sekarang mengerti mengapa begitu pentingnya bagi kita untuk tetap berjalan di bawah naungan cahaya Firman Tuhan agar dapat memahami apa yang dikatakan Alkitab tentang suatu persoalan. Jadi bukanlah berdasarkan apa yang dikatakan atau disarankan oleh sahabat kenalan kita. Padahal bukanlah jauh lebih baik sebenarnya bagi gadis itu untuk tetap saja tinggal main piano di gereja dimana orang tidak berpesta pora , minum mabuk-mabukan dan berdansa-dansa.

Kalau Tuhan menyatakan di dalam Alkitab bahwa berbicara dalam bahsa roh itu sangat tinggi nilainya, maka kebenaran ini pun tidak dapat ditawar--tawar lagi. Nilainya memang benar-benar tinggi. Kalau Tuhan menyatakan bahwa berbicara dalam bahsa roh itu dapat membangun ima kita. Kalu Tuhan menyatakan bahwa berbicara dalam bahsa roh, maka setiap orang percaya harus berbicara dalam bahsa roh, maka setiap orang percaya hendaknya berbicara dalam bahasa roh. Yesus tidak pernah mengatakan bahwa hanya beberpa orang saja yang patut berbicara dalam bahasa roh. Yesu berkata, "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya." Orang-orang! Ini adalah kata ganti berbentuk jamak. Ini berarti semua orang yang percaya.Salah satu tanda yang patut diterima oleh orang percaya ialah bahwa "Mereka akan berbicara dalam bahsa-bahasa yang baru bagi mereka."

(3) Bebicara dalam bahsa roh merupakan bukti adikodrati tentang bermukimnya Roh Kudus di dalam diri seseorang. Didalam Kisah Rasul pasal 10 kita membaca bahwa seluruh keluarga Kornelius itu telah menerima Roh Kudus, sehingga enam orang rekan bersunat yang ikut serta bersama Petrus waktu itu sangatlah tercengang, karena menyaksikan bahwa orang-orang yang tidak bersunat pun telah sempat menerima ketuangan Roh Kudus ke atas diri mereka. Mereka mengira bahwa ketuangan Roh Kudus itu hanya berlaku bagi sidang jemaat orang Yahudi. Bagaimanakah mereka itu dapat mengetahui bahwa orang-orang bangsa lain itu juga telah menerima Roh Kudus? Kisah 10:46 menyatakan, "Sebab mereka mendengar orang-otrang itu berkata-kata dalam bahsa roh dan memuliakan Allah." Dengan kata lain, itulah gereja adikodrati atau bukti permulaan bahwa Roh Kudus telah berdiam di dalam diri orang-orang itu, tetapi berbicara dalam bahsa roh dan berdoa dengan bahsa roh secara terus menerus dapat membantu kita menyadari tentang kehadiran Allah di dalam diri kita. Apabila saya menyadari kehadiran Tuhan yang bermukim di dalam diri saya melaui Roh Kudus setiap harinya, maka hal itu sudah pasti dapat memainkan peranan dan memberikan pengaruh yang besar terhadap cara saya hiup sehari-hari. Puji Tuhan!

Seoarng pendeta dari sidang aliran INjil Sepenuh berkisah kepda saya tentang suatu kebaktian yang diselenggarakan bagi keluarga seorang pendeta. Pendeta ini beserta istrinya tinggal di apartemen dekat sebuah gereja . Mereka mempunyai seorang naka gadis berusia dua belas tahun. Pada suatu hari, sebagaimana biasanya, ia pergi meninggalkan rumahnya untuk mengirimkan sejumlah surat ke kantor pos dan pulang kembali ke rumah sambil berjalan kaki. Ia sempat memergoki anak gadi itu menghardik-hardik ibunya, seraya kakinya menghentak-hentak mengehendaki permintaannya diluluskan oleh ibunya. Akan tetapi tatkala anak gadis itu melihat ayahnya , lutut anak gadis itu tiba-tiba nerasa lemas dan mulai jatuh tersungkur sambil menangis keras-keras, lalu meminta maaf kepada ayahnya oleh karena telah bersikap kasar terhadap ibunya sendiri. Sang ayah itu menentramkan hati anaknya dan membimbing dia masuk ke alatar gereja untuk berdoa bersama dengan dia. Ia menyatakan bahwa ia hanyalah seorang pendeta biasa yakni seorang yang memberitakan Injil Tuhan, tetapi ia menekankan kepada anaknya bahwa ada Satu yang lebih agung lagi, yang senantiasa mendengar dan menyaksikan tingkah laku anak itu, dan mengetahui segala perbuatannya, yaitu Roh Kudus yang berada di dalam dirinya sendiri. Roh Kudus senantiasa mendengar apa yang ia katakan dan menyaksikan apa yang ia perbuat. Maka gadis itu pun bertobat dari perbuatannya yang tidak pantas itu, menerima keselamatan dan menerima ketuangan Roh Kudus ke atas dirinya.

Beberapa tahun kemudian, anak gadis itu telah menjadi seorang wanita yang dewasa. Tatkala ia kembali lagi ke gereja tempat ia tinggal semula, ia bercerita kepada ayahnya bahwa ia tidak pernah melupakan apa yang pernah diucapkan leh ayahnya dan ia tidak pernah lagi mengamuk atau menghentak-hentakkan kakinya sambil mengucapkan kata-kata yang tidak pantas. Sang ayah memberitahukan kepadanya untuk berdoa dan berbicara dalam bahasa roh setiap harinya, karena hal itu banyak menolong dia menyadari tentang kehadiran Allah di tengah-tengah kehidupannya. Inilah yang telah banyak membantu dia dalam mengatasi gejolak hatinya yang cepat naik darah.

Mungkin ada di antara pembaca yng berkata, "Ah, saya kenal seseorang yang sudah menerima keselamatan dan telah kenal dipenuhi oleh Roh Kudus, tetapi masih saja suka cepat naik darah dan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas." Memang benar. Saya pun tahu hal ini. Tetapi ada satu hal yang dapat saya kemukakan kepada Anda. Kalau orang yang telah menerima Roh Kudus masih belum berubah sifatnya, pasti pada hari itu mereka tidak berdoa dalam bahasa roh dan tidak pernah melakukan persekutuan yang mantap dengan Allah. Saya tahu betul ini berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri. Memang sungguh mudah sekali bagi seseorang yang tidak menyadari kehadiran Roh Kudus di dalam dirinya untuk terseret kepada eprbuatan yang tidak pantas. Akan tetapi apabila seseorang mau membuang waktu cukup untuk melakukan persekutuan dengan Allah, berbicara dalam bahsa roh, maka ia akan memperoleh kesadaran yang dalam tentang kehadiran dan bermukimnya Tuhan di dalam dirinya, sehingga tidak mungkin lagi ia berkata-kata atau berbuat sesuatu yang tidak pantas.
 
(4) Berdoa dalam bahasa roh memusnahkan rasa mementingkan diri sendiri yang masuk ke dalam permintaan doa kita. Kalau saya berdoa dari akal budi saya sendiri, maka mungkin doa saya itu tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Alkitab, dan mungkin saja bernada mementingkan diri saya sendiri. Saya beranggapan bahwa sering kali doa kita itu mirip dengan doa orang tani yang kuno. Orang tani kuno selalu berdoa begini, "Ya Tuhan, berkatilah diriku beserta istrinya, berkati kami berempat, yang lain tak sempat."

Memang kita tidak menyatakan doa kita dengan kata-kata yang semacam itu, akan tetapi pada hakikatnya setelah semua diucapkan dan dilakukan nadanya mirip dengan apa yang dikemukakan petani kuno di atas. Rasul Paulus di dalam Roma 8:26 menyatakan, "Sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa."

Kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa. Rasul Paulus tidak mengatakan: Kita tidak bagaimana sebenarnya harus berdoa. Rasul Paulus tidak mengatakan: Kita tidak tahu bagaimana harus berdoa, oleh karena kita tahu bagaimana harus berdoa. Kita berdoa kepada Allah Bapa di dalam nama Yesus Kristus. Inilah caranya bagaimana kita harus berdoa. Akan tetapi oleh karena saya sudah mengetahui apa yang patut saya kemukakan dalam doa itu, maka Rasul Paulus berkata, "Sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan." Roh itu sendiri yang bertindak sebagai perantara bagi kita dalam menyampaikan kata-kata yang tidak terucapkan.

P.C.Nelson, pendiri dari Institut Alkitab Southwestern, adalah seorang ahli dalam bahasa Yunani itu hendaklah dibaca menurut pengertian harafiahnya sebagai berikut: "Roh Kudus bertindak sebagai penengah, berdoa bagi kita dengan keluhan-keluhan yang tidak dapat diucapkan dengan cara bicara yang tepat." Cara bicara yang tepat maksudnya adalah kemampuan kita berbicara secara wajar. Ia menekankan juga bahwa dalam pengertian bahasa Yunani hal ini bukan sajamerangkum keluhan-keluhan dalam doa, tetapi juga di dalam berbicara dengan bahasa roh. Hal ini sesuai pula dengan apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 14:14, "Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa." Terjemahan Alkitab versi Amplified Testment berkata, "Rohku dngna bantuan Roh Kudus di dalam diriku berdoa."

