yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pengusaha nasional Chairul Tanjung, melalui PT Trans Airways, resmi menguasai 10,88 persen atau sekitar 2,47 miliar saham PT Garuda Indonesia Tbk yang sebelumnya dimiliki tiga perusahaan sekuritas pada harga Rp620. Tiga perusahaan sekuritas itu adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT mandilu Sekuritas.
Berdasarkan data transaksi di Bursa Efek Indonesia pada pukul 10.30 WIB, hari ini, Jumat 27 April 2012, terjadi pengalihan saham (crossing) saham Garuda dari tiga perusahaan sekuritas BUMN itu. Transaksi pembelian saham Garuda dari tiga perusahaan sekuritas itu difasilitasi oleh Credit Suisse Securities Indonesia.
Lalu, siapa sebenarnya maskapai Trans Airways milik Chairul Tanjung ini?
Pada situs CT Corp tidak ditemukan nama PT Trans Airways dalam struktur perusahaan. Namun, pada situs Wikipedia, PT Trans Airways berada di bawah unit bisnis PT Trans Lifestyle. Dalam unit bisnis ini, di antaranya juga terdapat PT Anta Express Tour and Travel Service Tbk.
Ketika VIVAnews menyambangi kantor CT Corp di Menara bunk Mega, di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kawasan Mampang, Jakarta Selatan, seorang resepsionis gedung mengaku tidak mengetahui kantor Trans Airways.
"Saya tidak tahu kantornya, silakan hubungi melalui telepon," kata dia kepada VIVAnews, Jumat, 27 April 2012.
Resepsionis perempuan itu kemudian memberikan nomor telepon agar dapat dihubungi secara langsung. Ketika dihubungi nomor yang dimaksud, seorang petugas menjawab dengan ramah. Petugas itu mengatakan bahwa nomor itu adalah benar kantor maskapai Trans Airways.
"Betul, tapi kami tidak melayani penerbangan komersial. Kami hanya melayani penerbangan pribadi untuk Pak Chairul Tanjung saja," ungkapnya.
VIVAnews mencoba menghubungi kembali nomor yang sama. Saat suara di ujung sambungan telepon menyahut, VIVAnews mencoba menanyakan kembali kebenaran keberadaan maskapai itu.
"Iya benar, Bapak dari perusahaan apa?" kata suara di ujung telepon.
Ketika ditanyakan kembali apakah Trans Airways memerupakan perusahaan jasa penyewaan pesawat pribadi, petugas itu pun mengaku mereka tidak menyediakan jasa itu. "Tidak bisa, kami nggak ada jasa itu. Ini memang Trans Airways, tapi kami nggak ada info itu untuk sementara," tegasnya.
Hingga saat ini, Chairul Tanjung yang juga menjadi Ketua Komite Ekonomi Nasional itu belum dapat dikonfirmasi. Komisaris PT Televisi Transformasi Indonesia, Ishadi SK, juga belum dapat dimintai penjelasannya mengenai masuknya Chairul Tanjung itu. Panggilan telepon VIVAnews belum berbalas.
Berdasarkan data transaksi di Bursa Efek Indonesia pada pukul 10.30 WIB, hari ini, Jumat 27 April 2012, terjadi pengalihan saham (crossing) saham Garuda dari tiga perusahaan sekuritas BUMN itu. Transaksi pembelian saham Garuda dari tiga perusahaan sekuritas itu difasilitasi oleh Credit Suisse Securities Indonesia.
Lalu, siapa sebenarnya maskapai Trans Airways milik Chairul Tanjung ini?
Pada situs CT Corp tidak ditemukan nama PT Trans Airways dalam struktur perusahaan. Namun, pada situs Wikipedia, PT Trans Airways berada di bawah unit bisnis PT Trans Lifestyle. Dalam unit bisnis ini, di antaranya juga terdapat PT Anta Express Tour and Travel Service Tbk.
Ketika VIVAnews menyambangi kantor CT Corp di Menara bunk Mega, di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kawasan Mampang, Jakarta Selatan, seorang resepsionis gedung mengaku tidak mengetahui kantor Trans Airways.
"Saya tidak tahu kantornya, silakan hubungi melalui telepon," kata dia kepada VIVAnews, Jumat, 27 April 2012.
Resepsionis perempuan itu kemudian memberikan nomor telepon agar dapat dihubungi secara langsung. Ketika dihubungi nomor yang dimaksud, seorang petugas menjawab dengan ramah. Petugas itu mengatakan bahwa nomor itu adalah benar kantor maskapai Trans Airways.
"Betul, tapi kami tidak melayani penerbangan komersial. Kami hanya melayani penerbangan pribadi untuk Pak Chairul Tanjung saja," ungkapnya.
VIVAnews mencoba menghubungi kembali nomor yang sama. Saat suara di ujung sambungan telepon menyahut, VIVAnews mencoba menanyakan kembali kebenaran keberadaan maskapai itu.
"Iya benar, Bapak dari perusahaan apa?" kata suara di ujung telepon.
Ketika ditanyakan kembali apakah Trans Airways memerupakan perusahaan jasa penyewaan pesawat pribadi, petugas itu pun mengaku mereka tidak menyediakan jasa itu. "Tidak bisa, kami nggak ada jasa itu. Ini memang Trans Airways, tapi kami nggak ada info itu untuk sementara," tegasnya.
Hingga saat ini, Chairul Tanjung yang juga menjadi Ketua Komite Ekonomi Nasional itu belum dapat dikonfirmasi. Komisaris PT Televisi Transformasi Indonesia, Ishadi SK, juga belum dapat dimintai penjelasannya mengenai masuknya Chairul Tanjung itu. Panggilan telepon VIVAnews belum berbalas.