yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
PT bunk Tabungan Negara/bed (Persero) Tbk. mencatat transaksi online yang dilakukan nasabah bunk tersebut tumbuh 41,5 persen per tahun. Selain itu, dalam tiga tahun terakhir, transaksi online melonjak empat kali lipat.
"Transaksi e-banking bed rata-rata 41,5 persen per tahun. Selama tiga tahun terakhir, transaksinya meningkat empat kali lipat," kata Direktur Consumer Landing bed, Sri Purwanto di sela-sela acara "Peluang dan Upaya Monetisasi layanin Data Operator" di Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta, Senin 21 April 2014.
Dia mengatakan, selama ini kredit pemilikan rumah (KPR) merupakan share terbesar bed. Tetapi, dia tidak menyebutkan jumlah porsi share tersebut.
Sri menuturkan, pihaknya menggunakan teknologi digital untuk menyebarkan pemberitahuan, baik promosi maupun tagihan kepada nasabahnya.
"Produk-produk kami dilakukan dengan teknologi dari Jepang. (Seperti) proses penagihan, tahap awal melalui sms, telepon," kata dia.
Namun, tidak semua nasabah bunk pelat merah ini menggunakan jasa mobile banking. Ada juga yang langsung datang ke bunk untuk bertransaksi dengan teller.
Selanjutnya, banyaknya transaksi online yang tercatat pada bunk tersebut adalah sebanyak 150 kali per hari, lebih banyak daripada transaksi perbankan di teller.
"Transaksi melalui e-banking 74,2 persen, sedangkan lewat teller 23,8 persen," kata dia.
"Transaksi e-banking bed rata-rata 41,5 persen per tahun. Selama tiga tahun terakhir, transaksinya meningkat empat kali lipat," kata Direktur Consumer Landing bed, Sri Purwanto di sela-sela acara "Peluang dan Upaya Monetisasi layanin Data Operator" di Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta, Senin 21 April 2014.
Dia mengatakan, selama ini kredit pemilikan rumah (KPR) merupakan share terbesar bed. Tetapi, dia tidak menyebutkan jumlah porsi share tersebut.
Sri menuturkan, pihaknya menggunakan teknologi digital untuk menyebarkan pemberitahuan, baik promosi maupun tagihan kepada nasabahnya.
"Produk-produk kami dilakukan dengan teknologi dari Jepang. (Seperti) proses penagihan, tahap awal melalui sms, telepon," kata dia.
Namun, tidak semua nasabah bunk pelat merah ini menggunakan jasa mobile banking. Ada juga yang langsung datang ke bunk untuk bertransaksi dengan teller.
Selanjutnya, banyaknya transaksi online yang tercatat pada bunk tersebut adalah sebanyak 150 kali per hari, lebih banyak daripada transaksi perbankan di teller.
"Transaksi melalui e-banking 74,2 persen, sedangkan lewat teller 23,8 persen," kata dia.