Orang lebih baik berhati-hati jangan sampai menertawakan soal berbicara dalam bahasa roh, karena apabila kita berdoa dalam bahasa roh, maka roh kitalah yang berdoa dengan bantuan Roh Kudus yang berada di dalam diri kita. Maka ini berarti bahwa mereka pun menertawakan Roh Kudus. Sebab Roh Kuduslah, yang sebenarnya memberikan pengucapan kepda kita ke luar dari dalam roh kita. Kitalah yang mengucapkan tetapi Dialah yang memberikan kata-kata. Dengan cara demikian maka Roh Kudus membantu kita dalam berdoa sesuai dengan kehendak Allah untuk hal-hal yang perlu Anda doakan. "Sebab kita tidak tahu, bagaimana harus berdoa."

Akan tetapi ini tidaklah berarti bahwa Roh Kudus menjalankan hal ini secara terpisah dari pribadi Anda. Roh Kudus tidak mengerang atau berkata-kata dalam bahasa roh yang sama sekali terlepas dari diri Anda. Suara keluhan itu datangnya dari dalam diri Anda dan keluar melalui mulut Anda. Jadi, bukan Roh Kudus yang melakukan doa itu untuk keperluan Anda. Ia adalah penolong, dan Ia adalah Penengah, akan tetapi Ia tidak bertindak sebagai perantara yang terlepas dari diri Anda. Ia tidak bertanggung jawab atas kehidupan doa Anda. Akan tetapi Ia dikirim untuk membantu Anda dalam menunaikan tugas Anda. Puji Tuhan!

Roh Kudus akan menolong kita. Cranya Ia menolong kita berdoa ialah dengan melalui suara keluhan yang datangnya dari dalam roh kita yang lahir dari Roh Kudus keluar melalui bibir kita. Dan berbicara dalam bahasa roh adalah berdoa sebagaimana Roh Kudus memberikan kata-kata untuk kita ucapkan. Jadi yang diucapkan adalah doa yang terarahkan oleh Roh Kudus. Ia menghilangkan kemungkinan cara berdoa yang mementingkan diri sendiri yang bisa menyusup ke dalam permintaan doa kita itu.

Banyak kali apabila orang berdoa dengan pikiran mereka sendiri, maka mereka akan memperoleh hal-hal yang sebenarnya bukanlah kehendak Tuhan dan bukan pula hal yang baik bagi mereka. Apakah Anda tidak percaya Alkitab. Apabila anak-anak Tuhan menghendaki hal-hal dengan cara tertentu, sekalipun hal-hal intu tidak baik bagi mereka atau bukan kehendak Tuhan, Tuhan masih saja memberikan permintaan orang-orang itu. Saya dapat membuktikan hal ini kepada Anda. Tuhan tidak menghendaki umat Israel memiliki seorang raja. Tuhan menyatakan hal itu kepada mereka, tetapi umat Israel tetap saja menghendaki seorang raja. Akhirnya Tuhan mengizinkan juga mereka memiliki seoran raja. Akan tetapi itu bukanlah kehendak Tuhan yang paling utama. Sebab kenyataannya hal itu malah berakibat tidak baik bagi mereka. Bukanlah benar demikian?

Beberapa waktu lampau saya pernah berdoa dalam bahasa roh selama kurang lebih dua setengah jam, yang rasnaya seperti hanya berlangsung lima belas menit. Sementara berdoa dalam bahsa roh itu saya meletakkan satu kepalan tanganku atas yang lainnya: lalu terasa seperti ada suatu tarikan yang kuat sekali yang hendak menyeret tanganku ke samping. Dengan segala tenaga yang ada padaku saya berusaha untk mengepalkan tanganku, akan tetapi secara bergantian tangan saya itu ditarik lagi ke sebelah samping yang lainnya. Hal yang sama terjadi sampai tiga kali berturut-trut. Lalu Roh Tuhan berbicara kepada saya, "Orang yang cara berdoanya keliru akan mmebuat semua hal meleset dari tempat seharusnya." Sebab kita tidak tahu , bagaimana sebenernya harus berdoa." Maka orang yang berdoa menurut caranya sendiri, menurut akal budinya sendiri, menurut jalan pikirannya sendiri, akan terseret dari pusat perhatiaanya yang sebenarnya. Hal ini menyebabkan banyak sekali rencana Allah yang tergeser ke luar dari garis yang sesungguhnya, sehingga kehendak Tuhan yang murni dan sempurna itu tidak mungkin bisa terlaksana. Satu hal yang sudah pasti adalah: Apabila Anda sedang berdoa dan berbicara dalam bahasa roh, maka Anda akan tetap mempertahankan segala-galanya lurus menurut garis yang semestinya, segala sesuatu di tempat yang seharusnya. Kita berdoa menurut kehendak Allah dan untuk kepentingan semua orang yang terlibat di dalamnya. Saya nyatakan kepada Anda bahwa hal ini merupakan satu wahyu. Saya telah memahami hal ini menurut pengertian saya sebelumnya, akan tetapi saya belum pernah menyaksikan betapa perlunya orang berdoa menurut bahasa roh seperti pada saat itu.
 
(5) Berbicara dengan bahasa roh membantu saya belajar mengandalkan harapan saya kepada Tuhan lebih sempurna. Hal ini akan membantu iman saya kepada Tuhan lebih sempurna. Hal ini akan membantu saya keada saya untuk berbicara dalam bahasa roh. Tidak, hal itu tidak akan memberiku iman. Yang saya tekankan ialah bahwa hal itu akan membantu memberikan kekuatan iman bagi saya. Yudas 1:20 berbunyi, "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus." Di sini kita dapatkan bukti yang meyakinkan. Bahwa berdoa dengan berbahasa roh itu akan menolong kita dan merangsang iman kita kepada Tuhan. Dengan demikian saya akan tertolong lebih banyak dalam mempelajari sepenuhnya bagaimana caranya saya harus mengandalkan Tuhan. Mengapa? Oleh karena Roh Kudus memberikan pengarahan secara adikhodrati pada semua kata-kata yang saya ucapkan, dan iman itu harus saya jalankan untuk dapat berbicara dalam bahasa roh, oleh karenasaya tidak mengetahui kata-kata apakah yang harus diucapkan berikutnya. Untuk itu saya mengandalkan diri saya kepda Tuhan. Dan mengandalkan Tuhan dalam satu garis tertentu akan menolong saya untuk mengandalkan Tuhan pada segi yang lainnya.

Sebagai seorang pendeta Baptis saya pernah melayani sebuah sidang jemaat. Siapa saja datang dalam kebaktian,-- dari gereja Metodis, Baptis, Presbiterian, dan lain-lain aliran kegerejaan. Memnag hanya itulah satu-satunya gereja di wilayah itu, maka itulah sebabnya setiap orang datang kebaktian di situ. Saya tinggal bersama dengan satu keluarga Kristen Metodis yang abik budi. Akan tetapi wanita yang punya rumah itu menderita penyakit ulcer dalam perutnya. Para dokter beranggapan bahwa penyakitnya itu akan segera beralih menjadi semacam kanker perut. Say ayakin bahwa Tuhan sanggup dan mau menyembuhkan wanita ini, akan tetapi bagaimanapun usaha saya, saya tidak pernah bisa berhasil mengangkat iman orang tua itu sampai ke taraf yang demikian tingginya. Wanita itu hanya makan sedikit saja dan minum susu, dan itu pun nampaknya sukar sekali daapat ia simpan di dalam perutnya. Akan tetapi pada suatu hari terjadilah sesuatu yang mengagumkan! Wanita itu menerima kepenuhan Roh Kudus. Tatkala saya masuk, saya menyaksikan bagaimana ia makan dan minum demikian lahapnya seperti yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Tuhan bukan saja menyembuhkan dirinya, tetapi Tuhan juga memenuhi dia dengan Roh Kudus.

Saya pernah menyaksikan banyak orang yang pernah mengalami hal semacam ini. Apakah hubungannya? Kita tahu bahwa dengan menerima baptisan Roh Kudus belumlah berarti mendatangkan kesembuhan bagi kita, akan tetapi berbicara dengan bahasa roh akan menolong kita belajar lebih paham lagi tentang bagaimana caranya kita harus mengandalkan Tuhan. Jadi, kalau kita berbicara dalam bahasa roh, maka hal ini akan membantu kita mempercayai Tuhan mengenai hal-hal lain oleh karena hal itu merangsang iman kita.

(6) Berbicara dalam bahsa roh merupakan suatu sarana bagi kita untuk tetap mempertahankan diri kita bebas dari pencemaran hal-hal yang najis, yang tidak suci, dan kata-kata kotor yang kita temukan di sekitar kita, apabila kita bekerja menunaikan suatu tugas atau melakukan kegiatan di kalangan umum. Anda dapat berbicara dengan bhasa roh diri Anda sendiri. Apabila Anda datang ke gereja atau tempat kebaktian, atau untuk pertemuan semacam itu, tidak pandang tempat di mana pun Anda berada, maka Anda dapat melakukan seperti yang tercantum dalam 1 Korintus 14:28, yakni "Berkata-katalah kepda dirinya sendiri dan kepada Allah." Seluruh ayat itu selengkapnya berbunyi demikian: "Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah." Apakah yang Tuhan perbincangkan? Di dalam ayat yang ke 27 kita membaca begini: "Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya." Akan tetapi apabila tidak terdapat seorang juru tafsir yang hadir, maka hendaklah Anda berdiam diri di tengah himpunan jemaat dan berbicara dalam hati sendiri serta berbicara kepada Tuhan. Kalau hal ini berhasil Anda lakukan di tengah kumpulan sidang jemaat maka Anda pun pasti bisa melaksanakannya di tempat pekerjaan Anda. Dengan cara demikian itu Anda tidak akan mengganggu siapapun juga. Saya sudah melaukan hal itu banyak kali. Saya memang tidak bekerja di luar lingkungan gereja, akan tetapi saya duduk di tempat pemangkas rambut atau berjaln-jalan di tengah kota yang ramai, di mana saya mendengar berbagai macam suara yang sama sekali tidak membantu melancarkan kehidupan kerohanianku. Tetapi tidak peduli dimanapun Anda berada, Anda dapat saja berbicara kepada diri Anda sendiri dan kepada Tuhan. Hal ini akan mengamankan diri Anda dari berbagai pencemaran yang datangnya dari gejolak kehidupan dunia ini.

