Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bakal ane bahas terakhir, biar pada baca sampe beres
Quote:
Serial drama Korea Netflix Squid Gameyang viral ga lama sejak perilisannya ini memancing orang-orang dari seluruh dunia untuk menonton. Mulut ke mulut, lewat sosmed belum lagi melalui bocah2 komplek yg pada mainin gamesnya tiap hari jadi sarana mempopulerkannya. Hal ini dinilai mengejutkan karena dramanya tidak menampilkan banyak aktor yg kebanyakan orang kenal & terasa berbeda dibandingkan cerita survival-dystopian setipe seperti The Hunger Games, Battle Royale, Maze Runner hingga Alice in Borderline yg terkenal lebih dulu.
Agan bahkan pasti sudah baca thread IFers lain yg menunjukkan serial/film dengan tema serupa Squid Gamedi sini soalnya emang banyak yg setipe. Setipe sih perkara lain, Squid Game kini dihadapkan dengan tuduhan plagiarisme karena kemiripan (pake banget)-nya dengan beberapa karya yg lebih tua. Menggiring opini atau bukan terserah Gan-Agan menilai, subyektif tentang ginian mah. Yang jelas udah TS peringatkan di judul, awas ketrigger
1. As The Gods Will
Sejak Squid Gamerilis 17 September, seperti yg Gan-Agan tau, banyak pemirsa sudah memperhatikan dugaan kesamaan antara plot dari serial Korea & film Jepang ini, dengan mencatat bahwa keduanya melibatkan pertandingan survival death mengpakai permainan anak-anak. Perbedaan kedua drama ini di antaranya :
Quote:
1. Alasan Mengapa Mereka Bermain
Karakter Squid Game adalah orang-orang dewasa berhutang akbar yg diberi kesempatan untuk keluar dari keputusasaan ekonomi mereka dengan memenangkan 6 permainan. Sementara itu, As the Gods Will menampilkan para remaja yg mencoba bertahan dari permainan yg diatur oleh para dewa.
2. Kekuatan di Balik Permainan
Squid Game ditukangi sekelompok twisted billionaire, sedangkan As the Gods Will diatur para dewa.
3. Jenis Permainannya Beda
Ini sih jelas. Kalo diadaptasi di Indonesia mungkin gamesnya jadi congklak, petak umpet, gagarudaan, dll haha.
Melalui Twitter-nyaseorang pemirsa menunjukkan kesamaan dengan memposting kompilasi screenshot antar adegan spesifik & menuduh Squid Game sebagai rip-offdari film Jepang ini.
Hmm bak pinang dibelah kapak Naga Geni, alias sableng, mirip banget!
Hwang Dongyuk sang creator-penulis naskah sekaligus sutradara Squid Game kemudianmenampik klaim ini dengan mengatakan "Saya mengerjakannya terlebih dahulu."
Quote:
Dalam konferensi pers yg dikutip media Inggris metro.ukHwang menuturkan,
Saya mulai merencanakan [Squid Game] pada tahun 2008 & mulai menulis skripnya pada tahun 2009. Kesamaan yg ditunjukkan (permainan pertama, karena permainan selanjutnya berbeda) adalah murni kebetulan & tidak ada penyalinan dari salah satu pihak. Saya tidak harap mengklaim kepemilikan dari cerita tetapi kalau harus mengatakannya, saya akan mengatakan bahwa saya mengerjakannya sebelum As The Gods Will.
Pernyataan ini memancing kritik netizen yg menyayangkan sikap Donghyuk kepada skandal tersebut & bagaimana dia tidak dapat memaparkan dengan tepat mengapa begitu banyak adegan yg dia ambil sangat mirip dengan As The Gods Will. Dilansir Today Online, media terbesar Singapore, seorang netizen berkomentar:
Quote:
Memiliki beberapa adegan yg tumpang tindih menunjukkan bahwa dia dengan sengaja memotretnya dengan cara yg sama. Menyalin sinematografi acara lain dengan terlalu jelas.
Iya juga sih. Udah tau syuting belakangan, kenapa pas shoot permainan perdana ga diseusaikan ulang? Dibikin beda dikit kan dapat, biar ga mancing kontroversi. TErus dia juga ga tegas klaim cerita, jadi tanda tanya kan? Mungkin itu kenapa ditemukan keanehan & plot hole dalam Squid game kayak yg dibahas di thread ini
2. The Running Man
Oke lah, soal As the God Will dan yangbaru-baru seperti yg dibahas di thread ini Hwang dapat berkilah dengan dalih idenya udah sejak 2008. Lalu bagimana dengan yg jadul ini?
