Ada cara tepat agar piranti rumah tangga, ketenangan, dan energi Anda tidak habis terkuras.
Baru-baru ini, kami merenovasi rumah, dan kelihatannya kedua putri kami punya cara baru menguji otoritas mereka. Hanya beberapa menit setelah kami pindah ke rumah lagi seusai renovasi, Lucy, 4 tahun, sudah main perosotan di pegangan tangga bergaya awal tahun 1900-an, sementara Olivia, 9 tahun, langsung menuju ruang tamu yang masih kinclong sambil membawa sekantong cracker dan remah-remahnya pun langsung berjatuhan selagi ia berjalan.
Melihat ulah mereka, saya langsung terpana, wah, harus ada beberapa aturan baru, nih. Tapi, larangan seperti apa yang bisa diterima oleh semuanya?
Haruskah main perosotan di pegangan tangga dilarang? Atau, ada gunanya nggak ya, melarang sesuatu yang sangat menggoda untuk dilakukan?
Bagaimana dengan larangan makan di ruang keluarga? Konyolkah kalau menganggap aktivitas menonton TV tidak boleh digabung dengan ngemil?
Dan apakah saya dan suami, harus mematuhi aturan yang sama seperti yang kami terapkan pada anak-anak?
Mengingat proses pembentukan peradaban memang tidak selalu berjalan mulus, berikut ini beberapa cara—bila memang Anda perlukan—untuk menerapkan peraturan di rumah.