(7) Berbicara dengan bahasa roh akan membuka jalan bagi kita untuk mendoakan sesuatu yang patut diajukan dalam doa atau hal -hal yang tidak mereka ketahui sama sekali. Akan tetapi Roh Kudus mengetahui segala-galanya. Firman Allah mengatakan, "Demkian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan." (Roma 8:26) Ini mencakup berbicara dengan bahasa roh.

Ada dua orang laki-laki muda yang diutus sebagai misionaris gereja Sidang Jemaat Allah (Assemblies of God) dari Inggris ke Afrika. Seorang sempat kembali ke kampung halamannya di Inggris setelah melakukan perjalanan penginjilannya itu. Seorang wanita muda bertanya kepdanya apakah ia membuat catatan dalam buku harian dalam perjalanannya itu. Penginjil itu menjawab "Ya!"

Kira-kira dua tahun sebelumnya, wanita muda ini pernah terbangun pada malam hari, ia merasa terdesak untuk berdoa. Ia berdoa kurang lebih satu jam dengan bahasa roh. Lalu ia memperoleh suatu penglihatan tetang suatu gubuk beratapkan rumput. Orang laki-laki itulah satu-satunya orang kulit putih yang berada disana,-- sedangkan selebihnya adalah penduduk pribumi. Wanita itu melihat bagaimana laki-laki berkulit putih itu mati, dan penduduk pribumi menutupi mayatnya dengan tanah, lalu mereka pergi keluar dari tempat itu. Tiba-tiba wanita muda itu melihat laki-laki berkulit putih itu muncul ke luar dari dalam gubuk beratap rumout itu, lalu berdiri di tengah-tengah mereka. Semua penduduk pribumi di situ pun bersorak-sorak kegirangan.

Wanita itu bertanya kepadanya apakah ia pernah menjalani perjalanan semacam itu. Setelah mereka saling membandingkan catatan harian mereka, tanggal-tanggal, dan menyelesaikan perbedaan waktu yang berlaku, maka mereka pun menemukan bahwa semua hal itu terlah berlangsung pada waktu yang sama, tepat bersaam sekali! Puji Tuhan! Padahal mereka tidak punya hubungan satu sama lainnya. Wanita ini hanya mengetahui bahwa laki-laki itu adalah seorang misionaris, hanya itu saja. Memang berul bahwa laki-laki itu telah dihinggapi salah satu jenis penyakit demam yang hebat, yang dapat memabawa maut, sedangkan rekannya pada waktu itu tidak berada di tempat melainkan di daerah lain, sehingga ia tinggal seorang diri saja. Akan tetapi Roh Tuhan memberikan jalan bagi hal-hal yang perlu didoakan menurut apa yang sepatutnya, oleh karena Roh Kudus mengetahui segala-galanya. Amin.

Seorang misionaris lain lagi yang bertugas di Afrika yang pernah saya dengar pelayanannya, berkisah tentang pengalaman yang pernah dialami di sana. Ia bersama dengan seorang pekerja pribumi telah menyewa sebuah perahu dengan pengemudinya untuk berkunjung ke sebuah pulau lain guna mengabarkan Injil.Dalam perjalanan pulang mereka mendapatkan serangan tiba-tiba dari angin taufan tropis.Jika sekiranya mereka tetap tinggal di sekitar pulau itu, maka perahu mereka akan terbalik dan tenggelam dihembuskan angin taufan itu. Bila mereka ke daratan, pasti kandas di 'batu-batu karang'. Pemilik perahu bertanya kepada misionaris, apakah yang dikehendaki misionaris itu. Misionarais itu menjawab, "Itu adalh perahumu. Apa yang ingin kau lakukan terserah engkau. Terserah padamu apa yang terbaik menurut pendapatmu!"

Pemilik perahu itu menjawab bahwa ia akan menepi dan mencoba-coba untuk lewat batu-batu karang. Misionaris dan pembantu pekerjanya orang pribumi itu pun berdoa, lalu berkata, "Baiklah. Marilah kita pergi!" Diamelaporkan bahwa tatkala mereka mendekati daerah yang berbatu karang, tiba-tiba mereka merasa perahu mereka seperti terangkatdan meluncur dengan cepatnya di atas permukaan air. Padahal waktu itu adalah malam hari, sedangkan perahu itu hanyalah perahu kecil yang digerakkan oleh layar. Misionaris itu menyatakan, bahwa dia bersama dengan pekerja pembantunya orang pribumi, ditambah dua atau tiga orang berdosa, yang diantaranya adalah pemilik perahu iitu, telah menjadi saksi hidup mengenai peristiwa ajaib ini. Tuhanlah yang telah mengangkat perhau ini melewati daerah batu-batu karang yang berbahaya untuk kemudian meluncur dengan cepat memasuki perairan yang aman sampai mereka selamat.

Pada minggu yang berikutnya ia berkunjung pada sebuah pos penginjilan lain dan bertemu dengan seorang misionaris wanita. Misionaris wanita itu bertanya kepadanya apakah ia mengalami sesuatu bahaya pada hari Senin yang lalu kurang lebih pada jam 10 malam. Misionaris laki-laki itu bertanya, mengapa? Misionaris wanita itu berkata bahwa malam itu ia telah pergi tidur lebih dini daripada biasa. Sebab ia telah merencanakan akan membuat perjalanan jauh pada keesokan paginya. Akan tetapii lebih kurang lebih pukul 10 malam ia tiba--tiba terbangun dan merasakan dirinnya sangat gelisah, dan tiba-tiba terbangun dan merasakan dirinya sangat gelisah, dan merasa perlu untuk berdoa, sehingga ia pun bedoa dan mengerang dalam bahasa roh. Ia berkata, "Sya tidak mengetahui dengan tepat apa yang telah terjadi, akan tetapi saya merasa seolah-olah ada sesuatu bahaya yang menimpa kamu, sehingga saya pun merasa perlu untuk memanjatkan doa untuk kamu." Misionaris laki-laki itu lalu membeberkan pengalamannya tentnag apa yang telah terjadi, dan kejadian itu memang tepat sekali waktunya bersamaan dengan waktu wanita itu memanjatkan doa. Puji Tuhan! Roh Kudus maha mengetahui segala-galanya.

Dalam bulan Mei say berada di negara bagian California. Kami menempati sebuah rumah mobil yang terdiri dari tiga kamar tidur. Anak-anak kami, seorang putera dan seorang puteri, waktu itu masih remaja dan ikut bersama kami. Pada waktu malam hari saya tiba-tiba terbangun. Rasanya seperti ada seorang yang meletakkan tangan ke atas tubuhku. Saya ingin tahu jangan-jangan ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan kamar kami. Saya melihat istri saya, tetapi ia nampaknya tidur sangat nyenyak. Suasana dalam kamar itu nampaknya tenang saja. Namun jantungku tetap berdenyut keras seakan-akan saya dihinggapi rasa takut amat sangat. Maka saya pun berucap, "Ya Than, ada apakah sebenarnya? Tentunya ada sesuatu yang tidak beres di sesuatu tempat. Apakah itu? Ya Roh Kudus, Engkau ynag berada di mana-mana, Engkau yang maha mengetahui segala-galanya, berikanlah kepadaku pengucapan dalam bahasa roh."

Maka saya pun mulai berdoa dengan bahasa roh. Saya berdoa kepda diriku sendiri dan kepada Tuhan, sementara isteri saya tetap saja tidur dengan lelap. Saya pun berdoa kurang lebih satu jam lamanya. Lalu saya pun mulai tertawa sedikit dan menyanyi dalam bahasa roh,-- di dalam Roh. Sebaiknya apabila Anda berdoa dengan cara ini, maka bertahanlah terus berdoa dengan cara itu sampai Anda merasa waktunya untuk berucap syukur dan memuji TUhan. Apa pun juga yang Anda sedang doakan, seperti yang kita ucapkan dalam keadaan wajar, kita telah berhasil merampungkan doa kita. Mungkin Anda akan tertawa kecil, hati merasa bersuka cita, atau menyanyi. Saya mengetahui, apap pun yang terjadi, apa yang telah saya doakan telah terkabul. Dan saya telah menerima jawaban dari Tuhan. Kemudian saya pergi tidur.

Sementara saya sedang tidur saya bermimpi. Dalam mimpiku itu saya melihat saudaraku laki-laki yang paling bungsu berada di dalam sebuah kamar hotel di negara bagian Lousiana. Tidak ada seorang pun pernah menceritakan kepdaku bahwa ia berada di Lousiana. Tetapi saya mengetahui bahwa sia berada di sana. Saya melihat ia terbangun pada tengah malam it. Saya melihat orang-orang kasak kusuk memanggil dokter, sednagkan adikku laki-laki itu digotong pergi menuju ke rumah sakit.Saya nampak sinar lampu merah berkilau-kilau kian kemari tatkala mereka membawa dia pergi menuju ke rumah sakit. Di dalam mimpiku saya berdiri di sebuah gang di luar pintu kamar saudaraku. Tetapi pintu kamarnya berada dalam keadaan tertutup. Dokter muncul ke luar dari dalam ruangan kamar perawatannya. Dokter itu berjabat tangan dengan saya dan berkata, "Ia sudah mati! Ia sudah mati!"
Saya menjawab, "Tidak Dokter!Ia tidak mati!"
Dokter itu membantah, "Apa maksudmu dia tidak mati?"
Saya menandaskan kepdanya, "Tuhan menyatakan kepada saya bahwa ia masih akan hidup terus dan tidak akan mati."