Bukan variety show kocak Yoo Jae Suk & kawan-kawan
Ingin evaluasi objektif publik & media, lepas dari bayang-bayang 'penulis horor' & terkendala aturan penerbit Amerika yg membatasi maksimal 3 jumlah buku setahun yg rilis oleh seorang penulis, Stephen King yg di 1982 saja udah nerbitin 5 buku (edaan) nulis pake nama pena Richard Bachman
Quote:
Kalau Agan mau melangkah lebih jauh ke masa lalu, zaman belom ada internet jadi masih susah tiru-meniru, dikutip Sketching Detailsyang sudah selama 17 tahun mereview berbagai karya bergenre sci-fi, dystopian, fantasy & horror ada novel Stephen King-The Running Man yg rilis 1982,difilmkan tahun 1987 & dibintangi Arnold Schwarzenegerbahkan juga dibikin video gamenya tahun 1989. Satu-satunya hal yg berbeda pada Squid Game menurut Sketching Details adalah ketidakhadiran penonton. Tidak ada yg tahu game ini ada kecuali penyelenggara, pemain & orang-orang yg menjalankannya (para kostum merah).
Khas film sci-fi taun segitu, futuristik maksa dengan seragam lebay. Ceritanya tahun 2025. Waa bentar lagi ya
TS sendiri sudah baca bukunya (versi e-book, ga rilis buku fisiknya di mari)dan nonton filmnya di taun 2018. Bisa dibilang adaptasinya jauh dari novel (buluk filmnya haha. Masi ada review singkat ane di highlight IG Story TS, 137 weeks ago.) Kala itu, sebelum Squid Game ada,TS malah teringat sama John Wick, soalnya Ben Richards sang pemeran utama di sini ga cuma diburu sesama partisipan game tetapi juga para agen & masyarakat umum, dinyatakan sebagai 'musuh negara' kayak orang DPO. Dia juga boleh melarikan diri kemana-mana, tetapi pake pelacak & ada syarat harus ngupload video rekaman buat report tiap beberapa jam sekali. Creator John Wick, Derek Kolstademang bilang tabiat John Wick terinspirasi dari Stephen King.
Berikut beberapa 'kemiripan' the Running Man sama Squid Game :
Quote:
1. Motif Bermain Sama
Sama-sama dilakukan peserta secara sukarela DEMI UANG. Yang nonton sama-sama taruhan bedanya di Squid Game bertaruh siapa yg terus lanjut, di Running Man nebak siapa yg mati berikutnya.
Orang kaya & Host (MC) jahanaam
2. Penokohan Peran Utama & Keluarganya Mirip Banget
Terhimpit ekonomi sejak di-PHK, butuh uang untuk membiayai anggota keluarga yg sakit parah, serta beberapa tahun ga dapat memenuhi kewajiban sebagai suami & ayah, do these facts ring a bell for You? Song Gi Hun banget kan? Bedanya yg sakit di Running Man anaknya bukan ibunya.
3. Aturan Game Sama
Semakin lama mereka bertahan, duitnya makin gede. Sesama peserta saling menolong dalam menghadarpi permainan, tetapi akhirnya cuma 1 pemenang,
4. Mengpakai Aspek Video Game
Jumlah pemain yg sedang bermain sering ditampilkan di papan skor akbar (dapat diliat di TV kalau di Running Man mah), bersama dengan hadiah uang yg tersedia.
5. In This Kind of Story, There's No Such a Thing of Happy Ending
Endingnya, the Sole Survivor sama-sama protes & balas dendam.Di Squid Game baru bertekad doang makanya ada spekulasi season 2. Di the Running Man beneran diwujudkan. Dan jujur aja alasan balas dendamnya lebih deep daripada Squid Game karena menyangkut masyarakat luas (mirip-mirip yg terjadi saat ini, ada hoax penyebaran racun-penyakit di udara gtu dah) ga cuma berhubungan sama para peserta game.
Kritikus yg juga dosen Pennsylvania State University,Douglas W. Texter bahkan dalam jurnalUtopian Studies Vol 18 no 1 (2017)menulis bahwa Stephen King - Running Man merubah total bagaimana dystopian world dalam budaya pop.
3. The Long Walk
Kurang jadul? Mari ber-time travel sedikit lebih jadul lagi ke tahun 1979.
Buku versi bahasa indonesianya. Foto by ane sendiri, simak selengkapnya di thread ini.
Menurut ane The Long Walkyang premisnya jalan kaki sampe mati ini masih jadi salah satu novel terbaik beliau padahal ini novel yg perdana beliau tulis, mulai tahun 1966-1967 katanya pas zaman kuliah (mu main mana yg lebih duluan sama Hwang penulis Squid Game juga kaga takut dah. Belom lahir juga kan dia tahun segitu
Berikut persamaan antara keduanya, bakal banyak nih listnya, karena semirip itu.
