Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Ilustrasi Tsunami 80 Meter
Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) sudah melaksanakan workshop & kunjungan lapangan untuk pengembangan sistem literasi sejarah kebencanaan di Provinsi Maluku pada Rabu (21/10) & Kamis (22/10).
Kunjungan lapangan dilakukan oleh regu literasi untuk menggali informasi sejarah kebencanaan di Provinsi Maluku yg dilakukan di 3 tempat yaitu Perpustakaan Rumphius, Perpustakaan Daerah Provinsi Maluku, & Benteng Amsterdam.
Perpustakaan Rumphius, diambil dari nama seorang ilmuwan, pakar Botani yg selama 50 tahun mengabdikan hidupnya untuk meneliti kekayaan alam Maluku yakni Georg Eberhard Rumphius.
Dalam perpustakaan ini tersimpan sekitar 10.000 literatur sejarah dari buku ensiklopedia tua, peta Indonesia yg masih dibuat dengan bantuan kompas, buku seri internasional & juga buku-buku terkait sejarah kejadian bencana di Maluku.
Dalam salah satu karyanya, Rumphius sudah mengisahkan bahwa Ambon & pulau sekitarnya pernah mengalami bencana tsunami terbesar dalam sejarah perjalanan Nusantara yg terjadi pada 17 Februari 1674. Tsunami dengan ketinggian lebih dari 80 meter tersebut meluluh lantahkkan setidaknya 13 desa berdasarkan Waerachtigh Verhael van der Schierlijke Aerdbevinge (Kisah Nyata tentang Gempa Bumi yg Dahsyat) oleh Rumphius diantaranya Larike, Nusatelo, Orien, Lima, Seyt, Hila, Hitu Lama, Mamala, Thiel, Seram kecil, Oma Honimoha, Nusa Laut, Paso Baguala yg berada di Pulau Ambon & Seram.
Kejadian ini menyebabkan 2.322 orang meninggal dunia. Benteng Amsterdam yg berada di Desa Hila merupakan bukti sejarah dari dahsyatnya bencana tersebut yg menyebabkan bangunannya mengalami kerusakan parah, dari siaran pers yg diterima Sindo Media, Jumat (23/10/2020).
Direktur Sistem Penanggulangan Bencana Udrekh menyampaikan bahwa literasi kebencanaan adalah pengalaman berharga yg jadi landasan ilmu pengetahuan dimasa depan. Udrekh menambahkan bahwa arsip perlu dikumpulkan & disimpan sehingga nantinya jadi perpustakaan yg dapat dipakai bangsa Indonesia & dunia.
Upaya ini harus dikelola dengan baik & didiseminasikan ke seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan pengetahuan kita bersama di masa depan, tegasnya.
Sementara Kepala Bidang Pencegahan & Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Maluku, John M. Hursepuny mengatakan bahwa bagai 2 sisi mata uang, Maluku selain diketahui memiliki potensi sumber daya alam & rempah-rempah yg memikat bangsa asing, provinsi ini juga memiliki berbagai ancaman bencana baik geologi msupun hidrometeorologi.
Ancaman bencana hidrometeorologi sering terjadi, namun akibat bencana yg akbar disebabkan oleh bencana geologi, mengatakan John.
Tercatat beberapa gempa akbar & tsunami pernah terjadi di Maluku ini menyadarkan kita untuk hidup berdampingan dengan risiko bencana yg tinggi.
SUMBER
Hari ini 14:37