Maka dokter pun menjadi sangat marah, lalu berkata, "Baiklah, kau manusia sok tahu. Mari ikutlah saya, maka akan saya tunjukkan kepdamu bahwa ia sudah mati. Saya sudah sering kali menyatakan sekian banyaknya orang mati, masakan saya tidak tahu apakah seseorang itu sudha mati atau belum." Lalu dokter itu pun memegang lenganku dan menggiring saya masuk ke dalam ruangan kamar perawatan adikku itu. Dokter mendekati ranjang tempat berbaring adik saya lalu membuka kain selimut penutup tubuhnya. Ketika dokter membuka selubungnya maka mata adik saya pun terbuka, sementara dokter memperhatikan bahwa adik saya itu sedang menarik napas sebagaimana biasa. Dengan suara tergagap-gagap dokter berucap, "Aduhai! Bagaimana kau bisa mengetahui sesuatu yang saya sendiri tidak mengetahuinya. "Dokter itu sangat heran dan berulang kali berucap, "Dia tidak mati, bukanlah begitu?" Didalam mimpi saya melihay saudaraku laki-laki itu bangkit dari ranjangnya, dan tubuhnya berada dalam keadaan sehat walafiat. Justru itulah yang saya telah doakan saat sebelumnya.

Saya tidak menerima kabar sedikitpun dari siapa pin mengenai keadaan keluargaku. Pada bulan Agstus kami pulang kembali ke Texas. Tatkala saya menghentikan mobilku di tempat parkir, saudara laki-laki saya muncul, setelah ia tahu bahwa saya sudah tiba kembali. Kami pun mulai berbincang-bincang Ia berkisah, "Saya hampir saja mati tatkala kalian pergi."

Saya menjawab, "Ya, saya tahu." Ia bertanya apakah ibu kami yang memberitahukannya. Saya katakan kepadanya bahwa kami tidak pernah bicara dengan siapa-siapa mengenai hal itu, sebab saya baru saja tiba, sedangkan tidak ada seorang pun yang pernah menulis surat kepadaku mengenai hal ini.

Ia lalu bertanya, "Bagaimana kau tahu bahwa saya hampir saja mati?" Saya ceritakan kepdanya bagaimana ia telah diangkut pergi dalam keadaan sakit pada malam hari itu serta segala peristiwa yang terjadi. Ia pun meyakinkan saya bahwa semua kejadian itu telah berlangsung tepat seperti yang saya beberkan kepadanya. Ia menceritakan bahwa ia jatuh pingsan selama kurang lebih empat puluh menit, akan tetapi dokter menganggapnya telah mati. Mereka menyatakan dirinya telah mati.

Kita memiliki sarana perhubungan dari Tuhan yang murni dan asli! Ya, dan melakukan hubungan dengan cara ini adalah sesuai dengan bunyi Firman Tuhan yang tercantum dalam Alkitab. Oleh sebab itu kita semua haruslah berdoa dengan cara yang demikian, karena kita dapat berdoa untuk hal-hal yang tidak dapat kita ketahui.
 
(8) Yesaya 28:11-12 berbunyi, "Sungguh, oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini. Dia yang berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian, berilah perhentian kepada orang yang lelah. Inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan!" Apakah perhentian? Berbicara dengan bahasa roh. Inilah perhentian yang disediakan bagi orang yang telah letih untuk beristirahat Dan inilah bentuk penyegaran kembali. Apakah peristirahatan itu? Apakah penyegaran kembali itu? Tiada lain ialah berbicara dengan bahasa roh. Firman Tuhanlah yang berkata-kata. Kadang kala sang dokter menganjurkan kepada kita agar menjalankan masa istirahat untuk beroleh kesembuhan. Marilah, saya ungkapkan kepda Anda satu cara paling baik si dunia. Sering kali kita mengambil cuti atau memanfaatkan masa liburan kita untuk beristirahat, agar kelak kita pulang kembali ke rumah dan dapat melakukan tugas kita kembali sebagai semula dalam keadaan segar bugar. Bukankah hal ini sangat menakjubkan? Bahwa kita boleh menerima saat perhentian ini pada setiap saat tiap harinya? Puji Tuhan! Dalam masa dunia sekarang ini yang penuh dengan keributan, keadaan yangs erba tidak aman, penuh dengan hal-hal yang membingngkan, kita justru memerlukan perhentian ini agar kita beroleh kesegaran baru. Kesegaran baru itu hanya dapat kita peroleh apabila kita berbicara dalam bahsa roh. Glori!

(9) Dalam 1 Korintus 14:15-17 kita dapatkan sebagai berikut: "Jadi, apakah yang harus kuperbuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi akau akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji dengan akal budiku. Sebab jika engkau mengucap syukur dengan rohku saja, bagaimanakah orang yang biasa hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan? Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya."

Misalkan Anda mengundang saya untuk makan bersama-sama Anda besok dan berkata, "Bapak Hagin, silakan Anda berdoa mengucap syukur atas makanan ini" Rasul Paulus berkata bahwa seseorang yang berada dalam ruangan penuh dengan orang-orang yang tidak dapat mengerti (dalam hal ini dimaksudkan adalah orang-orang yang kurang tinggi taraf pengetahuannya soal-soal rohani) tidak akan terangkat imannya apabila saya berdoa dalam bahasa roh, oleh sebabmereka tidak dapat mengeti apa yang saya katakan. Maka Rasul Paulus berkata, lebih baik berdoa dengan akal budi dalam keadaan semacam ini. Akan tetapi kalaupun saya berdoa dengan bahasa roh, maka saya harus memberikan tafsirannya juga agar mereka dapat mengetahui apa yang saya katakan itu.

Perhatikan baik-baik apa yang dia tekankan disini: "Sekali pun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya." Dengan kata lain, begitulah cara yang paling baik untuk berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan. Rasul Paulus berkata, akan tetapi di hadapan orang-orang yang kurang pengertiannya di bidang rohani, sebaiknya Anda menyampaikan pengucapan syukurmu dengan pengertian supaya mereka pun ikut terbangun imannya. Iman mereka pasti dibangunkan, oleh karena mereka mendengar dan menyadari apa yang telah kamu ucapkan. Walupun demikian saya ingin And menaruh perhatian khusus terhadap ucapan Rasul Paulus yang berkata bahwa berbicara dengan bahas aroh itu dapat memberikan peluang yang paling baik dan sempurna bagi kita untuk berdoa dan mengucap syukur, sebab ia berkata, "sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik."

(10) Dalam Yakobus 3:8 dikatakan,"Tatapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh dengan racun yang mematikan." Tetapi apabila kita berbicara bahas roh, maka kita akan mengekang lidah kita menurut kuasa Roh Kudus untuk berbicara dalam bahsa roh. Hal ini merupakan langkah panjang menuju pengekangan penuh bagi anggota-anggota tubuh kita untuk berserah kepda Tuhan. Sebab apabila Anda bisa mengandalikan setiap anggota tubuh anda yang lain. Itulah yang dikemukakan oleh ayat Alkitab.

Saya ingin menekankan juga kepada Anda bahwa terdapat apa yang disebut segi "umum" dalam berbicara dengan bahsa roh. Pertama, orang-orang berbicara dalam bahsa roh ketika mereka menerima Roh Kudus di hadapan umum (khalayak amai). Kedua, sidang jemaat akan terbangun imannya pabila ada seseorang yang berbicara dalam bahsa roh di hadapan umum (khalayak ramai) dengan pemberian penafsirannya.

Rasul Paulus menyatakan bahwa bernubuat adalah berkata-kata kepada sesama manusia untuk keprluan membangun iman, memberi nasehat dan memberikan penghiburan. Akan tetapi lebih besar nilai nubuatan daripada berbicara dalam bahsa roh kecuali bila bahsa roh itu diberikan tafsirannya. Dalam hal ini ia hendak menyatakan bahwa berbicara dala bahsa roh ditambah dengan penafsirannya adalah sama nilainya dengan sebuah nubuat. Untuk mengambil istilah yang umum sebagai contoh, marilah kita sebutkan bahwa kita memerlukan dua keping logam 50 rupiah untuk dapat memperoleh sebuah uang logam 100 rupiah. Tetapi kita mengetahui bahwa dua keping logam 50 rupiah itu bukanlah satu keping uang logam seharga 100 rupiah. Pada hakikatnya kita lebih suka memiliki satu uang logam seratus rupiah itu dati pada dua keping 50 rupiah. Apabila bernubuta itu adalah berbicara kepada sesama manusia untuk membangun imannya, memberikan nasehat petuah, memberikan penghiburan, maka saya berani berkata bahwa bernubuat itu bukanlah berkhotbah, tidak peduli apa pun dikatakan orang tentang hal ini kepda Anda selama ini. Memang dapat saja terdapat sedikit unsur nubuat dalam suatu khotbah, akan tetapi hal semacam ini hanya dapat diperoleh melalui karunia istimewa dari Tuhan. Kalau bernubuat itu adalah sama dengan berkhotabah, maka Anda tidak perlu lagi melakukan persiapan untuk menyampaikan sebuah khotbah. Akan tetapi kenyataannya Anda harus belajar bagaimanan cara berkhotbah yangbaik. Paulus berkata kita harus belajar agar dapat memperlihatkan diri kita berkenan pada Tuhan. Amin! Anda tidak perlu belajar untuk berbicara dengan bahasa roh dan memberikan tafsirannya. Juga tidak perlu dipelajari bagaimanan harus bernubuat. Sebab semuanya itu datangnya melalui ilham yang diberikan oelah Roh Kudus. Tentu saja, apabila seseorang itu sedang berkhotbah di bawah ilham darii Roh Kudus, sehingga ia tiba-tiba mengatakan hal-hal yang ia sendiri tidak memikirkannya sebelumnya,maka hal ini benar, sebab ini dapat kita sebut wahyu atau ilham adikodrati, yang merupakan salah satu unsur daripada nubuat. Bernubuat itu pada hakekatnya adalah mengucapkan ilham adikodrati dalam bentuk bahasa yang dapat dimengerti orang. Dengan kata lain, sama saja dengan bahsa roh berikut tafsirannya. Tafsiran adalah ucapan ilham adikodrati dalam bahsa yang dipahami orang, yang menyataka apa yang dikemukakan oleh isi pernyataan itu dalam bahsa roh. Bahasa roh adalah pengucapan adikodrati dalam bahsa lain yanga tidak dipahami orang.