Quote:
1. Posternya
Iyes, yg di gambar teratas tadi wkwk
Mirip bener kan? Bedanya si boneka & kostum merah tak tuker sama tentara & tank baja. Ini poster Long Walk edisi terbitan di USA perdana kali, lho July 1979
Nih, kaga mengada2 ane mah, yg kanan versi UK 1980. Sumber The Forgotten Fiction
2. Setiap Pemain Dinomerin
Awal2 pun saling panggil pake nomer gapake nama. Bedanya keliatan di poster, kaga pake seragam.
3. Motif Sama
Sama kayak the Running Man, motifnya hadiah uang gede banget untuk menuntaskan kemiskinan. Keikutsertaannya pun sukarela & sama2 boleh mengundurkan diri di awal permainan.
4. Penokohan Mirip2
Sama2 diceritain bekgron sedih masing2 main characters, bahkan yg 'jahat' sekalipun. Sama2 saling menyelamatkan nyawa juga.
5. Tembak Mati
Di beberapa permainan Squid Game, yg kalah ditembak mati tentara berseragam merah, di the Long Walk yg berhenti jalan lebih dari 3x peringatan (kecuali ijin buang air, karena bahkan tidur pun sambil jalan) ditembak mati. Sama tentara juga dieksekusinya. Layaknya di Squid Game, kelamaan peserta biasa dengar suara tembakan. Ga kaget lagi.
6. Sama-Sama Ada Inside Man
Di the Long Walk ada 1 peserta yg ternyata xxx-nya si Front Man (Host Game.) Sedangkan di Squid Game kan xxxx-nya permainan
Soooo predictable
Quote:
BTW, sebagai seseorang yg udah ngedrakor sejak 2002 zaman Winter Sonata,TS udah tau siapa di balik topeng istimewa (si Front Man) dari perdana kali dia ngomong. Khususnya pas speaking English. Karena ga banyak aktor Korea tinggi gede yg b.Inggnya wasweswos dengan American accent, & khaaas banget cara ngomongnya bahaha.
7. Taruhan Again
Udah ga aneh lah ya ini mah
8. Si Juara 3 Sama-Sama Memohon Pemenang Buat Jaga Keluarga Mereka
Ketika memasuki 3 besar, udah feeling nakal meninggal, minta buat jaga daa urus keluarga yg ditinggalkan
9. Si Juara 2 Sama-Sama Bunuh Diri
Sama-sama biar yg satunya menang & permainan berakhir. Karena game sama2 baru beres kalo tinggal seorang
10. Games Sama-Sama Berlangsung 6 Harian
Capek amat dah mempertaruhkan nyawa sambil HHC selanjutnya gimana. Belom lagi pengkhianatan2, boro2 enak tidur huhu.
Ada 10 nih. Sedangkan perbedaannya The Long Walk pesertanya cwo2 remaja 14-21 taun, sedangkan Squid Game orang dewasa berbagai usia. Abege2 ini juga ga saling bunuh. Layaknya gerak jalan yg dilakuin di tempat terbuka, siapapun dapat nonton termasuk keluarga mereka! Jeder depan ibunya ya jeder aja The Long Walk mah.
Quote:
Jadi kesimpulannya: Drama ini tak seunik, tak sesegar, tak semengejutkan, tak seoriginal yg digembar-gemborkan.
Tak ada yg baru di antara kita
Quote:
"TS rempong amat, Stephen Kingnya anteng aja tuh!"
Udah ga butuh duit kali yah beliau?
Quote:
OVERRATED sih nggak juga,karena ane akui tata musiknya bagus, bikin deg2an. Setting tempatnya juga rapi walau lagi2 terinspirasi dari yg udah ada.
Kayak ruang bermain di Punk Hazard,One Piece. Lengkap dengan perosotan, ayunan dkk, langit2 tinggi gede kayak di luar. Labirinnya juga ala La Muralla Roja, apartemen cakep di Spanyol.
Quote:
Tapi OVERHYPED mah iya
Keren sih marketingnya berarti wkwk. Sayangnya, kenapa pada memperlakukan ini drama seakan2 sesuatu yg baru padahal mah kaga?
Beda halnya sama adaptasi, yg jelas wajar lah kalo sama. Kalo terinspirasi ya bilang aja terus terang dari awal banget kayak creator John Wick. Kan adem. Ato kayak creator Stranger Things gitu
Begini nih kudunya, dari sebelom rilis udah diinfoin
Quote:
Buat yg mayan banyak nonton sama baca mah rada mengganjal Gan liat kehebohan berlebihan ginituh. Makanya harap ku luruskan kebenarannya. Seru mah seru nontonnya, anggep aja selingan. Hiburan namanya juga. Tapi ya gtu deh
Sampe begini efeknya di kita, masa?
Sumber : dapat klik langsung tautan yg ane selipin, riset edan tadi jam istirahat di kantor
Cendol, komeng and share bila berkenan