Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dua pabrikan akbar dunia, yg memang memberikan yg terbaik apa yg konsumen harapkan. Namun Toyota sudah sejak lama memproduksi kendaraan roda empat sedangkan Tesla baru merintis dengan design mobil yg lebih modern.
Oke kita mundur terlebih dahulu pada tahun 2010, Toyota membeli saham Tesla sebanyak 3%50 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp664,42 miliar. Tentunya kedua brand akbar ini pun mesra untuk merancang teknologi terbarukan dimasa kini.
Disinilah teknologi Tesla jadi basis mobil listrik Toyota yg perdana yaitu R4V 4 EV.
Tapi, di tahun 2014 Toyota menjual beberapa kepemilikan sahamnya sebesar 700 juta dollar AS (Rp9,30 triliun). Bayangkan keuntungannya, pasti menciptakan Toyota harusnya dapat memajukan lagi perusahaannya.
Dan Toyota nampaknya tak harap lagi memegang saham Tesla, ada keharapan akbar mereka juga harap memproduksi mobil listrik secara mandilu. Namun semakin kesini jalan mereka, keduanya saling bertolak belakang baik sisi strategi maupun teknologi.
Kita mundur lagi melihat sekilas sejarah singkat dari kedua brand akbar ini,
Toyota, yg didirikian pada 28 Agustus 1937 oleh Kiichiro Toyoda, anak tertua dari Sakichi Toyoda, awalnya dahulu perusahaan ini menciptakan mesin jahit pada 1900-an.
Lalu Kiichiro Toyoda yg bahagia dengan otomotif menciptakan mobil dalam negeri dengan belajar ke pabrik di Detroit melihat produsen ford & chevrolet, maka keputusan ini di dukung pemerintah Jepang. Mobil perdana buatannya adalah Model A1 pada 1935, suku cadangnya dapat memakai mobil-mobil produksi Amerika. Maka ia pun mulai mendirikan Toyota Motor Company, sebagai anak perusahaan dari Toyoda Automatic Loom Works. Nama Toyota kian akbar & di perhitungkan di kancah dunia.
Tesla, yg didirikan oleh dua insinyur otomotif asal Silicon Valley Amerika Serikat (AS) mereka adalah Martin Ebenhard & Marc Tarpenning pada Juli 2003. Nama Tesla sendiri di ambil dari insinyur sekaligus fisikawan, Nikola Tesla (1846-1943).
Lalu di tahun 2004, salah satu orang kreatif & jenius di dunia yaitu Elon Musk pun masuk jadi Direktur Utama & menentukan langkah dari kiprah Tesla dimasa mendatang. Maka yg terjadi selanjutnya investor berdatangan diantaranya pendiri Google, Sergey Brin & Larry Page. Mantan CEO eBay, Jeff Skoll, hingga pakar waris dari kerajaan bisnis Hyatt Hotel, Nick Pritzker. Tesla pun berubah jadi sesuatu yg baru di dunia otomotif, & menjadikan Tesla sebagai gaya hidup.
Disini awalnya Toyota tetap memproduksi mobil konvesional, namun Tesla tetap mengembangkan teknologi mobil listriknya walau masih dinilai mahal untuk biaya produksinya, namun mobil listrik dianggap adalah masa depan dunia otomotif & Tesla sudah mencuri start untuk memenuhi keharapan konsumen dengan mobil smartnya.
Tesla sibuk merancang smart car, tentunya konsumen yg di tuju oleh mereka bukan untuk semua kalangan. Harga mobil Tesla yg dijual di pasaran harganya cukup menciptakan kantong lemes, namun seperti Apple, Tesla mulai dilirik banyak para pebisnis di seluruh dunia karena mempunyai prestige yg elegant namun Toyota menciptakan mobil berbagai macam variant, & juga memiliki ragam harga yg bermacam-macam pula dengan dibantu Daihatsu sebagai anak perusahaannya.
Cara berdagang Tesla pun cukup unik dimana mereka menawarkan langsung kepada konsumen secara online, sedangkan Toyota masih memakai cara konvesional dengan banyak dealer di seluruh dunia.
Sistem dagang yg dibangun Tesla menciptakan komunitas baru yg terintegrasi dengan sistem online & lebih praktis. Karena Tesla fokus pada mobil listrik sebagai mobil masa depan, mereka juga mendukung infrastruktur mobil listrik dibanyak negara supaya ekosistemnya semakin banyak maka biaya produksi pun dapat ditekan. Ketika permintaan mobil listrik semakin naik otomatis harga mobil listrik juga dapat semakin murah.
Kenapa Toyota tidak memproduksi mobil listrik secara all out? Sama dengan produsen mobil lainnya, yg menunggu mobil listrik mencapai waktunya booming maka perlombaan untuk memproduksi mobil listrik akan dimulai oleh Toyota, namun design mobil & juga teknologi mobil listrik modern sudah mereka genggam. Walau CEO Toyota seperti tidak terlalu suka dengan mobil listrik, karena cuma memindahkan emisi gas buang dari mobil ke perusahaan listrik karena pembangkit listriknya masih mengpakai bahan tambang batu bara.
Kembali ke Tesla, kalau begitu Tesla tidak untung dong jualan mobil? Strategi Toyota dinilai lebih aman!! Betul namun keuntungan Tesla di dapat dari kebijakan kredit karbon yg diterapkan 11 negara bagian Amerika Serikat.
Kredit karbon adalah kebijakan bagi produsen mobil untuk menekan produksi emisi karbon dalam jumlah tertentu, kalau tidak dapat maka boleh membeli sertifikat kredit karbondari produsen lain seperti Tesla. Walau untuk masa depan hal ini tidak baik untuk pemasukan Tesla, mereka tetap harus mengambil untung dari penjualan mobil mereka.
Ketika infrastruktur mobil listrik sudah banyak di berbagai negara Tesla akan menjual mobil listrik di tahun 2022 dengan harga sekitar Rp 300 jutaan lebih murah dari Toyota Innova.
Era mobil listrik sudah didepan mata, perkiraan dari Badan Energi Internasional (International Energy Agency/ IEA), mobil listrik di tahun 2030 sudah membanjiri bumi, termasuk tipe mobil listrik pribadi, bus, van, & truk berat. Karena ada larangan di berbagai negara mengpakai mobil konvesional di tahun 2030.
Maka siapa yg akan memenangkan pertarungan di dunia otomotif ini? Bila Tesla sanggup menjual mobil murahnya dengan teknologi masa depan, maka konsumen yg sudah percaya dengan brand ini akan banyak beralih ke Tesla karena sudah lebih baik dalam memproduksi mobil listrik.
Sedangkan Toyota, kalau tidak segera berbenah maka akan kehilangan momentum dapat saja tersungkur dalam persaingan.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, semoga bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik, klik, klik, klik, klik, klik, klik
Pic : google