Ketiga, apabila kita menggunakannya sesuai dengan yang telah digariskan oleh Alkitab, maka berbicara dengan bahasa roh dengan tafsirannya akan meyakinkan orang yang tidak percaya mengenai kenyataan hadirnya Tuhan, sehingga seringkali menggiring dia datang kepada Tuhn untuk bertobat dan beroleh keselamatan. Saya sudah seringkali menyaksikan ejadian semacam ini.

Keempat, Yesus berkata, "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-oran yang percya. Mereka akan mengusir setansetan demi namaKu (yang dapat dilakukan di depan umum, di depan banyak orang atau secara pribadi); mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh, mereka akan berbicara dalam bahsa-bahasa yang baru bagi mereka."Puji Tuhan!

Tentu saja Anda tidak hanya menghendaki diperpanjangnya doa dalam bahsa roh itu pada waktu kebaktian, sebab tanpa penafsiran, para hadirin tidak akan memahami apa yang dkatakan sehingga tidak dapat membangunkan iman mereka. Akan tetpai apabila Anda datang ke depan mimbar, maka tidak menjadi soal apabila Anda memang datang ke hadapan mimbar iut untuk memperoleh kebangunan iman bagi diri Anda, bukan? Apabila kita semua mengangkat tangan kita dan berdoa dalam acara kebaktian biasa, maka tidak ada salahnya kita berdoa dalam bahsa roh. Akan tetapi apabila sidang jemaat telah berhenti berdoa, maka hendaklah caranya menggunakan apa yang kita miliki semaksimum mungkin.

Tentu Anda bertanya sekarang, "Bagaimanakah caranya saya bisa berbicara dalam bahsa roh?" Banyak orang berpendapat bahwa kita tidak perlu menerangkan kepada orang lain bagaimana caranya harus menerima Roh Kudus dan berbicara dalam bahasa roh?" Banyak orang berpendapat bahwa kita tidak perlu menerangkan kepda orang lain bagaimana caranya harus menerima Roh Kudus dan berbicara dalam bahsa roh itu, sebab Roh Kuduslah yang berbicara. Tidak benar. Bukan Roh Kudus yang berbicara. Roh Kudus hanya memberikan pengucapan yang patut dikatakan, sedangkan kata-kata yang dikeluarkan itu harus dilakukan oleh mnausia sendiri. Kita memang agak bingung juga di kalangan lingkungan aliran gereja Injil Sepenuh. Karena kita sepertinya memiliki "bahasa kita sendiri, dan hal ini bisa membingungkan bagi seseorang baru yang ingin menggabungkan diri dalam lingkungan gereja kita. OLeh sebab itu hendaknya kita lebih berhati-hati dalam emnjelaskan kepda seseorang tentang bagaimana caranya menerima Roh Kudus.

Pada suatu hari saya berhenti di sebuah toko obat serba ada untuk istirahat dan makan. Saya memesan sebuah sanwich dengan keju pimento dan malt vanili (es krim vanili yang dicairkan dengan susu bubuk beragi). Pelayan wanita memerintahkan kepada juru masak, "Palm Beach dan sebuah Van Duz."

Saya berpikir sebentar; saya tidak memesan makanan itu. Tetapi baiklah saya tunggu saja apa yang akan saya terima nanti. Apabila makanan yang disuguhkan itu tidak sesuai dengan pesanan saya, maka saya tidak mau menerimanya. Akan tetapi tak berapa lama pelayan itu pun muncul dengan membawa sandwich dengan keju pimeto dan malt vanili. Anda lihat, bahwa mereka mempunyai bahsanya sendiri, meskipun saya tidak mengerti apa yang dikatakan gadis pelayan itu. Kadang-kadang kita pun menghadapi hal yang demikian. Kita memiliki bahsa kita sendiri di lingkungan gereja kita. Mungkin kita mengerti apa yang dimaksudkan, mungkin juga tidak. Yang pasti kita akan membingungkan orang lain. Daripada membentuk bahsa kita sendiri di lingkungan gereja kita, saya rasa adalah lebih baik apabila kita kembali saja kepada ketentuan Alkitab dan berkata-kata dengan apa yang dinyatakan dalam Alkitab. Amin!
 
Nah, saya tahu bahwa sudah sering kali mendengar orang berucap, "Biarkan saja Roh Kudus yangberkata-kata." Akan tetapi Roh Kudus tidak melakukan pekerjaan berbicara itu. Andala yang harus melakukannya. Roh Kudus hanya memberikn pengucapan itu kepada Anda, dan Andalah yang harus mengatakannya.

Pada suatu malam saya menyelenggarakan suatu pertemuan kebaktian dalam sebuah gereja yang besar, dan setelah selesai upacara kebaktian, maka saya dan isteri saya, bersama dnegan pendeta setempat dengan isterinya, pergi makan sandwich di kedai makan. Isteri pendeta setempat itu nyeletuk, "Saudara Hagin, saya tidak setuju dengan Anda." Saya katakan kepadanya bahwa saya senantiasa bersifat terbuka dan terus terang terhadap sapa saja. Terutama terhadap siapa yang bersedia membantu saya dalam soal Alkitab dan Firman Tuhan (Seseorang yang mengajar hendaknyamempunyai sifat yang terbuka serta semangat yang mau menerima pelajaran,s ebab bila tidak,lebih baik mereka itu jangan mengajar. Yang saya maksudkan ialah sikap terbuka terhadap Firman Tuhan, tetapibukan terhadap pendapat seseorang. Sebab kita harus mengajarkan Firman Tuhan, bukan pendapat perorangan atau keyakinan seseorang. Saya tidak punya waktu bagi orang-orang yang menganggap apa pun. Saya tidak mengetahui segala-galanya dan tidak mengetahui sebagian dan kita bernubuat sebagian." Oleh sebab itu saya berterima kasih kepada Tuhan untuk "sebagian" pengetahuan yang saya miliki itu)

Saya bertanya kepada istri pendeta itu, "Apakah yang Anda tidak setuju dengan saya?"
Ia menjawab, "Saya tidak sepakat dengan Anda yang mengatakan bahwa Roh Kudus tidak berbicara dalam bahsa roh."
"Memang benar begitu. Saya harus berbeda pendapat dengan Anda, oleh karena demikianlah dikatakan dalam Firman Tuhan."
Ia berkata, "Saya pun meyakininya seperti halnya dikatakan oleh Alkitab."
Saya bertanya kepadanya bagaimanakah bunyi ayat dalam Alkitab itu. Ia menjawab, "Alkitab mengatakan bahwa apabila Ia telah datang, maka Ia pun akan berkata-kata bagi diriNya sendiri."
Saya menjawab, "Saya akan percaya hal itu juga apabila hal itu tercantum dalam Alkitab."
"Saudara Hagin, saya seorang pendeta yang sudah ditahbiskan dan saya tahu betul apa yang dikatakan oelh Alkitab."
"Saya pun adalah seorang pendeta yang sudah ditahbiskan, tetapi segala sesuatu yang saya ucapkan selama bertahun-tahun itu tidaklah selamanya demikian."
Ia menjawab, "Saya telah mengajarkan hal itu selama 25 tahun dari atas mimbar."
Saya menandaskan kepadanya, "Kalu begitu Anda telah mengajrkan selama 25 tahun sesuatu yang bukan demikian maksudnya."
Ia menambahkan lagi, "Saya telah mendengar hal itu di khotbahkan dan dikutip dalam ruang kebaktian selama 25 tahun lamanya."

"Sekalipun demikian hal itu tidak akan merubah kebenaran yang sejati, sebab memang ada banyak hal yang diajarkan orang dan dikutip, tetapi bukanlah demikian maksud yang sebenarnya. "Lalu saya bertanya kepadanya untuk memperlihatkan kepadaku ayat manakah yang tertera dalam Alkitab yang berbunyi demikian. Ia katakan, bahwa ia harus mencarinya terlebih dahulu serta Alkitabnya itu. Saya bertanya kepadanya berapa lama waktu yang diperlukannya utnuk dapat menemukan ayat itu? Dan ia menjawab bahwa tidak akan memakan waktu lebih dari sepuluh menit.

