Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Trading adalah aktifitas yg dilakukan di pasar keuangan (market). Banyak banget iklan trading bitcoin, forex, saham, & loco gold dollar (LGD) di berbagai platform baik itu Instagram, Youtube, bahkan di kaskus juga pernah neng liat pas masuk ke SF Bisnis.
Banyak orang yg cari peluang mendulang cuan dimasa pandemi ini dengan cara instan. Beragam iklan dari influencer seakan memberi doktrin bahwa "main saham" itu auto sultan.
Neng mau luruskan dulu, kalo dapat jangan pakai istilah "main". Kalo main, berarti cuman iseng-iseng doang. Gunakanlah mengatakan "trading", karena aktivitas ini mengpakai ilmu yg harus dipahami & dipelajari investor. Analisa & memahami kondisi perekonomian secara global adalah salah satu cara mendapatkan cuan dari aktifitas trading.
Neng melihat banyak yg merugi saat memulai trading.
Neng mau kasih beberapa pengenalan dasar mengenai trading yg harus diketahui oleh investor pemula :
Quote:
gambar
Quote:
Quote:
Quote:
Banyak investor baru yg investasi langsung setelah tertarik melihat iklan tanpa memahami perusahaan tersebut legal & terdaftar.
Harus di cek dahulu, kalau mengerjakan investasi di saham apakah perusahaan tersebut pialangnya sudah terdaftar di www.bappebti.co.id.
Jika investasi di bitcoin, pemerintah memiliki daftar perusahaan yg resmi di bappebti juga. Selain itu, cek juga alamat perusahaannya valid atau tidak, kredibilitas perusahaan, & banyak membaca di internet mengenai pengalaman investor yg sudah berpengalaman.
Harus di cek dahulu, kalau mengerjakan investasi di saham apakah perusahaan tersebut pialangnya sudah terdaftar di www.bappebti.co.id.
Jika investasi di bitcoin, pemerintah memiliki daftar perusahaan yg resmi di bappebti juga. Selain itu, cek juga alamat perusahaannya valid atau tidak, kredibilitas perusahaan, & banyak membaca di internet mengenai pengalaman investor yg sudah berpengalaman.
Quote:
Quote:
Quote:
High risk, high return.
Low risk, low return.
Prinsip ini jadi dasar investor untuk memilih kecocokan instrumen investasi.
Misalnya, anda punya modal seratus ribu. Terus anda cuan dapet lima ratus ribu. Berarti keuntungannya gede banget itu apalagi kalo dibandharap sama kembang depostio. Berarti anda masih ke kategori investor risiko tinggi. Yang perlu diperhatikan adalah, anda juga harus siap kalo nilai investasi anda juga anjlok.
Sebaliknya, kalau anda punya modal 10 juta, terus anda simpan di deposito yg bunganya enggak gede gede amat. Kamu termasuk kategori investor risiko rendah. Tetapi, uang anda kondusif enggak akan berkurang kalau diinvestasikan di deposito.
Mental dasar yg harus dibentuk adalah siap cuan gede, siap loss gede. Siap cuan dikit, tetapi duit aman.
Low risk, low return.
Prinsip ini jadi dasar investor untuk memilih kecocokan instrumen investasi.
Misalnya, anda punya modal seratus ribu. Terus anda cuan dapet lima ratus ribu. Berarti keuntungannya gede banget itu apalagi kalo dibandharap sama kembang depostio. Berarti anda masih ke kategori investor risiko tinggi. Yang perlu diperhatikan adalah, anda juga harus siap kalo nilai investasi anda juga anjlok.
Sebaliknya, kalau anda punya modal 10 juta, terus anda simpan di deposito yg bunganya enggak gede gede amat. Kamu termasuk kategori investor risiko rendah. Tetapi, uang anda kondusif enggak akan berkurang kalau diinvestasikan di deposito.
Mental dasar yg harus dibentuk adalah siap cuan gede, siap loss gede. Siap cuan dikit, tetapi duit aman.
Quote:
Quote:
Quote:
Liquiditas adalah seberapa mudahnya anda mencairkan danang.
Contohnya, neng punya pengalaman investasi di reksadana saham lalu neng cairin. Prosesnya 7 hari kerja.
Neng juga punya reksadana pasar uang. Proses pencairannya lebih cepet cuman 3 hari kerja.
Kesimpulannya adalah, uang yg anda miliki apakah akan dipakai jangka panjang atau jangka pendek. Jangan hingga anda nyimpen uang gede yg rencanannya bulan depan mau ditarik, ternyata instrumen investasi anda lagi "merah". Kan jadi rugi ya kalo harus ditarik dalam waktu yg cepat.
Saran neng adalah lakukan disertivikasi (membagi uang investasi ke berbagai jenis). Misalnya, jangka pendek simpan di reksadana pasar uang. Jangka panjang bolehlah masukin ke trading, kalo lagi "merah" enggak begitu masalah.
Contohnya, neng punya pengalaman investasi di reksadana saham lalu neng cairin. Prosesnya 7 hari kerja.
Neng juga punya reksadana pasar uang. Proses pencairannya lebih cepet cuman 3 hari kerja.
Kesimpulannya adalah, uang yg anda miliki apakah akan dipakai jangka panjang atau jangka pendek. Jangan hingga anda nyimpen uang gede yg rencanannya bulan depan mau ditarik, ternyata instrumen investasi anda lagi "merah". Kan jadi rugi ya kalo harus ditarik dalam waktu yg cepat.
Saran neng adalah lakukan disertivikasi (membagi uang investasi ke berbagai jenis). Misalnya, jangka pendek simpan di reksadana pasar uang. Jangka panjang bolehlah masukin ke trading, kalo lagi "merah" enggak begitu masalah.
Apakah IFers punya pengalaman trading? Yuk bagikan di kolom komentar! Terima kasih
#989
Hari ini 20:09