Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.425
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Tuchel merasa dirinya hancur karena dipecat Chelsea.
Manajer Chelsea Thomas Tuchel saat jumpa pers menjelang pertandingan Liga Champions antara Dinamo Zagreb & Chelsea di Stadion Maksimir di Zagreb pada 6 September 2022. (Photo by DENIS LOVROVIC / AFP) (AFP/DENIS LOVROVIC)
Saya merasa hancur bahwa masa bakti saya di Chelsea harus berakhirJakarta (ANTARA) - Thomas Tuchel mengaku hatinya terasa hancur setelah dipecat sebagai manajer Chelsea akibat rangkaian pertandingan awal musim yg mengecewakan.
Pelatih asal Jerman berusia 49 tahun itu dilucuti dari tugasnya Rabu pekan lalu setelah The Blues dijungkalkan Dinamo Zagreb 0-1 dalam pertandingan fase grup Liga Champions.
"Ini adalah salah satu pernyataan saya yg paling sulit yg harus saya tulis yg saya harapkan tak perlu saya lakukan selama sekian lama," tulis Tuchel dalam posting Twitter, Minggu waktu setempat.
This is one of the most difficult statements I have ever had to write - and it is one which I hoped I would not need to do for many years. I am devastated that my time at Chelsea has come to an end. pic.twitter.com/0TTlUOjWDx
— Thomas Tuchel (@TTuchelofficial) September 11, 2022
"Saya merasa hancur bahwa masa bakti saya di Chelsea harus berakhir. Ini adalah klub yg saya anggap rumah, baik secara profesional maupun pribadi," sambung dia.
Sehari setelah memecat Tuchel, Chelsea menunjuk manajer Brighton & Hove Albion Graham Potter sebagai manajer baru mereka.
Baca juga: Chelsea resmi umumkan Graham Potter sebagai pelatih anyar
Tuchel sendiri langsung membawa akibat ketika menggantikan Frank Lampard pada Januari 2021 hingga mengantarkan The Blues menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan Manchester City dalam final.
"Kebanggaan & rasa riang yg saya rasakan saat membawa regu ini menjuarai Liga Champions & Piala Dunia Klub akan tetap abadi tersimpan," mengatakan Tuchel.
"Saya merasa terhormat sudah jadi bagian dari sejarah klub ini & kenangan dalam 19 bulan terakhir akan sering mendapatkan tempat spesial dalam hati saya," pungkas Tuchel dalam akun Twitter-nya.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Tuchel merasa dirinya hancur karena dipecat Chelsea adalah spam, mohon beritahu kami.
Manajer Chelsea Thomas Tuchel saat jumpa pers menjelang pertandingan Liga Champions antara Dinamo Zagreb & Chelsea di Stadion Maksimir di Zagreb pada 6 September 2022. (Photo by DENIS LOVROVIC / AFP) (AFP/DENIS LOVROVIC)
Saya merasa hancur bahwa masa bakti saya di Chelsea harus berakhirJakarta (ANTARA) - Thomas Tuchel mengaku hatinya terasa hancur setelah dipecat sebagai manajer Chelsea akibat rangkaian pertandingan awal musim yg mengecewakan.
Pelatih asal Jerman berusia 49 tahun itu dilucuti dari tugasnya Rabu pekan lalu setelah The Blues dijungkalkan Dinamo Zagreb 0-1 dalam pertandingan fase grup Liga Champions.
"Ini adalah salah satu pernyataan saya yg paling sulit yg harus saya tulis yg saya harapkan tak perlu saya lakukan selama sekian lama," tulis Tuchel dalam posting Twitter, Minggu waktu setempat.
This is one of the most difficult statements I have ever had to write - and it is one which I hoped I would not need to do for many years. I am devastated that my time at Chelsea has come to an end. pic.twitter.com/0TTlUOjWDx
— Thomas Tuchel (@TTuchelofficial) September 11, 2022
"Saya merasa hancur bahwa masa bakti saya di Chelsea harus berakhir. Ini adalah klub yg saya anggap rumah, baik secara profesional maupun pribadi," sambung dia.
Sehari setelah memecat Tuchel, Chelsea menunjuk manajer Brighton & Hove Albion Graham Potter sebagai manajer baru mereka.
Baca juga: Chelsea resmi umumkan Graham Potter sebagai pelatih anyar
Tuchel sendiri langsung membawa akibat ketika menggantikan Frank Lampard pada Januari 2021 hingga mengantarkan The Blues menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan Manchester City dalam final.
"Kebanggaan & rasa riang yg saya rasakan saat membawa regu ini menjuarai Liga Champions & Piala Dunia Klub akan tetap abadi tersimpan," mengatakan Tuchel.
"Saya merasa terhormat sudah jadi bagian dari sejarah klub ini & kenangan dalam 19 bulan terakhir akan sering mendapatkan tempat spesial dalam hati saya," pungkas Tuchel dalam akun Twitter-nya.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Tuchel merasa dirinya hancur karena dipecat Chelsea adalah spam, mohon beritahu kami.