Saya katakan kepadanya agar ia menelepon saya saja apabila ia sudah menemukan ayat itu, oleh karena kami menginap di sebuah hotel di kota itu. Ia setuju, Tahukah Anda, bahwa sembilan tahun telah berlalu dan dia belum juga menelepon saya tentang hal itu. Mengapa? Oleh karena tidak ada sebuah ayat oun di dalam Alkitab yang mengatakan, "Apabila ia datang, ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya, ia akan mengambil hal-hal yang berasal dari padaku dan memperlihatkan kepadamu." Ini adalah ucapan Yesus.

Jadi, jelaslah bahwa Roh Kudus itu tidak berbicara. Manusialah yang berkata-kata, akan tetapi Roh Kuduslah yang mengarahkan ucap katanya itu. Kisah Rasul 2:4 berkata, "Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahsa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya." Mereka mulai berbicara dalam bahsa-bahasa lain tatkala Roh Kudus memberikan pengucapan untuk mereka mengatakannya. Roh Kudus yang memberikan pengucapannya tetapi manusialah yang melakukan ucapan berbentuk kata-kata. Terjemahan versi Weymouth berbunyi: "Mereka mulai berkata-kata tatkala Roh Kudus memberikan kata-kata kepada mereka untuk diucapkan." Terjemahan lainnya lagi berbunyi: "Mereka mulai berkata-kata dalam bahasa lainketika Roh Kudus menyebabkanmereka untuk berkata-kata." Mereka, yakni orang-orang percaya itulah yang melakukan hal itu, sedangkan Roh Kudus hanya memberikanya kepada mereka.

Berbicara dengan bahasa roh hanyalah didasarkan atas tindakan kehendak manusia. Kenyataannya bahwa Anda berbicara itu bukanlah sesuatu yang bersifat adikodrati. Yang adikodrati adalah apa yang dikatakan dalam ucapan itu dan dari mana asalnya ucapan kata-kata itu sebenarnya. Perhatikanlah apa yang dikatakan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 14:14,15 "...Sebab jika aku berdoa dengan bahsa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi akau akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku."

Apabila saya bertanya, "Dapatkah Anda tinggal dan berdoa di depan mimbar?" lalu Anda menjawab, "Sya akan tinggal dan saya akan berdoa," maka ini berarti bahwa Anda berdoa dengan akal budi Anda, oleh karena Anda berkata "Saya mau!"

Orang percaya yang telah dipenuhi Roh Kudus dapat juga menjawab, "Saya akan berdoa dengan bantuan Roh Kudus." Kehendak Anda pun masuk berpadu dengan keputusan untuk berdoa bersama dengan Roh Kudus, sama dengan kehendak Anda pada saat Anda menyatakan diri berdoa dengan akal budi Anda. Ini sesuai dengan Alkitab.

Rasul Paulus berkata, "Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahaa roh." Rasul Paulus tidak mengatakan Roh Kudus berbicara lewat dirinya. Anda tidak akan pernah menemukan ayat yang semacam ini dalam Alkitab. Rasul Paulus berkata,"aku berkata-kata dengan bahasa roh."

Sering kali orang berkata, "Nah, memang sesungguhnya sayalah yang berbicara dengan bahasa roh." Memang demikianlah yangs ebenarnya. Memang Andalah yang berkata-kata bukan saya, apabila Andalah yang berkata-kata. Memang Andalah yang berkata-kata dalam bahsa roh pada saat Roh Kudus memberikan pengucapannya bagi Anda untuk mengatakannya.

Sebagian orang lain berpendapat, "Saya tidak mau ada dalam "keadaan kedagingan" apabila saya menerima Roh Kudus." Bagaimanapun juga Anda harus tetap berada dalam keadaan daging apabila Anda menerima Roh Kudus, sebab Petrus berkata pada hari Pentakosta, "Tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel: Akan terjadi pada hari-hari terakhir, demikianlah firman Allah,-- bahwa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi." (Kisah Rasul 2:16,17) Roh Kudus dituangkan ke atas diri laki-laki dan perempuan dalam wujud jasmani manusia, tetapi yang menyembah Tuhan dalam roh. Puji Tuhan!

Pada saat ini Saudara Hagin berkata-kata dalam bahsa roh.
Yang berikut inilah tafsiran yang diberikannya:
"Bukalah telingamu biarlah engkau mendengar, demikianlah firman Tuhan, juga pikiranmu, hatimu, dan rohmu dalam sikap siap menerima FirmanKu, karena masuknya firman Tuhan ke dalam dirimu akan membawa Terang bagimu. Dan hendaklah engkau berjalan dalam terang firman Allah, maka hasrat, rasa lapar, dan rasa haus dari rohmu pasti akan dipuaskan. Dan engkau akan menerima kepenuhan Roh Kudus dan kehidupanmu akan diperkaya karenanya."

Pengucapan bahasa roh yang lainnya lagi:

"Janganlah ada seorangpun yang berkata, "Saya tidak tahu, saya tidak dapat mengerti" karena sesungguhnya firmanKu, demikianlah firman Tuhan, telah diberikan kepadamu dan bagimu tidak ada alasan apapun sebagai dalih untuk kau tidak berjalan dalam terang. Karena ada tertulis, " Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Ia ada si dalam Terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain dan darah Yesus, AnaknYa utu, menyucikan kita dari pada segala dosa."

"Maka jelaslah bahwa engkau dapat berjalan dalam terang, bahkan Terang yang penuh oleh Roh Kudus, dan engkau akan menikamati suatu pengembangan yang luas dalam kehidupan rohanimu dan engkau akan menikmati kepenuhan dari apa yang menjadi hak milukmu sedangkan tidak ada orang lain yang perlu mengajarkannya kepadamu. Karena engkau akan mengetahui sendiri kenyataan tentang bermukimnya kuasa Roh yang ada di dalammu."

Suatu pengucapan bahasa roh yang lain lagi dengan penafsirannya:

"Karena tidak ada dalih bagimu, wahai kaum pria, karena bagimu tiada dalih, wahai kaum wanita, yang berkata: "Saya tidak dapat mengerti segalanya ini dan saya tidak tahu." Engkau telah berpendapat dalam hatimu bahwa apa yang tidak saya ketahui itu akan beroleh pengampunan atasnya. Akan tetapi kepadmu tidak akan di beri maaf, demikianlah firman Tuhan serta semesta alam, karena firmanKu itu tidaklah diberikan kepda sau orang di sini dan satu orang di sana, akan tetapi firmanKu itu diberikan bagi semua umat manusia. Maka Aku mengharapkan semua orang percaya agar mereka menanggapi Terang itu. Dengan berbuat demikian maka kehidupanmu akan diperkaya. Kehidupan kelurgamu akan diperkaya. Kehidupan orang-orang disekitarmu dan di kalanganmu akan diperkaya. Dan engkau akan menikmati apa yang telah lama kau dambakan dan kau hasrati selama ini. Akna tetapi penolakan untuk berjalan dalam Terang FirmanKu, hal itu hanya akan mendatangkan kutukan terhadap kehidupanmu, dan kehidupan keluargamu, serta kehidupan orang-orang yang berada di sekitarmu serta mereka yang berada di lingkunganmu.Semuanya bukanlah akan menerima berkat melainkan beroleh kutukan. Engkau bisa menjadi berkat bagi orang lain akan tetapi kau pun dapat menjadi kutuk bagi orang lain. Berjalanlah pada jalan yang Terang, maka engkau akan berbahagia, dan suka cita serta kobaran semangat pengalaman kuasa Tuhan akan mengalir ke atas diri orag lain dan mendatangkan berkat juga bagi mereka."
 
PASAL III
TATA CARA MENURUT ALKITAB UNTUK MENERIMA ROH KUDUS​


"Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." (Lukas 24:49)

Saya ingin menyatakan dari awal tentang penyampaian pesan ini bahwa saya yakin akan sikap menanti. Saya sungguh-sungguh percaya akan sikap menantikan Tuhan. Perkataan yang digunakan dalam ayat ini adalah "tinggal" berarti menanti. Dan Alkitab mengajarkan kepda kita agar kita tetap menantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru. Bukan karena kita dipenuhi oleh Roh Kudus maka kita tidak perlu menantikan Tuhan. Bahkan sebenarnya justru itulah saatnya untuk mulai menantikan Tuhan,-- setelah ia dipenuhi oleh Roh Kudus. Sementara Anda mennatikan Tuhan, maka Roh Tuhan dapat mengajar Anda, menerangi hati Anda, dan memberikan bimbingan kepada Anda dalam segala kebenaran.

Saya bukan saja percaya akan hal itu, tetapi saya juga mempraktekkan apa yang saya ajarkan. Tidak akan ada gunanya mengetahui sesuatu hal sampai Anda sendiri sekurang-kurangnya menjalankannya dalam praktek. Saya berusaha keras untuk berlatih menantikan Tuhan. Di dalam kebaktian yang saya selenggarakan ada waktu-waktu tertentu dimana saya harus menantikan Tuhan selama empat,lima atau enam jam lamanya. Tidak ada satupun di antara kita yang akan samoai ke tempat dimana kita tidak perlu menantikan Tuhan.

Apabila kita berbicara soal dipenuhi dengan Roh Kudus, dan saya menyaksikan anggota-anggota kita yang menanti, berdoa, menangis dan mengerang-negerang, maka hati saya terasa pecah, karena saya mengetahui mereka tidak perlu sebenarnya melakukan hal-hal semacam itu. Tetapi mungkin orang bertanya, "Bukanlah Yesus sendiri menyatakan supaya murid-muridNya tetap tinggal menanti di Yerusalem samapi mereka diperlengkapi oleh kuasa yang brasal dari tempat yang tinggi?"

