• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tubuh Gemuk? Salahkan Otak Anda

XiaoYanZi

IndoForum Beginner A
No. Urut
144616
Sejak
14 Jul 2011
Pesan
1.118
Nilai reaksi
38
Poin
48
VIVAnews - Keinginan untuk terus-menerus makan makanan berlemak sebenarnya bukan hanya karena rasa lapar. Pemicu utamanya adalah hasrat makan yang begitu besar dan semua bermula pada otak.

Seperti dilansir dari healtmeup.com, penelitian yang dilakukan tim dari University of Cologne, Jerman, menunjukkan keinginan makan makanan berlemak memang dipicu kondisi otak dan level insulin serta leptin dalam tubuh Anda. Dokter Praveen Gupta, ahli saraf dari Rumah Sakit Artemis, India, mengungkapkan hal ini karena hanya dengan melihat makanan, otak akan aktif membangkitkan hasrat makan.

"Hanya karena mengabaikan informasi kesehatan, sangat mudah bagi otak untuk meyakinkan Anda mengonsumsi makanan yang tidak sehat," katanya.

Kondisi otak kita merupakan faktor penting dalam menentukan kebiasaan makan, termasuk seberapa banyak makanan yang dikonsumsi. Pikiran dan perasaan dapat membawa perubahan neurotransmitter dan lingkungan kimia di otak yang mengatur rasa lapar, kenyang dan pencitraan tubuh.

Makan memang kebutuhan biologis, tetapi selain itu kita juga memiliki pertimbangan psikologis ketika memilih dan mengonsumsi makanan. Sikap yang muncul karena dorongan psikologis ini memengaruhi cara kita menafsirkan makanan, termasuk rasa lapar dan kenyang dan bisa menyebabkan gangguan kebiasaan makan.

"Beberapa orang bisa jadi pecandu makanan karena kondisi psikologis. Mereka menjadikan makanan seperti obat penenang, yaitu sangat membutuhkan makanan ketika mengalami tekanan emosi yang kuat," kata Dr. Pulkit Sharma, seorang psikolog klinis.

Hal ini memengaruhi neurotransmitter di otak. Orang bisa cenderung makan berlebihan ketika mengalami kejenuhan atau tekanan. Rasa lapar pun bisa dijadikan pengendalian emosi. Mengurangi asupan makanan dan kelaparan, terkadang menimbulkan perasaan bangga pada oang yang kecanduan makanan.

otakku mulai gak nakal sekarang :D
 
wah kok aq klo jenuh malah males makan...hahahaha
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.