Memang benar. Itulah yang dikatakan Yesus. Tetapi camkanlah baik-baik bahwa Yesus mengucapkan hal itu kepada murid-muridNya sebelum hari Pentakosta. Kalau hal ini merupakan pola Tuhan dalam perumusan secara umum, maka kita harus menganjurkan kepada semua orang secara perorangan untuk pergi ke Yerusalem dan menerima Roh Kudus di sana.

Sejumlah seratus dua puluh orang yang menunggu di Ruang Atas bbukanlah sekadar tinggal atau menantikan ketuangan Roh Kudus. Mereka sedang menunggu tibanya Hari Pentakosta. Setelah berlalunya Hari Pentakosta tidak terdapat contoh peristiwa lain lagi di dalam kitab Kisah Rasul dimana orang-orang menunggu-nunggu atas datangnya Roh Kudus.

Delapan tahun setelah berlangsungnya Hari Pentakosta yang bersejarah itu, Filipus pergi mengunjungi tanah Samaria (Kisah Rasul 8). Sebagai akibat dari pemberitaan Injilnya, maka orang-orang di sana pun diselamatkan dan dibaptiskan dengan air. Lalu Petrus da Yohanes menumpangkan tangan atas orang-orang Samaria ini. "Lalu mereka pun menerima Roh Kudus" (ayat 17). Tanpa adanya ratap tangis, tanpa perlu menati-nantikan lama, tanpa mengalami rasa kekecewaan, tanpa adanya perkcualian, mereka semua dipenuhi oleh Roh Kudus.

Sepuluh tahun sesuadah Hari Pentakosta itu, tertera dalam Kisah Rasul pasal 10, Petrus pergi ke Caesarea untuk mengunjungi isi rumah Kornelius. Petrus mulai berkata-kata kepada mereka. Ingatlah bahwa "iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus." "Ketika Petrus berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu." (ayat 44), karena "mereka mendengar orag-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah." (ayat 46). Kornelius beserta seluruh isi rumahnya, tanpa berdoa, tanpa menati lama, tanpa perkecualian telah dipenuhi oleh Roh Kudus.

Alkitabmenjelaskan kepada kita bahwa dua puluh tahun sesudah Hari Pentakosta (Kisah Rasul 19) Rasul Paulus melewati Efesus dan menentukan sejumlah orang-orang Kristen yang belum pernah mendengar "bahwa ada Roh Kudus." Rasul Paulus lalu menumpangkan tangan ke atas diri mereka, maka "Turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahsa roh dan bernubuat." Dan tahu ada berapa kaum wanita anak-anak yang terdapat di sanan. Yang penting ialah saya ingin Anda camkan hal ini: tanpa menanti lama-lama, tanpa berdoa dengan susah payah, tanpa menyanyi, setiap orang di antara mereka itu dipenuhi oleh Roh Kudus.

Rasul Paulus, rasul yang agung itu, menerima Roh Kudus tatkala Ananiasa menumpangkan tangan atas dirinya. (Kisah Rasul 9:17). Meskipun tidak disebutkan dalam pasal itu bahwa ia berbicara dalam bahsa roh. Karena Rasul Paulus menyatakannya kemudian dalam 1 Korintus 14:18, "Akumengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih daripada kamu semua."

Di dalam setiap contoh dalam Alkitab apabila terdapat sehimpunan orang-orang yang menginginkan turunnya Roh Kudus, dan tidak ada seorangpun pulang dengan rasa kecewa. Apabila kita mengajarkan kepada anggota-anggota jemaat kita pada zaman sekarang ini hal yang sama, maka ,mereka pun akan menerima Roh Kudus secara langsung pula. Tuhan tidak mengenal metoda yang mengharuskan kita datang, mencari Dia dan jika tidak menemukan Dia, lalu kita harus pulang dengan tanpa hampa.

Anggota-anggota kita sekarang ini peka dalam menanggapi hal ini, sehingga mereka percaya apa yang kita katakan kepada mereka. Memang sudah sepantasnyalah demikian, namun kita hrauslah berhati-hati utnuk tetap berjalan atas jalur rel Alkitab. Saya menimbang dengan cermat dan dengan tulus ucapan-ucapan saya. Soalnya kalau sudah menyangkut hal penerimaan Roh Kudus, maka banyak orang telah bersikap kurang tegas dan jelas dalam memberikan petunjuk kepda orang-orang.

Beberapa waktu yang silam saya berkunjung ke suatu kota dan menginap di rumah pendeta dalam rangka menyelenggarakan suatu kebaktian. Rumah itu adalah sebuah rumah tua yang belum lama berselang diperlengkapi dengan kawat jaringan listrik. Ruangan kamar saya tidakmempunyai tombol listrik. Pada suatu malam selesai kami menikmati makanan kecil pada tengah malam itu pendeta tuan rumah secara tidak sengaja menekan tombol mematikan listrik itu karena ia sudah akan istirahat, tidur. Tentu saja hal ini mengakibatkan saya berdiri di sanan dan keadaan gelap gulita sementara saya meraba-raba untuk dapat masuk ke dalam kamarku. Saya tahu bahwa ada tali yang mengeglantung di tengah-tengah ruangan kamar saya, entah dimana letaknya. Saya ingin sekali menemukannya dan menariknya agar kamarku mendapat penerangan. Saya berjalan sambil meraba-raba itu maka tulang kering kaki saya pun menabrak meja rias. Lalu saya pun mencoba-coba datang dari sudut lainnya dan melangkah memasuki pintu yang ada di sisi lain ruangan kamar saya. Berikutnya saya membentur tiang pintu itu dan jatuh terbentur pada tiang ranjang itu, sebab saya tahu benar bahwa kira-kira tiga kaki jauhnya dari situ terdapat tali untuk untuk menyalakan lampu listrik itu. Saya berjalan melangkah keliling berulang kali, sambil meraba-raba barulah saya menyentuh tali listrik itu dengan sisi tanganku. Saya menarik tali itu, maka terang benderanglah kamar itu.

Itulah sebenarnya keadaan yang telah kita lakukan. Dalam usaha kita membantu orang-orang lain supaya beroleh kesembuhan atau beroleh kepenuhan Roh Kudus, maka kita menceritakan kepada mereka bahwa ada tali entah di manan letaknya secara tepat, dan apabila mereka telah merasakannya, menyentuhnya, dan menariknya, maka mereka telah menemukannya. Ini benar-benar terjadi. Syukurlah sejumlah orang itu telah berhasil menemukannya, walaupun bukan karena kita. Sungguh merupakan suatu keajaiban yangs angat menakjubkan walaupun tidak kita bimbing secara tepat kita dapat melihat sekian banyaknya orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus.

Seorang pendeta Baptis di negara bagian Texas ingin sekali menerima Roh Kudus. Beberapa orang mengajarkan kepadanya untuk berteriak-teriak, Glori, Glori!"
 
Yang lainnya lagi berkata, "Ucapkanlah kata-kata itu lebih cepat!" Lama-lama ia menjadi jengkel oleh karena ia tidak bisa menemukan anjuran yang semacam itu di mana pun dalam Alkitab. Ketika ia menyaksikan apa yang kami ajarkan sesuai dengan Firman Tuhan, maka ia pun berbicara dengan bahasa roh. Ia membawa serta seorang reka pendeta pula, dan pendeta rekannya itupun dipenuhi oleh Roh Kudus. Yang berikutnya seoarang pendeta Metodis menyusul menerima Roh Kudus. Maka kebangunan rohani pun terjadi! Inilah gaya yang kita temukan seperti dalam Kisah Rasul! Pendeta itu kembali ke gerejanya sendiri, mengadakn kebangunan rohani selama dua minggu lamanya, dan anggota-anggota jemaatnya menerima Roh Kudus.

Yesus berkata, "Barang siapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum!" Itu bukanlah berarti setelah Anda dipenuhi Roh Kudus maka Anda tidak akan merasa haus lagi. Dalam keadaan wajar secara alamiah kita pun menjadi lapar dan haus setiap hari, demikian pula halnya di alam dunia kerohanian. Saya memakan apa yang saya ajarkan kepada Anda sekalian. Bagaimanakah pendapat Anda apabila seorang juru masak yang tidak mau makan masakannya sendiri? "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Firman Tuhan tidak akan memuaskan rasa haus Anda, tetapi Roh Kudus sanggup melakukannya. "Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Yesus tidak pernah mengatakan, "Biarlah mereka datang kepadaKu dan berteriak-teriak!" Ia juga tidak berkata, "Biarlah mereka datang dan berdoa!" atau "Biarlah mereka datang dan berdaya upaya keras sampai keringat mengalir, memuji-muji, berusaha keras samai badan letih-lesu," kemudian pulang dengan tangan hampa penuh kecewa. Tuhan hanya berkata, "Biarlah mereka datang dan minum." Kita dapat minum setiap hari dan tetap dipenuhi Roh Kudus.

Rasul Paulus berkata dalam 1 Korintus 14:15, "Aku akan berdoa dengan rohku...aku akan menyanyi dan emmuji dengan rohku!" Setiap orang percaya yang dipenuhi oleh Roh Kudus hendaknya berbuat demikian setiap harinya dalam kehidupan doa pribadinya. Kalau kita tidak melakukan hal ini, maka kita pun tidak mungkin bisa penuh dengan Roh Kudus. Apabila setiap orang melakukan hal itu, maka apabila kita pergi ke gereja dan menghadiri kebaktian, maka suasannya akan menjadi hidup.

Berapa lamakah waktu yang Anda perlukan untuk minum? Berapa lamakah waktu yang Anda perlukan untuk berdoa sebelum Anda bisa minum? Berapa lamakah waktu yang Anda perlukan untuk menyanyi sebelum Anda bisa minum? Kalu Anda dapt minum air, maka Anda pun dapat menerima Roh Kudus sekarang juga. Ya, secara langsung, dengan segera. Sekarang juga!

Ada sejumlah pendeta yang malang, yang beraksi dan mengajar selama 45 menit mengenai Roh Kudus, dan menyatakan bahwa Roh Kudus itu hadir di sini. Akan tetapi setelah ia berhasil mengerahkan orang-orang datang tampil ke depan mimbar, mereka berkata, " Ia tidak berada di sini. Ya Tuhan, kirimlah RohMu kepada kami. Kirimlah sekarang juga!"

Mungkin Anda berkata, "Saudara Hagin, tidak perlu menyanyikan lagu semacam itu lagi?"

Anda benar. Tidak perlu lagi menyanyikan lagu semacam itu. Sebab Roh Kudus sudah ada di sini. Roh Kudus itu bukanlah suatu pahala! Ia merupakan satu karunia!

Seorang pendeta pernah berkata, "Apa yang Anda kemukakan itu memang berdasarkan Alkitab, akan tetapi sukar sekali bagi sejumlah orang yang sudah tua seperti kami. Saya telah berada pada jalur ini terlalu lama sehingga sukar sekali bagi saya untuk berubah. Saya sadari bahwa saya keliru. Saya mengajarkan bahwa Roh Kudus ini merupakan pahala. Kalau Roh Kudus itu merupakan suatu karunia atau pemberian dari Tuhan, maka ia bukanlah merupakan suatu pahala, dan ia harus diterima berdasarkan iman."

Seorang bertanya, "Bukanlah Anda sepakat denganku, bahwa seseorang itu patut meluruskan jalan hidupnya terlebih dahulu sebelum ia menerima kepenuhan Roh Kudus?" Syukurlah kepada Tuhan, apabila ia telah diselamatkan,-- mengalami lahir baru,-- maka kehidupannya menjadi lurus dan baik sebagaimana patutnya.

Seorang yang lain berkata, "Tunggu dulu. Saya harus kembalikan dulu babi yang pernah saya curi, sebelum saya menerima Roh Kudus."

Saya menjawab, "Saya harus melakukan itu untuk mendapat keselamatan." Buat apa kita mengemukakan berbagai macam gagasan yang tidak-tidak? Ini adalah suatu kebenaran. Kita tidak dapat membeli Roh Kudus dengan cara melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik, atau kita pun tidak dapat membayar tunai dengan uang untuk memperoleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus itu merupakan satu pemberian. Selain itu, bukankah Alkitab sudah menyatakan kepada kita, bahwa darah Yesus Kristus telah mencuci bersih didri kita dari segala dosa? Apabila seseorang sudah dicuci bersih dirinya dari segala dosa, dan berjalan dalam terang, maka ia sudah siap untuk dipenuhi oleh Roh Kudus sekarang juga!

Kita manusia memang mempunyai macam-macam hasrat untuk mengada-ada mengenai bermacam hal. Seorang wanita berdoa untuk menerima Roh Kudus dalam tahun 1939. Ia berada pada sebelah ujung mimbar, dan Tuhan membaptiskan dia dengan Roh Kudus. Ia pun berbicara dalam bahsa roh. Beberapa waktu kemudian pada malam itu tatkala ia mengangkat tangan sambil memuji Tuhan dalam bahasa Inggris, seorang laki-laki datang mendekati dia dan berkata, "Cabutlah ke luar cincin kawinmu dari jarimu, maka Tuhan akan memenuhi engkau dengan Roh Kudus." (Beginilah cara yang dimaksud sebagai orang dengan istilah meluruskan cara hidup atau membenahi diri).

Saya mengatakkan kepada orang laki-laki itu, "Hai Bung! Anda telah terlambat dengan gagasanmu. Roh Kudus telah keburu memenuhi dia sementara ia mengenakan cincin kawin itu." Puji Tuhan! Sebab Tuhan telah memenuhi orang itu dengan Roh Kudus.

Sejumlah orang lagi nyeletuj, "Saudara Hagin, rasanya Anda membuatnya jadi terlampau gampang." Namun selalu saya menjelaskan kepada mereka bahwa bukan sayalah yang melakukan demikian itu. Bersyukurlah kepada Tuhan, bahwa Tuhanlah yang menetapkan hal itu.

Yang lainnya lagi berkata, "Baiklah. Akan tetapi saya tidak percaya pada cara kilat." Apakah Anda percaya dalam menuntut orang-orang secara kilat kepada keselamatan mereka? Saya yakin Anda percaya akan kemungkinan ini. Sebab kalau mereka tidak diselamatkan hari ini, maka besok mungkin sudah terlambat bagi mereka. "Hari inilah hari keselamatn bagi mereka!"

Apakah yang Anda maksudkan dengan menuntut secara kilat? Ya, yang kami maksudkan ialah menolong mereka supaya dapat dipenuhi oleh Roh Kudus secepat mungkin. Apakah Anda percaya dengan sistem kilat untuk penyembuhan ilahi? Keselamatna itu adalah satu pemberian. Kalu memang semuanya itu adalah satu pemberian, dan dapat diterima melalui iman kita, lalu buat apa kita harus mengatakan kepada calon penerima Roh Kudus itu ia harus menunggu lama-lama?

Seorang pendeta memberikan komentarnya. "Memang ada banyak sekali metode ciptaan baru semacam ini. Sejumlah besar jalan pintas yang mutakhir. Kalau saya tetap memilih cara yang lama saja." Wahai Bung, bukankah cara yang lama itu adalah cara yang tercantum dalam Alkitab? Apakah ada cara yang lebih tuaatau lebih lama daripada cara yang kita kenal dalam zaman Kisah Rasul itu? Bukankah cara Alkitab itulah cara yang paling lama?

Seorang pendeta lagi berkata, "Saya telah selama tiga tahun untuk memperoleh Roh Kudus. Saya sadar bahwa ini mempunyai arti yang lebih dalam bagi saya dibandingkan jika sekiranya saya menerima Roh Kudus itu secara tergesa-gesa."

"Aduhai," saya menjawab kepadanya. :Kasihan benar Rasul Paulus kalau begitu. Saya ingin benar jika sekiranya Rasul Paulus sendiri datang kepada Anda. Saya merasa kasihan pada Rasul Paulus itu. Anda mengatakan bahwa Roh Kudus tidak begitu berarti bagi mereka yang telah menerimanya secara cepat. Tetapi Rasul Paulus telah menerimanya secara cepat. Ananias menumpangkan tangan ke atas dirinya dan ia pun langsung menerima ketuangan Roh Kudus. Apakah benar Roh Kudus itu tidak mengandung arti apa-apa baginya? Sedangkan telah dikerjakan oelh Rasul Paulus ialah menulis sebagian besar dari isi Alkitab Perjanjian Baru; mengabarkan Injil selama tiga puluh delapan tahun, di tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi oleh siapa pun juga. Rasul Paulus telah membuat jauh lebih banyak dari masa tiga puluh delapan tahun daripada sebagian besar aliran gereja yang mengerjakannya dalam tenggang waktu lima ratus tahun. Kalau anda sempat menerapkan gagasan Anda itu terhadap Rasul Paulus, dan Rasul Paulus harus menunggu bertahun-tahun lamanya untuk menerima Roh Kudus, maka mungkin saja Rasul Paulus hanya bisa melayani sebuah sekolah minggu sebanyak dua puluh delapan orang seperti yang Anda kerjakan sekarang ini." (Saya mengucapkan hal ini dengan kasih!)

Apakah Roh Kudus bisa bertahan lama di dalam diri Anda? Entah Anda menerima Roh Kudus itu dengan cara yang cepat atau lamban, atau mendoakannya terlebih dahlu, yang jelas ialah bila Anda tetap berada dalam kepenuhan Roh Kudus, maka itu akan bertahan lama. Banyak di antara Anda sudah pernah menerima dan dipenuhi oleh Roh Kudus lebih dari lima tahun yang silam. Nah, kalau hal itu bisa bertahan sampai lima tahun lamanya. pasti bisa bertahan sampai lima puluh tahun lamanya, bukan?

Lalu saya mendengarkan seseorang berkomentar begini: "Saya teringat benar akan saat-saat yang mulia tatkala saya menantikan Tuhan untuk dipenuhi Roh Kudus." Lalu mengapa Anda telah melepaskan begitu saja saat-saat yang mulia dalam menantikan kepenuhan Roh Kudus itu? Saya selalu mempunyai pengalaman yang up to date. Saya terkenang akan saat-saat yang berharga dalam menantikan Tuhan untuk memenuhi saya dengan Roh KudusNya baru saja tadi malam. Puji Tuhan!

Yang lainnya lagi berucap, "Ternyata lebih banyak orang yang menerima kepenuhan Roh Kudus pada waktu lewat tengah malam." Alkitab tidak pernah menyebutkan saat semacam lewat tengah malam itu. Kalau orang-orang itu dipenuhi Roh Kudus pada waktu lewat tengah malam, maka persoalannya ialah karena mereka tidak percaya sebelum waktu tengah malam.

Roh Kudus adalah satu pemberian! Saudara-saudara, sekarang inilah saatnya bagi Anda untuk menerimanya. Marilah datang sekarang juga dan terimalah Air Roh Kehidupan itu dengan cuma-cuma!
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.